Sirih Merah untuk Kanker

Di Balik Keutamaan Sirih Merah untuk Kanker

Daun sirih (Piper Betle) sangat familiar di kalangan masyarakat, baik itu sirih merah maupun sirih hijau. Namun, dalam bidang pengobatan herbal, sirih merah lebih sering jadi primadona. Hal tersebut dikarenakan manfaat sirih merah terbukti lebih mumpuni. Termasuk, untuk melawan sel-sel kanker.

Secara umum, daun sirih berbentuk seperti organ jantung, yakni melebar di bagian pangkal dan meruncing pada bagian ujungnya. Memiliki aroma yang cukup kuat dan sangat khas, apalagi jika diremas atau direbus.

Tanaman sirih berjodoh dengan kawasan-kawasan beriklim tropis dan subtropis. Sirih bukanlah tanaman yang terlalu menyukai air, tapi juga tidak tahan pada suhu yang terlalu tinggi. Tempat rambatan idealnya baginya adalah di batang-batang pohon yang teduh, tapi masih bisa mendapat sinar matahari cukup.

Daun sirih tersebar luas di bagian timur pantai Afrika, meliputi pulau Madagaskar, Zanzibar, dan India. Lalu ada juga di daratan Cina, kepulauan Fiji, dan Kepulauan Bonim. Serta, di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan sebagainya.

Di Indonesia sendiri, tanaman sirih meluas hampir seluruh pulau. Namun, yang terbanyak ada di Kepulauan Riau. Untuk penyebutan, duan sirih punya nama lokal yang berbeda-beda. Misalnya, di Jawa kerap disebut dengan Sedah atau Suruh. Sementara oleh masyarakat Sunda dinamakan Seuruh.

Perbedaan Daun Sirih Merah dengan Daun Sirih Hijau

Perbedaan paling mencolok yang terlihat antara daun sirih merah dengan sirih hijau tentu ada pada warna daun. Sesuai namanya, daun sirih merah berwarna hijau pekat dengan semburat kemerah-merahan. Sedangkan daun sirih hijau, berwarna hijau hijau terang (tak ubah warna daun muda pada umumnya) hingga hijau pekat, tapi tak sampai sepekat pada daun sirih merah.

Perbedaan yang kerap luput kita ketahui antara keduanya adalah bentuk batang. Sirih merah mempunyai batang berwarna hijau keungu-unguan. Berbeda dengan batang sirih hijau yang cenderung berwarna cokelat kehijauan hingga cokelat kehitaman. Selain itu sirih tidak dilengkapi dengan bunga, sementara sirih hijau memilikinya.

Manfaat Penggunaan Daun Sirih Merah untuk Kanker

Salah satu penyakit serius yang dapat diatasi dengan sirih merah adalah kanker. Penyakit kanker termasuk penyakit yang sulit sekali ditangani. Metode pengobatannya harus tepat dan intensif. Jika tidak, maka nyawa menjadi taruhannya. Lebih mengerikan lagi, kanker bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Bahkan, mereka yang telah mengupayakan hidup sehat pun tetap berpotensi terkena kanker.

Pada umumnya, kanker baru terdeteksi ketika sudah mencapai stadium lanjut. Hal tersebut dikarenakan pada tahap-tahap awal kanker tidak menunjukan gejala yang berarti, sehingga membuat penderitanya tidak merasakan sesuatu yang buruk pada tubuhnya dan pada akhirnya terlambat memeriksakan diri.

Saat ini, banyak sekali metode pengobatan kanker yang ditawarkan rumah sakit-rumah sakit ternama. Apalagi obat-obat kanker produksi pabrik farmasi sudah semakin beragam dan diklaim ampun membunuh sel-sel kanker. Sayangnya, efek samping dari pengobatan modren terlalu buruk untuk tubuh. Jenis obat yang digunakan sudah pasti berkadar racun tinggi. Apabila obat tersebut dikonsumsi, maka otomatis organ di seluruh tubuh ikut terkontaminasi dan rusak. Maka dari itu, tidak semua orang bersedia memilih pengobatan kanker berdasarkan protokol medis. Masih sebagian orang yang lebih bergantung pada bahan-bahan herbal seperti sirih merah.

Manfaat besar sirih merah untuk kanker, terutama kanker payudara dan kanker servik, sebetulnya bukan kabar baru. Melainkan, telah diuji sejak puluhan tahun silam oleh para ilmuwan di seluruh benua.Berdasarkan hasil laboratorium, di dalam sirih merah ternyata terkandung sejumlah zat atau senyawa yang bersifat antioksidan. Beberapa zat atau senyawa pada sirih merah yang paling menonjol perannya, antara lain:

  • Minyak atsiri, merupakan garda terdepan dari sirih merah dalam hal menumpas bibit-bibit kanker, sekaligus bertindak sebagai antiseptik.
  • Flavanoid, merupakan senyawa yang bertugas mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh dan memangkas lemak jahat di dalam tubuh. Perlu diketahui bahwa sel kanker paling tidak tahan hidup pada tubuh yang asupan oksigennya tercukupi.
  • Polifenol, merupakan senyawa yang berperan aktif menangkal radikal bebas.
  • Eugenol, merupakan senyawa peredam nyeri.
  • Saponin, merupakan senyawa memperkuat fungsi minyak atsiri. Bertindak sebagai antiseptik yang melawan bakteri, virus, serta kuman yang merugikan tubuh.

Penggunaan daun sirih merah dalam metode penyembuhanan herbal terhadap penyakit kanker, akan membawa dampak positif berupa:

1. Mencegah Persebaran dan Mematikan Sel Kanker

Langkah medis paling umum untuk mencegah persebaran (metastase) danĀ  mematikan sel-sel kanker ialah melalui jalur kemoterapi. Kemoterapi bisa dilakukan setelah tindakan operasi maupun belum. Rata-rata pasien kanker membutuhkan 6x kemoterapi yang dilakukan dalam hitungan per 21 hari. Sebagian pasien berhasil menyelesaikan jatah kemoterapinya dalam keadaan hidup, sedangkan sisanya putus di tengah jalan akibat kondisi tubuh yang tidak lagi memungkinkan. Kemoterapi memang membawa dampak buruk terhadap sel-sel yang tidak terjangkit kanker. Sehingga kekebalan tubuh pasien menurun drastis.

Dalam pengobatan herbal, daun sirih mempunyai kekuatan yang mengimbangi racun pada obat kemoterapi. Bedanya, sirih merah bekerja tepat di sasaran. Jadi, sel-sel yang tidak terjangkit kanker tetap aman.

2. Mempertahankan Kekebalan Tubuh

Penderita kanker rawan mengalami penurunan kekebalan tubuh. Apalagi jika penderita sedang menjalani kemoterapi. Tubuh senantiasa tampak lemas dan rentan terhadap serangan virus atau bakteri berbahaya. Dengan mengonsumsi ramuan sirih merah, imunitas tubuh penderita dibangun sebanyak-banyaknya. Sehingga meski divonis kanker, mereka tetap kuat beraktivitas seperti biasa.

3. Meredam rasa sakit

Kanker menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan terjadi berulang-ulang. Terkadang, rasa sakit tak tertahankan itu dapat membuat penderita depresi, sekaligus memperburuk kondisi kesehatan penderita itu sendiri. Nah, salah satu kebaikan dari sirih merah ialah meredam rasa sakit yang dialami penderita. Juga, memberikan efek rasa nyaman yang lebih lama.

Cara Mengolah Sirih Merah

Mengolah sirih merah untuk obat kanker bisa dilakukan dengan cara merebus 6 lembar daun sirih merah beserta batangnya sepanjang kira-kira 15 cm. Campur bahan tersebut dengan 4 gelas air, lalu didihkan hingga air menyusut setengahnya. Saring air rebusan sirih merah dan minum dalam keadaan hangat. Lakukan cara ini 2x sehari. Info tambahan, sebaiknya gunakan alat perebus yang berbahan tanah liat atau kaca tahan panas.

Selain diminum, sirih merah juga bisa digunakan untuk mengompres payudara yang terkena kanker. Caranya, siapkan 15 lembar daun sirih, 7 lembar daun iler, serta 1 genggam sambiloto. Campur semuanya ke dalam 3 gelas air. Didihkan hingga menyusut setengahnya. Gunakan air rebus ini untuk mengompres payudara sekurang-kurangnya 3x sehari.

Efek Samping Sirih Merah

Meski sirih merah teruji efektif mengobati kanker, namun tanaman ini tetap tidak luput dari efek samping negatif. Terkhusus, jika mengonsumsinya di luar pengawasan ahli herbal dan tidak memenuhi anjuran yang ditetapkan. Beberapa efek samping negatif dari sirih merah, antara lain:

  • Kulit kering (jika digunakan untuk bahan kompresan melebih batas dosis yang dianjurkan).
  • Berisiko mempercepat detak jantung.
  • Mematikan bakteri baik.

Demikian manfaat sirih merah untuk kanker ini ya. Semoga ulasan bernilai manfaat bagi para pembaca.

Baca artikel lain mengenai Teh Hijau untuk Kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 10 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.