Pengobatan Kanker Kelenjar Getah Bening

Pengobatan Kanker Kelenjar Getah Bening Secara Medis

Saat ini makin banyak orang yang terkena serangan kanker getah bening. Penyebabnya antara lain adalah karena kesalahan manusia sendiri yang tidak mau menjalankan pola hidup sehat. Jika pola hidupnya tidak sehat, sel kanker mudah tumbuh serta berkembang biak dalam tubuh. Setelah itu organ terpenting seperti jantung, ginjal, paru-paru dan sebagainya ikut terserang.

Pengertian Kanker Getah Bening

Kelenjar getah bening merupakan gabungan dari banyak sel yang kemudian akan membentuk suatu jaringan aktif. Fungsinya antara lain untuk menghasilkan sel darah putih dan menyerap atau menyaring bakteri-bakteri yang berada dalam aliran darah. Selain itu juga bertugas untuk mengangkat limfosit dan emulsi berbentuk lemak di usus.

Peran penting lainnya dari kelenjar getah bening yaitu menangkal virus atau bakteri jahat dan radikal bebas lainnya yang masuk dalam tubuh dan dapat menimbulkan aneka jenis penyakit. Salah satu jenis serangan penyakit yang muncul karena adanya berbagai virus adalah kanker getah bening.

Kanker kelenjar getah benih adalah suatu penyakit yang saat menyerang pertamakali diawali dengan pertumbuhan sel-sel abnormal. Berikutnya sel-sel abnormal ini bisa membentuk suatu jaringan baru yang sifatnya juga tidak abnormal di kelenjar getah bening.

Neoplasma yang pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan sel jaringan getah bening normal akan menimbulkan kerusakan pada sel getah bening lainnya. Akibatnya kelenjar getah bening tidak dapat menjalankan fungsinya secara optimal karena mengalami gangguan.

Setelah itu, saat kekebalan tubuh sedang melemah, dampak negatif lainnya akan muncul dan sel kanker kelenjar getah bening makin tumbuh dengan cepat. Jika tidak disembuhkan secara tepat, sel kanker ini akan membuat organ-organ tubuh yang lain ikut mengalami kerusakan.

Penyebab dan Gejala Kanker Getah Bening

Sampai sekarang dokter belum dapat mengetahui secara pasti penyebab dari pertumbuhan sel kanker di kelenjar getah bening. Tapi ada beberapa kemungkinan yang diperkirakan menjadi faktor pemicunya. Salah satunya adalah faktor keturunan atau genetika. Orangtua yang punya riwayat pernah mengalami kanker getah bening, ada kemungkinan bisa menular kepada anak atau keturunannya.

Lingkungan tidak sehat terutama dalam urusan kebersihan juga diduga sebagai penyebabnya. Ketika lingkungan tidak terjaga kebersihannya, virus dan bakteri mudah berkembang biak dan memicu terjadinya serangan sel kanker getah bening.

Demikian pula dengan pola hidup yang tidak sehat seperti sering mengonsumsi alkohol atau merokok. Selain itu, hadirnya infeksi dalam tubuh yang diakibatkan oleh penyakit lain seperti flu, amandel, infeksi gusi, infeksi telinga serta infeksi pada pita suara juga akan menimbulkan dampak yang sama.

Termasuk juga penyakit yang penyebabny adalah bakteri jahat seperti lupus, remotoid artritis dan campak. Sedangkan faktor yang terakhir adalah kurang aktif atau kurang disiplin dalam menjalankan kegiatan fisik khususnya olahraga.

Munculnya sel kanker getah bening dalam tubuh dapat diketahui melalui beberapa gejala dan salah satunya, yaitu munculnya rasa sakit dan nyeri saat kelenjar bening yang ada pada bagian leher terpegang oleh tangan.

Selain itu, muncul pembengkakan di area kelenjar khususnya di ketiak, leher dan paha. Proses pembengkakan ini kadangkala memerlukan waktu yang cukup lama bahkan ada yang hingga beberapa tahun.

Penyakit demam dalam jangka waktu lama atau lebih dari dua minggu juga sering jadi tanda munculnya sel kanker getah bening dalam tubuh. Demam ini biasanya disertai dengan nafsu makan yang berkurang dan mulut terasa tidak nyaman untuk mengunyah dan menelan asupan makanan. Setelah itu berat tubuh akan menurun dengan dratis sampai 10%.

Pemeriksaan Medis

Semua gejala yang disebutkan diatas tisak selalu dapat dijadikan patokan jika seseorang telah mengalami kanker getah bening. Karena gejalan seperti tersebut juga dapat terjadi pada jenis serangan penyakit yang lain. Sehingga banyak orang yang tidak kurang memperhatikan serta membiarkan dan mendiamkan begitu saja.

Tapi ketika dilakukan pemeriksaan secara lebih seksama, hasilnya kanker getah bening sudah terlanjur tumbuh dan berkembang hingga masuk dalam stadium 2. Sehingga penanganan dan proses penyembuhannya butuh waktu lebih lama dan banyak efek negatif lain yang muncul.

Untuk pemeriksaannya sendiri, biasanya langkah pertama yang dilakukan oleh dokter adalah adalah meraba bagian leher yang ada benjolannya. Setelah itu dicek tekstur dan ukuran agar bisa mengetahui berapa lama benjolan tersebut sudah tumbuh. Apabila pertumbuhannya tetap berlangsung selama dua minggu lebih, langkah selanjutnya adalah pengetesan darah.

Tujuan dari pengetesan darah adalah untuk mengetahui perubahan zat yang berada di kelenjar getah bening, apakah ada kandungan bakterinya atau tidak. Jika hasil pengetesan ini dianggap belum jelas, maka akan ada pemeriksaan berikutnya menggunakan CT scan atau X-ray. Dari peralatan ini dapat diketahui secara lebih jelas jenis infeksi yang ada di kelenjar getah bening.

Tahapan pemeriksaan berikutnya dinamakan biopsi. Langkah ini dilakukan jika semua hasil pengetesan yang telah dijalankan sebelumnya belum menunjukan hasil yang jelas. Proses ini dilakukan dengan cara mengambil sample benjolan lalu dicek dengan mikrosof. Tujuan dari pengecekan ini untuk mengetahui gerakan dan jenis bakteri yang ada di kelenjar.

Pengobatan Medis Untuk Kanker Getah Bening

Dampak utama dari serangan kanker getah bening yaitu tubuh tidak mempunyai kemampuan optimal lagi untuk memproduksi sel darah putih. Jika produksi sel darah putihnya berkurang, maka daya tubuh akan ikut menurun. Setelah itu tubuh menjadi lebih mudah terkena serangan penyakit lain bahkan termasuk penyakit yang lebih parah dari lupus.

Oleh karena itu, kanker kelenjar getah bening harus bisa disembuhkan secepatnya. Namun sebelum pengobatan dan penyembuhan dilakukan, harus dicek dahulu seberapa parah sel kanker getah bening menyerang organ tubuh. Stadium serangan sel kanker getah bening terdiri dari 4 fase, masing-masing stadium 1, 2, 3, dan 4.

Radio Aktif

Radio aktif merupakan salah satu langkah penyembuhan kanker getah bening dengan tujuan menyusutkan atau mengurangi sel kanker yang selalu tumbuh. Fokus utamanya adalah area di sekitar pertumbuhan benjolan.

Proses radio aktif untuk mengatasi kanker getah bening terdiri dari beberapa jenis. Misalnya dengan mesin radio aktif yang memberi radiasi kepada pasien. Selain itu, ada yang dilakukan melalui suntikan zat radiasi ke dalam tubuh atau memasukan zat radiasi dalam aliran darah.

Dosisnya disesuaikan dengan tingkat keganasan pertumbuhan sel kanker. Sistem pengobatan ini sering menimbulkan dampak samping dan mulai terasa sekitar 1 bulan setelah radio aktif dijalankan. Dampak samping tersebut antara lain rasa mual, badan mudah lelah, warna kulit jadi memerah dan kulit selalu terasa gatal.

Operasi

Tindakan lainnya adalah operasi dengan tujuan untuk mengangkat dan mengambil sel kanker dari dalam tubuh. Proses ini dipilih ketika sel kanker sudah masuk dalam stadium lanjut atau kondisi sudah tidak memungkinkan lagi untuk melakukan radio aktif.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah pilihan terakhir untuk menangani pasien kanker getah bening yang sudah masuk dalam stadium 4. Jika telah masuk dalam stadium 4, kemungkinan untuk disembuhkan sangat kecil. Jadi tujuan dari kemoterapi ini sebetulnya untuk mengurangi rasa sakit sekaligus memperpanjang usia penderita.

Namun selain itu juga untuk memperlambat proses pertumbuhan sel kanker. Dalam stadium 4 sudah terjadi metastasis, dimana sel kanker sudah terlanjur tumbuh serta menyerbar di semua organ tubuh. Menurut pengalaman, harapan hidup penderita sel kanker getah bening stadium 4 hanya sekitar 10% saja.

Baca artikel lain mengenai Khasiat Kulit Buah Naga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.