Persiapan Sebelum Radioterapi

Pentingnya Mengetahui Persiapan Sebelum Radioterapi

Radioterapi merupakan salah satu cara pengobatan yang menggunakan penggunaan bantuan sinar pengion dan partikel lainnya untuk membunuh sel-sel kanker atau sel keganasan dengan dosis tertentu. Radioterapi umum disebut juga dengan nama terapi penyinaran.

Pengobatan dengan radioterapi ini menjadi salah satu cara yang harus ditempuh oleh pasien kanker sesuai dengan anjuran dokter. Untuk menghadapi radioterapi, penting bagi pasien dan keluarga mengetahui persiapan sebelum radioterapi, pada saat menjalaninya, dan setelah proses radioterapi.

Tips Berkonsultasi dengan Dokter Radioterapi

Sebelum melakukan radioterapi, ada baiknya pasien dan keluarga melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang menangani proses radioterapi. Pasien harus mengetahui apa saja prosedur radioterapi, efek samping yang ditimbulkannya, dan apa saja persiapan pasien sebelum raidoterapi. Konsultasi ini penting untuk dilakukan karena pasien dan keuarga harus mengetahui dengan benar apa itu radioterapi. Kesiapan mental pasien juga penting untuk diperhatikan.

Berikut beberapa tips untuk berkonsultasi dengan dokter radioterapi.

  1. Lakukan konsultasi pertama sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter. Konsultasi pertama akan memberikan gambaran umum kepada pasien dan keluarga mengenai apa itu radiologi serta membantu dokter mengetahui kondisi dari pasien dengan jelas.
  2. Tanyakan semua hal yang ingin ditanyakan pada saat konsultasi. Misalnya, makanan apa yang tidak boleh dikonsumsi selama radioterapi, berapa lama radioterapi dilakukan, efek sampingnya, dan masih banyak lagi.
  3. Jadikan konsultasi dengan dokter seefektif mungkin. Jangan menyia-nyiakan waktu konsultasi, pastikan konsultasi berlangsung efektif dan sarat informasi penting yang memang dibutuhkan oleh pasien dan keluarga.

Persiapan Sebelum Radioterapi

Ada beberapa persiapan untuk radioterapi yang harus dilakukan oleh pasien dan keluarga pasien agar proses dan prosedur radioterapi bisa dilaksanakan dengan baik. Persiapan ini meliputi konsultasi, makanan yang harus dikonsumsi, pantangan, dan masih banyak lagi. Berikut beberapa persiapan pasien sebelum raidoterapi yang sebaiknya dilakukan.

  1. Persiapan fisik pasien. Sebaiknya, pasien menjaga kesehatan dan kekuatan fisiknya sebelum menghadapi radioterapi. Salah satu caranya bisa dengan rutin mengonsumsi makanan sehat yang cocok untuk menghadapi radioterapi. Selain itu, ada baiknya juga pasien tidak mengalami kelelahan yang panjang, kondisi tubuh dalam keadaan prima, dan mental yang terjaga dengan baik.
  2. Kesiapan mental keluarga. Selain mental pasien, mental keluarga juga penting untuk dijaga. Keluarga memiliki peranan besar untuk mendukung kesembuhan pasien. Setiap anggota keluarga sebaiknya selalu menunjukkan kekuatan dengan memberikan dukungan penuh, pembicaraan yang sifatnya positif, dan tidak membuat pasien menjadi merasa cemas.
  3. Persiapan asupan makanan. Asupan makanan juga penting untuk diperhatikan. Sebelum menghadapi radioterapi, ada baiknya pasien dan keluarga meminta saran kepada dokter radioterapi mengenai makanan apa saja yang baik dikonsumsi sebelum radioterapi yang akan banyak membantu menghindarkan pasien dari berbagai efek yang mungkin ditimbulkan oleh proses penyinaran tersebut.
  4. Persiapan akomodasi. Akomodasi juga penting untuk dipersiapkan. Tidak menutup kemungkinan pasien dan keluarga berasal dari daerah yang jauh dan harus memikirkan masalah akomodasi selama proses radioterapi berlangsung. Persiapkan masalah akomodasi ini dengan matang sehingga baik pasien maupun keluargnya tetap merasa nyaman selama proses radioterapi berlangsung.

Persiapan Menghadapi Efek Samping Radioterapi

Proses radioterapi yang bertujuan untuk membunuh sel kanker dalam tubuh memiliki beberapa efek samping yang bisa dirasakan oleh pasien bahkan dimulai di hari pertama radioterapi. Akan tetapi, semua efek samping yang mungkin muncul itu sebaiknya tidak menjadi hambatan untuk pasien dalam melakukan radioterapi.

Persiapan yang matang dalam menghadapi efek samping radioterapi akan meminimalisasi rasa khawatir yang berlebih. Sebelumnya, pasien dan keluarga harus mengetahui apa saja efek samping yang bisa ditimbulkan oleh proses radioterapi seperti berikut.

  1. Efek samping radioterapi bisa terjadi selama proses radioterapi (efek cepat) dan terjadi setelah proses radioterapi (efek lambat).
  2. Ditinjau dari organ yang terkena, terdapat efek samping lokal dan efek samping sistemik. Efek samping lokal seperti bila radiasi dilakukan di area kepala akan terjadi kerontokan pada rambut, bila radiasi di area perut bisa saja menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil, terjadi perubahan pada area kulit seperti kekeringan tergantung kepekaan dari pasien, bila radiasi dilakukan di arean leher dan kepala bisa menimbulkan sariawan, kerongkongan kering, dan air liur menjadi kental. Sedangkan efek samping sistemik yang bisa terjadi di antaranya sakit kepala, mual dan muntah, perubahan dalam sel darah tepi, kelelahan, pusing, diare, dan demam khususnya bagi pasien yang menjalani radiasi pada area otak.

Efek samping tersebut sebenarnya bisa dicegah untuk terjadi dengan persiapan yang tentunya matang . Berikut beberapa cara untuk mencegah timbulnya efek samping radioterapi.

  1. Hindari konsumsi makanan yang terlalu panas atau dingin. Khususnya bagi pasien radioterapi area kepala dan leher, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang terlalu panas atau dingin selama menjalani proses radioterapi. Makanan dan minuman yang sifatnya terlalu panas atau dingin akan sangat berpengaruh pada area selaput di rongga mulut yang rentan untuk terjadi luka ketika radioterapi berlangsung.
  2. Pastikan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Pasien radioterapi bahkan yang sudah menjalani radioterapi sebaiknya harus menghindari paparan langsung sinar matahari. Mengapa? Area kulit yang yang menjadi lokasi radioterapi akan sangat peka terhadap sinar matahari sehingga akan menimbulkan efek yang tidak baik. Sebaiknya gunakan payung atau krim antisinar UV yang sudah diizinkan dokter untuk digunakan ketika harus bepergian di siang hari.
  3. Selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut. Khususnya bagi pasien yang menjalani radioterapi area kepala dan leher, kebersihan gigi dan mulut penting untuk dijaga. Umumnya, gigi dan mulut akan mengalami kekeringan selama proses penyinaran berlangsung dan akan lebih tidak baik lagi jika kebersihan gigi dan mulut tidak dijaga. Pastikan asupan makanan berserat tetap terjaga dan kebersihan gigi mulut terjaga dengan baik.
  4. Hindarkan kulit dari keringat berlebih. Keringat yang muncul pada pasien radioterapi sifatnya tidak baik karena akan sangat berpengaruh pada masa penyinaran berlangsung. Ada baiknya untuk megonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter sehingga pasien tidak akan berkeringat terlalu berlebihan selama proses penyinaran. Keringat berlebih bisa memicu reaksi yang jauh lebih cepat pada kulit dan menimbulkan efek yang tidak baik.
  5. Menjaga kebutuhan gizi pasien. Asupan gizi untuk pasien radioterapi sangat penting untuk dijaga. Adanya gangguan pada selera makan bisa membuat pasien enggan mengonsumsi makanan tinggi gizi, sebaiknya pihak keluarga tetap memberikan motivasi untuk pasien tetap makan karena proses radioterapi mengharuskan kebutuhan gizi pasien tetap terjaga.

Persiapan Setelah Menjalani Radioterapi

Ketika prosedur radioterapi sudah dilaksanakan, ada beberapa hal yang masih perlu dilakukan oleh pasien setelah menjalani radioterapi tersebut. Beberapa persiapan yang harus dilakukan setelah radioterapi adalah sebagai berikut.

  1. Melakukan kontrol rutin. Kontrol rutin dilakukan untuk mengatasi efek samping yang ditimbulkan oleh radioterapi. Efek samping yang dimaksud adalah efek samping yang sifatnya berat dan terjadi selama 6 bulan setelah radioterapi.
  2. Menerapkan pola hidup sehat. Setelah melakukan proses radioterapi, pola hidup sehat wajib untuk dijalani oleh pasien. Pasien harus melakukan diet yang seimbang, rutin melakukan pengecekan kesehatan, terhindar dari asap rokok, mengelola stres dengan baik, berolahraga secara teratur, dan mendapatkan istirahat yang cukup.

Itulah pembahasan mengenai pengetahuan persiapan sebelum radioterapi yang harus diketahui oleh pasien dan keluarganya. Semoga informasi ini bermanfaat khususnya bagi yang akan menjalani proses radioterapi. Semangat!

Baca artikel lain mengenai Terapi Stem Cell

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.