Manfaat Daun Dewa

Tips dan Manfaat Daun Dewa untuk Obat Tradisional

Alam memberikan kita beragam tanaman obat yang bertumbuh bebas di pekarangan. Salah satunya disebut dengan daun dewa. Selama ini manfaat daun dewa (Gynura divaricata) sangat terkenal sebagai herbal anti kanker. Konon sel-sel penyakit mematikan itu dapat ditaklukkan oleh daun dewa. Sebab, kandungan flavanoid, saponin, tanin, dan alkaloid di dalamnya merupakan zat-zat antikanker dan juga antioksidan.

Tanaman daun dewa atau sambung nyawa banyak ditemukan di Sumatera, sebutannya Beluntas Cina. Mulai dari daun sampai umbinya bisa diolah untuk tujuan kesehatan. Bahkan sejak ribuan tahun silam, daun ini telah dijadikan obat tradisional. Daun dewa dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.200 dpl. Selain itu, tanaman ini tumbuh di daerah beriklim sedang sampai basah, dengan kondisi tanah yang agak lembab sampai subur.

Ciri Morfologi Daun Dewa

Pada umumnya, daun dewa memiliki batang yang berdiri tegak. Lunak dan tingginya sekitar 10 cm bila tidak berbunga. Daun hanya tunggal, berbentuk bulat telur, ujungnya lancip. Tangkai daun juga sangat pendek, sementara penampangnya lonjong bergerigi, serta berwarna hijau tua. Permukaan daun berambut halus, ujungnya melancip. Setelah mekar, bunga daun dewa akan terlihat seperti kumpulan benang sari berwarna kuning cerah yang berbentuk membulat.

Daun dewa juga banyak dimakan untuk lalapan. Minyak atsiri membuat rasanya lebih khas saat dimakan. Sangat banyak khasiat daun dewa yang bisa kita dapatkan. Antara lain daunnya berkhasiat menghentikan perdarahan, mengobati memar, mengatasi infeksi tenggorokan, menurunkan hipertensi, diabetes, dan terutama sebagai tanaman obat kanker.

Tak heran bila daun dewa dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh. Flavanoid di dalamnya juga bermanfaat untuk mengurangi nyeri, selain mampu bertindak sebagai antioksidan. Sifat anti-inflamasinya bisa kurangi bengkak di kulit akibat luka memar. Sedangkan sebagai detoks, zat tanin bermanfaat untuk membersihkan racun atau toksin yang akan memicu terjadinya tumor.

Ini dia 10 zat yang menjadikan daun dewa tanaman obat kanker:

  • Flavanoid
  • Minyak Atsiri
  • Saponin
  • Tannin
  • Polifenol
  • Vanilat
  • Alkaloid
  • Asam klorogenat
  • Asam p-kumarat
  • Vitamin K

Manfaat dan Khasiat Daun Dewa

Sebagai tanaman obat, seluruh bagian tanaman daun dewa dapat digunakan untuk herbal alami, khususnya bagian daun dan umbi. Khasiatnya terbukti mampu mengobati beberapa penyakit, diantaranya meringankan derita kanker. Manfaat daun dewa diantaranya sebagai obat penyakit kulit, penurun panas, penurun kadar gula darah, cegah stroke dan jantung koroner, pereda nyeri sendi, dan sebagainya.

Di samping konsumsi dalam bentuk ramuan, daun dewa bisa dikonsumsi dalam bentuk makanan atau minuman, misalnya untuk lalapan atau urap-urapan. Sedangkan untuk ramuan obat, daun dewa dapat diramu dengan bahan lain, seperti benalu teh, temulawak, dan daun deruju.

Cara memanfaatkan khasiat daun dewa adalah dengan:

  • Cuci bersih daun dewa berwarna hijau segar sebanyak 10-15 gram. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas saja. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan setiap hari.
  • Daun dewa segar ini juga dapat dimakan untuk lalapan. Cukup gunakan 7-9 lembar daunnya saja dan dimakan bersama sayur-sayuran lain.
  • Untuk mengatasi kanker, buat ramuan dari 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu pitih, dan 30 gram jombang. Rebus hingga air tersisa sau gelas saja, lalu disaring dan minum airnya sehari sekali.
  • Biasanya daun dewa digunakan untuk pemakaian luar pada bagian tubuh yang sakit. Caranya daun yang sudah ditumbuk akan dibalurkan sampai luka tertutup, kemudian dibiarkan 20 menit. Sari-sari daun dewa merupakan zat anti radang dan sekaligus anti bakteri.
  • Saat ini daun dewa sudah banyak dikemas dalam bentuk kapsul atau teh herbal sehingga lebih praktis untuk dikonsumsi.

Daun dewa memiliki khasiat yang sangat penting, antara lain:

  • Menghambat pertumbuhan tumor dan sel-sel kanker.
  • Menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Menghentikan perdarahan luka.
  • Sebagai anti inflamasi dan pereda nyeri.
  • Zat antikoagulan daun dewa mampu lancarkan peredaran darah.

Manfaat daun dewa untuk kanker sudah lama diketahui publik serta dibuktikan melalui penelitian. Sebagai obat kanker kandungan, kanker darah, dan kanker payudara, kanker hati, setidaknya daun dewa dimakan sebanyak 3 lembar per hari, dan ini harus dirutinkan selama 7 hari berturut-turut, sesuai kondisi penyakitnya.

Ekstrak daun dewa akan melaui proses steril dan pengeringan. Setelah benar-benar kering, daun digiling hingga menjadi tepung. Setelahnya tepung dibungkus plastik atau dimasukkan ke dalam kapsul.

Studi menyebutkan bahwa pemberian ekstrak daun dewa akan menyebabkan terjadinya kematian pada sel-sel kanker yang mulai muncul. Jadi memang pilihan yang sangat tepat bilamana Anda memilih khasiat daun dewa untuk menyembuhkan kanker.

Sifat sitotastik dalam daun dewa dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Untuk mengolah ramuannya, cuci bersih 4-5 lembar daun dewa bersama bahan lain seperti 10 gram daun sambiloto kering, 10 gram keladi tikus kering, dan 10 gram kunir putih kering. Cuci bersih semua bahan dan rebus bersamaan. Minumlah satu gelas ramuan ini satu jam sebelum makan siang.

Untuk melakukan pengobatan lain, salah satu cara yang alami dalam menurunkan risiko penyakit jantung ini adalah dengan rajin mengonsumsi jenis ramuan umbi dari daun dewa yang sudah ditumbuk dan diseduh menggunakan air. Saringlah ampas umbi tersebut, lalu minumlah ramuan herbal daun dewa ini, rutin pada sore hari.

Bagaimana jika Anda memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi? Daun dewa dapat dijadikan obat tradisional bersamaan dengan buah mengkudu. Caranya juga tidak sulit. Gunakan daun dewa segar sebanyak 7 helai dan ½  buah mengkudu segar. Rebus kedua bahan ini ke dalam 110 ml air. Seduh atau saring, diminum 1-2 kali sehari selama 1 bulan.

Selain hipertensi, daun dewa juga memiliki sifat hipoglikemin yang terbukti mampu menurunkan kadar gula di dalam darah. Artinya manfaat daun dewa sangat tepat untuk para penderita diabetes. Persiapkan 5 lembar daun dewa yang dicuci bersih, dan 3 lembar daun salam segar. Rebus semua bahan ini dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas saja. Saring rebusannya dan diminum hangat-hangat. Mudah, bukan?

Khasiat daun dewa yang terakhir dalam tips ini yaitu cara menggunakannya untuk obat luka bakar atau luka teriris. Kali ini bagian yang digunakan adalah umbi daun dewa, cuci bersih lalu dipipis. Tambahkan sedikit gula merah kemudian haluskan sampai adonan menjadi seperti salep. Balurkan pada bagian tubuh yang sakit selama 30 menit.

Alangkah baiknya menanam daun dewa di halaman rumah Anda sendiri sehingga daun ini dapat dimanfaatkan setiap waktu. Untuk mendapatkannya Anda bisa mencari di beberapa penjual tanaman hias ataupun toko-toko herbal tradisional. Semoga tips ini bermanfaat dan salam sehat.

Baca artikel lain mengenai Kemoterapi atau Herbal

Manfaat Daun Kelor untuk Kanker

Daun Kelor, Tanaman Ajaib yang Ampuh Basmi Kanker

Berbagai manfaat daun kelor untuk kanker telah diakui di sejumlah negara. Daun kelor asli Indonesia sudah populer sampai ke mancanegara sehingga biasa dimanfaatkan untuk obat herbal. Penelitian mendapati bahwa tanaman ajaib ini mampu memerangi kanker paru-paru, kanker hati, kanker kulit, dan kanker ovarium. Tak heran bila organisasi kesehatan dunia (WHO) sempat menyarankan konsumsi kelor yang baik untuk kesehatan  tubuh anak-anak hingga lansia.

Daun kelor dalam bahasa latin disebut dengan Moringa oleifera. Biasanya rimbunan kelor tumbuh pada ketinggian 7 sampai 8 meter. Daunnya berbentuk bulat lonjong menyerupai telur, berukuran kecil-kecil, dan tersusun banyak dalam satu tangkai. Meski daunnya berukuran kecil, namun kandungan gizi di dalam kelor sangat beragam. Berbagai penyakit dapat diatasi, termasuk penyakit yang mematikan seperti kanker.

Asupan nutrisi dalam daun kelor berlipat-lipat banyaknya dibanding nutrisi pada jenis sayuan lain. Berbagai kandungan paling bermanfaat yaitu vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, potassium, kalsium, protein, asam amino, zinc, dan juga antioksidan. Jadi manfaat daun kelor untuk pencegahan bahaya kanker tak perlu diragukan lagi.

Manfaat daun kelor yang jadi sumber antioksidan terutama membatasi hidupnya sel kanker, dan bahkan sel-sel ganas akan dibersihkan. Ini karena daun kelor untuk kanker memiliki 46 kandungan senyawa antioksidan terkuat untuk melindungi tubuh dari radikal bebas, diantaranya vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin B2, dan masih banyak lagi.

Semakin pasti bahwa mulai kini para penderita kanker tidak perlu bimbang mencari solusi untuk sembuh dari penyakit mematikan ini karena manfaat daun kelor sangatlah beragam seperti khasiat daun kelor untuk kanker berikut ini:

Cegah Terbentuknya Sel-sel Baru

Sel-sel kanker yang akan terbentuk bisa dicegah sejak dini dengan berbagai nutrisi di dalam daun kelor. Kandungan potassium dapat mengentikan tumbuhnya sel kanker serta mencegah munculnya bibit-bibit tumor ganas. Sama seperti kandungan senyawa aktif niaziminin. Beberapa penelitian menemukan bahwa daun kelor memiliki sifat anti-tumor dan anti-kanker karena terdapat senyawa aktif niaziminin di dalamnya.

Menghancurkan Sel-sel Kanker

Daun kelor memiliki kandungan aktif isothiocyanate benzil dan juga antioksidan tinggi sehingga mampu menghancurkan dan mengeluarkan sel-sel kanker yang sudah mati dari dalam tubuh. Zat chemoprotective dibutuhkan  oleh penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi agar dapat bertahan dari efek samping pengobatan kanker kemoterapi.

Menguatkan Sel-sel Tubuh

Pengobatan pasien kanker dengan kemoterapi akan memberikan beragam efek bagi kesehatan. Untuk mengurangi dampak rasa sakit atau kerusakan jaringan maka konsumsi kelor dapat dijadikan salah satu alternatifnya. Berbagai kandungan dalam daun kelor seperti mineral, asam amino, dan vitamin, dapat meningkatkan  imunitas tubuh. Daya tahan tubuh yang kuat akan mencegah masuknya zat penyebab tumbuhnya sel-sel kanker berbahaya.

Kandungan Vitamin dan Kalsium Terlengkap

Berbagai jenis vitamin tersimpan di dalam helaian daun kelor terutama vitamin C dosis tinggi. Vitamin C-nya dilansir tujuh kali lebih banyak dibanding buah jeruk, kalsium empat kali lebih banyak daripada susu, potasium lebih tinggi dibanding pisang, dan vitamin A lebih banyak ketimbang wortel. Seluruh vitamin dan kalsium ini adalah perisai terbaik untuk melawan kanker stadium awal maupun yang sudah kronis.

Anti-inflamasi

Kandungan anti-inflamasi atau anti-bakteri dalam daun kelor dapat mengurangi nyeri peradangan akibat pertumbuhan sel-sel kanker. Kandungan asam amoni esensialnya sangat tinggi ditambah lagi kaya akan asam lemak omega-3 yang bisa mencegah alergi.  Manfaat daun kelor ini tentu diperlukan mengingat banyaknya penderita kanker yang kian melemah akibat efek samping dari pengobatan medis.

Manfaat Ekstrak Daun Kelor untuk Obat Herbal

Sebuah penelitian telah menemukan bahwa tujuh gram bubuk daun kelor setiap hari dan selama 90 hari dapat tingkatkan kadar antioksidan di dalam darah. Olahan ekstrak daun kelor ini dapat membunuh 97 persen sel kanker dalam waktu singkat. Khususnya pada masalah  kanker payudara, kanker paru-paru, dan  kanker kulit, ekstrak daun kelor akan mencegah anemia maupun atasi kerusakan sel-sel pada tubuh penderita kanker.

Studi lain yang diterbitkan pada bulan juni 2012 pada “India Journal of Experimental Biology” menemukan bahwa ekstrak daun kelor mampu melindungi hati dari kerusakan. Ekstrak daun kelor juga memiliki efek stabilisasi pada tekanan darah.

Ekstrak ini pula mengandung senyawa yang bersifat anti-bakteri seperti yang diterbitkan dalam  hasil penelitian bertajuk Bayero Journal of Pure and Applied Science, ekstrak daun kelor bisa menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang berdampak buruk untuk kondisi tubuh.

Satu cangkir cincangan daun kelor segar memberikan banyak sekali asupan mineral dan vitamin. Dalam jumlah kecil saja daun kelor dapat memenuhi 19 persen kebutuhan vitamin B6, 12 persen vitamin C, 11 persen zat besi, delapan persen magnesium, sembilan persen vitamin A, dan 11 persen vitamin B2, semua akan diperoleh dalam satu hari. Selain itu satu cangkir kelor segar pun mengandung dua gram protein yang baik untuk daya tahan tubuh.

Tips meminum ekstrak daun kelor; cuci bersih beberapa helai daun kelor dan rebus dengan air secukupnya. Minum air rebusan daun kelor selagi air masih hangat sebab efek antioksidan kelor masih kuat dalam keadaan yang hangat tersebut.

Berbagai Khasiat Daun Kelor untuk Penyembuhan

Selain punya  beragam khasiat daun kelor untuk kanker, tanaman ajaib yang satu ini pun membantu proses penyembuhan. Begitu banyak penyakit yang dapat disembuhkan oleh daun kelor, mulai dari sakit yang ringan hingga penyakit yang tergolong berat.

Sebuah penelitian di Jerman melaporkan bahwa senyawa silymarin dalam daun kelor dapat menetralkan racun penyebab kerusakan hati serta melindungi dari infeksi penyakit. Kemampuan Phytotherapy melindungi organ hati dari kerusakan parah, seperti resiko hepatitis dan sirosis.

Selain melindungi fungsi hati, daun kelor juga mengandung kadar vitamin D yang berperan dalam proses sekresi insulin. Mengkonsumsi kelor secara rutin dapat menghindarkan kita dari penyakit diabetes terutama bila memiliki riwayat keluarga dengan penyakit diabetes akut.

Khasiat daun kelor yang lainnya adalah kandungan asam lemak omega 2 yang lebih tinggi dibanding ikan salmon. Asam lemak omega-3 di dalam daun kelor mampu mencegah penyakit kardiovaskular atau gangguan pada jantung.

Daun kelor mengandung lebih dari 40 jenis antioksidan yang akan melawan efek radikal bebas. Oleh karena itu, khasiat daun kelor akan meningkatkan kualitas hidup bagi penderita kanker. Sekali lagi telah banyak penelitian ilmiah yang buktikan bahwa manfaat daun kelor akan melawan pertumbuhan sel tumor dan kanker.

Itulah beragam manfaat daun kelor yang tidak bisa dianggap sepele. Kandungan nutrisinya lebih dahsyat daripada sayuran lain maupun obat-obatan medis. Kita dapat mengkonsumsi daun kelor sebagai sayuran, ramuan minuman herbal, atau juga dalam bentuk ekstrak daun kelor. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Kemoterapi atau Herbal

Daun Sintrong Obat Kanker

Beragam Manfaat Daun Sintrong Obat Kanker di Sekitar Kita

Lalapan daun sintrong biasanya jadi santapan lezat di sejumlah warung makan tradisional Sunda. Selain punya kenikmatan tersendiri, daun sintrong obat kanker juga, lho. Jadi tak ada ruginya mengenal manfaat daun sintrong lebih jauh lagi. Tumbuhan semak belukar atau perdu liar ini tersebar di wilayah tropos dan sub-tropis, namun kerap dianggap gulma diantara tanaman hortikultura lainnya.

Sintrong termasuk dalam klasifikasi Erechtites hieracifolia yaitu semacam herba berbatang tinggi mencapai 30 -150 cm. Batangnya berdaging tebal serta rusuknya kuat. Tanaman Sintrong juga memiliki tepian daun bergerigi. Untuk daunnya sendiri tersusun berseling, berbentuk bulat telur menyirip, serta memiliki lekukan yang dalam.

Corak warna mahkota bunga tanaman sintrong itu terlihat menarik. Corong bunga berdiameter 6-7 mm paling menandai uniknya tanaman sintrong. Serabut bunga akan mengumpul di ujung batang dengan tangkai pendek. Warna mahkota bunga sintrong tersebut ialah paduan antara kuning bersemu violet dengan serabut pink-kemerahan pada ujungnya.

Jika diperhatikan, bagian bawah mahkota memiliki banyak serabut sepanjang 2 cm. Saat mulai merekah, tabung bunga mudah lepas ketika angin bertiup. Oleh karena itulah, tanaman sintrong bisa ada dimana saja, bahkan di lahan kosong yang rimbun oleh rumput. Biasanya Sintrong tidak tumbuh sendirian, melainkan bersama beberapa tanaman eksotis, seperti ciplukan, krokot, sawei, dan semacamnya.

Jenis tumbuhan semak ini memang cukup mudah kita jumpai. Umumnya di sekitar ladang kering, pinggiran jalan berumput, dan sepanjang tepi sawah. Selain akrab dengan nama Sintrong di daerah Sunda, daun lalap ini juga disebut Balastrong, Jambrong, Mandrung, Puyung, Tespong, Sawi Rusa, dan Jebung.

Di Indonesia sendiri, daun sintrong pertama kali dijumpai di dekat Medan sekitar tahun 1926. Dari Medan kemudian menyebar ke seluruh penjuru nusantara. Pertumbuhan tanaman sintrong makin subur di daerah lembab hingga ketinggian 2.500 m dpl. Tidak sedikit yang memanfaatkan daun sintrong untuk pakan ternak. Namun Anda tak perlu ragu menyantapnya sebab daun sintrong obat kanker yang sudah populer di belahan dunia lain.

Bagian bunga maupun daun sintrong biasanya terhidang mentah atau direbus bersama sayur-sayuran lain seperti daun singkong dan daun pepaya. Aroma mint akan tercium kuat saat daunnya diremas. Tak heran kalau daun yang konon berasal dari Afrika Tropis ini juga disukai sampai ke Malaysia dan negara lain di Asia. Yang pasti olahan lalap maupun juga salad dari sayuran tradisional ini akan menyumbang manfaat serat sehingga sangat baik untuk menjaga pencernaan kita.

Tentu saja selain diolah jadi menu masakan yang sangat sehat, bagian-bagian tanaman sintrong juga berkhasiat untuk obat tradisional. Khasiat daun sintrong antara lain mengatasi masalah sakit perut, sakit kepala, pengobatan luka, namun khususnya beberapa jenis kanker. Maka di bawah ini penjelasan ringkas tentang manfaat dan khasiat daun sintrong obat kanker.

Mengenal Manfaat Alami Daun Sintrong 

Banyak penelitian membuktikan manfaat daun sintrong yang dapat menyembuhkan penyakit tanpa efek samping. Antioksidan merupakan senyawa yang ampuh melawan radikal berbahaya pemicu kerusakan sel tubuh. Khasiat antioksidan dan antibakteri-nya terbilang luar biasa untuk pengobatan kanker, malaria, dan prostat. Daun sintrong obat kanker tak lepas dari kandungan minyak atsiri, saponin, flavanoid, dan polifenol.

Bila Anda menemukan daun sintrong di lahan terbuka dan bermaksud mengolahnya, cucilah sampai bersih kemudian keringkan. Kalau bisa jangan terkena sinar matahari secara langsung.  Setelah kering Anda dapat menumbuknya sampai setengah kasar. Sintrong bisa dimakan mentah untuk tambahan lalap ataupun direbus setengah matang saja.

Sedangkan cara membuat herbalnya juga tak sulit. Anda cukup merebus lima helai daun sintrong ke dalam 3 gelas air, dan tunggu sampai tersisa satu gelas saja. Tambahkan madu atau beberapa herbal lain supaya lebih berkhasiat, misalnya sereh dan jahe. Beragam manfaat ramuan ini sering dianjurkan untuk menjaga bagi kesehatan, tetapi dalam jumlah yang sewajarnya.

Nah berikut ini sepuluh contoh manfaat daun sintrong bila kita mengkonsumsinya:

  1. Mencegah Kanker. Daun Sintrong dapat mengurangi resiko kanker payudara, kanker hati, dan kanker lambung yang mungkin bertambah parah.
  2. Memperbaiki Fungsi Lambung. Daun sintrong juga bermanfaat untuk menetralkan asam lambung serta memperkuat otot-otot di sekitar lambung.
  3. Menurunkan Darah Tinggi. Sayuran ini sangat baik dikonsumsi oleh mereka yang menderita hipertensi agar tekanan darah berada pada batas normal.
  4. Menguatkan Tulang. Kandungan mineral dan magnesium daun sintrong dikenal sangat tinggi sehingga mampu memperkuat tulang dan persendian.
  5. Memperbaiki Sirkulasi Darah. Khasiat daun sintrong dikenal ampuh mencegah gangguan pembuluh darah arteri yang kerap memicu gangguan jantung.
  6. Melancarkan Pencernaan dan Sistem Metabolisme. Sayuran ini dikenal sebagai pembersih usus yang handal sehingga. Takkan ada lagi masalah sembelit atau diare. Tubuh akan sehat karena metabolisme zat makanan berjalan lancar.
  7. Membunuh Kuman dan Bakteri yang sebabkan radang terutama pada terluka. Ini karena khasiat sintrong yakni zat anti-inflamasi.
  8. Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).
  9. Mencegah penyakit kulit atau eksim.
  10. Sebagai pencahar alami dimana lemak yang mengendap akan terkuras setelah meminum air rebusan daun sintrong.

Berbagai khasiat daun sintrong memang tak perlu diragukan lagi. Selain sayuran ini enak dimakan manfaatnya juga sangat baik sebagai obat atau herbal tradisional. Salah satu yang patut kita lihat adalah keampuhan daun sintrong untuk kanker. Bagi warga Sunda tanaman Sintrong disebut salintrong. Dengan sayuran ini tubuh memiliki imun yang baik oleh karena vitamin B kompleks di dalamnya cukup banyak. Jika antibodi bekerja dengan baik, dibantu oleh antioksidan alami, maka tentunya pertumbuhan sel-sel kanker dapat dicegah.

Bagaimana cara menggunakan daun sintrong untuk pengobatan? Caranya mudah saja, kita hanya perlu menyiapkan beberapa lembar daun sintrong. Cici bersih dan remas-remas kemudian rebus dengan air secukupnya. Minum selagi hangat dengan tambahan madu agar lebih manis.

Namun ingat jangan berlebihan mengkonsumsi herbal dari tanaman ini untuk mencegah efek samping, sebab kondisi tubuh masing-masing orang dapat berbeda. Selain itu bagi sebagian orang konsumsi daun sintrong baik adanya namun harus dibatasi. Meskipun daun sintrong obat kanker namun dicurigai juga mengandung alkaoida pirolizidina yang memicu pertumbuhan tumor.

Sebagai antisipasi atas efek komplikasi, memang akan lebih baik untuk berkonsultasi dulu dengan dokter penyakit dalam, seorang ahli gizi dan nutrisi, ataupun herbalis berpengalaman. Hal ini terutama untuk ibu hami dan menyusui. Baik cara pengolahan hingga takaran minumnya jauh lebih bijaksana kalau sudah dikonsultasikan pada dokter maupun ahli tanaman herbal.

Itulah tadi berbagai manfaat dan khasiat daun sintrong hingga pemanfaatannya sehari-hari. Sewajarnya kita patut bersyukur karena Indonesia ini kaya akan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat, baik yang sengaja ditanam, maupun yang hidup secara liar di alam terbuka. Sangat mudah bagi masyarakat untuk menemukan daun herbal seperti sintrong dan menikmatinya sebagai santap lalapan, hingga dijadikan ramuan obat.

Baca artikel lain mengenai Kemoterapi atau Herbal

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor