Benalu Kelor

Benalu Kelor, Manfaatnya Untuk Kesehatan Sebagai Obat Kanker

Salah satu tumbuhan parasite yang banyak dikenal adalah tanaman benalu. Benalu dimasukan ke dalam kategori tanaman parasite karena memang keberadaannya yang tak mampu untuk membuat makanan sendiri dan mengambil makanan yang dihasilkan oleh tanaman yang ditumpanginya. Salah satu benalu yang dapat ditemui adalah benalu kelor, jenis benalu ini adalah benalu yang menempel pada tanaman kelor. Benalu kelor ini pun diketahui memiliki manfaat dalam dunia kesehatan, yaitu sebagai obat kanker.

Apa itu Tumbuhan Benalu?

Benalu merupakan salah satu jenis tumbuhan biji, sehingga benalu menghasilkan biji yang berukuran kecil. Dengan biji inilah, benalu akan mengalami perkembang biakan dan juga penyebaran. Penyebaran benalu dapat terjadi dengan tersebarnya biji yang dihasilkan. Biasanya dibantu dengan unggas atau hewan lain yang memakan biji benalu ini.

Sesaat setelah biji benalu menempel di satu bagian tanaman tertentu, biji benalu ini akan tumbuh. Pertumbuhan benalu disertai dengan pertumbuhan akar benalu yang dapat dikatakan sebagai bagian utama dari benalu.

Akar benalu akan tumbuh dan menancap kuat pada jaringan pengangkut tumbuhan yang ditempelinya. Dengan ini, maka benalu akan mampu untuk mengisap atau mengambil sari makanan yang dihasilkan oleh tumbuhan inang. Tak hanya sari makanan, benalu juga mampu menghisap air dan zat hara dari tanaman inang ini.

Tekstur biji benalu sedikit lengket. Hal ini untuk mempermudah penyebaran oleh hewan yang memakannya. Benalu yang lengket ini akan menempel pada hewan dan kemudian akan terjatuh pada satu tanaman tertentu untuk kemudian menempel pada tanaman ini.

Benalu Kelor

Benalu memang dapat hidup menempel di banyak tanaman. Sebut saja, tanaman dengan ukuran pohon yang besar dan biasanya memang hidup di daerah tropis. Beberapa jenis tanaman yang biasanya ditempeli oleh benalu adalah bambu, pohon alpukat, pohon salam, pohon randu, pohon belimbing, pohon asem, pohon durian, dan salah satunya adalah pohon kelor.

Penyebutan nama benalu kemudian disesuaikan dengan jenis tanaman yang ditumpanginya. Seperti, benalu yang tumbuh di pohon bambu disebut dengan benalu bambu, demikian pula dengan benalu yang menempel pada pohon kelor, disebut dengan benalu kelor.

Memang di Indonesia, pohon kelor memiliki makna yang sedikit ghoib bagi sebagian masyarakat tertentu. Sehingga, masih dianggap sedikit tabu. Walaupun saat ini sudah banyak ditemukan melalui beberapa hasil penelitian, bagaimana khasiat dari daun kelor yang dianggap sebagai makanan dengan kandungan gizi yang sangat tinggi.

Benalu yang hidup menumpang di pohon kelor disebut dengan benalu kelor atau juga dikenal dengan sebutan kemade kelor. Daun dari benalu kelor ini berbentuk lebar. Dalam setiap tangkai daun, dihasilkan tiga cabang daun. Daun dari benalu kelor termasuk ke dalam golongan daun yang dingin, dan memiliki kelenturan, serta batangnya juga lebih mudah patah.

Sedangkan akar dari benalu kelor, menempel pada pucuk pohon kelor, akar inilah yang memiliki fungsi untuk mengambil bahan makanan yang telah diproduksi oleh pohon kelor, lebih tepatnya mencuri makanan tersebut. Kemudian digunakan oleh benalu kelor untuk asupan makanan bagi  tanaman itu sendiri.

Benalu Kelor Sebagai Obat Anti Kanker

Kanker saat ini dianggap sebagai salah satu penyakit yang amat ditakuti oleh manusia. Penyakit kanker disebabkan oleh perkembangan sel kanker yang menyerang pada bagian tubuh manusia. Misalnya adalah rahim atau ovarium wanita, usus besar atau rectum, ginjal dan juga organ tubuh manusia yang lain.

Karena serangan sel kanker ini, maka bagian tubuh atau organ manusia yang diserang oleh sel kanker akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. Selain itu, juga akan menyebabkan hilangnya kemampuan dari organ manusia tersebut untuk menjalankannya fungsi organnya. Lambat laun, jika dibiarkan tanpa penanganan, sel kanker yang tumbuh pada satu bagian tubuh manusia tersebut, juga akan menyebar ke bagian tubuh yang lainnya.

Pengobatan yang digunakan dalam mengatasi penyakit kanker saat ini terdiri atas tiga jenis pengobatan, yaitu kemoterapi, radiasi dan operasi. Ketiga cara pengobatan ini juga akan ditentukan berdasarkan keberadaan dari tingkat keparahan dari penyakit kanker tersebut.

Hanya saja, dalam pelaksanaannya, bisa jadi pengobatan kanker ini akan menyebabkan efek samping bagi si pasein. Misalnya adalah dalam hal menjalankan kemoterapi, ada efek samping yang banyak dikeluhkan oleh pasien.

Hal inilah yang menyebabkan kebanyakan penderita kanker berusaha untuk mendapatkan cara pengobatan yang lain, cara lain ini dikenal dengan pengobatan dengan menggunakan obat herbal. Misalnya dengan menemukan beberapa jenis tanaman yang dianggap memiliki manfaat atau khasiat sebagai obat anti kanker.

Salah satu tumbuhan yang telah ditemukan mampu untuk mengobati penyakit kanker ini adalah benalu. Ada banyak jenis benalu yang ada disesuiakan dengan jenis tanaman inang. Salah satu benalu yang memiliki khasiat sebagai obat kanker adalah benalu kelor, yaitu benalu yang hidup atau menumpang di pohon kelor.

Layaknya jenis benalu yang lainnya, benalu kelor juga memiliki kandungan senyawa kimia aktif yang dapat berfungsi untuk melawan perkembangan sel kanker yang menyerang tubuh. Sebut saja di dalam benalu kelor terdapat senyawa flavonoid, alkaloid, terpenoid, tannin dan ekstrak methanol. Beberapa jenis kandungan senyawa inilah yang dapat digunakan sebagai obat anti kanker, seperti flavonoid dan tannin.

Pemanfaatan benalu kelor sebagai obat anti kanker dapat dilakukan dengan mengambil beberapa pucuk daun benalu kelor. Kemudian diolah di dalam wadah alami, sebaiknya memang yang terbuat dari tanah liat seperti kendi dan menghindari penggunaan wadah dari metal seperti besi atau pun aluminium.

Kemudian dalam wadah tersebut dilakukan proses pemasakan di atas tungku api kayu bakar. Ditambahkan beberapa gelas air yang dituangkan di dalam wadah dan kemudian direbus. Perebusan dilakukan tanpa menggunakan penutup wadah, hal ini untuk membantu mempercepat proses penguapan air rebusan daun benalu kelor.  Setelah beberapa saat, air rebusan tersebut akan berkurang menjadi hanya tersisa sekitar 2 gelas saja.

Air rebusan daun kelor inilah yang kemudian digunakan sebagai obat anti kanker sebagai ganti dari proses penyembuhan melalui kemoterapi. Peminuman air rebusan benalu kelor ini dilakukan secara rutin dan terus menerus selama kurang lebih satu bulan.

Memang telah berhasil dibuktikan bahwa daun benalu mampu untuk mengatasi berbagai jenis penyakit kanker yang ada, sebut saja dari kanker usus, kanker rahim atau ovarium, kanker payudara, dan yang lainnya.

Selain itu, dengan kandungan senyawa yang telah disebutkan di atas, benalu juga dipercaya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit yang lainnya. Sebut saja seperti mengatasi reumatik, menyembuhkan batu ginjal, sebagai obat alergi, sebagai obat diabetes alami, obat untuk penderita tekanan darah tinggi, dan juga obat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat yang ada di dalam darah.

Itulah beberapa manfaat dan khasiat dari benalu; salah satunya yaitu benalu kelor. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat mengenai penyembuhan penyakit kanker melalui bahan herbal alternatif.

Baca artikel lain mengenai Perawatan Pasca Kemoterapi

Manfaat Benalu Cengkeh

Manfaat Benalu Cengkeh Sebagai Obat Anti Kanker

Benalu merupakan satu jenis tanaman parasite. Makna dari tanaman parasite ini adalah tanaman yang menumpang dan mengambil manfaat dari tanaman yang ditumpangi, manfaat dalam hal ini adalah makanan dari tanaman tersebut. Ada banyak jenis benalu berdasarkan dari jenis tanaman yang ditumpanginya, salah satunya adalah cengkeh, sehingga benalu yang menempel di cengkeh dikenal dengan benalu cengkeh. Ternyata, terdapat manfaat benalu cengkeh untuk kesehatan, terutama sebagai obat anti kanker.

Melihat Lebih Dekat Tumbuhan Benalu

Kebanyakan benalu tumbuh pada pohon dengan ukuran yang besar dan berada di daerah tropis. Benalu memiliki akar yang berfungsi untuk mengisap makanan dari tumbuhan inangnya. Lambat laun, pertumbuhan benalu akan menjadi semakin pesat dan daun benalu akan menjadi lebih banyak.

Dengan semakin banyaknya benalu yang tumbuh pada satu tumbuhan inang, hal ini akan menyebabkan semakin banyak makanan yang dihisap oleh tumbuhan benalu tersebut. Sehingga, pada akhirnya akan membuat tumbuhan inang menjadi terlihat lebih kecil atau kurus. Hal ini disebabkan oleh semakin sedikitnya makanan yang diperolehnya karena makanan yang dihasilkannya dicuri oleh benalu yang menempel.

Benalu Cengkeh

Benalu cengkeh adalah jenis benalu yang menempel pada tumbuhan cengkeh. Karena memang benalu lebih banyak ditemukan pada jenis tumbuhan dengan pohon yang tinggi, demikian pula dengan benalu cengkeh ini.

Cengkeh merupakan jenis tanaman dengan pohon yang luyaman tinggi, dan memang merupakan jenis tanaman tropis. Tanaman benalu ini tumbuh pada pohon cengkeh dengan ketinggian tertentu. Biji benalu biasanya dibawa oleh burung atau ungags lainnya dan kemudian menempel di pohon benalu, sehingga terjadilah pertumbuhan biji ini menjadi tanaman benalu yang nantinya menempel di pohon cengkeh.

Benalu cengkeh ini akan hidup pada bagian batang atau ranting dari cengkeh itu sendiri. Lambat laun, pertumbuhan daun benalu akan lebih banyak dan hal ini bermakna bahwa dengan semakin banyak daun yang tumbuh di pohon cengkeh maka akan semakin banyak pula sari makanan yang dihisap oleh benalu dari tumbuhan inangnya, yaitu pohon cengkeh tersebut.

Benalu Cengkeh Sebagai Obat Anti Kanker

Tanaman benalu cengkeh ini memiliki kandungan senyawa layaknya benalu yang lainnya. Sebut saja kandungan aktif seperti alkaloid, saponin, flavonoid dan juga tannin dapat ditemukan pada bagian daun dan batang benalu. Hal inilah yang kemudian membuat benalu dikenal sebagai obat anti kanker. Terdapat beberapa penelitian yang telah berhasil menemukan khasiat dari benalu ini untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Demikian pula dengan benalu cengkeh, juga mengandung beberapa senyawa aktif yang telah disebutkan di atas, sehingga juga dapat digunakan untuk melawan pertumbuhan sel kanker yang diderita oleh manusia.

Pemakaian benalu sebagai obat herbal dapat dilakukan dengan menggunakan daun dari benalu cengkeh yang ada. Benalu cengkeh diambil beberapa tangkai daunnya. Kemudian direbus dengan menggunakan beberapa gelas air. Merebus air dan daun benalu ini dilakukan sampai air rebusan hanya tersisa beberapa gelas saja. Setelah itu, air rebusan ini dapat diminum secara rutin setiap pagi dan sore hari.

Sebagai salah satu obat kanker herbal, tentu saja manfaat yang akan dirasakan tidak serta merta terlihat secara instant. Manfaat dalam menyembuhan sel kanker di dalam tubuh, dapat dirasakan setelah pengkonsumsian air seduhan daun benalu cengkeh setelah beberapa saat, sebut saja setelah peminuman rutin selama satu bulan.Hal ini disebabkan, dengan peminuman air seduhan secara rutin, maka kandungan senyawa aktif penghancur sel kanker yang terkandung di dalam dapat berperan secara optimal.

Dalam satu penelitian, kandungan senyawa aktif flavonoid terdapat dalam banyak jenis, sebut saja terdapat pula chalcones, flavanones, c-glycoflavonols, dan flavan-3-ols. Fungsi dari flavonoid adalah sebagai pelindung bagi benalu, lebih tepatnya adalah daun dan batang, sehingga benalu tidak mudah mengalami kerusakan akibat terkenal pengaruh dari sinar ultraviolet.

Selain itu, dalam dunia kedokteran, flavonoids juga dikenal sebagai senyawa antiradang, antioksidan dan juga antivirus. Manfaat lain juga sebagai Pereda sakit atau analgesic dan juga ditemukan manfaat sebagai anti HIV. Beberapa kandungan inilah yang menjadikan benalu dianggap sebagai obat herbal anti kanker yang dapat dicoba dalam terapi penyembuhan penyakit kanker.

Selain flavonoid, manfaat anti kanker yang ada di dalam benalu juga didukung oleh beberapa jenis senyawa lainnya yang terkandung di dalam benalu. Sebut saja seperti proline, hydroploine, myo-inositol dan juga chiroinosotils dan juga tannin. Senyawa tannin ini juga merupakan senyawa anti kanker dan anti virus.

Pengunaan benalu sebagai obat herbal anti kanker dapat dilakukan dengan cara perebusan seperti yang disebutkan di atas. Penggunaan tunggal ini juga dapat dikombinasikan dengan jenis obat herbal lainnya. Hal ini tentu saja diperlukan pemilihan zat atau bahan herbal lainnya yang memiliki kandungan yang dapat mendukung cara kerja dan manfaat dari benalu ini. Sebut saja seperti bawang putih, yang memiliki fungsi sebagai zat cetechin yang menguatkan efek tannin yang dikandung oleh benalu.

Pemanfaatan benalu sebagai obat kanker ini dapat ditujukan pada pengobatan beberapa kanker tertentu, sebut saja seperti kanker rahim atau kanker ovarium, kanker payudara, kanker usur dan kanker kista. Memang, pengobatan kanker yang sudah banyak dikenal dan diterapkan adalah kemoterapi, radiasi dan juga pengobatan.

Pemanfaatan benalu sebagai obat anti kanker dapat dijadikan sebagai alternative pilihan untuk pengobatan kanker ini. Walaupun memang tetap dibutuhkan ketelatenan dan kerutinan dalam mengkonsumsi air rebusan daun benalu inni. Sehingga, nantinya dapat diperoleh manfaat yang diharapkan dari benalu ini.

Selain sebagai obat anti kanker, pemanfaatan benalu juga dapat digunakan untuk mengobati jenis penyakit yang lainnya, misalnya adalah batu ginjal, gondongan, menurunkan kadar kolesterol dan gula di dalam darah, serta menurunkan tekanan darah tinggi.

Cara pemanfaatan daun benalu untuk berbagai macam penyakit ini juga dapat dilakukan dengan cara yang sama sebagaimana pemanfaatan untuk obat kanker yang telah disebutkan di atas. Yaitu dengan cara perebusan daun benalu hingga diperoleh air sari patinya. Peminuman air rebusan ini pun juga haruslah dilakukan secara terus menerus atau rutin guna mendapatkan manfaat yang optimal.

Dalam pemanfaatan benalu cengkeh ini, juga harus diperhatikan mengenai proses pengolahan benalu sebagai obat. Proses perebusan sebaiknya tidak menggunakan bahan yang terbuat dari metal seperti aluminium dan juga besi. Sebaiknya digunakan adalah kendi yang terbuat dari tanah.

Dalam proses perebusan, wadah perebusan sebaiknya juga tidak ditutup sehingga, hal ini dapat memudahkan proses penguapan yang terjadi. Lebih baik lagi, air hasil rebusan daun benalu juga segera diminum sesaat setelah selesai direbus. Hal ini untuk menjaga rasa dari air rebusan dan juga khasiat maksimal dari daun benalu itu sendiri.

Namun, jika memang diharuskan untuk tidak langsung diminum maka setelah direbus maka harus didinginkan, dan segera setelah dingin, air rebusan tersebut dimasukan ke dalam botol untuk disimpan di lemari es. Hal ini untuk menjaga rasa dan khasiat optimal dari air rebusan daun benalu ini. Inilah gambaran mengenai khasiat atau manfaat benalu cengkeh sebagai obat anti kanker. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Perawatan Pasca Kemoterapi

Benalu Bambu

Menemukan Manfaat Benalu Bambu untuk Kanker

Benalu menempel ke banyak jenis tumbuhan lain. Penyebutan nama benalu ini kemudian disesuaikan dengan nama dari tanaman yang ditempeli benalu. Benalu bambu adalah jenis benalu yang menempel pada pohon bambu. Layaknya jenis benalu lainnya yang dikenal memiliki manfaat dalam dunia kesehatan, benalu bambu juga disinyalir memiliki manfaat dalam bidang kesehatan, salah satunya adalah sebagai obat kanker.

Mengenal Tumbuhan Benalu

Bagian yang paling penting dalam tubuh tanaman benalu adalah bagian akar. Bagian akar benalu dapat menancap masuk ke jaringan pengangkut tumbuhan pada tumbuhan inang yang ditempelinya. Hal inilah yang membuat benalu mampu untuk mengisap makanan dari tanaman inangnya. Jenis makanan yang dihisap oleh benalu adalah sari makanan yang dihasilkan oleh tumbuhan inang, air dan juga hara. Karena memang akar benalu tidak dapat mengambil air dan hara langsung dari dalam tanah.

Benalu juga merupakan tumbuhan yang dapat hidup tanpa membutuhkan media tanah. Dengan hanya menempel pada satu tumbuhan tertentu, kemudian akar benalu tumbuh dan berhasil menancap pada tumbuhan inangnya, hal ini sudah mampu untuk membuat benalu tumbuh.

Benalu Bambu

Benalu bambu adalah jenis benalu yang menempel pada tanaman bambu. Benalu bambu ini biasanya tumbuh pada buku-buku tanaman bambu. Dibandingkan dengan jenis benalu yang lainnya, benalu bambu dapat dikatakan sebagai jenis benalu yang lebih sulit untuk ditemukan.

Karena kelangkaan benalu bambu ini, benalu ini dihargai dengan harga yang lumayan tinggi dibandingkan dengan jenis benalu yang lainnya. Bahkan dapat dikatakan sangat tinggi, jika dibandingkan dengan beberapa jenis benalu yang seakan tidak memiliki nilai jual. Selain itu, benalu bambu ini bagi sebagian masyarakat juga dianggap memiliki nilai ghaib. Namun, hal ini juga tergantung dari maisng-masing orang bagaimana untuk menanggapi hal ini.

Melihat sisi manfaat dan tingginya harga jual dari benalu bambu ini, maka ada sebagian orang yang melihat sisi bisnis dari benalu bambu ini. Mereka kemudian berusaha untuk mengembang biakan benalu bambu dan kemudian dijualbelikan. Tentu benalu bambu pun memiliki segment konsumen tertentu sesuai dengan khasiat dan manfaat yang ingin diperoleh dari benalu bambu ini sendiri.

Menemukan Manfaat Benalu untuk Kanker

Telah banyak dibicarakan bagaimana khasiat dari tanaman benalu dalam dunia kesehatan. Memang, benalu menjadi satu jenis tanaman parasite yang dianggap menganggu atau bahkan merugikan tanaman inangnya. Benalu ini tidak hanya menganggu tanaman inangnya, namun seakan dia juga mengambil manfaat dari keberadaan dirinya, karena mengambil makanan yang telah dibuat oleh si tanaman inang. Hanya saja, kandungan dari tanaman benalu ini sendiri ternyata memiliki kandungan yang sangat baik untuk kesehatan. Ada beberapa senyawa kimia aktif yang terkandung di dalam benalu yang dapat dimanfaatkan untuk proses pengobatan beberapa jenis penyakit tertentu, dan yang paling banyak dikenal adalah untuk penyembuhan kanker.

Flavonoid dalam benalu dapat ditemukan pada bagian daun dan juga batang. Flavonoid ini bekerja untuk menghambat pertumbuhan sel kanker yang menyerang tubuh. Sehingga dengan tidak optimalnya pertumbuhan sel kanker akibat pengaruh flavonoid ini maka akan memberikan peluang untuk terbunuhnya atau matinya sel kanker itu sendiri.

Selain itu, fungsi flavonoid dalam penyembuhan penyakit kanker juga sebagai analgesic atau sebagai obat penahan sakit. Tentu saja, sel kanker yang menyerang bagian tubuh manusia akan memberikan pengaruh rasa sakit yang dialami si penderita. Senyawa flavonoid ini memberikan pengaruh untuk menghilangkan atau melawan rasa sakit yang dialami penderita kanker. Dikatakan pula, bahwa pengaruh flavonoid ini dapat untuk menyamarkan rasa sakit yang dihasilkan akibat serangan sel kanker ini.

Dengan adanya perlambatan pertumbuhan sel kanker serta semakin tidak dirasakannya rasa sakit akibat serangan sel kanker ini maka, penderita kanker dapat merasakan untuk dapat kembali hidup secara normal. Serta juga mampu untuk menjalani segala kegiatan seperti sedia kala.

Pengobatan kanker selama ini sudah diketahui dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu melalui kemoterapi, radiasi dan juga operasi. Pelaksanaan kemoterapi dilakukan dengan konsumsi beberapa jenis obat tertentu dengan dosis dan jangka waktu tertentu. Walaupun memang ditemukan beberapa efek samping dari pelaksanaan kemoterapi bagi penderita kanker.

Keberadaan dari konsumsi benalu untuk obat anti kanker ini dapat disamakan dengan proses kemoterapi yang dilakukan. Hanya saja, konsumsi benalu sebagai obat ini tidak memberikan efek samping sebagaimana yang dikeluhkan oleh sebagian pasein kanker yang menjalani proses kemoterapi. Sehingga, tentu saja, hal ini semakin membuat konsumsi benalu sebagai obat kanker menjadi pilihan alternative yang dapat disarankan.

Pemanfaatan benalu bambu sebagai obat anti kanker dapat dilakukan dengan mengambil beberapa daun benalu bambu yang ada. Kemudian, dapat digunakan secara langsung atau dikeringkan. Setelahnya, benalu bambu tersebut direbus dengan menggunakan beberapa gelas air. Kemudian setelah air mendidik, tetap dibiarkan beberapa saat dalam keadaan wadah tidak ditutup. Hal ini untuk membantu proses penguapan. Saat air rebusan tersisa hanya sekitar 2 gelas saja, maka air dimatikan, dan air rebusan daun benalu siap untuk diminum.

Selain itu, jika menggunakan daun benalu yang kering, maka prosesnya sedikit berbeda dengan proses di atas. Daun benalu diambil kemudian dikukus sebentar. Hal ini dengan tujuan untuk menghilangkan atau membunuh mikroba yang tak dibutuhkan yang menempel pada daun benalu. Setelah dikukus, daun benalu dikeringkan.

Proses pengeringan juga harus diperhatikan sisi kehigienisan. Jangan sampai justru terkena debu atau kotoran lainnya. Setelah kering, daun benalu yang sudah keringdapat untuk direbus sebagaimana membuat air rebusan daun benalu seperti yang telah disebutkan di atas.

Pemanfaatan daun benalu sebagai obat anti kanker ini juga dapat dikombinasikan dengan beberapa jenis tanaman herbal lainnya yang juga memiliki kandungan dan khasiat yang sama yaitu sebagai bahan herbal pengobatan kanker. Sebut saja seperti bawang putih.

Dalam proses pengobatan kanker menggunakan air seduhan daun benalu bambu ini, dibutuhkan rasa sabar dan ketekunan untuk menjalaninya. Proses ini sebaiknya memang dilakukan secara rutin dan terus menerus sekitar selama 1 bulan atau sampai dirasakan manfaat bagi si penderita kanker.

Kanker memang saat ini dianggap sebagai salah satu jenis penyakit yang ganas karena terkadang dapat sampai menyebabkan kematian. Selain itu, kanker banyak ditakuti Karena proses pengobatan yang harus dijalankan pasien kanker lumayan membutuhkan banyak biaya dan tenaga.

Dengan ditemukannya kandungan dari benalu bambu dan khasiatnya dalam mengatasi penyakit kanker, tentu keberadaan benalu bambu dapat dilirik untuk dijadikan sebagai alternative pengobatan kanker ini. Yang dibutuhkan hanya usaha untuk mencari benalu bambu ini karena merupakan tumbuhan parasite yang bisa jadi membutuhkan usaha lebih untuk menemukannya.

Setelahnya, dibutuhkan keteguhan hati dan kesabaran dalam menjalani proses terapi penyembuhan kanker menggunakan bahan inni. Semoga artikel ini memberikan manfaat bagi siapa saja, terutama bagi penderita kanker yang membutuhkan informasi lebih mengenai obat herbal untuk kanker.

Baca artikel lain mengenai Perawatan Pasca Kemoterapi

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor