Sayuran untuk Penderita Kanker

Diet Ala Vegetarian dengan Sayuran untuk Penderita Kanker

Kanker adalah salah satu jenis penyakit mematikan yang menjadi momok bagi masyarakat. Mendengar vonis “kanker” seolah menghitung hari menuju kematian. Satu hal yang perlu dicermati adalah jumlah penderita kanker semakin bertambah, berlipat ganda lebih besar dibandingkan beberapa tahun belakangan. Dapat dipastikan bahwa perubahan gaya hidup, kondisi lingkungan hidup yang tercemar oleh polusi, meningkatnya radikal bebas adalah penyebab utama dari kanker yang diderita pasien tanpa memandang gender dan usia.

Di Indonesia jumlah penderita kanker diperkirakan terus meningkat hingga 200 ribu orang per tahun. WHO memperkirakan angka penderita kanker akan terus meningkat setiap tahunnya. Angka kematian di seluruh dunia yang disebabkan oleh kanker menempati urutan kedua setelah penyakit jantung. Tak dapat dipungkiri melawan kanker tidak cukup dengan pengobatan namun pencegahan dan perubahan gaya hidup akan membawa manfaat lebih baik bagi penderita atau orang yang beresiko tinggi menderita kanker.

Kanker bisa disebabkan karena genetis dan gaya hidup. Kanker juga dapat muncul karena radiasi dan polusi. Berbagai penyebab kanker mungkin tidak dapat dihindari tetapi dampaknya agar tidak sampai menimbulkan kanker bisa diminimalisir. Salah satu cara untuk melawan dan mengeliminasi kanker adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup sehat dilakukan dengan cara mengatur pola makan dan ritme hidup. Rutin olahraga, menghindari minuman beralkohol, rokok dan narkoba serta cukup istirahat adalah cara mengatur ritme hidup. Sedangkan mengatur pola makan dapat dilakukan dengan menerapkan diet ala vegetarian.

Bagaimana Sayuran Bisa Mengeliminasi Kanker?

Vegetarian adalah kelompok yang mengutamakan konsumsi buah dan sayuran. Diet ala vegetarian ini terbukti dapat mengeliminasi sel kanker. Bagaimana sel kanker bisa tereliminasi dengan diet vegetarian? Sebab sel kanker sangat bergantung pada protein tinggi untuk terus berkembang. Penelitian yang dilakukan American Institute for Cancer Research (AICR) menganjurkan untuk menerapkan diet berbasis nabati, yang bisa disebut sebagai diet vegetarian.

Diet berbasis nabati ini dapat diterapkan dengan dua pertiga porsi makanan yang dikonsumsi dengan dua pertiga berupa buah, sayuran dan serealia utuh (kacang-kacangan) dan sepertiga lainnya boleh ditambahkan daging atau ikan. Namun disarankan untuk membatasi konsumsi daging merah. Kombinasi diet yang tepat dapat menurunkan resiko menderita kanker dibandingkan hanya mengonsumsi satu jenis makanan saja.

Selain memperhatikan komposisi makanan langkah yang perlu diperhatikan adalah memperbanyak warna dalam menu. Seringkali terdengar istilah “warna pelangi makanan” inilah yang sebenarnya disebut sebagai diet dengan memperbanyak warna bahan dalam masakan. Perlu diperhatikan bahwa warna makanan yang dimaksud bukan dari pewarna buatan, namun tersusun dari warna buah dan sayur yang secara alami menjadi ciri khasnya.

Tumbuhan memiliki pigmen asli yang terkandung di dalamnya. Semakin beragam warna makanan maka semakin banyak nutrisi dan vitamin yang akan diserap tubuh. Disarankan untuk mengutamakan mengonsumsi sayur dan buah-buahan berwarna merah, hijau dan oranye gelap sebab buah dan sayur berwarna khas ini mengandung nutrisi nabati yang cukup tinggi.

Ahli nutrisi juga menganjurkan untuk membiasakan mengonsumsi sayur, buah dan sayur pada saat sarapan. Utamakan sayur dan buah yang mengandung asam folat. Sebab asam folat merupakan zat penting yang membantu tubuh terlindungi dari resiko kanker payudara, kanker rektum dan kanker usus besar. Sebisa mungkin hindari asam folat dalam bentuk suplemen. Asam folat dalam bentuk asli yang terdapat dalam bahan alami lebih baik bagi kesehatan. Asam folat bisa ditemukan dalam melon, jeruk, stroberi, telur, asparagus, kacang-kacangan, biji bunga matahari, dan sayuran berdaun hijau seperti daun selada dan bayam.

Sayuran Untuk Penderita Kanker

Kanker bukan vonis kematian. Jika diterapi medis secara berkesinambungan dan mengubah gaya hidup menjadi lebih baik maka sel kanker bisa ditekan pertumbuhannya. Salah satu cara menekan pertumbuhan sel kanker adalah dengan memperbanyak konsumsi sayuran daripada daging merah. Sayur bisa dikonsumsi dalam berbagai jenis menu olahan. Selain disajikan sebagai sayur yang menemani nasi, jenis-jenis sayuran bisa diolah menjadi jus bersama buah atau dibuat salad yang cocok dikonsumsi di pagi hari.

Sayur apa yang efektif melawan kanker? Beberapa jenis sayuran berikut disarankan ahli nutrisi untuk membantu menurunkan resiko menderita kanker.

1. Tomat

Menurut beberapa penelitian medis terbukti bahwa tomat membantu meminimalisir resiko menderita kanker prostat. Hal ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh kadar senyawa likopen yang terdapat pada tomat. Tomat tidak hanya bisa dikonsumsi sebagai sayuran dengan cara ditumis bersama sayur lain namun bisa juga di jus atau diolah menjadi pasta dan saus.

2. Paprika

Paprika kuning, hijau dan merah membantu menekan pertumbuhan sel kanker. Paprika mengandung zat antioksidan alami sehingga melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab kanker.

3. Sayuran Berdaun Gelap

Sayuran berdaun gelap seperti bayam dan kangkung mengandung banyak serat, asam folat dan karotenoid. Ketiga senyawa tersebut diyakini membantu melindungi tubuh dari kanker yang mungkin menyerang saluran pernapasan di sekitar tenggorokan, mulut serta kanker pada organ-organ dalam seperti paru-paru, pankreas dan lambung.

4. Sayuran Jenis Kubis-kubisan

Sayuran jenis kubis-kubisan seperti kubis, brokoli, sawi, pakcoy, kembang kol, selada, kale sangat baik bagi penderita kanker terutama kanker serviks, kanker payudara dan kanker usus besar.

Selain keempat jenis sayuran ini sel kanker juga dapat dieliminasi dengan mengonsumsi rempah-rempah seperti kunyit yang mengandung kurkumin. Menurut penelitian ilmiah mengungkapkan fakta bahwa zat kurkumin yang terdapat dalam kunyit membantu menekan proliferasi, transformasi dan invasi sel kanker. Beberapa jenis rempah lain seperti cengkeh, jahe, oregano dan kayu manis juga mengandung banyak anti oksidan dan membantu menangkal radikal bebas.

Umbi-umbian yang tergolong dalam rempah atau bumbu seperti bawang putih dan bawang bombay juga mengandung senyawa penting untuk melawan sel kanker terutama kanker saluran dan organ pencernaan (kerongkongan, lambung, usus besar), kanker payudara, kanker prostat dan paru-paru.

Satu hal penting dalam mengonsumsi sayuran dan rempah-rempah yang membantu melawan sel kanker adalah cara pengolahannya. Pada sayuran kubis misalnya. Kubis adalah sayuran yang mengandung senyawa glukosinolat. Senyawa glukosinolat adalah senyawa yang mampu menekan pertumbuhan sel kanker.

Namun perlu diperhatikan bahwa kandungan glukosinolat dapat meningkat atau menurun tergantung pada proses pengolahannya mulai proses mencuci, memotong atau mengiris hingga mengolahnya. Ahli nutrisi menyarakankan untuk mengolah kubis dengan cara mencuci bersih di bawah air mengalir, membuang bagian yang tidak segar dan mengolahnya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan mengunyahnya secara cermat sehingga manfaat glukosinolat pun didapat.

Cara pengolahan demikian juga berlaku bagi sayuran lain sebab mengolah sayuran terlalu lama menyebabkan kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh semakin berkurang sehingga khasiatnya hilang. Akibatnya tubuh hanya menyerap zat sisa yang kurang bermanfaat bagi kesehatan.

Baca artikel lain mengenai Obat Tradisional Kanker Usus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three − 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.