Pola Makan Vegetarian

Survivor Kanker Sembuh dengan Pola Makan Vegetarian

Sembuh dari penyakit kanker adalah impian semua penderita. Apalagi kanker adalah penyakit pencabut nyawa paling banyak setelah penyakit jantung. Ketika sembuh dari kanker tentu membuat semangat hidup lebih menyala. Segala cara ditempuh demi mendapatkan kesembuhan. Mulai dari cara medis dengan jalan kemoterapi dan pengambilan jaringan hingga menerapkan diet vegetarian.

Kisah – kisah Survivor Kanker Sembuh dengan Pola Makan Vegetarian

Benarkah pola hidup vegetarian bisa membantu menyembuhkan penyakit kanker? Kasus survivor kanker berikut ini mungkin akan menjadi inspirasi bagi para penderita kanker lainnya agar tak patah semangat dalam berjuang meraih kesembuhan.

1. Ria Irawan, Sembuh dari Kanker Getah Bening dengan Menerapkan Diet Vegetarian

Ketika Ria Irawan divonis menderita kanker kelenjar getah bening pada pertengahan Oktober 2014 masyarakat menduga umur Ria Irawan tak akan lama. Ria pun mengaku syok. Tetapi tidak putus asa untuk mengupayakan penyembuhannya. Ria Irawan percaya pada prinsip bahwa setiap penyakit ada obatnya dan kanker bisa disembuhkan. Tiga tahun berjuang melawan kanker pada bulan Juni 2017 ia dinyatakan sembuh dari penyakit kanker tersebut. Bagaimana Ria Irawan bisa sembuh? Dalam sebuah kesempatan wawancara Ria berterus terang bahwa ia berjuang secara medis hingga pengobatan alternatif. Ia juga berobat menggunakan asuransi nasional untuk membantu biaya pengobatan kanker yang tidak murah.

Perjuangan Ria tidak mudah. Ia harus menjalani tiga kali kemoterapi dan dinyatakan bersih dari kanker. Sembilan belas bulan kemudian dipetscan diketahui bahwa sel kanker kembali tumbuh. Kemudian ia harus melalui dua kali kemoterapi lagi. Selain mematuhi prosedur pengobatan sesuai saran tim kedokteran Ria Irawan juga berupaya untuk menerapkan hidup sehat. Ia berhenti mengonsumsi daging dan beralih menjadi vegetarian. Ria sempat mengunggah menu makannya yang berupa urap sayur, jengkol balado dan lauk tahu bacem, ikan asin dan separuh butir telur ayam rebus. Ria mengaku tak hanya cukup menjadi vegetarian ia juga rajin berolahraga yoga dan berusaha untuk selalu berpikir positif serta menjaga pikiran untuk terhindar dari stres.

2. Liong Pit Lin, Survivor Tiga Jenis Kanker

Kisah survivor lain yang berhasil sembuh dari kanker adalah Liong Pit Lin. Kisah Liong Pit Lin sembuh dari kanker menghiasi rubrik-rubrik kesehatan di media massa. Liong Pit Lin dahulu dikenal sebagai wanita karir yang workaholic. Sebagai orang yang gila kerja ia mengaku tidak peduli soal kesehatan dan pola makan. Yang penting kenyang, nutrisi masalah belakang. Junk food sudah biasa dikonsumsinya, cepat saji mudah ditemui dan mengenyangkan itu pertimbangannya.

Hingga suatu hari di tahun 1996 ia menemukan benjolan di payudaranya. Dokter mendiagnosis benjolan tersebut sebagai kanker dan memvonis harus mengangkat kelenjar payudaranya. Setelah menjalani operasi Liong Pit Lin harus menerima kenyataan bahwa kanker ternyata telah menyebar hingga ke rahim. Benjolan sebesar kepalan tangan di dalam rahimnya didiagnosis sebagai kanker rahim dan harus dioperasi.

Setelah operasi selang beberapa bulan dokter menemukan kanker telah menyebar ke tulang belakangnya. Sakitnya luar biasa dan berat badannya menyusut dari 56 menjadi 30 kilogram. Penderitaannya harus melalui kemoterapi dan berbagai tidnakan medis termasuk pemberian morfin untuk mengurangi rasa sakit. Segala pengobatan dari kemoterapi hingga tradisional dilakoni tetapi tidak memberikan hasil yang memuaskan. Akibat dari pengobatan pita suaranya lengket dengan tenggorokan dan lehernya dioperasi untuk memasang tracheostomy.

Liong Pit tidak bisa bernafas lewat hidung lagi dan hanya bisa bernapas lewat lubang di tenggorokan. Agar bisa berbicara Liong Pit harus memegang lubang yang berada tepat di tengah leher. Hal tersebut tidak berarti Liong Pit berangsur sembuh. Hingga puncaknya ia harus dirawatinap di rumah sakit dan dokter akhirnya menyerah.

Usia Liong Pit diperkirakan kurang beberapa bulan saja dan dokter menyarankan untuk menghabiskan hari-hari terakhirnya bersama keluarga di rumah. Meski telah divonis telah mendekati hari terakhirnya Liong Pit pantang menyerah. Ia kemudian terinspirasi untuk pengobatan secara alami, meninggalkan konsumsi daging dan telur dan mengutamakan konsumsi buah, sayur dan biji-bijian. Sumber karbohidrat pun dia memilih nasi merah dan tidak lagi mengonsumsi nasi putih.

Keajaiban datang, kanker yang diderita Liong Pit perlahan berkurang. Ternyata pelajaran hidup yang diterimanya saat di Amerika memberinya kesempatan untuk sembuh. Liong Pit pernah tinggal di Amerika dan menyaksikan ada seorang penderita kanker yang sembuh karena berpola makan vegetarian. Saat itu ia menyangsikan apa benar hanya makan tumbuh-tumbuhan bisa membuat lebih sehat? Ternyata hal tersebut terbukti padanya. Liong Pit telah dinyatakan sembuh total dari penyakit kanker yang ia derita dan tetap berpola hidup sebagai vegetarian. Ia juga membuka semacam konseling bagi sesama penderita kanker tanpa dipungut biaya.

Anjuran Medis

Pengalaman Ria Irawan dan Liong Pit sembuh dari kanker karena menerapkan pola makan vegetarian memang tak terbantahkan. Tetapi dari sisi medis setidaknya ada dua pelajaran penting, yaitu tetap mengupayakan pengobatan medis selain berpola makan sebagai vegetarian dan harus senantiasa memeriksakan kondisi tubuh untuk mewaspadai tumbuhnya sel kanker.

Pada beberapa kasus penyakit kanker sebenarnya bisa dideteksi sejak dini. Kanker rahim misalnya bisa dicegah dengan deteksi sejak dini dengan rutin menjalani test pap smear. Kanker payudara bisa diketahui sejak dini melalui periksa payudara sendiri. Secara medis para ahli kesehatan juga menganjurkan untuk menghindari bahan-bahan yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker misalnya rokok dan zat pengawet makanan.

Anjuran untuk menjalani pola hidup vegetarian diserukan para ahli gizi dan dalam pengawasan medis. Beberapa tahun belakangan kanker usus besar di Amerika Serikat menjadi salah satu dari tiga besar penyebab kanker terbanyak dan penyebab kedua kematian karena kanker. Penelitian demi penelitian dilakukan untuk menemukan penyembuh bagi penderita kanker. Salah satu penelitian tersebut adalah mempelajari pengaruh diet vegetarian terhadap pertumbuhan sel kanker usus besar. Penelitian ilmiah yang dirilis JAMA Internal Medicine, salah satu jurnal ternama dari Amerika Serikat, awal Maret 2015.

Penelitian JAMA Internal Medicine ini melibatkan 80 ribu orang dewasa sebagai obyek penelitian. 80 ribu orang tersebut dibagi menjadi lima kelompok sesuai pola makan dan diet vegetarian yang dilakukan. Kelompok tersebut adalah non vegetarian 48 persen,  semi vegetarian atau kelompok vegetarian yang seekali masih mengonsumsi daging, tetapi makanan utamanya adalah sayur, buah, dan kacang-kacangan 8% dari populasi, lacto-ovo-vegatarian atau tidak mengonsumsi daging merah dan putih, tapi mengonsumsi telur dan susu (29% dari populasi), pesco-vegetarian atau tidak mengonsumsi daging merah tapi masih mengonsumsi daging putih (ikan atau ayam) 10% dari populasi.

Dari kelompok yang diteliti tersebut ditemukan fakta bahwa pada kelompok diet vegetarian memiliki angka kejadian kanker kolorektal yang lebih rendah dibandingkan kelompok non vegetarian. Evaluasi lanjutan ditemukan bahwa dari kelompok diet vegetarian tersebut yang mengalami penurunan jumlah kasus kanker usus besar paling signifikan adalah kelompok populasi yang tidak mengonsumsi daging merah tetapi masih mengonsumsi ikan atau ayam atau disebut sebagai kelompok pesco vegetarian. Artinya diet vegetarian tinggi serat dapat mencegah terjadinya kanker kolorektal.

Baca artikel lain mengenai Obat Tradisional Kanker Usus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 + 14 =