Resiko Terkena Kanker Kulit

Resiko Terkena Kanker Kulit antara Orang Berkulit Putih dan Berkulit Hitam

Sebenarnya, semua orang itu mempunyai resiko sama terhadap serangan kanker kulit. Tetapi menurut pengalaman yang selama ini terjadi, ternyata orang yang berkulit putih atau fair skin memiliki resiko yang lebih tinggi dibanding orang yang berkulit hitam atau darker skin.

Penyebabnya adalah, karena pigmen kulit atau melanin pada orang yang kulitnya gelap lebih mudah menyesuaikan diri terhadap pancaran sinar matahari. Pancaran sinar matahari ini jadi salah satu sumber terjadinya kanker kulit dan yang paling minimal adalah munculnya bentol-bentol hitam pada kulit yang terang.

Oleh sebab itu orang yang mempunyai kulit putih dan terang harus lebih sering menggunakan pelembab yang mengandung SPF dan tabir surya. Selain itu dia juga diharuskan lebih berhati-hati terhadap paparan sinar matahari terutama yang memancar dari jam 10 pagi hingga 5 sore.

Kanker kulit merupakan suatu serangan kanker dan saat ini menjadi masalah serius di negara-negara Amerika. Hingga saat ini jumlah penderitanya kurang lebih 1,3 juta jiwa bahkan tiap tahun jumlah tersebut selalu mengalami peningkatan sebanyak 4 hingga 5%.

Sedangkan di Indonesia sendiri, jumlah penderita kanker kulitnya juga terus bertambah. Hal ini disebabkan oleh warga masyarakatnya yang belum punya kesadaran tinggi atas serangan penyakit ini. Khususnya masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan.

Apabila mengalami keterlambatan dalam pendektesian dan pengobatan, dampak paling serius yang sering muncul adalah tampilan wajah jadi rusak. Selain itu ketika sudah terlanjur parah, sistem pengobatannya jadi sulit dilakukan dan butuh waktu lebih lama bahkan ada yang perlu proses hingga bertahun-tahun lamanya.

Kulit Putih

Seperti yang sudah diterangkan di atas, salah satu faktor utama yang menjadi pemicu kanker kulit adalah sinar ultraviolet atau UV matahari. Paparan sinar UV ini dapat masuk ke dalam organ kulit terutama di bagian dermis. Setelah itu dapat mengakibatkan kerusakan pada DNA sel kulit.

Dalam kondisi normal, sel yang mengalami kerusakan ini bisa dihilangkan sendiri oleh tubuh. dengan cara mengganti sel rusak tersebut dengan sel yang lebih baru. Namun akibat adanya serangan dari sinar ultraviolet, kemampuan tubuh untuk menghilangkan sel kulit yang rusak jadi berkurang.

Sel yang rusah atau mati ini justru akan berkembangbiak dan tumbuh serta memicu terjadinya kerusakan pada sel-sel lain yang masih normal. Sel yang menjadi penyebab kerusakan inilah yang kemudian dinamakan sel kanker kulit.

Orang berkulit putih dan terang lebih mudah dan memiliki resiko tinggi terhadap kanker kulit karena jumlah pigmen atau melanin pada warna kulitnya lebih sedikit. Pigmen yang ada pada warna kulit ini sangat berguna dalam memberikan perlindungan kulit dari pancaran sinar UV matahari.

Oleh pigmen, paparan sinar matahari atau UV tersebut dipantulkan dan diserap sehinga tidak dapat masuk ke dalam sel kulit dan menimbulkan kerusakan pada sel-sel kulit dermis. Selain itu tubuh juga lebih lancar memproduksi sel kulit baru untuk mengganti sel kulit rusak atau mati.

Sebagian besar wilayah Indonesia berada di sekitar kawasan garis khastulistiwa. Jadi cahaya matahari selalu memancar sepanjang tahun. Tapi untungnya hampir semua masyarakat tanah air mempunyai warna kulit yang cenderung gelap dan sawo matang. Sehingga jumlah pigmen dalam tubuhnya cukup banyak.

Kondisi ini menyebabkan resiko terjadinya serangan kanker kulit juga semakin rendah. Atas dasar inilah sangat disarankan untuk tidak menggunakan dan mengkonsumsi obat-obatan jika tujuannya adalah untuk memutihkan kulit.

Sementara itu pada sisi yang lain, makin banyak pihak yang memakai bahan kimia khususnya freon dalam jumlah yang berlebihan. Freon sering digunakan untuk melancarkan kinerja AC atau pendingin ruang, lemari es atau kulkas dan sebagainya.

Setelah digunakan, zat freon akan berkeliaran di udara dan mampu menimbulkan kerusakan pada ozon yang berada di atmosfer bumi. Kerusakan ini kemudian membuat lapisan ozon jadi menipis atau berlubang. Setelah itu sinar UV matahari semakin mudah masuk ke bumi karena bumi sudah tidak memiliki pelindung lagi.

Semua proses tersebut, secara langsung juga dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan kanker kulit. Karena itu tidak perlu heran, meski sebagian besar berkulit gelap namun saat ini makin banyak masyarakat Indonesia yang terkena kanker kulit.

Selain dipengaruhi oleh warna kulit, kemampuan tubuh dalam memperbaiki sel-sel kulit yang rusak dan mati juga terpengaruh oleh faktor genetika atau keturunan. Jadi apabila mempunyai riwayat anggota keluarga yang pernah menderita kanker kulit, tentu harus lebih hati-hati dan waspada.

Kulit Hitam

Selain menimbulkan kerusakan pada sel kulit dan kanker kulit, pancaran sinar UV juga dapat membuat tubuh kekurangan daya imunitas atau kekebalan. Lebih dari itu, pancaran sinar UV dari matahari ini juga mengakibatkan DNA ikut mengalami kerusakan dan membuat berbagai kandungan kimia dalam tubuh jadi aktif.

Peningkatan keaktifan kandungan kimia yang ada dalam tubuh ini selanjutnya akan memicu pertumbuhkan kanker kulit secara lebih cepat. Dampak berikutnya yang terjadi adalah proses penuaan dini makin sering terjadi pada setiap orang.

Setiap kulit yang ada di tubuh manusia selalu memiliki perlindungan alami berbentuk lapisan melanin. Seperti penjelasan di atas, orang berkulit gelap atau hitam selalu mempunyai lapisan melanin yang lebih tebal dan banyak dibanding orang berkulit terang atau putih.

Jadi bukan merupakan hal yang aneh apabila orang berkulit gelap mempunyai tingkat resiko lebih rendah terhadap kanker kulit dibanding orang berkulit putih. Intinya makin tebal lapisan melaninnya, maka tubuh semakin kuat menahan serangan sel kanker kulit. Sabaliknya, makin tipis lapisan melaninya, tubuh kurang kuat mencegah serangan kanker tersebut.

Meski demikian, bukan berarti orang berkulit gelap dapat bebas secara total dari serangan sel kanker kulit. Jika tidak waspada, luka bakar yang diakibatkan oleh radiasi dari sinar matahari juga bisa menjelma menjadi kanker kulit meskipun prosesnya berjalan sangat lama sekitar 20 tahun.

Jadi baik yang berkulit hitam maupun berkulit putih, tetap diharuskan melakukan pencegahan secara dini terhadap kanker kulit. Salah satu caranya adalah melindungi tubuh dari pancaran sinar matahari secara langsung terutama dari jam 10 pagi hingga 4 sore. Pada saat inilah sinar matahari akan mengeluarkan UV yang sifatnya berbahaya untuk kulit.

Pada waktu-waktu tersebut, usahakan untuk tidak keluar dari rumah atau ruangan. Tetapi jika memang ada kegiatan yang harus dilakukan di luar ruang, gunakan pelindung berupa payung, jaket, topi dan kacamata hitam. Akan menjadi lebih bagus lagi jika pelindung yang digunakan tersebut berwarna hitam karena memiliki kemampuan lebih tinggi dalam menyerap sinar UV.

Tabir surya atau pelembab kulit tidak boleh dilupakan dan harus lebih sering digunakan oleh orang-orang yang mempunyai kulit cenderung putih atau terang. Bahkan apabila dirasa perlu, usapkan pelembab pada kulit setiap 20 menit sekali. Khususnya saat sedang musim kemarau atau matahari bersinar dengan terik dan tidak ada pepohonan di sekitarnya.

Selanjutnya lakukan pemeriksaan rutin paling sedikit 3 bulan sekali agar bisa diketahui lebih dini jika ada kelainan pada kulit. Selain itu rajin mengkonsumsi buah dan sayuran segar serta melindungi diri dari penggunaan alat-alat kecantikan yang mengandung bahan kimia menjadi cara terbaik lainnya untuk melindungi kulit dari serangan kanker.

Baca artikel lain mengenai Kemoterapi Kanker Otak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + 16 =