Gejala Kanker Tenggorokan

Gejala Kanker Tenggorokan dan Tips Mencegahnya

Gejala kanker tenggorokanKanker tenggorokan adalah keganasan yang dapat berkembang dalam setiap bagian dari laring. Laring yang terdiri dari campuran kompleks dari otot dan tulang rawan. Terletak di bagian atas trakea dan esofagus. Peran laring sangat besar, karena terlibat dalam proses vital seperti pernapasan, berbicara dan menelan.

Kanker tenggorokan dikenal sebagai tumor yang tumbuh dan berkembang di dalam tenggorokan, sekitar faring, laring, atau tonsil dan pada stadium awal kanker tenggorokan adalah penyakit benar-benar dapat disembuhkan, kanker ini sering mempengaruhi ketidaknyamanan di bagian tenggorokan, lidah, tonsil, faring, kerongkongan dan sinus.

Pemicu utama sebagian besar kanker tenggorokan, yakni merokok dan penyalahgunaan alkohol dan kekurangan vitamin.

Selain itu, kanker tenggorokan adalah salah satu dari dua puluh kanker dengan tingkat keganasan yang paling umum di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan morbiditas terkait dengan fakta bahwa semakin banyak orang berhenti merokok. Namun, banyak orang masih mendapatkan kanker tenggorokan di bukan cuma karena rokok tapi lingkungan luar dan polah gaya hidup yang buruk.

Pada tahap awal kanker tenggorokan sulit dideteksi. Salah satu gejala pertama adalah perubahan dalam suara dan sakit tenggorokan. Suara serak berhubungan terutama dengan lesi tumor pita suara. Hal ini karena ada benjolan menutupi pita suara, karena kanker adalah penghalang mekanik langsung.

Merokok Sebagai Salah Satu Penyebab Kanker Tenggorokan

Orang yang merokok selama 20 tahun 40 batang per hari, penyakit kanker tenggorokan dan paru-paru 40-50 kali lebih sering daripada mereka yang merokok sedikitnya 10 batang per hari termasuk perokok pasif.

Selain itu, diketahui bahwa sensitivitas wanita terhadap senyawa karsinogen nikotin adalah dua kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki sehingga mereka lebih mudah mengembangkan resiko kanker tenggorokan dan kanker jenis lainnya.

Tapi bukan berarti rokok sebagai satu-satunya penyebab kanker laring dan faring untuk terjadinya kanker di rongga mulut, faring dan laring ada kebiasaan buruk lain yang berkontribusi, yakni penyalahgunaan alkohol.

Namun, penyakit kanker tenggorokan tidak hanya menyerang perokok saja. Mereka dalam kategori ini juga dapat mengembangkan kanker tenggorokan, yakni mereka yang sangat sering mengkonsumsi daging asin dan mereka yang tinggal di kota-kota industri di mana udara jenuh (suatu kondisi di mana udara tidak lagi mampu menampung uap air) dengan batubara atau debu asbes serta polusi kendaraan.

Tanda-Tanda Pertama Yang Merupakan Gejala Kanker Tenggorokan

Penyakit berbahaya ini ada gejala awal tapi terlalu samar dan biasanya baru bisa terdiagnosis dengan benar pada stadium sudah lanjut.

Gejala pertama dari kanker tenggorokan menyerupai pilek atau alergi, sehingga jenis kanker ini sulit untuk mengenalinya pada tahap awal penyakit. Jika Anda memiliki masalah ini terus-menerus dengan alergi, sinusitis dan serak tenggorokan, segera hubungi dokter spesialis onkolog untuk check-up kesehatannya.

Adapun tanda-tanda umum dari gejala kanker tenggorokan:

  1. Sakit tenggorokan
  2. Batuk
  3. Rasa sakit atau kesulitan menelan
  4. Kehilangan suara
  5. Perubahan suara
  6. Penurunan berat badan
  7. Sakit telinga
  8. Ada benjolan di bagian belakang mulut, tenggorokan atau leher
  9. Suara serak dan kesulitan bernapas
  10. Perdarahan dari dahak.

Beberapa Penyebab Kanker Tenggorokan

Pada tahap awal dari penyakit di leher ini mungkin muncul sisik putih atau luka kecil. Namun 80% dalam kasus tahap pertama dari gejala penyakit tersebut.

Penyebab pasti dari kanker tenggorokan tidak diketahui, tetapi para ilmuwan mengidentifikasi beberapa faktor sebagai pemicu utama, sebaai berikut ini:

  1. Merokok
  2. Konsumsi alkohol secara berlebihan
  3. Terinfeksi Human papillomavirus
  4. Terinfeksi penyakit menular nasofaring
  5. Lingkungan tercemar
  6. Mengunyah tembakau
  7. Mengkonsumsi alkohol dengan cara berlebihan
  8. Kurang vitamin
  9. Malas menjaga kebersihan mulut

Sebelum didiagnosa menderita kanker tenggorokan, dokter akan menerapkan serangkaian tes diagnostik seperti endoskopi (tes ini dilakukan di ruang operasi dengan anestesi umum untuk menentukan sejauh mana perkembangan tumor tersebut).

Tahapan Kanker Tenggorokan

Tahap pertama – Tidak ada gangguan, tetapi kanker telah mempengaruhi seluruh tenggorokan atau nasofaring.

Tahap kedua – Tumor telah menyebar sebagian tenggorokan dan nasofaring

Tahap ketiga – Tumor telah terbentuk dan mempengaruhi jaringan menjadi ganas yang ditandai dengan bertambahnya ukuran sel disertai dengan penyebarannya ke organ tubuh lainnya

Tahap keempat – Kanker belum mencapai kelenjar getah bening dan pada organ yang berbeda lainnya.

Pengobatan Kanker Tenggorokan

Pilihan pengobatan untuk kanker tenggorokan tergantung pada tahapan penyakit. Ada tiga jenis pengobatannya, yakni operasi, kemoterapi dan radioterapi.

Dalam kebanyakan kasus, pengobatan kanker tenggorokan dimulai dengan kemoterapi atau terapi radiasi, atau kombinasi keduanya. Ketika waktu memulai pengobatan memiliki hasil yang baik. Pada tahap awal kanker tenggorokan tingkat kesembuhan bisa mencapai 85-95 persen setelah kemoterapi dan radioterapi.

Selanjutnya pengobatan tingkat keparahan kanker tenggorokan, yaitu hasil pengobatan tergantung pada kecepatan proses perkembangan kanker yang berada di area tertentu dari bagian tenggorokan. Semakin kecil tumor, semakin baik hasilnya. Pengobatan terbaik dari kanker ini, yakni radioterapi kanker dari pita suara, dan yang paling sulit adalah tumor di bagian atas. Praktis menghalangi neoplasma dampak paling konservatif di bagian bawah.

Selain itu, jika tumor dalam ukuran kecil dan hanya terlokalisasi, maka operasi adalah salah satunya yang dapat dilakukan sebagai pengobatan kanker tenggorokan.

Tetapi jika tumor terdeteksi pada stadium lanjut dan menyebar, atau berada di tempat yang salah sulit untuk menghapusnya, maka operasi tidak dianjurkan dan tidak ada jaminan hasil positif. Hal ini dapat mempengaruhi keadaan mulut, rahang atau pita suara.

Bila pasien menjalani operasi tumor stadium ini, mereka kemungkinan akan kehilangan suaranya atau tidak bisa mengunyah dan menelan makanan sama sekali. Dalam kasus yang lebih berat, mungkin perlu untuk menggunakan pipa untuk memungkinkan pasien untuk makan dan bernapas. Dan ahli Onkologi berusaha untuk sepenuhnya membantu pasien hidup normal.

Sebelum pasien yang akan menjalani kemoterapi hal yang paling penting untuk diperhatikan, yakni mempertahankan tingkat hemoglobin bila rendah, pasein harus mengambil langkah-langkah untuk memperbaikinya. Cara alami yang sangat efektif untuk meningkatkan hemoglobin adalah konsumsi jus dari chokeberry.

Pasein yang menjalani kemoterapi akan dihadapan dengan masalah mual, muntah, mulut kering, yang biasanya menyebabkan hilangnya nafsu makan dan vitalitas. Pasien dengan kanker tenggorokan, faring dan mulut sering mengeluh kesulitan dalam menelan makanan dan air dan kadang-kadang menelan hampir tidak mungkin.

Pasien yang terdeteksi dini dengan gejala kanker tenggorokan dalam lima tahun pertama ada kemungkinan mereka mencapai tingkat penyembuhan untuk tahap nol sekitar 96-100%, tahap pertama mencapai 70-80%, tahap kedua mencapai 60%, dan tahap keempat hingga 25%.

Cara Efektif Mencegah Kanker Tenggorokan

  1. Stop Merokok, Ini adalah salah satu kebiasaan paling buruk yang sudah diketahui sebagai penyebab utama kanker tenggorokan dengan resiko tinggi.
  2. Stop meminum alkohol, penyalahgunaan alkohol secara berlebihan di percaya oleh ilmuwan medis sebagai pemicu kanker, selain rokok.
  3. Rutin mengkonsumsi buah dan sayuran, vitamin dan antioksidan yang terkandung dalam buah-buahan dan sayuran memiliki peran penting untuk menguatkan kekebalan tubuh dalam melawan kanker, seperti kanker tenggorokan.
  4. Hindari konsumsi ikan asin secara berlebihan dan daging yang di panggang
  5. Menjaga kebersihan mulut.
  6. Memakai masker ketika berada di lingkungan kerja dengan polusi udara tercemar.
  7. Selain itu, jauhkan diri Anda dari infeksi HPV dengan tidak melakukan hubungan seksual dengan ganti-ganti pasangan seks, salah satu faktor yang turut memicu timbulnya kanker tenggorokan adalah infeksi menular seksual (HPV).
  8. Rajin minum air yang banyak
  9. Menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga.
  10. Tidur yang cukup dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dari infeksi penyakit seperti kanker tenggorokan.

Baca artikel lain mengenai Mengatasi Rasa Mual

Tips Hidup Sehat

Tips Hidup Sehat Untuk Mencegah Resiko Penyakit Kanker

tips hidup sehat

Kanker memang sulit disembuhkan dan sebagai penyakit paling mematikan di dunia, namun, sebanyak 43 persen penyakit ini dapat dicegah dengan hanya menjalankan pola hidup sehat.

Penyakit kanker memang dapat dicegah, banyak penelitian telah menyimpulkan bahwa kebanyakan kasus kanker dapat dicegah dengan hanya menyingkirkan pola gaya hidup buruk sebagai penyebab kanker dari sakit salah salah jenis kanker berbahaya dan mematikan.

Mengubah Pola Gaya Hidup Sehat Untuk Mengurangi Resiko Kanker

Menghindari kebiasaan makan buruk, kerja keras, stres, dan kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung dan jenis kanker, seperti kanker payudara.

Selain itu, menghindari asap rokok, olahraga teratur, diet sehat dengan kalori yang seimbang, tidur yang cukup dan menghindari stres serta berpikir positif akan mendukung hidup sehat.

Menghindari Hirup Udara Tercemar Dapat Mengurangi Resiko Kanker

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa selain gaya hidup yang buruk sebagai penyebab kanker, polusi udara diketahui sebagai pemicu pertumbuhan kanker yang tak terduga, orang yang menghirup asap knalpot mobil, pembangkit listrik, emisi dari pertanian dan industri, serta pemanasan di rumah-rumah penduduk setiap hari resiko sakit kanker.

Sejalan dengan WHO, badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menggolongkan polusi udara dalam kategori yang sama seperti asap tembakau, radiasi UV, dan plutonium. Lembaga itu mengatakan polusi udara telah diketahui penyebab penyakit jantung dan paru-paru, tapi bukti yang sekarang muncul menunjukkan bahwa polusi juga memicu kanker.

Studi baru kontras dengan yang lain, yang hasilnya dipublikasikan tahun lalu. Mereka berpendapat bahwa hanya sepertiga dari risiko kanker dapat dikurangi dengan perubahan gaya hidup sehat, sedangkan sisanya adalah mengalami “nasib buruk”.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa meskipun alasan genetik dan lainnya memiliki peran dalam banyak kasus kanker disebabkan mutasi sel acak yang tidak dapat dihindari.

Para penulis dari studi baru tersebut mengatakan bahwa meskipun keberuntungan dan variasi acak memainkan peran penting dalam penyakit kanker, tindakan perubahan untuk mengurangi kemungkinan tersebut akan efektif.

Ketika datang ke pola hidup sehat, ilmuwan menganjur setiap orang untuk minum lebih banyak air dalam sehari, yang paling ideal 6 gelas bisa ditambah tergantung tingkat aktivitas sebab air memiliki peran penting dalam mengeluarkan racun yang berlebihan dalam tubuh.

Peneliti dari Washington University di St Louis menyimpulkan bahwa penyakit kanker dapat dicegah walaupun dalam prakteknya kebanyakan kasus kanker dapat dicegah sampai 80-90 persen, kanker yang berhubungan dengan rokok, seperti kanker paru-paru dan kanker orofaringeal, dan 60 persen dari kanker karena gaya hidup terkait, seperti kanker kolorektal dan kanker kandung kemih.

Tahukah Anda Tentang Kanker Orofaringeal

Adalah salah satu jenis kanker yang membentuk dalam jaringan orofaring (bagian dari tenggorokan belakang mulut, termasuk langit-langit lunak, basis lidah, dan amandel) akibat menjalani kebiasaan buruk seperti merokok.

Gejala kanker orofaringeal

Jenis kanker ini memiliki gejala-gejala, sepertiL

  1. Nyeri tenggorok menetap
  2. Batuk,
  3. Nyeri atau kesulitan sewaktu menelan
  4. Mengalami perubahan suara
  5. Berat badan menurun
  6. Nyeri pada telinga atau di leher, atau bagian elakang tenggorok atau mulut.

Cara Jitu Mencegah Kanker Dengan Menerapkan Pola Gaya Hidup Sehat

Seperti sudah disebutkan sebagian diatas, menerapkan pola gaya hidup sehat dan menghindari polusi udara, Anda memiliki peluang resiko bebas dari sakit salah satu jenis kanker paling mematikan. Mencegah kanker sejak dini adalah salah satu langkah yang tepat daripada mengobati.

Kita tahu bahwa dari penyakit yang mengerikan ini, setiap hari merenggut nyawa penduduk Bumi terutama di negara-negara berkembang. Itulah sebabnya sekarang banyak negara maju menghabiskan bagian terbesar dari anggaran mereka untuk mencari obat penyakit mematikan ini.

Sementara itu, dokter mengatakan bahwa dalam hal menginformasikan kepada masyarakat tentang bagaimana mencegah kanker baru sedikit dilakukan dan sebagian orang menjadi tidak berdaya terhadap penyakit mematikan ini, akibat keterbatasan biaya berobat dan pengetahuan, dan satu-satunya hal yang dapat dilakukan, yakni berdoa.

Spesialis dari American Cancer Society dengan penuh tanggung jawab mengatakan bahwa “Sebagian besar kematian akibat kanker dari manusia itu sendiri yang dapat dicegah dengan hanya berhenti merokok, melacak berat badan Anda sendiri dalam rangka membangun diet yang tepat, gaya hidup sehat dan menjalani tes skrining rutin.”

Selain merokok, menghindari polusi udara, rutin olahraga dan minum banyak air, makan seimbang, menghindari alkohol dan zat berbahaya, hal lain yang perlu diperhatikan juga, yakni menghindari makanan yang terbuat dari zat pewarna, makanan yang diasap atau dipanggang mengandung zat karsinogenik sebagai pemicu kanker sebab bagian yang hitam atau gosong pada daging tersebut, mengandung arang sisa dari pembakaran yang tidak dapat diolah oleh tubuh dengan baik sebagai pemicu jenis kanker, seperti kanker serviks.

Mencegah Penggunaan Rutin Kosmetik

Sebagai wanita perlu memahami bahwa ada bahaya dari penggunan rutin kosmetik yang diterapkan pada permukaan kulit, tubuh bisa dihadapkan dengan masalah yang jauh lebih serius daripada mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.

Faktanya adalah bahwa sebelum makanan memasuki keseluruh aliran darah, ia harus melewati hati untuk membersihkan racun tapi tidak untuk kosmetik, dia pergi langsung ke dalam aliran darah tanpa penyaringan.

Ada beberapa zat berbahaya yang terkandung dalam komestik, seperti paraben, ftalat, hydroquinone, formalin dan komponen lainnya secara signifikan dapat mempengaruhi kesehatan dan berkontribusi pada penguatan sel-sel kanker sebagai penyakit paling mematikan yang masuk ke urutan nomor dua, yakni kanker serviks setelah kanker payudara.

Menghindari Pernikahan Dini

Sebagai remaja dengan usia di bawah 18 tahun harus menyadari bahwa kondisi alat reproduksi wanita masih belum matang. Pada usia itu resiko terjadinya kanker serviks lebih tinggi dibanding jika menikah dengan usia di atas 21 tahun, jadi jangan maksakan diri Anda untuk menikah di usia tersebut.

Selain itu, Anda jangan mencoba-coba melakukan hubungan intim diluar nikah dan apalagi berganti-ganti pasangan dalam hubungan seks sebab prilaku tersebut sudah ketahui sebagai penyebab timbulnya paling mematikan nomor dua di dunia, yakni kanker serviks. Dan sebagai orang tua disarankan untuk tidak menikahkan anak perempuannya pada usia dibawah 21 tahun sebab di usia tersebut mereka belum siap secara fisik dan mental.

Yang perlu diketahui bahwa wanita di usia 18 tahun, bila di lihat dari segi medis terutama kondisi fisik ternyata belum siap untuk hamil karena masalah rongga panggul dan belum matangnya organ reproduksi mereka. Hal inilah sebagai penyebab perempuan yang menikah di usia muda berisiko terhadap berbagai penyakit mengerikan, seperti kanker serviks, kanker payudara, mioma dan kanker rahim serta kematian akibat melahirkan.

Data menunjukkan bahwa dari segi kesehatan, pasangan usia muda dapat berpengaruh pada tingginya angka kematian ibu yang melahirkan, kematian bayi serta berpengaruh pada rendahnya derajat kesehatan ibu dan anak.

Menurut ilmu kesehatan, bahwa usia yang kecil resikonya dalam melahirkan adalah antara usia 20-35 tahun, artinya melahirkan pada usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun mengandung resiko tinggi. Ibu hamil usia 20 tahun ke bawah sering mengalami prematuritas (lahir sebelum waktunya) besar kemungkinan cacat bawaan, fisik maupun mental , kebutaan dan ketulian.

Baca artikel lain mengenai Efek Samping Radioterapi

Penyakit Kanker Serviks

Mengenal Dan Mecegah Penyakit Kanker Serviks Sejak Dini

Penyakit Kanker ServiksKita semua tahu bahwa kanker pada umumnya adalah penyakit fatal dan mayoritas kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus yang berkembang menjadi sel khusus yang terletak disitus serviks, yakni antara vagina dan rahim.

Berdasarkan data WHO bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker nomor 2 (dua) yang paling sering menyerang perempuan yang berada di negara-negara berkembang seperti Indonesia, setelah kanker payudara. Tahun 2012, ada sekitar 20.928 wanita Indonesia yang tedeteksi kanker tersebut dan 9.498 diantaranya meninggal dunia.

Kasus kanker serviks di negara-negara berkembang seperti Indonesia memang sangat tinggi dan menyebabkan kematian setiap hari tapi itu tidak bagi di negara-negara maju, perempuan disana tidak lagi meninggal akibat kanker tersebut, itu terjadi berkat kemajuan medis yang cukup memadai di negara tersebut.

Mengenal Human Papillomavirus (HPV) Penyebab Penyakit Kanker Serviks

Infeksi Virus papiloma manusia atau human papillomavirus di singkat HPV adalah penyakit infeksi menular seksual (IMS).

Human papillomavirus bersama dengan polyomavirus diklasifikasikan dalam keluarga Papovaviridae. Ini adalah virus DNA yang mempengaruhi sel-sel epitel datar dan metaplastic (bentuk yang jarang dari kanker payudara). Dan ada lebih dari 200 genotipe HPV yang berbeda dan lebih dari 50% dapat mempengaruhi saluran genital pada manusia.

Saat ini diyakini bahwa infeksi Human Papillomavirus adalah penyakit seksual menular yang paling umum di dunia, diklaim bahwa virus tersebut telah menginfeksi lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia dan lebih dari 60% dari populasi wanita memiliki infeksi ini, dalam banyak kasus, itu adalah sementara.

Salah Satu penelitian menemukan HPV pada 77% wanita positif HIV. HPV menular dengan mudah melalui kontak seksual. HPV lebih berdampak terhadap wanita yang aktif melakukan hubungan seksual pada usia dini serta menjalani pola hidup buruk, seperti merokok sebagai faktor yang paling umum untuk sakit kanker serviks.

Pada umumnya penyebab kanker serviks adalah pengembangan dari sel-sel abnormal pada lapisan permukaan serviks yang dikenal sebagai displasia serviks, ketika dysplasia serviks tidak diobati dengan benar, dapat tumbuh tumor dan menyebar ke jaringan yang lebih dalam dari leher rahim.

Pengobatan infeksi virus papiloma manusia (HPV) bukanlah tugas yang mudah, meskipun saat ini ada vaksin yang berbeda, pengobatan dengan pemberian obat, menggunakan metode fisik atau bedah untuk penghancuran lesi yang disebabkan oleh virus masih terus diupayakan.

Mengenal Displasia Serviks

Displasia Serviks adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang abnormal yang melapisi permukaan serviks. Wanita sakit kanker tersebut dihubungkan dengan infeksi human papiloma virus dan umumnya kasus ini terjadi pada perempuan yang melakukan hubungan seksual pada usia dini atau kurang dari 18 tahun, dan sering bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan seksual, merokok dam faktor risiko lain, seperti konsumsi obat-obatan tertentu dan terlarang yang menekan sistem kekebalan tubuh.

Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kutil atau pertumbuhan sel yang tidak normal di daerah kelamin dalam atau di sekitar leher rahim atau dubur.

Gejala Seorang Wanita Menderita Kanker Serviks

  1. Pendarahan abnormal vagina setelah berhubungan seksual
  2. Keputihan dengan bau yang tidak menyenangkan,
  3. Merasa nyeri saat melakukan hubungan seksual, nyeri panggul atau pinggang dan lain-lain.

Tingkatan Kanker Serviks

Stadium 1, kanker serviks pada tingkatan ini tidak bisa menjalani operasi dan pasien hanya bisa diobati dengan metode radikal histerektomi atau radioterapi.

Selain itu. pasien harus menyadari bahwa tidak ada istilah sembuh melainkan five-year survival rate (FYSR) atau kemungkinan lima tahun bertahan. Dan peluang sembuh 80 sampai 99 persen.

Stadium 2, kanker pada tingkatan ini, yakni sel kanker telah menjalar ke mulut rahim, namun belum menyentuh parametrium (jaringan renggang di sekitar uterus). Selain itu, pasien mungkin belum merasakan efek sakit saat sel-sel kanker merangsek masuk ke parametrium.

Pasein dengan kanker tingkatan ini akan mengalami masalah pegal-pegal dan tidak enak di perut. Gejala yang bisa ditengarai, post-coital bleeding (pendarahan setelah berhubungan intim). Kalau tumor sudah membesar, bisa pendarahan sendiri saat berjalan. Peluang sembuh 60 sampai 90 persen.

Stadium 3, pasien mulai kesulitan saat akan buang air kecil sebab ginjalnya telah membesar dan menghalangi aliran urine. Peluang sembuh 30 sampai 50 persen.

Stadium 4, kanker serviks telah menyebar ke kandung kemih, rectum atau yang lainnya. Pengobatan kanker stadium ini biasanya dilakukan dengan radioterapi dan kemoterapi dan dikombinasikan dengan obat. Peluang sembuh cuma 20%.

Pencegahan Kanker Serviks

Menjalani gaya hidup sehat adalah salah satu faktor terhindar dari beragam jenis kanker seperti kanker serviks.

  1. Olahraga Rutin

Sebuah penelitian sebelumnya menemukan fakta bahwa olahraga secara teratur dapat membantu seseorang wanita mengurangi risiko mengembangkan jenis-jenis kanker, seperti kanker usus besar, payudara, kanker ovarium, dan endometrium, termasuk mengendalikan angka kegemukan dan kecanduan merokok.

Selain itu, penelitian paling baru menemukan bahwa wanita yang rajin olahraga lebih mungkin untuk terhindar dari sakit kanker serviks.

  1. Menjaga kebersihan pakaian dalam

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim yang berada di antara vagina dan rahim. Penting bagi seorang wanita untuk menjaga kebersihan pakaian dalam dan organ intinya.

Selain pakaian dalam, seorang perempuan juga harus sering mengganti pembalut saat sedang menstruasi untuk menghindari tumpukan bakteri di sekitar vagina.

  1. Tidak melakukan kontak seksual

Baik wanita dan laki-laki yang sering melakukan seks bebas, adalah besar kemungkinan tertular penyakit mematikan, yakni AIDS. Selain itu, wanita melakukan kontak seksual dengan sering mengganti pasangan seks lebih mungkin memiliki peluang sakit kanker serviks.

Sebagai wanita masih usia dini, hindari melakukan kontak seksual karena aktivitas itu dapat menyebabkan kanker serviks.

  1. Berhenti Merokok

Merokok adalah pola gaya hidup buruk dan memang bukan penyebab utama kanker serviks. Tetapi merokok dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan imun tubuh kalah dalam melawan virus HPV sebagai penyebab kanker serviks.

Selain itu, zat yang bersifat karsinogenik pada sebatang rokok turut membantu pertumbuhan virus HPV menjadi lebih aktif.

  1. Hindari Mengkonsumsi makanan cepat saji

Makanan junk food atau makanan cepat saji sudah diketahui mengandung zat karsinogenik sebagai penyebab kanker. Selain itu, mengkonsumsi makanan, seperti daging yang di panggang atau bakar juga bisa menjadi penyebab sakit kanker serviks, sebab bagian yang hitam atau gosong pada daging tersebut, mengandung arang sisa pembakaran yang tidak bisa diolah oleh tubuh sebagai pemicu jenis kanker, seperti kanker serviks.

  1. Mengusir Stres

Gangguan psikologis diketahui sebagai sumber penyakit kanker dan tak ada bedanya dengan kebiasaan merokok, stres yang tidak diatasi dengan benar dapat menurunkan kekebalan sistem tubuh, sehingga sulit untuk melawan virus HPV.

Mengusir stres dapat dilakukan dengan kegiatan positif, seperti olahraga pagi dan sore secara teratur, mengunjungi tempat-tempat wisata, memancing dan aktivitas lainnya yang bersifat menyenangkan, dari semua aktivitas tersebut memiliki efek positif seperti menghilangkan masalah sebagai pemicu stres, memperbaiki suasan hati menjadi lebih baik, memperbaiki tekanan darah dan sebagainya.

  1. Diet sehat

Pekerjaan satu ini sering dilakoni oleh para wanita muda untuk mendapatkan ukuran tubuh proposianal atau langsing, tapi pekerjaan ini bisa fatal bagi kesehatan mereka jika dilakukan dengan cara yang salah.

Diet yang salah menyebabkan gangguan depresi dan kehilangan sistem kekebalan tubuh sebagai pemicu perkembangan kanker serviks.

Baca artikel lain mengenai Efek Samping Radioterapi

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor