Tag Archives: Buah Adas

Pengobatan Herbal Kanker Rahim

Pengobatan Herbal Kanker Rahim Dengan Duet Maut Tapak Dara dan Buah Adas

Harus telaten meramu dan mengkonsumsinya. 

Kanker rahim adalah momok bagi kaum perempuan. Kanker rahim bisa terjadi pada setiap perempuan.  Bukan hanya perempuan dengan gaya hidup penuh risiko seperti merokok.  Perempuan yang bukan perokok pun sangat mungkin terkena kanker rahim. Setiap perempuan wajib waspada dan menghindari perilaku atau hal-hal yang bisa menjadi pemicu timbulnya kanker.

Kanker rahim bermula dari pertumbuhan tumor ganas yang terjadi pada endometrium atau tempat tumbuhnya janin.  Kanker rahim juga bisa tumbuh pada jaringan ikat rahim atau pada jaringan otot dan jaringan penyangga rahim. Perempuan usia lanjut atau yang telah mengalami menopouse lebih rentan terkena kanker rahim. Selain itu permpuan yang mengalami mensturasi pada usia dini atau sebelum 12 tahun juga rentan mengidap kanker rahim.

Faktor Pemicu Kanker Rahim

Belum ada penyebab pasti seseorang bisa terkena kanker rahim. Hanya saja ada beberapa hal yang menjadi pemicu terjadinya kanker rahim. Perempuan yang mengalami menstruasi awal atau di bawah usia rata-rata dan perempuan yang mengalami menopouse di atas rata-rata. Pada usia produktif hormon estrogen dan progesteron pada perempuan saling menyeimbangkan.  Keduanya bekerjasama untuk menyeimbangkan sistem reproduksi pada perempuan.

Pada saat perempuan mengalami menopouse hormon progesteron berhenti total, sedangkan hormon estrogen masih ada kendati mengalami penurunan. Hormon estrogen masih bisa meningkat, namun tidak ada hormon progesteron yang menjadi penyeimbang. Ini sebabnya, perempuan menopause dengan usia di atas rata-rata sangat rentang terkena atau terjangkit kanker rahim. Sedang perempuan yang mengalami menstruasi dini juga rentan, alasannya karena mereka memproduksi hormon estrogen lebih lama ketimbang kebanyakan perempuan.

Hati-hati pula dengan kondisi fisik perempuan.  Banyak orang berpikir, tidak masalah gemuk asal sehat. Hati-hati perempuan dengan kelebihan berat badan pun berisiko terjangkit kanker rahim. Perempuan dengan berat badan berlebih mampu memproduksi hormon estrogen lebih banyak. Sebagian estrogen diproduksi dalam jaringan lemak, tinggi kadar estrogen bisa memicu terjadinya kanker rahim.

Siklus menstruasi yang tidak teratur sepertinya juga tidak dapat diremehkan begitu saja.  Selain menganggu kesuburan, siklus yang tidak teratur juga dapat memicu terjadinya kanker rahim. Tidak sedikit perempuan yang mengalami menstruasi dua atau tiga bulan sekali. Ada juga perempuan yang ketika mengalami menstruasi dalam jumlah banyak, sehingga keseimbangan hormon dalam tubuhnya turut berpengaruh. Perempuan yang demikian lebih rentan terkena kanker rahim ketimbang rata-rata perempuan. Perbandingannya bisa tiga kali lipat.

Gejala dan Ciri-ciri Kanker Rahim

Ini penting untuk diperhatikan agar bisa mendeteksi sedini mungkin. Kanker rahim dapat dicirikan dari gejalanya seperti pendarahan berlebihan di luar masa haid, siklus menstruasi yang tidak normal atau berantakan, sering mengalami nyeri perut di bagian bawah atau kram panggul.  Gejala selanjutnya adalah keluar cairan putih encer pada perempuan yang telah mengalami menopause. Jika mengalami nyeri saat buang air kecil, dan mengalami nyeri ketika berhubungan seksual juga patut diwaspadai.

Sama sepertinya jenis kanker lainnya, sel kanker rahim juga dapat menyebar ke organtubuh lainnya.  Persebaran sel kanker ini juga bergantung pada tingkatannya. Misal pada kanker stadium III, sel kanker sudah menyebar sampai ke bagian bawah vagina. Pada kondisi tertentu bisa menyebar sampai ke dinding panggul dan menutupi saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih. Jika demikian fungsi ginjal fapat terganggu bahkan tidak dapat berfungsi.

Deteksi dini sebaiknya dilakukan oleh perempuan. Salah satu cara yang paling mudah dilakukan adalah menjaga pola hidup sehat.  Kanker rahim dapat dicegah dengan cara menjaga tubuh tetap ramping dan aktif bergerak. Selain itu rutin berolahraga sedikitnya 15-30 menit setiap hari sangat berguna untuk menjaga berat badan ideal.

Pengobatan Herbal Kanker Rahim

Mencegah memang lebih baik ketimbang mengobati. Tindakan medis seperti operasi, radioterapi, bahkan kemoterapi lazim dilakukan untuk penderita kanker.  Namun demikian, pengobatan medis tersebut rupanya juga berdampak bagi organ tubuh lainnya. Misal kemoterapi yang mampu membunuh atau merusak sel kanker. Bukan hanya sel kanker yang terbunuh kemoterapi pada jangka panjang sangat mungkin mematikan sel lain yang masih normal.  Selain itu pengobatan melalui kemoterapi juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Itu sebabnya banyak pasien lebih memilih pengobatan herbal yang cederung lebih murah ketimbang pengobatan medis. Sifatnya yang alami, membuat tanaman herbal menjadi alternatif bagi penderita karena tidak memiliki efek samping bagi tubuh. Namun perlu diperhatikan penggunaan herbal dan obat-obatan kimia tidak bisa dikonsumsi bersamaan. Harus ada jarak atau penggunaan yang terpisah agar dapat mengetahui dampak dari penggunaan obat herbal.

Salah satu penggunaan obat herbal adalah tanaman tapak dara atau Catharanthus roseus.  Tanaman yang mudah didapatkan ini telah teruji sebagai bahan pencegah dan penumpas sel kanker termasuk kanker rahim. Tapak dara masuk ke golongan kamboja-kambojaan.  Ia mengandung dua senyawa golongan alkoid vinka, yakni vinkristin dan vinblastin yang mampu menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.

Tapak dara mengandung dua senyawa golongan alkaloid vinka yakni vinkristin dan vinblastin yang berkhasiat menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Tanaman  yang mampu tumbuh di mana saja ini juga mengandung alkaloid cabtharanthin yang mampu mendesak dan melarutkan inti sel kanker.

Paduan lainnya adalah buah adas, tanaman herbal ini juga dikenal ampuh untuk mencegah perkembangan dan penyebaran sel kanker. Tanaman adas cukup mudah ditemukan. Ada banyak keluarga atau rumah yang memiliki tanaman adas karena masuk ke jenis tanaman obat keluarga.  Ada banyak zat yang terkandung pada tanaman herbal ini. Otomatis tanaman ini sangat bermanfaat bagi kesehatan, termasuk untuk mencegah kanker.

Adas mengandung zat flavonoid, alkaloid, dan fenol. Ketiga zat tersebut sangat bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan sel kanker. Ekstra bijinya diyakini mampu mencegah tumbuhnya sel kanker, termasuk kanker rahim.

Tanaman herbal tentu tak dapat dikonsumsi begitu saja selayaknya obat kimia.  Ada ramuan dan takaran yang harus disesuaikan agar dapat dikonsumsi dan kemudian berfungsi dengan baik. Penderita juga harus telaten meramu dan mengkonsumsi obat herbal, karena pengobatan baik herbal maupun kimia tidak bisa sim salabim  hilang penyakit. Apalagi jika penyakit yang diderita sudah kronis atau tergolong berat.

Ramuan tapak dara dan buah adas untuk mengobati kanker rahim dapat dilakukan sebagai berikut.

  • 22 lembar daun tapak dara
  • Buah adas (Foeniculum vulgare) secukupnya
  • Kulit kayu pulasari (Alyxia reinwardti) secukupnya
  • Tiga gelas air
  • Gula merah secukupnya

Cuci bersih semua bahan dan rebus hingga mendidih dan hanya tersisa kurang lebih separuh dari air rebusan. Lalu, saring air rebusan tersebut. Ramuan tersebut sebaiknya dikonsumsi tiga kali sehari. Sekali minum setengah gelas. Ramuan ini dapat dikonsumsi setiap hari selama satu bulan.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Yoga untuk Kanker

Buah Adas

Buah Adas, Obat Herbal Kanker yang Belum Banyak Diketahui Orang

Di kalangan masyarakat awam, terutama ibu rumah tangga, buah adas dimanfaatkan sebagai salah satu bumbu dapur. Namun, di kalangan herbalis, buah adas dimanfaatkan sebagai bahan racikan obat berbagai penyakit. Di industri obat modern, ekstrak buah adas sering diolah menjadi minyak telon karena aromanya yang khas.

Meski Indonesia terkenal kaya akan tanaman rempah, namun adas bukanlah tanaman asli negeri ini. Pada mulanya, tanaman adas banyak tumbuh di dataran Mediterania dan Eropa. Di negeri asalnya, adas termasuk tanaman penting dan bahkan menjadi komoditi ekspor yang mendatangkan keuntungan.

Secara ilmiah, tanaman adas dinamakan foeniculum vulgare miller. Sementara di berbagai daerah di Indonesia penyebutan untuk tanaman ini berbeda-beda. Contoh, adas landi (Jawa), hades (Sunda), manih (Minangkabau), das pedas (Aceh), dan sebagainya. Adas termasuk tanaman perdu tahunan yang dikenali dengan cir-ciri batang berwarna hijau kebiruan, beruas, dan berlubang. Batang adas dapat mengeluarkan wangi khas apabila dimemarkan. Daun adas berbentuk seperti jarum dengan panjang berkisar 30-50 cm, berwarna hijau cerah, dan bersusun selang-seling pada batang.

Tanaman adas memiliki bunga yang berbentuk payung majemuk dengan diameter bunga berkisar 5-15 cm. Satu bunga terdiri atas beberapa kelopak berbentuk tabung dan berwarna kuning cerah. Selain bunga, tanaman adas juga dilengkapi dengan buah berupa biji kering berbentuk lonjong. Saat buah muda, warna terlihat biru kehijauan. Tapi saat mencapai masa matang yang pas (sekitar 8 bulan setelah ditanam), buah adas berganti warna menjadi merah kecokelatan. Semakin matang, aroma yang keluar dari buah adas semakin kuat. Nah, buah adas yang rasanya pedas dan memiliki sensasi hangat inilah yang menyimpan khasiat obat.

Manfaat Buah Adas untuk Berbagai Macam Penyakit

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, tanaman adas bukan hanya dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, tapi juga sebagai obat. Bahkan sejak puluhan tahun lampau, adas telah dilibatkan dalam pengobatan herbal berbagai macam penyakit. Mulai dari penyakit ringan hingga yang taraf serius sekalipun, mempan dengan terapi buah adas ini.

Beberapa penyakit yang dapat diatasi dengan buah adas antara lain sebagai berikut.

  • Anemia

Anemia merupakan penyakit akibat kurangnya sel darah merah di dalam tubuh. Saat terkena anemia, tubuh akan terasa lemas, kulit pucat, sulit berkonsentrasi, pusing, mual, dan yang paling mengkhawatirkan imunitas tubuh menurun. Namun, pengobatan dengan buah adas sangat bisa diandalkan mengatasi penyakit anemia dalam waktu relatif singkat. Hal tersebut dikarenakan buah adas kaya akan zat besi dan zat histidin yang mampu meningkatkan produksi hemoglobin sebagai cikal bakal sel darah merah.

  • Sembelit

Kekurangan asupan serat adalah salah satu biang terjadinya sembelit. Saat tubuh kekurangan serat, gerakan peristaltik di dalam usus jadi terhambat. Sehingga ampas mengeras dan sulit sekali dikeluarkan.

Biji adas yang dihaluskan dapat dimanfaatkan sebagai obat pencahar alami. Sebab, biji adas mengandung serat yang sarat sekali.

  • Kolesterol

Adas juga mampu mengatur keseimbangan kadar kolesterol. Di dalam tubuh, terdapat kolesterol yang menguntungkan (HDL) dan kebalikannya (LDL). Ekstrak biji adas mampu mengatur agar kadar LDL tidak boleh melebihi HDL. Sebab, LDL merupakan kolesterol jahat yang memicu timbulnya penyakit kronis seperti stroke dan jantung.

  • Hipertensi

Di samping pola makan yang tidak sehat, kurang tidur dan stress dapat memicu ketegangan pada pembuluh darah. Semakin tegang pembuluh darah, semakin meningkat tekanan darah hingga melampaui batas normal (hipertensi)

Mengosumsi buah adas yang kaya kandungan potassium, diketahui dapat merilekskan pembuluh darah hingga tekanan darah kembali normal.

  • Nyeri Haid

Nyeri haid kerap dirasakan kaum perempuan pada setiap bulannya. Ini sebetulnya kondisi normal saat menstruasi, namun terasa sangat mengganggu kenyamanan. Cobalah mengonsumsi air rebusan biji buah adas. Selain nyeri perut berkurat, menstruasi pun jadi lancar.

Buah Adas Perangi Kanker Ganas

Selain penyakit-penyakit yang tercantum di atas, kabar gembira lainnya ternyata buah adas sangat efektif memerangi kanker, bahkan yang ganas sekalipun. Seperti yang kita ketahui bersama, penyakit kanker bukanlah penyakit ringan dan membutuhkan biaya besar. Ketika divonis kanker, rata-rata penderita memilih menempuh jalur medis. Salah satu alasannya, treatment medis memberikan hasil yang lebih cepat ketimbang jalur herbal. Padahal treatment medis lebih berisiko, karena obat kemoterapi bukan hanya melumpuhkan sel kanker saja, tapi juga sel-sel sehat. Begitu pula dengan radisi sinar X dalam treatment radioterapi yang memicu kerusakan organ-organ di sekitar titik koordinat kanker serta gangguan hormon. Lain hal dengan treatment herbal. Walau membutuhkan ketelatenan dan kesabaran, namun minim risiko.

Buah adas sarat akan senyawa-senyawa antioksidan yang paling ditakuti kanker. Sebut saja di antaranya seperti minyak atsiri, flavanoid, fenol, alkaloid, dan anethol. Minyak atsiri paling berguna untuk mengentikan peradangan pada benjolan kanker, mengurangi rasa sakit, mencegah infeksi, mempercepat penyembuhan luka, serta meningkatkan stamina penderita. Sedangkan flavanoid, fenol, alkaloid, anethol, dan senyawa-senyawa antioksidan lainnya bekerja sama menekan pertumbuhan sel abnormal, memblokade penyebaran, dan “membakar” sel abnormal dari dalam hingga ukuran sel tersebut menciut lalu mati.

Ramuan Buah Adas untuk Pengobatan Kanker

Penyembuhan kanker menggunakan tanaman dilakukan dengan cara meminum air godokan biji adas dan bahan-bahan tambahan lainnya. Berikut resep ramuan adas yang boleh dicoba.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 5 gram buah adas kering
  • 100 gram akar alang-alang
  • 1-2 batang benalu teh
  • 2 gelas air putih.

Cara membuat:

  1. Cuci bersih terlebih dahulu seluruh bahan-bahan yang dibutuhkan.
  2. Tuang air ke dalam bejana untuk merebus. Hindari bejana yang terbuat dari aluminium, besi, atau stainless steel karena dapat merusak zat penting yang terkandung dalam bahan-bahan di atas. Sebaiknya, gunakan bejana dari tanah liat atau kaca tahan panas.
  3. Masukkan seluruh bahan-bahan yang diperlukan, lalu jerang hingga mendidih dan air menyusut hingga menyisakan satu gelas saja. Kemudian saring air rebusan tadi.
  4. Satu gelas dapat diminum 2x pada pagi dan sore hari. Bila dilakukan rutin, hasil awal mulai dapat terlihat dalam waktu sekitar 1-2 bulan. Selama menjalankan metode pengobatan ini, tetaplah melakukan kontrol ke dokter onkologi untuk mengetahui perkembangan massa tumor.

Efek Samping Mengonsumsi Buah Adas

Mengonsumsi buah adas memang memiliki efek samping, tetapi tidak seburuk yang ditimbulkan dari treatment medis. Beberapa efek samping yang akan terasa saat Anda mengonsumsi buah adas, antara lain:

  1. Mengonsumsi ramua buah ada melebihi dosis yang disarankan dapat menyebabkan penurunan produksi ASI. Hal ini dikarenakan buah adas mengandung senyawa anethole yang sedikit mengusi produktivitas homon estrogen.
  2. Pada orang-orang yang memiliki riwayat kulit sensitif, mengonsumsi buah adas dapat menimbulkan ruam. Namun, ruam hanya bersifat sementara. Ketika terapi buah adas dihentikan, maka kondisi kulit akan berangsur membaik.
  3. Menimbulkan risiko kejang jika buah adas dikonsumsi oleh orang yang memiliki riwayat epilepsi.

Itulah informasi seputar manfaat buah adas untuk mengobati kanker dan penyakit lainnya. Semoga artikel ini menjadi telaga informasi bagi pembaca yang haus pengetahuan.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Lemon Untuk Kanker