Manfaat Ubi Ungu

Menguak Rahasia Manfaat Ubi Ungu yang Menakjubkan

Dahulu, ubi ungu (salah satu jenis ubi yang termasuk dalam golongan ubi jalar) dikenal sebagai salah satu sumber makanan pokok setelah beras, gandum, jagung, kentang, singkong, dan barley, yang bermanfaat sebagai penghasil energi dan penghalau rasa lapar. Namun kini, setelah berbagai penelitian di lakukan, manfaat ubi ungu meluas hingga teruji dapat mencegah dan membasmi kanker.

Ubi ungu untuk kanker memang bukan sebatas omong kosong belaka. Hal ini diperkuat dari hasil penelitian yang diadakan oleh Departemen Pertanian AS (USDA), yang menyatakan bahwa ubi ungu memiliki kandungan zat yang menakjubkan untuk memerangi sel-sel kanker. Kandungan tersebut mampu menyapu bersih sel kanker primer hingga sel kanker sekunder yang dikhawatirkan dapat menyusup ke segala organ.

Kandungan yang Terdapat dalam Ubi Ungu

Setelah manfaat ubi ungu untuk kanker terkuak, pemanfaatan bahan pokok yang satu ini bukan hanya sebatas pengisi perut semata. Para ahli gizi sepakat bahwa mengonsumi ubi ungu sebagai pengganti nasi jauh lebih baik dan menguntungkan untuk tubuh. Sebab, bila ditinjau dari segi kandungan komponen bioaktifnya, ubi ungu lebih kaya daripada nasi. Komponen bioaktif tersebutlah yang kemudian menyebabkan ubi ungu memiliki manfaat lebih, terutama untuk mengatasi masalah kanker.

Selain itu, ubi ungu mampu memberi manfaat sebagai antioksidan. Manfaat antioksidan hanya dapat diberikan oleh bahan-bahan yang di dalamnya terkandung komponen fenol dan flavonoid yang cukup tinggi. Ubi ungu memiliki keistimewaan itu. Dengan kandungan fenol dan flavonoid yang tinggi, ubi ungu juga berperan sebagi antiviral, antimutagenik, antimikroba, dan antibakteri. Antioksidan juga diperoleh dari kandungan zat warna alami (pigmen) yang terdapat pada ubi ungu. Tetapi, tidak sebesar kontribusi yang dapat diberikan oleh flavanoid dan fenol.

Kemampuan menangakal kanker yang dimiliki oleh ubi ungu juga tidak terlepas dari Iodine dan Selenium yang terdapat di dalamnya. Pada ubi ungu, jumlah kandungan iodine dan selenium mencapai 20x lipat lebih banyak daripada yang dimiliki umbi-umbi lain.

Di samping kaya akan komponen bioaktif, ubi ungu juga mengandung segenap nutrisi kompleks. Beberapa nutrisi yang dimaksud seperti Vitamin A, Vitamin C, zat besi, kalsium, lemak, serat kasar, fosfor, riboflavin, protein, kalsium, Vitamin C, dan Vitamin B. Terdapat pula senyawa antosianin dengan kestabilan yang sangat baik dibandingkan dengan sumber makanan atau jenis ubi lainnya. Semua nutrisi tersebut berkolaborasi sedemikian rupa hingga mencapai kekuatan maksimal untuk melawan berbagai jenis kanker.

Ubi Ungu Efektif untuk Mengatasi Kanker Payudara

Berdasarkan hasil penelitian para ilmuan yang tergabung dalam Fox Chase di Amerika Serikat, dinyatakan bahwa efektifitas ubi ungu dalam melawan kanker terlihat nyata pada pasien-pasien kanker payudara. Mengapa demikian?

Ternyata, efektivitas itu berasal dari adanya asam retionat yang terdapat di dalam ubi ungu. Asam retionat sendiri merupakan turunan dari vitamin A yang telah terbukti baik untuk menjaga kesehatan mata dan berperan sebagai antikanker. Asam retionat dapat menekan pertumbuhan sel-sel kanker, juga menahan laju perkembangannya dengan cara mencegah pembelahan sel-sel jahat. Dengan demikian, jumlah sel kanker yang ada tidak semakin banyak dan menjadi lebih mudah untuk dibasmi.

Efek Samping Ubi Ungu

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa mengonsumsi ubi jalar, termasuk juga ubi ungu, dapat menimbulkan masuk angin. Pendapat tersebut sama sekali tidak benar. Sebab, ubi ungu sangat aman dikonsumsi, baik untuk pria maupun wanita di segala usia. Tidak ada efek samping yang dapat memperburuk kondisi kesehatan penderita kanker, seperti yang ditimbulkan dari penggunaan obat.

Keadaan sebaliknya, mengonsumsi ubi ungu memberi manfaat besar untuk menunjang daya tahan tubuh. Sebab, kandungan zat besi mampu membuat fisik penderita kanker menjadi lebih kuat. Selain itu, membiasakan diri mengonsumsi ubi ungu setiap hari memperkecil terjadinya penimbunan lemak. Zat gula yang terdapat di dalamnya tidak sebesar yang dimiliki oleh nasi.

Cara Mengolah Ubi Ungu

Untuk memaksimalkan manfaat ubi ungu, pengolahannya harus dilakukan dengan benar. Sebaiknya hindari memasak ubi ungu melalui cara dipanggang atau digoreng. Sebab, suhu yang terlampau panas dapat me-nonatifkan fungsi betakaroten yang terdapat di dalamnya. Sebaiknya, masaklah ubi ungu dengan cara dikukus. Suhu yang dibutuhkan untuk mengukus tidak lebih besar daripada suhu yang dibutuhkan untuk menggoreng. Sebab, air yang digunakan untuk mengukus dapat menahan panas agar tidak lebih dari 100 derajat Celcius.

Selain dikukus dan dimakan begitu saja, ubi ungu juga bisa diolah dalam bentuk jus. Caranya:

  • Siapkan 100 gram ubi ungu yang telah dikupas, dikukus, dan dipotong kecil-kecil.
  • Tambahkan 250 ml air/susu cair dan 1 sdm madu. Lalu lumatkan dengan blender.
  • Minum jus ubi ungu ini sekurang-kurangnya 2x sehari.

Itulah manfaat ubi ungu untuk menumpas kanker. Semoga, semakin banyak jenis tanaman lain yang bisa dimanfaatkan dalam metode penyembuhan herbal khusus untuk penyakit kanker. Selamat membaca.

Baca artikel lain mengenai Khasiat Buah Nanas

Pengobatan Herbal Kanker Nasofaring

Pengobatan Herbal Kanker Nasofaring dengan Buah Bit

Kanker merupakan tergolong penyakit yang sulit sekali disembuhkan dan cepat berkembang. Penanganannya tidak sebentar. Penyakit ini bisa menyerang seluruh organ tubuh manusia, kecuali kuku dan rambut. Salah satu jenis kanker yang paling ditakuti adalah kanker nasofaring. Awalnya, sasaran terbesar kanker nasofaring adalah orang-orang dari ras mongoloid. Namun, kini kanker nasofaring menyasar pada siapa saja tanpa pandang bulu. Pengobatan medis maupun pengobatan herbal untuk kanker nasofaring sama-sama dibutuhkan. Bergantung pilihan dan keyakinan masing-masing orang untuk sembuh.

Berbicara soal pengobatan herbal untuk kanker nasofaring tidak terlepas dari pemanfaatan tanaman-tanaman obat yang tersedia di alam. Dua di antaranya yang terbukti berkhasiat adalah buah bit. Akan tetapi, sebelum kita membahas keutamaan dari buah bit dalam pengobatan herbal kanker nasofaring, sangat bagus bagi kita mengetahu informasi dasar mengenai kanker nasofaring itu terlebih dahulu.

Kenali Tentang Penyakit Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring merupakan kanker yang tumbuh dan menggerogoti organ di belakang hidung, maupun bagian atas paling belakang dari rongga mulut. Kanker ini berawal dari virus Epstein Bar yang terdapat di udara bebas. Virus ini masuk ke tubuh saat manusia menghirup napas melalui hidung maupun mulut. Pada dasarnya, virus ini tidak selalu bersifat membahayakan. Namun, ketika ada faktor pencetus, virus Epstein Bar bereaksi buruk berujung pada kanker.

Yang termasuk faktor pencetus berupa:

  • Pola hidup yang tidak sehat. Paparan polusi, asap pembakaran, asap kendaraan bermotor, asap rokok, dan alkohol menjadi biang keladi utama terjadinya kanker nasofaring.
  • Makanan yang tidak sehat. Terlalu banyak mengonsumsi makanan kalengan, makanan berpengawet, makanan yang diproses melalui pengasapan atau pemanggangan dengan arang, makanan dengan kadar garam terlalu tinggi, makanan yang difermentasikan, dapat memperbesar peluang terjadinya kanker nasofaring.
  • Sanitasi lingkungan kerja maupun tempat tinggal yang kurang bersih. Mereka yang tinggal atau bekerja di kawasan industri berisiko mengalami infeksi pernapasan dan kanker nasofarin. Asap dari pabrik, serbuk kayu dari industri pengetaman, debu dari peleburan besi,yang terhirup akan meninggalkan residu di dalam hidung maupun mulut.

Pengobatan Tradisional Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring tidak bisa dianggap remeh. Banyak penderita yang terkecoh pada gejala-gejala awal yang ditunjukkannya, seperti pilek, hidung tersumbat, batuk, dan sesak napas. Bila dibiarkan, sel kanker dapat menyebar ke tulang, kelenjar getah bening, sumsum tulang, hati, paru-paru, bahkan yang paling mengerikan jika sudah berinvansi ke otak.

Pengobatan medis bukan satu-satunya cara yang dapat ditempuh untuk mengobati kanker nasofaring. Cukup banyak pengobatan tradisional kanker nasofaring yang bisa diandalkan. Apalagi, alam menyediakan banyak sekali tanaman obat yang memiliki kandungan luar biasa dalam mematikan sel kanker. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, buah bit telah teruji berkhasiat dalam pengobatan herbal kanker nasofaring.

Kandungan Buah Bit

Ekstrak buah bit sering digunakan sebagai obat herbal buat kanker nasofaring. Sekilas, buah ini menyerupai bawang merah, namun dilapisi kulit yang lebih tebal dan lembut. Buah bit memiliki warna merah keunguan yang sangat pekat. Baunya khas, meski tidak semua orang menyukainya. Di dalam lapisan kulit luar, terdapat daging yang tebal dan rasanya cukup bersahabat di lidah.

Khasiat buah bit dalam melawan penyakit kanker nasofaring dan kanker-kanker lainnya telah lama diketahui. Khasiat tersebut didapat karena kandunganzat-zat baik dalam buah bit sangat kompleks. Untuk lebih jelasnya, berikut kami uraikan satu per satu kandungan yang terdapa dalam buah bit beserta fungsinya untuk melawan kanker:

  • Asam folat. Kandungan asam folat dalam buah bit mencapai 34%. Asam folat berfungsi mengganti sel-sel tubuh yang telah rusak. Itu sebabnya, mengapa buah bit bagus disertakan dalam pengobatan herbal kanker nasofaring maupun dikombinasikan dalam pengobatan medis. Pada penderita kanker nasofaring yang menjalani kemoterapi, sel-sel baik dalam tubuhnya akan turut mengalami kerusakan. Bila rutin mengonsumsi jus buah bit, maka pembentukan sel-sel baru akan lebih cepat daripada mereka yang tidak mengonsumsi buah bit.
  • Betasanin dan Caumarin. Kedua zat ini telah terbukti ampuh mencegah pembentukan tumor. Kanker selalu diawali dengan kemunculan tonjolan lunak yang bersifat jinak. Seiring berjalannya waktu, tonjolan lunak yang jinak tersebut bisa mengganas.
  • Zat besi. Buah bit mengandung 7,4% zat besi yang baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dan mengatur metabolisme energi. Imunitas tubuh pada penderita kanker nasofaring bisa dikatakan lemah. Saat kekebalan tubuh sedang rendah, di situlah sel kanker merajarela.
  • Magnesium. Sebesar 9,8% magnesium pada buah bit sangat berkhasiat untuk menjaga fungsi saraf dan otot. Tumor yang tumbuh di area nasofaring akan memberi tekanan kuat pada serabut-serabut saraf di sekitarnya. Mengonsumsi buah bit, dapat menguatkan sel saraf selama proses penyembuhan tengah berlangsung.

Dengan semua kandungan yang dimilikinya, secara garis besar buah bit dpaat memberi manfaat sebagai pendetoksifikasi racun dalam tubuh, penangkal radikal bebas, penyuplai oksigen dan membantu pembentukan sel-sel darah merah yang sangat baik ditujukan bagi penderita kanker nasofaring yang rentan mengalami mimisan.

Cara Pengolahannya

Pengolahan buah bit tidaklah susah, caranya:

  • Ambil 2 buah bit dan kupas kulitnya hingga bersih. Iris-iris dagingnya.
  • Campur irisan daging buah bit, campurkan dengan dua buah wortel yang telah dipotong-potong. Blender tanpa menambahkan air. Namun, untuk menciptakan rasa yang lebih nikmat, silakan menambahkan 1 sdm madu atau susu kental manis.
  • Setelah diblender halus, saring dan minum sarinya tersebut. Lakukan 3-4x sehari secara rutin untuk hasil yang maksimal.

Demikian informasi seputar pengobatan herbal kanker nasofaring yang dapat kami sajikan untuk pembaca sekalian. Semoga artikel ini dapat menjadi sumber referensi yang bermanfaat sesuai kebutuhan masing-masing.

Baca artikel lain mengenai Khasiat Buah Nanas

Pengobatan Kanker Nasofaring

Tiga Metode Ampuh untuk Pengobatan Kanker Nasofaring

Seiring berjalannya waktu, kanker nasofaring kian mendapat perhatian besar dari para ilmuan dan pakar kesehtn di seluruh dunia. Ini disebabkan karena sasaran tuju penyakit kanker nasofaring semakin meluas. Bila dahulu kanker nasofaring lebih banyak menyerang orang Tionghoa dalam kisaran usia 50-60 tahun, kini pergerakan kanker nasofaring meluas. Siapa saja bisa terkena penyakit ini, terutama mereka yang hidup dengan faktor risiko tinggi.

Bahkan, dalam beberapa kasus kanker nasofaring menimpa anak-anak berusia 10-15 tahun. Dari latar belakang tersebut, maka para ilmuan berusaha menemukan metode penyembuhan kanker nasofaring yang paling ampuh. Namun, prinsip kesembuhan sesuai yang diharapkan berpegang teguh pada ketepatan diagnosis. Semakin cepat dan tepat didiagnosis, semakin tahu metode medis seperti apa yang mesti ditempuh. Dengan ketepatan waktu dan diagnosis, maka upaya pengobatan yang dilakukan semakin mengantarkan pasien ke gerbang kesembuhan.

Merujuk dari pendapat para ahli kanker yang tergabung dalam Modern Hospital Guangzou, pengobatan kanker nasofaring tidak selamanya bisa mengandalkan satu metode pengobatan saja. Kebanyakan kasus yang pernah terjadi, dibutuhkan beberapa metode pengobatan sekaligus. Dengan menerapkan dua hingga tiga metode pengobatan medis sekaligus, diyakini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker sebelum atau pasca operasi. Sel-sel kanker dicegah sedemikian rupa agar tidak sampai membelah diri dan memperbanyak koloninya. Dengan begitu, tingkat kematian akibat penyakit ini dapat ditekan. Sekaligus, menumbuhkan harapan hidup yang lebih besar pada diri pasien kanker nasofaring.

Di negara-negara maju, ada beberapa pilihan cara mengobati kanker nasofaring yang dapat diterapkan pada pesien kanker nasofaring, antara lain:

Metode Pisau AR-HE

Pengobatan kanker nasofaring menggunakan pisau AR-HE bukanlah metode operasi konvensional. Ini adalah model pengobatan bertarget invasive yang menggabungkan antara metode pembedahan konvensional dengan kecanggihan alat dari penemuan terbaru. Dalam arti kata, ini merupakan penggabungan metode pengobatan timur dengan barat.

Pisau AR-HE dikenal juga dengan istilah pisau es. Istilah tersebut muncul karena prinsip kerja pisau AR-HE ialah membekukan sel kanker di dalam tubuh. Teknik pelaksanaannya dimulai dengan mengontrol suhu sel kanker terlebih dahulu berdasarkan panduan CT-Scan dan USG. Melalui sayatan kecil dipermukaan kulit terdekat dari posisi tumor, pisau AR-HE dimasukkan hingga menembus tumor.

Begitu mengenai pisau mengenai sasaran, timor ganas tersebut dibekukan hingga mencapai suhu -1800 Celcius. Setelah tumor mengeras seperti bola es, organ yang sakit harus segera dipanaskan dengan suhu yang sangat rendah, hingga suhu akhir yang diharapkan mencapai 400 Celcius. Saat suhu organ yang sakit panas, tumor yang membeku tadi akan mudah hancur dan mati. Ibarat batu es yang luruh oleh panas api.

Efek samping dari metode pisau Ar-HE sangat minim. Luka yang tercipta tidak sebesar luka yang dihasilkan oleh bedah konvensional. Rasa sakit yang ditimbulkan juga tidak terlalu signifikan.

Penerapan pengobatan kanker nasofaring melalui metode pisau Ar-HE lebih ditujukan pada pasien stadium lanjut, dengan efektifitas 70-80%. Metode ini dilakukan sebagai upaya paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup serta memperpanjang harapan hidup pasien. Sayangnya, belum semua rumah sakit yang menyediakan metode penyembuhan kanker nasofaring dengan pisau Ar-HE ini.

Imunoterapi

Penyembuhan kanker nasofaring melalui imunoterapi semakin banyak dilakukan, terutama di rumah sakit dengan fasilitas lengkap di negara-negara maju dan berkembang. Kehadiran imunoterapi menambah panjang deret opsi metode penyembuhan bagi pasien kanker nasofaring.

Prinsip kerja metode imunoterapi ialah meningkatkan stabilitas ketahanan tubuh selama prose pengobatan berjalan. Imunitas tubuh ibarat benteng yang menghadang serangan kuman, virus, maupun bakteri. Tanpa imunitas yang baik, tubuh rentan terserang infeksi dan memperparah kondisi pasien kanker itu sendiri. Imunitas yang lemah justru akan memperkuat serangan koloni sel kanker di dalam tubuh.

Teknis pelaksanaannya dilakukan dengan cara menginjeksi vaksin yang bahan-bahannya berasal dari sel antibodi pasien itu sendiri. Di dalam tubuh vaksin ini memacu antibodi untuk mampu mengidentifikasi sel kanker dan tangguh melawan serangannya.

Semua pasien kanker dari stadium awal hingga lanjutan dapat menjalani metode imunoterapi. Penerapan imunoterapi dalam metode penyembuhan kanker nasofaring membawa dampak berupa perubahan suhu tubuh dan detak jantung, mual, penurunan berat badan, diare, dan ruam kulit. Namun efek samping tersebut tidak separah yang dapat ditimbulkan oleh kemoterapi.

Kemoterapi dan Radioterapi

Metode penyembuhan kanker nasofaring melalui pembedahan konvensional sebenarnya bukan anjuran utama. Hal ini disebabkan karena posisi kanker nasofaring yang rumit dan dekat dengan organ-organ vital seperti otak dan mata. Salah penanganan saat pembedahan dapat menimbulkan kerusakan pada organ-organ tersebut. Apalagi, bagi pasien kanker nasofaring dengan stadium lanjut. Penyebaran sel kanker dapat merambat ke tulang hingga ke seluruh wajah. Sangat tidak memungkinkan lagi jika harus dilakukan pembedahan.

Kemoterapi dan radioterapi menjadi alternatif pengobatan kanker nasofaring di samping bedah. Prinsip kerja keduanya sama-sama merusak sel kanker agar tidak berkembang dan mati. Teknis kerjanya, pada kemoterapi pasien akan mendapat injeksi obat melalui infus 1 minggu atau 21 hari sekali. Sedangkan raditerapi dilakukan dengan cara menembakkan sinar panas ke organ tubuh yang digerogoti kanker. Panas dari sinar radiasi akan membakar sel kanker tersebut hingga mati mengering.

Demikian beberapa metode modern pengobatan kanker nasofaring dewasa ini. Semua metode sesunguhnya baik diterapkan, asal disokong dengan semangat dari dalam diri, disiplin hidup sehat, serta doa kesembuhan. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Khasiat Buah Nanas

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor