Rambut Rontok Karena Kemoterapi

Cara Mengatasi Rambut Rontok Karena Kemoterapi

Bagi kebanyakan penderita kanker mereka harus melakukan kemoterapi untuk bisa menghilangkan sel-sel kanker yang tumbuh dan berkembang di dalam tubuh. Oleh karena menggunakan obat yang keras maka ada banyak efek samping yang mungkin ditimbulkan.

Rambut rontok adalah efek yang sering terjadi pada orang-orang yang telah menjalani kemoterapi. Namun ada juga justru yang tidak mengalaminya tapi mengalami efek yang lain.

Apakah kerontokan rambut setelah kemoterapi itu bisa dicegah? Jika ingin tahu jawabannya maka bisa membaca pembahasan di bawah ini mengenai cara untuk menghindari rambut rontok saat kemoterapi.

Penyebab Rambut Rontok karena Kemoterapi

Bagi banyak orang terutama wanita, kehilangan rambut tentu saja hal yang berat. Oleh karena sangat berpengaruh terhadap penampilan sehari-hari. Tapi sayangnya pasien penderita kanker yang menjalani kemoterapi harus mengalami hal ini.

Kemoterapi adalah sebuah langkah pengobatan paling ampuh untuk menghilangkan atau menyembuhkan penyakit kanker. Meskipun ada yang tetap tidak berhasil untuk sembuh. Mungkin karena sudah sangat parah stadiumnya.

Ketika melakukan kemoterapi dokter akan memberikan obat yang terbuat dari bahan kimia kepada pasien. Obat ini sifatnya keras dan bisa dirasakan oleh seluruh tubuh. Oleh karena memang kemoterapi tidak seperti terapi sinar radiasi atau operasi yang hanya dilakukan pada area tertentu yang terkena kanker.

Meski kemoterapi bisa menghilangkan dan menghancurkan sel-sel kanker yang ada dalam tubuh tapi justru bisa berdampak pada masalah kesehatan yang lainnya.

Hal ini dapat terjadi karena obat kemoterapi tidak dapat membedakan sel kanker atau sel sehat. Oleh karena kedua-duanya berkembang sama-sama pesat di dalam tubuh. Maka dari itu efek samping bisa ditimbulkan apabila sel-sel yang sehat juga terkena dampak dari kemoterapi.

Beberapa bagian sel-sel dalam tubuh yang bisa terkena dampak dari kemoterapi antara lain pencernaan rambut sel kulit dan sel darah. Oleh karena itu, efek sampingnya pun berhubungan dengan bagian sel yang terkenal obat kemoterapi ini.

Dampak yang bisa ditimbulkan antara lain kehilangan nafsu, makan mual dan muntah, rambut rontok, detak jantung berjalan tidak biasa, sesak napas, anemia, kulit perih dan kering, diare atau konstipasi, mudah memar, gusi berdarah, dan lain sebagainya.

Supaya Anda bisa berjaga-jaga dan menerima keadaan Anda setelah kemoterapi maka lebih baik bicarakan dulu masalah ini kepada dokter onkologi yang menangani Anda. Biasanya mereka dapat memperkirakan efek samping apa saja yang bisa terjadi sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Banyaknya rambut yang rontok ditentukan oleh dosis dan jenis obat kemoterapi yang digunakan. Jika dosisnya banyak maka rontoknya juga akan banyak sampai-sampai membuat pasien menjadi botak.

Apabila pasien mengalami kerontokan rambut bahkan membuatnya botak maka keluarga harus memberikan dukungan lebih kepada mereka. Apalagi jika pasien masih kecil. Mereka mungkin akan merasa sangat malu atau takut karena tidak punya rambut lagi.

Keluarga harus memberikan dukungan yang positif kepada mereka agar percaya diri. Kemudian memberitahukan kepada mereka bahwa kerontokan itu tidak akan berlangsung lama.

Mengatasi Rambut Rontok Setelah Kemoterapi

Apabila Anda tidak ingin mengalami kerontokan rambut setelah kemoterapi mungkin bisa mencoba cara untuk mengatasinya. Meskipun memang bisa saja gagal. Namun setidaknya Anda bisa berusaha dulu untuk membuat rambut tidak rontok. Anda tidak akan tahu jika tidak mencobanya.

Berikut ini daftar cara mengatasi rambut rontok setelah melakukan kemoterapi.

  • Tutup rambut atau kepala dengan menggunakan syal atau topi. Tujuannya adalah untuk melindungi kulit kepala dari paparan sinar matahari secara langsung.
  • Jaga kelembaban rambut dengan beberapa produk yang aman. Oleh karena biasanya ini cara yang dilakukan untuk mengatasi kerontokan rambut pada orang yang tidak sakit.
  • Apabila rambut mulai menipis maka Anda bisa memotongnya dulu sementara waktu. Kemudian hindari perawatan rambut yang dapat membahayakan karena kandungan kimianya seperti rebonding menghentikan rambut atau mewarnai rambut.
  • Supaya rambut tidak rusak maka sisir menggunakan sisir dengan yang berbahan bulu lembut.
  • Ketika keramas gunakan shampo dengan bahan yang lembut kemudian hati dikeringkan secara alami. Jika menggunakan her dryer yang panas maka rambut akan rusak.
  • Saat hendak tidur malam gunakan penutup kepala supaya rambut dan batal tidak akan mengalami gesekan atau setidaknya dikurangi. Biasanya ini juga termasuk penyebab dari kerontokan rambut.

Itulah kira-kira tips bagaimana cara untuk mencegah rambut rontok setelah kemoterapi. Diharapkan jangan takut akan efeknya nanti ketika menghadapi kerontokan karena ada banyak cara mengatasinya.

Rambut Tumbuh Lagi Setelah Kemoterapi

Apabila Anda gagal mengatasi rambut rontok maka tidak perlu khawatir karena nantinya rambut dapat tumbuh kembali. Bahkan dalam waktu yang relatif cepat. Jika pengobatan telah selesai makan nanti pertumbuhan rambut akan kembali.

Kecepatan pertumbuhan rambut dari kondisi botak menjadi normal tentu saja tergantung pada kondisi setiap individu. Rata-rata akan mulai tumbuh kembali sesudah satu bulan. Inilah dia perkiraan waktu tumbuhnya rambut setelah pasien melakukan kemoterapi.

  • 2 sampai 3 minggu setelah kemoterapi diperkirakan akar rambut pasien akan mulai tumbuh. Biasanya ditAndai oleh adanya titik-titik hitam pada kulit kepala.
  • 1 sampai 2 bulan setelah kemoterapi rambut sudah mulai terlihat tebal. Mungkin akan sampai pada tahap seperti rambut cepak.
  • 2 sampai 3 bulan setelah kemoterapi rambut akan menjadi semakin panjang sampai dengan sekitar 2 cm.
  • 6 bulan setelah pengobatan rambut akan tumbuh kembali dengan warna bahkan menjadi panjang.

Namun perlu Anda ketahui bahwa dalam banyak kasus ditemukan bahwa rambut yang tumbuh kembali sesudah pasien kanker menjalani kemoterapi akan beda dengan rambut sebelumnya. Banyak orang yang mengatakan bahwa apabila rambut habis maka akan tumbuh rambut yang lurus. Padahal sebenarnya justru rambut akan cenderung menjadi ikal dan bergelombang.

Bahkan ada yang warnanya berbeda. Akan tetapi perubahan ini hanya sementara meski ada juga yang permanen. Untuk alasannya para dokter belum tahu secara pasti. Namun diperkirakan karena obat kemoterapi dapat mengubah gen yang bertujuan untuk mengontrol pertumbuhan rambut.

Jika pertumbuhan rambut belum cepat maka tidak ada salahnya jika mencoba potongan rambut pendek. Dengan potongan rambut seperti ini maka akan membuat rambut terlihat lebih penuh dan tebal. Atau bahkan bisa mempermudah Anda untuk menggunakan wig.

Supaya nantinya rambut dapat tumbuh dengan sehat maka kulit kepala harus dijaga dengan baik. Oleh karena biasanya kulit kepala akan merasa gatal. Supaya terhindar dari hal itu maka shampo yang melembabkan beserta conditionernya dapat membantu. Bisa juga dengan mengoleskan lotion khusus kulit kepala kemudian pijat dengan lembut.

Kemudian rangsang pertumbuhan rambut agar cepat panjang dengan menggunakan bahan-bahan alami yang sudah terkenal bisa menyuburkan rambut. Seperti minyak kemiri, seledri, santan, lidah buaya, biji papaya, dan lain sebagainya.

Kemudian apabila Anda memutuskan untuk bepergian atau keluar rumah tanpa menggunakan pelindung kepala maka aplikasikan sunscreen ke kulit kepala agar terlindungi dari sinar matahari.

Demikianlah informasi mengenai cara mengatasi rambut rontok saat kemoterapi dan membuatnya tumbuh kembali setelah kemoterapi selesai.

Baca artikel lain mengenai Beda Kanker Rahim dan Kanker Serviks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.