Pemeriksaan Kanker Rahim

Metode Klinik Pemeriksaan Kanker Rahim

Kanker rahim menjadi salah satu jenis kanker yang menyerang wanita. keberadaan dari kanker rahim ini tidak banyak diketahui ciri atau gejala umumnya. Sebagian kasus dari penyakit ini hanya ditemukan pada tahapan yang lebih lanjut, sehingga lebih menyulitkan dalam hal pengobatan.

Saat sel kanker tak dapat terdeteksi pada awal perkembangannya, hal ini akan menyebabkan kemampuan dirinya untuk membelah diri dan melakukan pertumbuhan. Sehingga, sel kanker akan tumbuh menjadi lebih banyak. Dengan jumlah yang lebih banyak, tentu saja, sel kanker ini akan lebih mampu melakukan serangan terhadap bagian organ tubuh lainnya.

Mengenal Ciri atau Gejala Kanker Rahim

Untuk lebih mampu mendeteksi adanya gangguan dalam tubuh, termasuk kanker rahim ini, maka haruslah dipahami bagaimana gejala yang menyertai penyakit ini. Walaupun untuk sebagian kasus, memang penyakit kanker rahim ini tak banyak menunjukan gejala yang menandakan adanya penyakit kanker rahim ini.

Namun, bagi wanita, sejatinya bisa memahami gejala tidak biasanya yang menyertainya. Gejala pertama adalah timbulnya pendarahan yang tak normal. Pendarahan ini terjadi tidak seperti biasanya, misalnya dalam siklus haid yang bisa dihadapi wanita. Volume dan periode pendarahan juga lebih banyak dibandingkan dengan yang normal.

Pendarahan ini juga disertai adanya rasa sakit. Rasa sakit dapat juga muncul ketika buang air kecil, saat melakukan hubungan suami istri atau pun rasa sakit yang timbul pada perut bagian bawah. Selain itu, juga muncul benjolan pada perut bagian bawah atau panggul. Benjolan ini dapat dirasakan saat diraba atau disentuh.

Gejala lain yang dapat menandakan adanya gangguan pada daerah rahim adalah munculnya keputihan yang juga dengan ciri yang tak normal. Keputihan sejatinya merupakan hal yang biasa dihadapi oleh wanita. hanya saja, keputihan ini dapat dikategorikan sebagai hal yang tak normal jika disertai dengan bau yang menyengat dan juga warna yang tak biasanya. Warna lender dari keputihan normal adalah bening. Lendir keputihan yang tak normal ini bisa cenderung berwarna kehijauan atau kekuningan.

Jika memang sudah menghadapi beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, maka sudah selayaknya seorang wanita memeriksakan dirinya ke pihak medis. Semuanya bertujuan untuk mendapatkan diagnosis lebih awal terhadap segala gangguan yang dihadapi. Sehingga dengan ini, dapat pula diupayakan proses pengobatan dan penyembuhan yang lebih maksimal karena masih dalam keadaan dini.

Metode Pemeriksaan Kanker Rahim

Rahim dapat disebut sebagai organ vital kewanitaan karena berhubungan langsung dengan fungsi reproduksi manusia. Rahim menjadi tempat berkembangnya janin sampai pada tahap bayi yang siap untuk dilahirkan. Sehingga, keberadaan rahim menjadi hal yang sangat penting bagi wanita.

Kondisi kesehatan dari rahim ini pun akan memberikan pengaruh pada fungsi dari sistem reproduksi wanita. Sehingga, sudah selayaknya kondisi rahim mendapatkan perhatian yang lebih agar tidak sampai mendapatkan hal-hal yang tak diinginkan.

Kanker rahim adalah penyakit dengan pertumbuhan sel kanker pada dinding rahim wanita. sel kanker ini menyerang dinding rahim dan kemudian akan melakukan pembelahan diri dan memperbanyak jumlahnya untuk dapat menyerang bagian dari rahim yang lainnya. Bahkan, dalam tahap yang lebih lanjut, sel kanker dapat menyerang bagian lain di luar rahim.

Untuk itu, harus dilakukan upaya pemeriksaan agar dapat diketahui kondisi kesehatan organ kewanitaan. Saat ini terdapat pemeriksaan pap smear yang bertujuan untuk melihat kondisi kesehatan dari rahim dan organ di sekelilingnya.

Jika, seorang wanita mendapatkan beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, maka sebaiknya segera melakukan proses pemeriksaan. Memang, beberapa gejala yang disebutkan di atas, tidak hanya berkaitan dengan penyakit kanker rahim. Karena terdapat pula beberapa penyakit lain yang berhubungan dengan organ kewanitaan yang juga menunjukan beberapa gejala seperti di atas. Sebut saja kanker leher rahim atau kanker serviks yang disinyalir juga menunjukan beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas.

Maka dari itulah, harus segera dilakukan pemeriksaan sampai akhirnya dokter atau pihak medis memperoleh analisa yang tepat mengenai gejala tersebut. Apakah memang berkaitan dengan kanker rahim atau tidak.

Ada beberapa jenis pemeriksaan yang akan dilakukan. Yang pertama dan kemungkinan akan banyak dilakukan pada tes awal adalah tes USG transvaginal. Pemeriksaan ini adalah untuk melihat bagaimana kondisi ketebalan dinding rahim karena faktor inilah yang dapat menunjukan tingkat kesehatan dari rahim.

Kemudian, juga dapat dilakukan tes darah. Hal ini untuk bisa menganalisa bagaimana keadaan darah dari penderita kanker. Karena sel kanker yang ada di dalam tubuh melepaskan beberapa zat kimia yang akan terdeteksi dalam darah.

Tes selanjutnya adalah tes biopsy. Tes ini dijalankan dengan mengambil sample dari sel yang ada di dinding rahim dan kemudian memeriksanya di bawah mikroskop. Tes ini lebih mampu memberikan hasil karena melakukan pengamatan langsung pada dinding rahim. Ada tiga metode yang dapat dilakukan dalam tes biopsi ini, yaitu dengan aspirasi jarum halus, melakukan hitereskopid an kuret.

Ketiga tahapan tes ini hanyalah untuk menemukan diagnosis adanya sel kanker pada dinding rahim. Setelah memang ditemukan sel kanker ini, tentu akan dilanjutkan pada beberapa tes selanjutnya untuk lebih meyakinkan misalnya adalah rontgen dada, MRI scan, Ct scan dan juga beberapa tes darah lanjutan.

Metode diagnosis klinik ini juga akan mampu berfungsi untuk mencegah penyebaran sel kanker jika sudah diketahui sejak dini. Pada tahapan atau stadium awal, sel kanker hanya menyerang bagian rahim saja. Kemudian, pada tahap selanjutnya, sesuai dengan karakteristik sel kanker ini akan melakukan penyebaran ke bagian organ tubuh lain di dekat rahim. Penyebaran pertama adalah penyebaran langsung atau local yang dilakukan di sekitar rahim yaitu bisa ke bagian leher rahim atau serviks.

Kemudian, akan menyebar ke bagian limfatik yaitu menuju keluar panggul dan menyerang daerah di sekitar panggul. Jika kanker sudah masuk pada stadium lebih lanjut, maka penyebaran kanker sudah dapat ke bagian yang lebih jauh dari rahim, misalnya menyebar ke jaringan perut atau organ lainnya, misalnya ke kantung kemih, hati, bisa juga paru-paru dan usus besar.

Semua proses diagnosis melalui beberapa metode klinik yang telah disebutkan di atas adalah memiliki tujuan untuk mencegah perkembangan sel kanker dan penyebarannya ke bagian lain di luar rahim. Bahkan, jika masih dini, perkembangan sel kanker tidak akan dapat maksimal terjadi karena sudah langsung dihadapkan pada proses pengobatan penyakit kanker itu sendiri.

Bisa jadi, beberapa metode diagnosis yang disebutkan di atas akan memberikan rasa tidak nyaman bagi wanita. Namun, sejatinya hal ini tidak akan sebanding dengan rasa sakit dan tidak nyaman yang akan disebabkan oleh serangan sel kanker dalam rahim wanita. Maka dari itu, haruslah rasa enggan dihilangkan dalam mengikuti serangkaian tes kesehatan ini.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Jeruk Nipis Untuk Kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + fourteen =