Makanan Penyebab Kanker Otak

Apa Saja Makanan Penyebab Kanker Otak yang Harus Dihindari?

makanan penyebab kanker otakPenyakit kanker merupakan suatu jenis penyakit yang sangat ditakuti dan sekarang ini sering diketahui diidap oleh sebagian orang. Pergeseran pola makan, pola hidup, dan lingkungan sangat mempengaruhi timbulnya kanker dari hampir semua kalangan usia. Salah satu jenis penyakit kanker adalah kanker otak. Kanker otak adalah jenis kanker yang diperoleh akibat penyebaran kanker melalui aliran darah dari organ lain. Penyebab yang berasal dari otak masih belum diketahui. Makanan yang dikonsumsi dapat menjadi pemicu terjadinya kanker otak. Makanan penyebab kanker otak tersebut bahkan sering dikonsumsi sehari-hari.

Penyebab Kanker Otak

Kanker otak dapat terjadi pada semua usia. Dari usia bayi hingga usia lanjut dapat terjangkit penyakit kanker otak ini. Berikut ini adalah penyebab terjadinya kanker otak yang harus diwaspadai.

  1. Makanan pemicu kanker otak.
  2. Terinfeksi virus HIV.
  3. Bagian otak terekspos radiasi saat melakukan radioterapi.
  4. Paparan racun dari lingkungan.
  5. Paparan zat kimia.
  6. Merokok atau menghirup asap rokok.
  7. Faktor genetik.
  8. Penyakit genetik seperti Sindrom Gorlin, Sindrom Turcot, Sindrom kanker Li-Fraumeni, Sindrom Von Hippel-Lindau dan Sklerosis Tuberose dapat meningkatkan risiko penyakit kanker otak.

Gejala Kanker Otak

Gejala kanker otak yang terjadi tergantung pada letak, ukuran, dan kecepatan perkembangan sel kanker di dalam otak. Gejala yang timbul diakibatkan karena sel kanker menekan dan menghalangi bagian otak sehingga otak tidak dapat berfungsi dengan normal.

Gejala dari penyakit kanker otak yang sering terjadi dan harus diwaspadai adalah sakit kepala terus-menerus serta tidak tertahankan. Gejala kanker yang terjadi pada otak lainnya adalah muntah, tubuh tiba-tiba kejang, pengurangan fungsi penglihatan, pengurangan fungsi pendengaran, gangguan pada indera pembau, kehilangan keseimbangan tubuh, koordinasi tubuh menghilang, kaku pada leher, memiliki perubahan perilaku abnormal, sering merasa lupa, sering mengantuk, dan emosional.

Gejala-gejala tersebut harus diwaspadai sebagai gejala kanker otak. Apabila timbul salah satu gejala atau lebih dan dicurigai sebagai kanker otak maka sebaiknya harus segera diperiksa ke dokter untuk memperoleh pengobatan yang tepat.

Gejala akan sulit terdeteksi apabila kanker otak terjadi pada usia bayi dan anak-anak. Pada usia ini mereka tidak dapat bercerita tentang gejala yang dirasakannya. Untuk mengetahui gejala yang timbul di usia ini harus memperhatikan perubahan perilaku dan kondisi pada anak. Segera konsultasikan ke dokter agar dapat memperoleh penanganan lebih lanjut.

Makanan Penyebab Kanker Otak

Makanan yang sering dikonsumsi dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit kanker otak. Terkadang hal ini kurang disadari. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui jenis-jenis makanan yang dapat menjadi penyebab penyakit kanker otak.

Beberapa jenis makanan yang dapat menjadi penyebab kanker otak, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Daging merah. Terlalu banyak mengonsumsi daging merah dapat menjadi pemicu timbulnya kanker otak. Yang dimaksud dengan daging merah adalah daging berwarna merah seperti daging kambing dan daging sapi. Makanan penyebab kanker otak ini dapat lebih berisiko apabila dimasak dengan cara dibakar karena daging yang gosong menjadi bersifat karsinogenik. Untuk menghindarinya dapat mengonsumsi daging merah secukupnya dan imbangi dengan serat dari sayuran dan buah-buahan.
  2. Makanan kemasan. Makanan kemasan mengandung banyak pengawet dan pemanis buatan. Kandungan di dalam makanan kemasan yang dapat menjadi penyebab munculnya kanker otak adalah akrilamida. Kemasan yang digunakan juga mengandung vinil klorida yang memicu kanker otak.
  3. Daging olahan. Daging olahan seperti sosis dan daging kalengan yang dikemas dapat menjadi penyebab kanker otak. Sodium nitrit yang dikandung pada jenis makanan daging olehan ini merupakan zat aktif pemicu kanker.
  4. Gorengan. Makanan yang digoreng dan mengalami pemanasan dalam suhu tinggi dapat menimbulkan zat akrilamida sebagai pemicu kanker otak. Sebaiknya tidak terlalu sering mengonsumsi makanan gorengan untuk menghindari risiko kanker.
  5. Tepung putih. Tepung putih mengandung karbohidrat yang tinggi dan ini dapat menjadi pemicu timbulnya kanker otak. Proses pemutihan pada tepung juga menjadi penyebab terjadinya kanker otak.
  6. Kentang goreng. Kentang goreng yang dipanaskan dengan menggunakan minyak goreng bersuhu tinggi dapat mengandung akrilamida. Zat akrilamida ini merupakan zat karsinogenik yang menyebabkan kanker. Kentang goreng yang dikonsumsi biasanya diberikan bumbu dengan kandungan MSG tinggi. Kandungan MSG ini juga dapat memicu kanker otak.
  7. Makanan yang mengandung pemanis buatan. Pemanis buatan atau aspartam yang dikonsumsi akan diproses di dalam tubuh dan menghasilkan zat penyebab timbulnya kanker otak yaitu DKP.

Makanan penyebab kanker otak tersebut sebaiknya dihindari agar tidak memicu timbulnya penyakit kanker otak. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Lakukan pola makan sehat, pola hidup sehat dan hidup di lingkungan yang sehat untuk mencegah kanker otak. Apabila telah terjangkit penyakit kanker otak maka harus segera dilakukan penanganan secara medis agar tidak menjadi lebih parah dan menyelamatkan jiwa kita.

Baca artikel lain mengenai Cara Merawat Luka

Gejala Kanker Usus Pada anak

Gejala Kanker Usus pada Anak yang Harus Diwaspadai

Penyakit kanker tidak hanya menyerang orang dewasa saja namun dapat juga terjadi pada usia anak-anak bahkan bayi. Kanker pada anak terkadang sukar terdeteksi karena anak-anak tidak mudah untuk menceritakan gejala yang dirasakannya. Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan jika timbul gejala yang tidak wajar. Salah satu penyakit kanker yang dapat terjadi pada anak-anak adalah kanker usus. Gejala kanker usus pada anak dapat dilihat dari ketidaknormalan sistem pencernaanya terutama pada saat buang air besar.

Penyebab Kanker Usus pada Anak

Penyebab kanker usus pada anak kemungkinan besar diakibatkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Apabila anak memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit kanker usus maka ada kemungkinan anak dapat menderita kanker usus.

Anak-anak yang hidup dalam lingkungan tidak sehat juga dapat memperoleh penyakit kanker usus. Orang tua atau orang disekitarnya yang merokok dan anak menghirup asap rokok dapat memicu terjadinya kanker usus pada anak. Lingkungan anak yang kurang sehat seperti polusi dan kurang menjaga kebersihan dapat memicu kanker pada anak.

Anak-anak harus diberikan makanan yang sehat dan dibiasakan untuk menjalankan pola hidup sehat. Perbanyak asupan makanan yang mengandung serat alami dari sayuran dan buah-buahan untuk menjaga kesehatan sistem saluran pencernaan. Anak-anak jangan dibiasakan untuk mengkonsumsi junk food dan fast food karena kedua jenis makanan ini tidak sehat.

Gejala Kanker Usus pada Anak

Kanker usus pada anak umumnya menampakkan gejala khas yang berhubungan dengan ketidaknormalan sistem pencernaannya. Tanda-tanda kanker usus pada anak yang dapat diketahui sejak dini akan dapat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatannya. Semakin dini mengetahui gejalanya maka tingkat keberhasilan pengobatan dan kesembuhannya akan semakin tinggi.

Berikut ini adalah gejala kanker usus pada anak yang harus diwaspadai.

  1. Perut terlihat membuncit dan akan teraba suatu benjolan pada permukaan perut.
  2. Buang air besar tidak normal yaitu sering mengalami diare atau sembelit.
  3. Kotoran BAB berwarna kehitaman atau bercampur dengan darah.
  4. Tekstur kepadatan kotoran BAB berubah.
  5. Perut sering terasa nyeri.
  6. Perut sering merasa kembung.
  7. Sering terjadi kram pada perut.
  8. Tidak memiliki nafsu makan.
  9. Terjadi penurunan berat badan secara drastis.
  10. Tubuh sering merasa kelelahan.

Deteksi Dini Kanker Usus pada Anak

Apabila anak menunjukkan gejala kanker usus yang mencurigakan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk memperoleh kepastian. Pengobatan akan memiliki keberhasilan yang tinggi apabila gejala kanker usus pada anak terdeteksi lebih dini.

Pada saat pemeriksaan dokter akan memperhatikan gejala-gejala yang muncul terlebih dahulu dan menanyakan tentang kemungkinan adanya faktor genetik serta faktor pemicu kanker usus. Untuk memperoleh kepastian dokter akan melakukan pemeriksaan menggunakan beberapa alat.

Pada pemeriksaan awal dokter akan memperhatikan kondisi anus anak. Apabila anus anak terjadi pembengkakan maka dicurigai terjadi gejala kanker usus. Pada pemeriksaan lanjutan akan dilihat kondisi usus besar menggunakan alat sigmoidoskopi. Alat berupa selang kecil yang dilengkapi kamera dan lampu ini akan dimasukkan ke dalam usus melalui anus. Dari alat ini dapat diketahui jika terjadi pertumbuhan sel abnormal.

Untuk pemeriksaan lanjutan dokter akan melihat kondisi usus besar lebih dalam dengan menggunakan alat kolonoskopi. Alat ini dapat melihat keadaan usus besar lebih ke dalam dan memberikan gambaran adanya sel kanker di usus besar. Pada kolonoskopi ini dapat disertakan alat yang digunakan untuk mengambil sampel sel abnormal di usus besar. Sampel yang diperoleh akan dibawa ke laboratorium untuk memeriksa kemungkinan sel kanker.

Pada pemeriksaan khusus yaitu bagi anak yang tidak dapat melakukan pemeriksaan kolonoskopi dapat diperiksa dengan menggunakan CT Colonography atau kolonoskopi virtual. Pada pemeriksaan ini peralatan selang CT Colonography akan dimasukkan melalui anus ke dalam usus yang telah dipompa agar usus mengembang. Kondisi usus dan adanya sel abnormal dapat dilihat dari CT Scan.

Pengobatan Kanker Usus pada Anak

Pengobatan kanker usus pada anak harus segera dilakukan karena berhubungan dengan keselamatan jiwanya. Apabila telah diketahui penyebab kanker usus pada anak berdasarkan gejalanya sejak dini maka tingkat kesembuhannya akan semakin tinggi. Pengobatan kanker usus pada anak-anak bertujuan untuk meringankan gejala, menghilangkan gejala dan menghilangkan sel kanker.

Umumnya akan dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel abnormal yang ada pada usus besar. Setelah tindakan operasi akan dilakukan radiasi terapi atau kemoterapi untuk mencegah pertumbuhan sel kanker kembali. Dokter akan memberikan pengobatan terbaik berdasarkan dengan tingkat keparahan sel kanker yang diderita oleh anak.

Menjaga pola makan sehat dan pola hidup sehat akan lebih baik agar tidak memicu pertumbuhan sel kanker pada anak. Segera periksakan ke dokter apabila telah diketahui gejala kanker usus pada anak untuk memperoleh pengobatan yang tepat secepatnya. Jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan karena sel kanker dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat.

Baca artikel lain mengenai Semangat Hidup

Obat Tradisional Kanker Usus

Berbagai Obat Tradisional yang Bisa Menjadi Alternatif Pengobatan Kanker Usus

obat tradisional kanker ususBerbicara tentang penyakit kanker sering membuat perasaan ngeri karena kemungkinan besar dapat menyebabkan kematian. Salah satu penyakit kanker yang harus memperoleh perhatian adalah kanker usus. Kanker usus adalah suatu jenis kanker yang menyerang pada bagian terakhir sistem pencernaan manusia yaitu usus besar. Umumnya kanker besar diderita oleh yang berusia 60 tahun ke atas. Pengobatan kanker usus dapat menggunakan obat kimia dan obat tradisional. Sebaiknya obat tradisional kanker usus yang digunakan telah lolos uji sebagai pengobatan.

Penyebab dan Gejala Kanker Usus

Secara umum kanker usus disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali di area usus dan sel tersebut memiliki sifat merusak sel normal di dekatnya. Secara khusus kanker usus disebabkan oleh hal-hal berikut ini.

  1. Terlalu sering dan terlalu banyak mengkonsumsi daging merah.
  2. Kurang asupan serat.
  3. Perokok dan peminum alkohol.
  4. Obesitas.
  5. Faktor genetik.
  6. Memiliki penyakit diabetes, pencernaan dan syndrom Lynch.
  7. Kurang olahraga.

Seseorang yang menderita kanker usus akan mengalami gejala-gejala khas. Gejala yang dialami sebagian besar berhubungan dengan sistem pencernaan. Gejala penderita kanker usus yaitu pendarahan di anus, BAB disertai darah, tekstur BAB berubah, perut terasa nyeri atau kram, perut terasa kembung, konstipasi, diare, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan dan kelelahan.

Kemungkinan gejala tersebut tidak dialami secara keseluruhan oleh penderita. Mungkin hanya sebagian gejala yang dialami namun gejala tersebut berhubungan dengan ketidaknormalan sistem pencernaan. Gejala tersebut harus lebih diwaspadai oleh yang berusia 50-60 tahun ke atas. Apabila terdapat gejala yang mencurigakan harus segera memperoleh pengobatan kanker usus.

Tingkat keparahan kanker usus besar terdiri dari 4 tahap yaitu stadium 1 hingga stadium 4. Pada stadium 1 terdapat pertumbuhan sel kanker di usus besar dan belum terjadi penyebaran. Di stadium 2 sel kanker mulai menyebar dan menembus ke dinding usus besar. Pada stadium 3 sel kanker telah menggerogoti organ yang ada di dekatnya yaitu kelenjar getah bening. Pada stadium 4 sel kanker telah menyebar ke bagian organ tubuh lainnya seperti hati dan paru-paru dan merupakan tahapan yang paling parah.

Diagnosis Terhadap Kanker Usus

Jika mengalami gejala yang mencurigakan pada sistem pencernaan tidak normal sebaiknya segera memeriksakan ke dokter untuk memperoleh kepastian dan pengobatan. Umumnya dokter akan menanyakan gejala yang dialami oleh penderita terlebih dahulu. Kemudian akan ditanyakan kondisi yang mungkin memperbesar risiko dan faktor genetik.

Setelah memperoleh penjelasan dari pasien kemudian dokter akan memeriksa kondisi anus pasien secara visual. Jika dibutuhkan akan digunakan alat sigmoidoskopi yang dimasukkan melalui anus ke usus besar untuk melihat keadaan usus besar. Untuk pemeriksaan lanjutan digunakan alat kolonoskopi yang dapat melihat kondisi usus besar lebih dalam lagi. Pada kolonoskopi dapat disertakan alat untuk mengambil sampel yang akan diteliti di laboratorium. Apabila pasien tidak memungkinkan diperiksa melalui kolonoskopi maka diperiksa menggunakan kolonoskopi virtual atau CT Colonography.

Pengobatan Terhadap Kanker Usus

Pengobatan kanker usus besar dapat dilakukan dengan menggunakan obat kimia maupun obat tradisional. Obat kanker usus besar menggunakan obat kimia harus menggunakan resep dari dokter untuk memperoleh pengobatan yang tepat dan sesuai dosis. Untuk menunjang pengobatan biasanya akan dilakukan radioterapi dan kemoterapi. Apabila dibutuhkan akan dilakukan penanganan operasi untuk mengangkat sel kanker di usus besar. Tindakan operasi ini disesuaikan dengan tingkat keparahan sel kanker dan bertujuan untuk meringankan gejala.

Pengobatan untuk penyakit kanker usus juga dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obat tradisional. Namun obat tradisional yang digunakan sebaiknya harus sesuai dengan dosisnya dan terbukti kemanjurannya. Beberapa obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati kanker usus besar adalah sebagai berikut.

  1. Daun sirsak. Daun sirsak yang mengandung senyawa Acetogenins sudah terbukti ampuh untuk melawan sel kanker. Obat herbal kanker usus ini dipilih pada daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.
  2. Daun keladi tikus. Daun keladi tikus memiliki kandungan senyawa Ribozome Inactivating Protein yang mencegah sel kanker menyebar dan memutuskan rantai DNA sel kanker. Senyawa ini juga dapat meringankan gejala yang timbul akibat kemoterapi.
  3. Kulit buah manggis. Kulit buah manggis mengandung senyawa Xanthone yang ampuh melawan sel kanker. Biasanya kulit manggis akan dibuat ekstrak untuk memperoleh zat berkhasiatnya.
  4. Sarang semut. Sarang semut memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat membunuh sel kanker dan meningkatkan sistem kekebalam tubuh.

Obat tradisional kanker usus tersebut dapat membantu pengobatan kanker usus yang sudah teruji keampuhannya. Sangat baik kiranya jika mencegah agar sel kanker tidak menggerogoti organ tubuh. Hindari penyebab pertumbuhan sel kanker, melakukan pola hidup sehat, pola makan sehat dan berolahraga teratur. Namun apabila telah mengalami gejala kanker usus besar harus segera memperoleh pengobatan agar tidak menyebar dan menyelamatkan jiwa.

Baca artikel lain mengenai Semangat Hidup

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor