Pengobatan Kanker Kulit

Penggunaan Perban Yang Tepat Sebagai Pengobatan Kanker Kulit

Posting kali ini akan berkaitan dengan kanker yang berada di kulit. Mama saya menderita kanker payudara yang sudah menyebar ke kulit. Kondisi saat ini kulit masih basah dan belum bisa mengering tetapi saat ini sudah mulai ada tanda-tanda membaik tetapi belum semuanya. Area yang terkena adalah kulit pada bagian payudara kanan dan menyebar hingga ke pundak dan lengan bagian atas.

Ciri-Ciri Kanker Kulit

Seperti yang sudah saya ceritakan pada posting sebelumnya bahwa penanganan kanker untuk mama saya sudah terlambat akibat tidak dirasakan benjolan yang tumbuh. Oleh karena itu saya ingin berbagi pada pembaca sekalian yang membaca posting ini agar bisa lebih berhati-hati dan cepat menangani bila ciri-ciri yang dialami sama dengan mama saya. Pada dasarnya adalah mama saya menderita kanker payudara yang sudah menyebar ke kulit jadi ciri-ciri kanker kulit yang dialami adalah:

  • Kulit mulai memerah-merah
  • Kulit mulai mengeras
  • Kulit pada bagian tertentu mulai terdapat benjolan-benjolan keras

3 ciri itu yang dialami oleh mama saya, karena tidak tahu hingga akhirnya benjolan itu memakan kulit dan akhirnya kulit menjadi luka. Luka yang dihasilkan oleh kanker ini seperti luka bakar sehingga akan sangat menyiksa penderita dan lagi bekas luka itu tidak bisa langsung kering seperti orang pada umumnya.

Luka yang dihasilkan kanker kulit ini mirip dengan penderita diabetes jadi luka tidak bisa kering sehingga setiap saat akan terasa perih karena tidak ada kulit. Pengalaman saya menjaga mama saya, kami menggunakan perban untuk menjaga agar luka tetap terawat dan membantu luka agar tidak infeksi.

Penggunaan Antibiotik

Karena kulit terluka ada kemungkinan besar bakteri akan masuk dan menyebabkan infeksi pada kulit. Kami dikenalkan oleh Dr Kong (Dokter yang kami pakai untuk treatment kanker payudara) untuk merujuk ke Dr Lam Mun San (Ahli Infeksi) untuk menggunakan antibiotik yang tepat sehingga tidak ada bakteri yang menyebabkan luka menjadi infeksi. Pertama kali yang dilakukan adalah pengambilan contoh lendir dari luka untuk dibawa ke lab dan diketahui jenis bakterinya, setelah itu kami diberikan antibiotik untuk menjaga agar bakteri tidak bisa berkambang.

 

Penggunaan Perban Yang Tepat

Penggunaan perban yang tepat dapat membantu pasien merasa lebih nyaman. Pada awalnya kami harus setiap hari 1x mengganti perban dan luka-luka harus dibersihkan. Pada awalnya kami menggunakan seperti berikut ini:

  • Melolin à Perban penutup luka, perban ini ada lapisan plastik pada bagian dalam sehingga tidak lengket pada luka
  • Plester Leukofix à Plester ini bisa didapatkan di Indonesia. Kenapa pakai plester ini karena plester ini tidak membuat kulit menjadi iritasi. Karena penggunaan perban setiap hari jika kulit tidak tahan maka kulit bisa iritasi dan luka
  • Chlorhexidine 0.05% à Antiseptic yang digunakan untuk membersihkan luka. Jumlah persentase menentukan tingkat perihnya juga ketika antiseptik menyentuh luka.

Dari awal hingga sampai kemaren kami masih menggunakan 3 peralatan itu sebagai treatment pada luka. Kemudian kami bertemu dengan ahli perawatan luka dan menyarakan kami menggunakan perban yang lain. Dan hasilnya cukup bagus, kami tidak harus mengganti perban setiap hari, perban dapat diganti seminggu 2x saja. Ketika mama saya mencoba pertama kali selama 3 hari kemudian perban diganti sekilas ada perkembangan positif. Berikut ini perban yang kami pakai:

  • Silver Cell Ag à Bentuknya seperti kasa perban dan sudah mengandung obat sehingga bakteri tidak bisa tumbuh dan akan membantu penyembuhan pada area luka.
  • Mepilex Foam à Setelah silver cell dipasang mepilex foam ini digunakan untuk menutup kemudian baru pasa plester
  • Mefix à Plester ini mirip dengan leukofix tetap plester ini lebih bagus karena tidak begitu merekat pada kulit sehingga kulit tidak iritasi. Tetapi kelemahan dari plester ini tidak bisa merekat sempurna saat plester saling tumpang tindih. Plester ini melekat sempurna pada kulit.

Metode yang baru saja kami terapkan ini cukup sempurna karena pasien tidak harus merasakan penderitaan dibersihkan lukanya setiap hari. Ditambah lagi silver cell akan membantu penyembuhan kulit.

Sedikit tips dari kami gejala awal kulit adalah mengeras dahulu dan akan timbul kulit seperti borok, nah kulit itu jangan DIBUKA karena jika dibuka dalamnya masih basah, jika sudah basah anda harus memasang perban untuk menutup luka tersebut. Biarkan seperti itu hingga sembuh maka nanti borok akan mengelupas dan bagian dalam akan mengering.

Pengobatan Kanker Kulit

Selain dari pengobatan luar untuk membantu pemulihan, kanker masih tetap harus dibunuh agar kulit bisa mengering. Pengobatan secara medis kami menjalani kemoterapi, saat ini kami menjadi oral kemo sebagai metode untuk penyembuhan.

Selain dengan kemoterapi untuk membantu penyembuhan kulit kami juga menggunakan obat berikut ini:

  • Teramycin
  • Transfer Factor à Transfer factor biasa dapat dibuka kapsulnya dan ditaburkan pada luka agar luka bisa cepat lebih kering.

Semoga pengalaman kami ini berguna bagi pasien lain yang mengalami hal yang sama. Semoga cepat sembuh.

Baca artikel lain mengenai Deteksi Dini Kanker Payudara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 5 =