Susu Penyebab Kanker

Cerita Profesor Jane Plant Tentang Susu Penyebab Kanker Payudara

susu-penyebab-kankerHampir semua orang pasti percaya jika susu punya manfaat tinggi bagi kesehatan. Minuman berwarna putih ini memiliki kandungan protein, kalsium, magnesium, dan fostor yang sangat tinggi. Meskipun demikian, ada sebagian ahli yang justru berpendapat apabila susu penyebab kanker terutama kanker payudara.

Profesor Jane Plant. PhD. CBE adalah seorang ilmuwan yang mendukung pendapat jika susu beserta produk olahannya merupakan salah satu sumber serangan penyakit kanker. Berikut ini ulasan wanita asal Inggris menulis sebuah buku yang dikasih judul Your Life is Your Hands

Petunjuk dari Negeri Tiongkok

Melalui bukunya tersebut Jane Plant bercerita jika dirinya pernah mendapat serangan kanker sehingga harus kehilangan payudaranya. Meski sempat merasa jika hidupnya sudah berada di ambang kematian akibat penyakit yang dideritanya tersebut, tetapi Jane tetap punya semangat tinggi karena selalu ingat dengan suami yang sangat dicintainya dan 2 anak kecil yang masih butuh bimbingan orangtua.

Kenyataan tersebut memberi dorongan kepadanya untuk melakukan penelitian atas segala hal yang berkaitan dengan kanker payudara. Dari sini kemudian Jane memperoleh suatu petunjuk dari suaminya sendiri yang juga seorang ilmuwan.

Setelah menjalani tugas keilmuwan di Tiongkok, suami Jane membawa pulang beberapa macam ramuan tradisional untuk menyembuhkan penyakit kankernya. Dari sini Jane menjadi sadar hanya sedikit sekali perempuan Tiongkok yang mengalami serangan kanker. Sedangkan di negaranya Inggris, 1 diantara 12 wanita terkena penyakit mematikan tersebut.

Gaya Hidup Jadi Pintu Gerbang Datangnya Kanker

Dari pengetahuannya itu, Jane juga berhasil menemukan suatu fakta apabila jumlah penderita kanker payudara di Eropa jauh lebih tinggi dibanding penduduk Asia. Namun perbedaan ini bukan dikarenakan oleh faktor genetika.

Menurut hasil penelitian, jika ada orang Asia pindah ke Eropa maka generasi berikutnya yang mendapat kanker payudara juga mempunyai jumlah prosentase yang sama dengan penduduk Eropa asli.

Dari sini Jane mendapat kesimpulan bahwa salah satu penyebab utama kanker payudara, yaitu berkaitan dengan gaya hidup khususnya pola makan. Selama ini perempuan Asia tidak terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman dari susu, seperti es krim, keju, dan sebagainya. Makanan tersebut lebih sering dinikmati oleh kebanyakan wanita Eropa.

Orang Tiongkok Tidak Makan Produk dari Susu

Sementara itu, WHO pernah mengeluarkan sebuah rilis yang menyebutkan bahwa pria Tiongkok yang kena kanker prostat jumlahnya sangat sedikit tidak lebih dari 0,5 dari 100 ribu pria. Tapi di Inggris, Wales, dan Skotlandia jumlah penderita penyakit tersebut sekitar 70 kali lipatnya.

Tidak jauh berbeda dengan kanker payudara, penyakit ini lebih sering menyerang orang kaya dan memiliki tingkat kehidupan sosial lebih tinggi. Mereka inilah yang sering mengonsumsi makanan bergizi tinggi.

Melalui latar belakang keilmuwannya, Jane dan suaminya membuat perhitungan logika. Dari data yang didapat dari hasil penelitan para ahli sekitar tahun 1980, diketahui jika kandungan lemak pada kalori makanan di Tiongkok hanya sebesar 14% saja. Sedangkan di Eropa kandungan tersebut mencapai 36%.

Dari data tersebut kemudian Jane jadi ingat banyak penduduk Tiongkok yang tidak begitu suka mengonsumsi susu dengan alasan apabila susu hanya cocok untuk bayi saja. Kemudian Jane mulai bertanya-tanya dalam hati, benarkan susu penyebab payudara dan tumor.

Berhenti Mengonsumsi Susu

Sebelum kena serangan kanker payudara Jane sering mengonsumsi susu dan menjadikannya sebagai sumber protein utama. Selain itu, tidak jarang dia juga menikmati daging sapi cincang yang diambil dari daging sapi perah dan yoghurt.

Akan tetapi, setelah mendapat serangan kanker, atas saran suaminya Jane mulai menghentikan kebiasaannya tersebut. Segala macam makanan maupun minuman yang diproduksi dari susu disingkirkan dan dibuang ke tempat sampah, termasuk kue beserta biskuit yang mengandung susu.

Usai menjalani kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker dalam tubuhnya, Jane tetap harus menghadapi kenyataan yang sangat menyakitkan. Benjolan di payudaranya tetap ada dengan ukuran yang tidak pernah mengecil.

Meski demikian, Jane tidak pernah berkecil hati. Dia tetap berusaha menyembuhkan penyakit yang dideritanya tersebut dengan cara tidak mengonsumsi susu dan makanan lain berbahan susu. Saat berbelanja di supermarket, Jane selalu membaca labelnya lebih dulu. Jika makanan tersebut mengandung susu meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit, perempuan ini tetap membatalkan untuk membelinya.

Hasilnya, beberapa waktu kemudian tonjolan kanker di payudaranya mulai mengecil. Bahkan tonjolan yang merupakan tumor ganas tersebut lama kelamaan berubah jadi garis saja. Hal ini menunjukan bahwa kanker payudaranya sudah menuju proses penyembuhan, sangat berbeda dengan pembasmian atau pengurangan.

Dokter yang melakukan pemeriksaan sempat terkejut dan merasa sangat gembira. Dengan wajah penuh ceria dokter itu mengatakan bahwa dirinya tidak menemukan tumor atau kanker lagi di tubuhnya.

Mungkin terasa sangat sulit bagi Jane Plant untuk mengambil kesimpulan jika susu penyebab kanker payudara dan tumor. Tapi dari kisah yang dialaminya sendiri, profesor ini tetap yakin bila susu yang sebenarnya merupakan bahan alami ternyata bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Namun benarkah susu menyebabkan kanker? Dari kisah nyata yang diceritakan oleh Jane tersebut, setidaknya kita bisa mengambil kesimpulan bahwa tidak semuanya susu menjadi penyebab kanker. Namun yang harus diperhatikan adalah cara penyajian susu tersebut, termasuk dalam makanan atau minuman olahan.

Baca artikel lain mengenai Efek Samping Kemoterapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 − 4 =