Perbedaan Kanker Rahim dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Rahim dan Kanker Serviks, Apakah Keduanya Sama?

Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, siapa saja dituntut untuk menjadi pintar. Pintar di sini dimaknai sebagai selalu uptodate dengan segala bentuk perkembangan informasi. Dengan memiliki informasi yang terbaru, tentu banyak memberikan nilai positif dalam kehidupan.

Bagi wanita, memiliki pengetahuan dan informasi mengenai beberapa jenis penyakit yang menyerang wanita merupakan hal yang juga penting. Pengetahuan ini dijadikan bekal untuk dapat memberikan respon yang tanggap terhadap segala bentuk gejala yang ditampakan oleh tubuh.

Salah satu jenis penyakit yang menyerang wanita saat ini adalah kanker rahim. Hanya saja, kebanyakan orang menyamakan antara kanker rahim dan kanker serviks, di mana kanker serviks adalah kanker leher rahim. Padahal sejatinya, keduanya merupakan hal yang berbeda.

Penyakit Kanker Rahim

Kanker rahim adalah kanker yang menyerang rahim wanita sehingga kanker ini juga disebut sebagai kanker uterus atau endometrium, keduanya merupakan nama lain dari rahim. Rahim merupakan organ vital wanita yang menjadi tempat pertumbuhan janin pada saat kehamilan.

Penyebab kanker rahim masih tidak dapat diketahui secara pasti, namun, kebanyakan kasus yang ditemukan mengenai kanker rahim adalah Karena terlalu tingginya produksi hormone esterogen yang tak diimbangi dengan produksi hormone progesterone.

Kebanyakan kasus kanker rahim ini ditemukan pada wanita yang sudah memasuki masa menopause. Hal ini disebabkan karena pada masa ini, wanita sudah tidak lagi memproduksi hormone progesterone, sedangkan produksi hormone esterogen masih dilakukan. Sehingga dengan ini, keberadaan hormone esterogen tidak diimbangi dengan hormone progesterone. Inilah yang kemudian memicu timbulnya kanker rahim pada diri seorang wanita.

Beberapa gejala yang ditampakan oleh kanker rahim ini adalah pendarahan dan munculnya lendir yang tak normal. Pendarahan ini berada di luar batas pendarahan normal atau haid normal yang dialami seorang wanita. bisa jadi mengenai waktnya yang lebih lama dibandingkan haid biasanya serta mengenai volume darah yang dikeluarkan menjadi lebih banyak dibandingkan biasanya.

Selain itu, gejala yang ditampakan oleh kanker rahim adalah munculnya lendir yang juga tidak seperti biasanya. Merupakan hal yang normal bagi seorang wanita untuk mengeluarkan lendir. Hanya saja, lendir yang tak normal ini adalah saat memiliki warna kehijauan atau kekuningan serta ada bau yang menyengat.

Selain dua ciri di atas, kanker rahim juga disertainya adanya rasa sakit yang muncul saat buang air kecil, dan hubungan suami istri. Rasa sakit juga muncul pada bagian bawah perut atau panggul. Muncul pula benjolan pada bagian bawah perut yang dapat dirasakan saat diraba.

Mengenai proses pengobatan yang dilakukan untuk kanker rahim maka ada tiga jalan yang bisa ditempuh yaitu radiasi, kemoterapi dan operasi. Radiasi dapat dilakukan saat kondisi kanker masih tidak terlalu parah dan masih kecil serta belum menyebar ke bagian organ yang lainnya.

Jika, kanker sudah berkembang ke tahapan yang lebih parah, maka sel kanker dapat menyebar ke bagian organ di sekitar rahim. Sebelum pada tahapan ini, memang lebih baik dilakukan operasi pengangkatan rahim yang dikenal dengan sebutan histerektomi. Hal ini adalah untuk mencegah penyebaran kanker ke bagian lain. Namun di sisi lain akan menyebabkan di wanita kehilangan fungsinya untuk dapat hamil.

Penyakit Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah kanker yang menyerang leher rahim. Leher rahim ini merupakan bagian yang masih belum masuk ke bagian rahim namun seakan berada di pintu depan menuju rahim. Rahim dan leher rahim terdapat perbedaan jarak sebanyak beberapa centi. Leher rahim ini menjadi pintu masuk menuju rahim yang berasal dari vagina.

Gejala yang ditampkan oleh kanker serviks ini memang seperti apa yang dialami oleh penderita kanker rahim. Sebut saja seperti adanya pendarahan yang tak normal, adanya keputihan yang tak seperti biasanya, serta timbulnya rasa sakit.

Sedangkan untuk penyebab kanker serviks ini adalah adanya serangan human papilloma virus atau HPV. Infeksi virus ini dapat terjadi akibat dari masuknya virus ke bagian organ kewanitaan, tepatnya pada rahim. Adanya virus ini dapat disebabkan oleh kurangnya wanita menjaga kebersihan organ kewanitaannya dan juga karena perilaku seksual yang tidak sehat, misalnya sering gonta ganti pasangan yang menyebabkan lebih mudah terpapar pada virus ini.

Pengobatan yang ditempuh juga adalah radiasi, kemoterapi dan operasi. Ketiga hal ini akan ditentukan dengan melihat kondisi perkembangan sel kanker yang menyerang tubuh. Pada tahapan awal, radiasi masih bisa dilakukan, namun jika sel kanker sudah tumbuh dengan lebih pesat maka perlu dilakukan tindakan yang lainnya.

Mengenai penderita, wanita dalam kurun usia berapa saja dapat terserang penyakit ini. Hanya saa, infeksi dari visur HPV lebih memakan waktu yang cukup panjang, yaitu sekitar 10 tahun sampai 20 tahun. Pada tahap penginfeksian ini, bisa jadi si penderita tidak akan merasakan gejala apa pun.

Untuk masalah pencegahan, kanker serviks ini dapat dioptimalkan dengan cara skrinning. Inilah dikenal dengan program pap smear atau pendeteksian dini mengenai kesehatan organ kewanitaan. Sehingga dengan ini maka akan dilihat bagaimana kondisi rahim termasuk juga leher rahim.

Kanker Rahim VS Kanker Serviks

Setelah membaca penjelasan di atas, tentunya kita akan lebih memahami bagaimana perbedaan antara kedua jenis kanker yang khusus menyerang wanita ini. Keberadaan tempat serangan sel kanker menjadi pembeda yang utama dari kedua kanker ini. Kanker rahim menyerang rahim, sedangkan kanker serviks menyerang pintu masuk dari rahim, yaitu leher rahim.

Kedua adalah mengenai penderita, untuk kanker rahim, kebanyakan kasus didapatkan pada wanita usia lanjut yaitu yang sudah memasuki masa menopause, sedangkan untuk kanker serviks dapat menyerang wanita pada usia produktif.

Mengenai penyebab, memang masih belum diketahui pasti menyebab kanker rahim, namun kebanyakan dikaitkan dengan produksi hormone esterogen yang tak diimbangi dengan produksi progesterone. Sedangkan untuk kanker serviks, dialami karena infeksi virus human papilloma.

Untuk gejala yang ditampakan, keduanya memang menunjukan kemiripan, yaitu adanya pendarahan, keputihan yang tak normal serta rasa sakit pada bagian bawah perut atau panggul, tepatnya pada organ kewanitaan. Hal inilah yang kemudian membuat kanker rahim banyak disamakan dengan keberadaan kanker serviks, walaupun keduanya merupakan hal yang tak sama.

Upaya pengobatan yang ditempuh juga hampir sama, yaitu radiasi, kemoterapi, dan operasi. Radiasi dan kemoterapi dilakukan saat ukuran sel kanker yang menyerang masih tidak sebegitu besar dan belum menyebar ke bagian organ yang lain. Saat perkembangan kanker sudah sangat pesat, maka pilihan pengobatan tak lain adalah degan operasi pengangkatan.

Inilah dua jenis kanker yang banyak menyerang wanita, yaitu kanker rahim dan kanker serviks alias kanker leher rahim. Keduanya merupakan jenis penyakit yang tak sama. Namun wanita tetap harus waspada dan mendapatkan lebih banyak informasi mengenai kedua jenis penyakit ini.

Baca artikel lain mengenai Benalu Jeruk Nipis Untuk Kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 5 =