Meditasi Penyembuhan Kanker

Kabar Baik dengan Meditasi Penyembuhan Kanker Bisa Dilakukan!

Silhouette of a man figure meditating in the outdoorsMeditasi telah menjadi salah satu metode penyembuhan yang dianggap efektif termasuk menyembuhkan kanker. Pakar meditasi Indonesia Adjie Silarus menandaskan bahwa sumber dari berbagai penyakit adalah pikiran dan alam bawah sadar. Jika pikiran fokus pada hal-hal positif dan bersih dari segala hal yang mengganggu maka proses penyembuhan penyakit akan terjadi lebih cepat.

Menurut Adjie Silarus kesehatan dan penyakit merupakan bagian dari alam kehidupan. Alam sebenarnya telah menyediakan obat untuk menyembuhkan segala jenis penyakit. Dengan melakukan meditasi secara teratur seseorang dituntun untuk kembali menyelaraskan dirinya dengan alam. Sehat atau tidak seseorang tergantung dari bagaimana ia menyikapi hukum keseimbangan. Keseimbangan dan keselarasan akan membawa dampak positif bagi tubuh, otak dan sistem syaraf sehingga berpengaruh pada kesehatan secara keseluruhan.

Adjie Silarus menegaskan jika kita terlalu khawatir dengan penyakit sama halnya dengan memberikan lebih banyak kekuatan pada penyakit tersebut. Jika kita berpikir positif maka penyakit tersebut akan dikalahkan. Dalam sebuah kesempatan Adjie memaparkan dasar-dasar meditasi sederhana yang bisa diaplikasikan siapa saja. Gerakan tersebut adalah:

  1. Duduk bersila dengan posisi rileks.
  2. Pusatkan pikiran untuk berdoa sesuai keyakinan.
  3. Biarkan tubuh bernafas apa adanya. Pusatkan pikiran di dalam hidung atau di luar lubang hidung.
  4. Ketika sudah merasa tenang mulai rasakan dan periksa bagian tubuh satu demi satu dari luar dan dalam.
  5. Lanjutkan dengan memusatkan pikiran ke bagian tubuh yang sakit atau bagian tubuh yang kesehatannya sedang terganggu. Diam sejenak di tempat-tempat tersebut lebih lama dari biasanya. Jika mulai bosan segera berpindah ke organ tubuh lainnya.
  6. Rasakan emosi yang muncul. Buang jauh perasaan negatif seperti marah, sedih, dendam, dan juga dengan jengkel.
  7. Jangan pernah melamun dalam bermeditasi, menangisi atau memikirkan yang telah berlalu atau berangan-angan akan masa depan. Jika mulai merasa pikiran melayang tarik nafas untuk merasakan badan dari dalam.
  8. Jika nafas mulai terasa berat ambil jeda. Rasakan nafas terlebih dahulu lalu merasakan tubuh.
  9. Setelah tiga puluh menit berlalu akhiri meditasi dan ucapkan dalam hati “aku ingin sembuh” sebanyak tiga kali.
  10. Secara bertahap lanjutkan porsi meditasi hingga durasi 45 menit.

Titiek Puspa Sembuh dari Kanker dengan Bermeditasi

Meditasi untuk penyembuhan kanker bukan bualan semata. Salah satu artis senior Indonesia serba bisa, Titiek Puspa berbagi pengalamannya terbebas dari penyakit kanker dengan rajin melakukan meditasi. Ketika pertama kali divonis dokter bahwa ia mengidap penyakit kanker dia tidak terlampau kaget. Dari riwayat keluarganya Titiek berpotensi menderita kanker sebab ayah dan kakak kandungnya adalah para pengidap kanker.

Hal pertama yang terpikir oleh Titiek Puspa ketika menerima vonis ini adalah belajar untuk tidak mengeluh dan berusaha bersikap positif. Ia berusaha mengimplentasikan tindakan positif agar ia juga mendapatkan feedback positif dari alam. Segala sesuatu yang dikerjakan sepenuh jiwa, tenaga dan senantiasa berpikir positif maka akan mendapatkan dukungan dari alam sepenuhnya.

Berbagai metode untuk penyembuhan ia upayakan, namun Titiek merasa bahwa program penyembuhannya banyak terbantu oleh latihan meditasi. Titiek tertarik untuk bermeditasi ketika ia mendengar kabar dan menyaksikan teman sang anak Petty Tunjungsari sembuh dari lumpuh yang ia derita dengan rajin bermeditasi sebagai metode terbaiknya. Sebelumnya teman Petty nyaris putus asa karena dokter memvonisnya lumpuh selamanya.

Titiek Puspa melakukan meditasi untuk penyembuhan secara bertahap, yaitu setiap hari dua tahap. Siang selama dua kam dan malam hari selama tiga jam. Di malam hari meditasi dilaksanakan setelah jam enam sore. Latihan meditasi yang ia jalani mengutamakan latihan pernafasan kemudian lidah ditekuk ke atas. Selanjutnya Titiek duduk bersila sambil memejamkan mata. Ia tidak bergerak dan tidak bersandar. Latihan pernafasannya pun dilakukan secara teratur, setelah menarik nafas maka ketika menghembuskan nafas tidak boleh terdengar oleh telinganya sendiri.

Dengan latihan meditasi selama delapan dari tiga belas kali porsi latihan Titiek merasa kondisinya lebih baik. Sakit perut yang sering ia rasakan ketika dalam posisi menunduk sudah tak lagi muncul. Ia juga tidak lagi membutuhkan obat pencahar untuk memperlancar buang air besar. Penglihatannya yang sempat buram pun kembali normal.

Titiek juga berbagi tips untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari kanker. Titiek tidak lagi mengonsumsi daging merah dan seafood. Ia juga menyarankan agar tidak merokok atau mengonsumsi alkohol serta mengurangi kadar lemak dalam makanan. Akan lebih baik mengonsumsi makanan berserat berupa buah dan sayur-sayuran terutama yang mengandung Vitamin A dan C.

Makanan mengandung pengawet dan diawetkan atau diolah dengan cara diasap, dipanggang atau dibakar lebih baik dihindari. Dan tak kalah penting adalah menerapkan pola hidup seimbang artinya tubuh tidak boleh diforsir hingga kecapekan, bekerja dan istirahat harus seimbang dilakukan. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Pola Makan Sehat

Manfaat Yoga untuk Kanker

Manfaat Yoga untuk Kanker Bisa Kembalikan Harapan Hidup

manfaat-yoga-untuk-kankerBeberapa tahun belakangan ini yoga telah menjadi salah satu olah raga favorit di Indonesia. Yoga menjadi tren sebab gerakannya mudah diikuti, tidak memerlukan modal khusus dan fleksibel karena bisa dilakukan di mana saja. Menurut penelitian para ahli yoga diyakini mampu mengurangi stres dan kecemasan, menurunkan detak jantung yang berlebihan serta menurunkan tekanan darah.

Gerakan yoga melatih posisi tubuh untuk bersikap lebih baik. Yoga juga melatih kelenturan tubuh, kekuatan otot, dan rileksasi mental. Gerakan yoga pada umumnya melatih seluruh bagian tubuh mulai dari kaki hingga kepala. Survei yang diajukan sebuah lembaga kesehatan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa yoga memberikan banyak manfaat bagi responden yang melaksanakan yoga secara teratur.

Pada umumnya, mereka merasa lebih sehat, tidak mudah lelah dan terbebas dari insomnia. Sebagian besar responden mengaku merasa melakukan fungsi fisik lebih baik seperti kemampuan berjalan kaki hingga satu mil tanpa mudah merasa lelah, bisa naik turun tangga dengan nafas teratur dan mampu membawa beban berat seperti keranjang belanjaan.

Latihan Gerakan Yoga untuk Kanker

Manfaat senam yoga untuk kesehatan yang begitu besar mendorong sebuah lembaga pengobatan di Universitas Texas MD Anderson Cancer Center mengadakan penelitian terhadap gerakan yoga untuk kanker. Salah satu penelitiannya ditujukan pada beberapa wanita penderita kanker payudara. Sebanyak enam puluh dua wanita penderita kanker payudara ini disarankan rutin mengikuti kelas yoga minimal dua kali seminggu.

Pada minggu berikutnya diadakan survei terhadap mereka. Keenampuluh dua wanita penderita kanker payudara yang telah menyelesaikan pengobatan radiasi dan yoga secara rutin ini menjawab bahwa mereka merasa lebih sehat dan fungsi organ gerak tubuhnya terasa lebih baik. Para responden yang rata-rata berusia 50 tahun ini menyatakan bahwa mereka juga merasa lebih rileks, tidak merasa depresi dan cemas berlebihan.

Menderita kanker bukan berarti harus menghabiskan waktu dengan meratap dan menunggu vonis mati. Penderita kanker berhak dan sebaiknya mengisi hidup dengan keseharian seperti mereka yang tidak menderita penyakit. Menurut penelitian Harvard Medical Schoole Mental Health Letter gerakan-gerakan yoga terbukti mampu mengurangi berbagai keluhan yang biasa diderita para pasien kanker. Penelitian yang dilakukan Duke University menunjukkan hasil bahwa pasien kanker merasa lebih tenang, tidak mudah cemas, terhindar dari depresi dan tidak mengeluh insomnia.

Yoga ditinjau secara medis memberikan manfaat positif bagi pasien kanker baik ditinjau secara fisik maupun emosional. Beberapa manfaat yoga bagi pasien kanker adalah:

Meningkatkan mood pasien menjadi lebih baik

Gerakan yoga terbukti mampu meningkatkan suasana hati pasien menjadi lebih baik. Fakta ini diperoleh dari penelitian Universitas Texas MD Anderson Cancer Center dan Harvard Medical Schoole Mental Health Letter. Perbaikan mood pada pasien kanker yang rutin mengikuti latihan yoga timbul dari olah tubuh dari gerakan yoga yang menghasilkan hormon endorfin.

Hormon endorfin berpengaruh pada relaksasi pikiran dan menimbulkan mood positif. Gerakan yoga juga meningkatkan kadar asam gamma-aminobutyric, yaitu neurotransmitter otak yang berperan penting bagi pengaturan sistem saraf dan mampu mengelola suasana hati. Rutin mengikuti latihan yoga membuat para pasien kanker teralih perhatiannya dari penyakit yang diderita. Ia merasa hidupnya lebih berwarna, bertemu kenalan baru, dan merasa mendapat dukungan yang berarti.

Mengurangi kegelisahan, menghindarkan diri dari depresi, dan ketakutan

Keluhan yang dialami penderita kanker tidak hanya tentang rasa sakit secara fisik tetapi juga psikis mereka. Bayang-bayang kematian, kesakitan ketika menjalani pengobatan menjadi penyebab utama depresi. Yoga membantu mengurangi depresi melalui gerakan-gerakan tubuh yang dilakukan secara rutin. Salah satu gerakan inti pada yoga adalah latihan pernapasan.

Pernapasan yang teratur terbukti memengaruhi fungsi imunitas tubuh dan memperbaiki ketidakseimbangan sistem saraf otonom. Gangguan psikologis dan stres berkurang dengan latihan yoga yang teratur. Latihan pernapasan pada yoga mampu membuat penderita kanker merasa lebih rileks sehingga hilang segala ketakutan dan kecemasan.

Penelitian mengenai fenomena terapi yoga pernah dilakukan seorang wanita survivor kanker ovarium bernama Siera Campbell. Dalam sebuah kesempatan wawancara ia menyatakan bahwa latihan yoga secara teratur terbukti mengurangi stres dan mengatur siklus tidurnya lebih baik.

Membantu mengurangi nyeri pada tubuh

Gerakan yoga fleksibel dan bisa dilakukan penderita kanker secara bebas. Yoga bukan jenis olahraga berat dan gerakannya cukup pelan. Gerakan yoga ini membantu meningkatkan sirkulasi darah, mengendurkan ketegangan otot, dan mempercepat proses pemulihan rasa sakit.

Meningkatkan semangat

Aktif mengikuti yoga memberikan semangat pada para penderita kanker. Mereka merasa lebih bersemangat ketika bersosialisasi, bertemu sekelompok orang, dan mendapat suntikan semangat baru. Semangat semakin membara ketika mereka bertemu sesama penderita kanker yang juga aktif berlatih yoga dan berkuang melawan kanker.

Nah itulah ulasan manfaat yoga untuk kanker. Semoga bermanfaat dan tetap semangat menjalani kehidupan,meski dengan kanker di dalam tubuh.

Baca artikel lain mengenai Pola Makan Sehat

Kanker Payudara pada Pria

Kanker Payudara pada Pria bisa Terjadi, Bukan Hanya pada Wanita Lho!

kanker-payudara-pada-priaKanker adalah penyakit yang menjadi momok di dunia kesehatan. Pengobatan terhadap penyakit kanker tidak apat dipastikan 100 pesen keberhasilannya apalagi jika kanker telah memasuki stadium akhir. Beragam jenis kanker berpotensi membahayakan keselamatan penderitanya. Hampir setiap organ tubuh rawan terkena penyakit kanker termasuk payudara.

Kanker payudara identik dengan wanita. Namun tidak menutup terjadi kanker payudara pada pria. Meskipun jarang terjadi para lelaki harus waspada terhadap gejala-gejalanya. Kasus kanker payudara pada pria di Indonesia ditemukan dengan skala 100:1. Pada dasarnya, pria memiliki jaringan organ payudara yang sama dengan payudara wanita.

Bedanya payudara pada wanita terus berkembang hingga masa tertentu karena pengaruh hormon estrogen dalam kadar tinggi. Sedangkan payudara para pria tidak berkembang karena pria hanya memiliki kadar estrogen dalam jumlah kecil. Hormon estrogen inilah yang juga berperan dan menjadi pemicu dalan kasus terjadinya kanker pada payudara. Oleh karena itu, meski kecil kemungkinannya, tetapi pria tetap berpotensi menderita kanker payudara.

Bagaimana Gejala Kanker Payudara pada Pria?

Gejala kanker payudara terhadap pria yang patut diwaspadai di fase awal adalah munculnya benjolan di bagian dada. Dr Charles Shapiro MD, direktur Breast Medical Oncology dari Ohio State University Colombus mengemukakan bahwa gejala awal kanker payudara pada pria adalah munculnya tonjolan atau benjolan di sekitar puting baik disertai rasa sakit maupun tidak. Dr.Charles Shapiro, MD menyatakan bahwa benjolan sebagai gejala awal kanker payudara pada pria lebih mudah dideteksi dibandingkan pada wanita. Hal ini disebabkan karena jaringan lemak pada payudara pria lebih sedikit dibandingkan pada para wanita.

Gejala lain dari kanker payudara pada pria adalah muncul pembengkakan di bagian belakang puting tanpa rasa sakit, keluar cairan dari puting dan muncul pembengkakan atau benjolan pada ketiak. Sebagian besar pria didiagnosa menderita kanker payudara pada usia lanjut usia, yaitu lebih dari 65 tahun. Tetapi tidak menutup kemungkinan kanker payudara bisa terjadi para pria muda. Setiap benjolan, pembengkakan di bagian dada dan cairan yang keluar dari puting harus diperiksakan sesegera mungkin.

Pemicu dan Penyebab Kanker Payudara Pria

Penyebab kanker payudara pada pria tidak diketahui secara pasti. Namun menurut pengamatan para dokter dan ilmuwan yang terkait beberapa pria dengan bawaan genetis tertentu memiliki risiko lebih tinggi menderita kanker payudara daripada pria lainnya. Faktor utama yang meningkatkan risiko dan potensi terjadinya kanker payudara pada pria adalah adanya mutasi gen yang diwariskan pada gen BRCA1 dan BRCA2 serta adanya kelainan genetik yang mengakibatkan terdapatnya kromosom extra dan disebut sindrom Klinefleter.

Selain faktor utama tersebut kanker payudara pada pria bisa terjadi karena dipicu beberapa faktor. Adapun faktor tersebut antara lain adanya riwayat penyakit yang terjadi pada organ payudara, munculnya kelainan payudara membesar pada pria yang disebut gynecomastia serta gaya hidup kurang sehat seperti mengkonsumsi alkohol dan obesitas.

Ketika menemukan gejala awal kanker payudara pada pria maka hendaknya segera berupaya mendapatkan bantuan medis. Dokter mungkin akan menyarankan dilakukan biopsi, yaitu pengambilan sebagian cairan atua jaringan. Umumnya tidak ada pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kanket payudara sehingga kanker ini baru dideteksi ketika telah menyebar ke daerah dan organ tubuh yang lain.

Pengobatan Kanker Payudara yang Dialami Pria

Pengobatan kanker payudara pada pria dilakukan sama seperti pengobatan kanker pada wanita. Langkah medis yang dilakukan adalah dengan terapi hormon, terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi target. Kemoterapi biasanya dilakukan setelah tindakan operasi untuk menekan risiko kemungkinan munculnya kembali sel-sel kanker pada bagian tubuh yang lain.

Terapi hormon dapat dilakukan jika sel kanker tersebut bertype sel yang sensitif terhadap hormon tertentu. Hal tersebut ditandai dengan adanya reseptor estrogen atau progesteron. Maka dari itu, pengobatannya dilakukan dengan memberikan obat penghalang hormon, yaitu tamoxifen.

Kemoterapi dan terapi hormon biasanya memberikan hasil yang cukup signifikan pada pengobatan kanker payudara yang diderita pria. Seperti halnya pengobatan pada kanker payudara wanita. Pengobatan utama pada kanker payudara pria adalah tindakan operasi. Tindakan operasi ini disebut mastektomi total.

Operasi ini merupakan tindakan mengangkat seluruh jaringan payudara dan dilanjutkan dengan biopsi kelenjar getah bening sentinel. Dokter biasanya tidak menyarankan operasi konservasi payudara atau lumpektomi sebab pria mayoritas tidak memiliki jaringan payudara sebesar jaringan payudara pada wanita.

Jika wanita mengenal tindakan SADARI–Periksa Payudara Sendiri untuk mengantisipasi dan mendeteksi gejala kanker payudara sejak dini maka pria sebaiknya mewaspadai setiap perubahan yang terjadi pada organ tubuhnya. Kanker payudara akan lebih mudah diatasi jika dideteksi sejak dini. Bergaya hidup sehat, menghindari minuman beralkohol, mengurangi konsumsi junk food, memperbanyak makanan berserat, serta buah dan sayur membantu mengurangi risiko menderita kanker. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Pola Makan Sehat

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor