Rekayasa Sel Untuk Pengobatan Kanker

Car T,  Rekayasa Sel Untuk Pengobatan Kanker

Kanker adalah penyakit paling mematikan di dunia. Perkembangan sel abnormal menjadi sel kanker relatif lama, namun jika sudah berkembang bisa menyebar cepat. Efek yang dirasakan penderita kanker pun beragam mulai dari masalah pencernaan, gangguan organ lain, dan turunnya berat badan dengan drastis.

Pengobatan yang lazim dilakukan sekarang ini adalah kemoterapi, radioterapi, transplantasi sel, dan operasi. Kendati demikian pengobatan tersebut tidak menyembuhkan secara total penyakit kanker. Masih ada kemungkinan sel abnormal tumbuh dan menyerang organ lain. Bahkan pengobatan kanker melalui kemoterapi juga berefek rusaknya sel-sel yang masih sehat.

Selain berisiko, pengobatan kanker juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Itu sebabnya banyak penderita kanker memilih berobat tradisional dengan obat-obatan herbal. Pengobatan herbal memang minim risiko, namun belum tentu aman. Sama halnya dengan pengobatan medis ada takaran yang harus disesuaikan agar tidak memberi dampak lain pada si penderita. Jika tidak sesuai pengobatan herbal bisa juga membahayakan diri pasien.

Untuk menjaga kondisi pasien, selain pengobatan hal yang dilakukan adalah memperbaiki gaya hidup. Selain karena faktor genetika, kanker juga dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat. Menghindari makanan pemicu kanker dan mengkonsumsi makanan sehat adalah cara yang bisa dilakukan oleh penderita. Selain itu juga diimbangi dengan olahraga yang cukup. Gaya hidup sehat juga dilakukan oleh penderita kanker untuk mengimbagi risiko dari pengobatan kanker seperti kemoterapu dan radioterapi.

Pengobatan yang efektif dan aman belum ditemukan.  Namun di beberapa negara ada pengobatan kanker yang cenderung aman dan minim risiko. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus mencari alternatif pengobatan kanker yang lebih aman dan tanpa risiko.

Pengobatan Baru untuk Kanker

Penelitian dan riset terkait pengobatan kanker terus dilakukan oleh para ilmuwan di bidang kesehatan.  Mereka mencari obat kanker yang cenderung aman dan tanpa risiko. Ilmuwan terapi berbasis gen dan sel di Amarika Serikat menemukan pengobatan aman untuk kanker. Pengobatan tersebut pada Juli 2017 lalu diakui oleh Food and Drug Administration (FDA) aman digunakan untuk penderita kanker.

Pengobatan dimaksud disebut Chimeric Antigen Receptor yang diambil dari sel T (CAR-T cell). Terapi ini merupakan obat hidup yang ada di dalam tubuh pasien kanker. Sel T adalah salah satu komponen imun yang ada di dalam tubuh. Sel tubuh tersebut mampu bekerja membunuh sel kanker. Tidak perlu khawatir, terapi CAR T-cell ini hanya membunuh sel kanker saja, sehingga sel yang masih sehat tidak akan terganggu.

Pengobatam sel kanker dengan terapi CAR T ini diharapkan dapat menghentikan perkembangan, membunuh, dan mencegah persebaran sel kanker.

Pengobatan dengan CAR T ini bisa diterapkan di pasien leukimia lekofisit akut.  Pasien yang menjalani terapi ini harus memiliki jumlah sel T yang cukup. Setiap tubuh manusia memilik imun untuk melawan benda asing yang ada dalam tubuhnya seperti virus atau bakteri.  Namun lain halnya dengan kanker. Pemicu kanker adalah pertumbuhan sel yang abnormal. Itu sebabnya imun dalam tubuh, termasuk sel T yang belum direkayasa tidak dapat mendeteksi dan melawan sel yang tumbuh abnormal.

Efektifkah Pengobatan Car T-Sell?

Terapi Car-T cell berbeda dengan pengobatan kanker lainnya seperti kemoterapi atau radioterapi. Sel T, yang merupakan komponen imun dalam tubuh pasien diambil, sel tersebut kemudian dimodifikasi dalam waktu tertentu di laboratorium untuk dapat mengenali dan menyerang sel kanker. Setelah selesai dimodifikasi, sel tersebut kemudian dimasukkan kembali ke tubuh pasien melalui suntikkan. Proses ini kemudian disebut adoptive cell transfer (ACT).

Sel Car-T tersebut kemudian akan memperbanyak diri dalam tubuh pasien. Sel T secara normal mampu membunuh sel yang rusak. Sel T yang telah dimodifikasi dapat mengenal sel yang abnormal seperti sel kanker dengan antigen CD19 sebagai penanda. Kemudian sel T berfungsi sebagai mengenali dan bekerja untuk membunuh sel-sel kanker.

Sel T hasil modifikasi tersebut dapat bertahan lama dalam tubuh pasien. Sel tersebut akan melindungi tubuh pasien dari tumbuhnya kembali sel kanker. Selain itu sel ini juga dapat berfungsi meringankan sakit yang dirasakan oleh pasien kanker seperti nyeri atau ngilu pada beberapa organ tubuh.

Pengobatan Car-T ini pernah dilakukan pada balita yang terdiagnosa kanker pada 2012. Setelah menjalani terapi baru ini balita bernama Emily itu dinyatakan sembuh dari kanker. Selain itu terapi ini juga dilakukan pada 80 pasien terdiagnosa kanker lainnya. Hasilnya 83 persen dinyatakan bebas dari kanker. Di negara-negara lain seperti Amerika Serikat sudah melakukan pengobatan ini,

Kesannya memang simple, karena dokter mengambil darah pasien, merekayasanya, dan menginjeksikannya kembali ke tubuh pasien. Namun pada kenyataannya tidak sesederhana itu. Dokter butuh ketelitian dan kejelian untuk merekayasa sel T yang diambil tersebut agar tepat dan bereaksi efektif pada pasien kanker.

Efek Samping Terapi Car-T cell

Pasti banyak yang menanyakan apa efek samping dari terapi baru ini. Beberapa pasien di luar negeri yang menjalani terapi ini mengalami demam tinggi ketika sel T hasil rekayasa disuntikkan ke tubuhnya. Dokter yang menangani sempat bingung, setelah diperiksa lebih lanjut ternyata itu reaksi dari matinya sel-sel kanker. Car sell T yang disuntikkan tersebut masih ada di dalam tubuh pasien dan secara otomatis akan bereaksi jika terdapat pertumbuhan sel-sel yang abnormal. Itu sebabnya pasien yang sudah disuntik Car T sangat kecil kemungkinan untuk kambuh. Ada pula pasien yang tidak mengalami demam tinggi setelah disuntik Car T. Ketika diperiksa, si pasien tersebut dinyatakan bebas kanker.

Efek lain dari pengobatan ini adalah sistem imun yang menyerang organ vital. Efek yang muncul antara lain demam,  gejala flu, dalam kondisi tertentu pasien juga bisa mengalami linglung atau rasa bingung beberapa saat, dan pembengkakan pada otak.

Terapi ini sangat rumit. Setiap orang penderita kanker pasti memiliki kondisi yang berbeda, itu sebabnya jika pengobatan ini diterapkan harus dilakukan secara spesifik. Car T cell tidak bisa diberikan pada setiap penderita kanker dengan dosis yang sama.

Ilmuwan dan dokter yang meneliti Car T menginginkan terapi ini dapat digunakan secara univeral atau siapa saja yang terdiagnosa kanker.  Sekarang ini tidak semua Car T dari pendonor dapat diterima oleh tubuh pasien.  Bisa saja terjadi penolakan terhadap sel hasil modifikasi tersebut. Itu sebabnya masih dibutuhkan editing atau penelitian lebih lanjut agar Car T ini dapat digunakan oleh siapa saja.

Pengobatan ini memang belum dikenal di Indonesia. Meski sudah mengantongi izin sebagai pengobatan kanker yang resmi, namun para peneliti masih terus mengembangkan pengobatan ini. Butuh ketelitian dan penyempurnaan agar lebih efektif dan dapat digunakan oleh pasien yang mengindap kanker lain selain kanker darah.

Baca artikel lain mengenai Kedelai Dapat Mengobati Kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 16 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.