Pengobatan Kanker Nasofaring

Tiga Metode Ampuh untuk Pengobatan Kanker Nasofaring

Seiring berjalannya waktu, kanker nasofaring kian mendapat perhatian besar dari para ilmuan dan pakar kesehtn di seluruh dunia. Ini disebabkan karena sasaran tuju penyakit kanker nasofaring semakin meluas. Bila dahulu kanker nasofaring lebih banyak menyerang orang Tionghoa dalam kisaran usia 50-60 tahun, kini pergerakan kanker nasofaring meluas. Siapa saja bisa terkena penyakit ini, terutama mereka yang hidup dengan faktor risiko tinggi.

Bahkan, dalam beberapa kasus kanker nasofaring menimpa anak-anak berusia 10-15 tahun. Dari latar belakang tersebut, maka para ilmuan berusaha menemukan metode penyembuhan kanker nasofaring yang paling ampuh. Namun, prinsip kesembuhan sesuai yang diharapkan berpegang teguh pada ketepatan diagnosis. Semakin cepat dan tepat didiagnosis, semakin tahu metode medis seperti apa yang mesti ditempuh. Dengan ketepatan waktu dan diagnosis, maka upaya pengobatan yang dilakukan semakin mengantarkan pasien ke gerbang kesembuhan.

Merujuk dari pendapat para ahli kanker yang tergabung dalam Modern Hospital Guangzou, pengobatan kanker nasofaring tidak selamanya bisa mengandalkan satu metode pengobatan saja. Kebanyakan kasus yang pernah terjadi, dibutuhkan beberapa metode pengobatan sekaligus. Dengan menerapkan dua hingga tiga metode pengobatan medis sekaligus, diyakini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker sebelum atau pasca operasi. Sel-sel kanker dicegah sedemikian rupa agar tidak sampai membelah diri dan memperbanyak koloninya. Dengan begitu, tingkat kematian akibat penyakit ini dapat ditekan. Sekaligus, menumbuhkan harapan hidup yang lebih besar pada diri pasien kanker nasofaring.

Di negara-negara maju, ada beberapa pilihan cara mengobati kanker nasofaring yang dapat diterapkan pada pesien kanker nasofaring, antara lain:

Metode Pisau AR-HE

Pengobatan kanker nasofaring menggunakan pisau AR-HE bukanlah metode operasi konvensional. Ini adalah model pengobatan bertarget invasive yang menggabungkan antara metode pembedahan konvensional dengan kecanggihan alat dari penemuan terbaru. Dalam arti kata, ini merupakan penggabungan metode pengobatan timur dengan barat.

Pisau AR-HE dikenal juga dengan istilah pisau es. Istilah tersebut muncul karena prinsip kerja pisau AR-HE ialah membekukan sel kanker di dalam tubuh. Teknik pelaksanaannya dimulai dengan mengontrol suhu sel kanker terlebih dahulu berdasarkan panduan CT-Scan dan USG. Melalui sayatan kecil dipermukaan kulit terdekat dari posisi tumor, pisau AR-HE dimasukkan hingga menembus tumor.

Begitu mengenai pisau mengenai sasaran, timor ganas tersebut dibekukan hingga mencapai suhu -1800 Celcius. Setelah tumor mengeras seperti bola es, organ yang sakit harus segera dipanaskan dengan suhu yang sangat rendah, hingga suhu akhir yang diharapkan mencapai 400 Celcius. Saat suhu organ yang sakit panas, tumor yang membeku tadi akan mudah hancur dan mati. Ibarat batu es yang luruh oleh panas api.

Efek samping dari metode pisau Ar-HE sangat minim. Luka yang tercipta tidak sebesar luka yang dihasilkan oleh bedah konvensional. Rasa sakit yang ditimbulkan juga tidak terlalu signifikan.

Penerapan pengobatan kanker nasofaring melalui metode pisau Ar-HE lebih ditujukan pada pasien stadium lanjut, dengan efektifitas 70-80%. Metode ini dilakukan sebagai upaya paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup serta memperpanjang harapan hidup pasien. Sayangnya, belum semua rumah sakit yang menyediakan metode penyembuhan kanker nasofaring dengan pisau Ar-HE ini.

Imunoterapi

Penyembuhan kanker nasofaring melalui imunoterapi semakin banyak dilakukan, terutama di rumah sakit dengan fasilitas lengkap di negara-negara maju dan berkembang. Kehadiran imunoterapi menambah panjang deret opsi metode penyembuhan bagi pasien kanker nasofaring.

Prinsip kerja metode imunoterapi ialah meningkatkan stabilitas ketahanan tubuh selama prose pengobatan berjalan. Imunitas tubuh ibarat benteng yang menghadang serangan kuman, virus, maupun bakteri. Tanpa imunitas yang baik, tubuh rentan terserang infeksi dan memperparah kondisi pasien kanker itu sendiri. Imunitas yang lemah justru akan memperkuat serangan koloni sel kanker di dalam tubuh.

Teknis pelaksanaannya dilakukan dengan cara menginjeksi vaksin yang bahan-bahannya berasal dari sel antibodi pasien itu sendiri. Di dalam tubuh vaksin ini memacu antibodi untuk mampu mengidentifikasi sel kanker dan tangguh melawan serangannya.

Semua pasien kanker dari stadium awal hingga lanjutan dapat menjalani metode imunoterapi. Penerapan imunoterapi dalam metode penyembuhan kanker nasofaring membawa dampak berupa perubahan suhu tubuh dan detak jantung, mual, penurunan berat badan, diare, dan ruam kulit. Namun efek samping tersebut tidak separah yang dapat ditimbulkan oleh kemoterapi.

Kemoterapi dan Radioterapi

Metode penyembuhan kanker nasofaring melalui pembedahan konvensional sebenarnya bukan anjuran utama. Hal ini disebabkan karena posisi kanker nasofaring yang rumit dan dekat dengan organ-organ vital seperti otak dan mata. Salah penanganan saat pembedahan dapat menimbulkan kerusakan pada organ-organ tersebut. Apalagi, bagi pasien kanker nasofaring dengan stadium lanjut. Penyebaran sel kanker dapat merambat ke tulang hingga ke seluruh wajah. Sangat tidak memungkinkan lagi jika harus dilakukan pembedahan.

Kemoterapi dan radioterapi menjadi alternatif pengobatan kanker nasofaring di samping bedah. Prinsip kerja keduanya sama-sama merusak sel kanker agar tidak berkembang dan mati. Teknis kerjanya, pada kemoterapi pasien akan mendapat injeksi obat melalui infus 1 minggu atau 21 hari sekali. Sedangkan raditerapi dilakukan dengan cara menembakkan sinar panas ke organ tubuh yang digerogoti kanker. Panas dari sinar radiasi akan membakar sel kanker tersebut hingga mati mengering.

Demikian beberapa metode modern pengobatan kanker nasofaring dewasa ini. Semua metode sesunguhnya baik diterapkan, asal disokong dengan semangat dari dalam diri, disiplin hidup sehat, serta doa kesembuhan. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Khasiat Buah Nanas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =