Persiapan Sebelum Radioterapi

Pentingnya Mengetahui Persiapan Sebelum Radioterapi

Radioterapi merupakan salah satu cara pengobatan yang menggunakan penggunaan bantuan sinar pengion dan partikel lainnya untuk membunuh sel-sel kanker atau sel keganasan dengan dosis tertentu. Radioterapi umum disebut juga dengan nama terapi penyinaran.

Pengobatan dengan radioterapi ini menjadi salah satu cara yang harus ditempuh oleh pasien kanker sesuai dengan anjuran dokter. Untuk menghadapi radioterapi, penting bagi pasien dan keluarga mengetahui persiapan sebelum radioterapi, pada saat menjalaninya, dan setelah proses radioterapi.

Tips Berkonsultasi dengan Dokter Radioterapi

Sebelum melakukan radioterapi, ada baiknya pasien dan keluarga melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang menangani proses radioterapi. Pasien harus mengetahui apa saja prosedur radioterapi, efek samping yang ditimbulkannya, dan apa saja persiapan pasien sebelum raidoterapi. Konsultasi ini penting untuk dilakukan karena pasien dan keuarga harus mengetahui dengan benar apa itu radioterapi. Kesiapan mental pasien juga penting untuk diperhatikan.

Berikut beberapa tips untuk berkonsultasi dengan dokter radioterapi.

  1. Lakukan konsultasi pertama sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter. Konsultasi pertama akan memberikan gambaran umum kepada pasien dan keluarga mengenai apa itu radiologi serta membantu dokter mengetahui kondisi dari pasien dengan jelas.
  2. Tanyakan semua hal yang ingin ditanyakan pada saat konsultasi. Misalnya, makanan apa yang tidak boleh dikonsumsi selama radioterapi, berapa lama radioterapi dilakukan, efek sampingnya, dan masih banyak lagi.
  3. Jadikan konsultasi dengan dokter seefektif mungkin. Jangan menyia-nyiakan waktu konsultasi, pastikan konsultasi berlangsung efektif dan sarat informasi penting yang memang dibutuhkan oleh pasien dan keluarga.

Persiapan Sebelum Radioterapi

Ada beberapa persiapan untuk radioterapi yang harus dilakukan oleh pasien dan keluarga pasien agar proses dan prosedur radioterapi bisa dilaksanakan dengan baik. Persiapan ini meliputi konsultasi, makanan yang harus dikonsumsi, pantangan, dan masih banyak lagi. Berikut beberapa persiapan pasien sebelum raidoterapi yang sebaiknya dilakukan.

  1. Persiapan fisik pasien. Sebaiknya, pasien menjaga kesehatan dan kekuatan fisiknya sebelum menghadapi radioterapi. Salah satu caranya bisa dengan rutin mengonsumsi makanan sehat yang cocok untuk menghadapi radioterapi. Selain itu, ada baiknya juga pasien tidak mengalami kelelahan yang panjang, kondisi tubuh dalam keadaan prima, dan mental yang terjaga dengan baik.
  2. Kesiapan mental keluarga. Selain mental pasien, mental keluarga juga penting untuk dijaga. Keluarga memiliki peranan besar untuk mendukung kesembuhan pasien. Setiap anggota keluarga sebaiknya selalu menunjukkan kekuatan dengan memberikan dukungan penuh, pembicaraan yang sifatnya positif, dan tidak membuat pasien menjadi merasa cemas.
  3. Persiapan asupan makanan. Asupan makanan juga penting untuk diperhatikan. Sebelum menghadapi radioterapi, ada baiknya pasien dan keluarga meminta saran kepada dokter radioterapi mengenai makanan apa saja yang baik dikonsumsi sebelum radioterapi yang akan banyak membantu menghindarkan pasien dari berbagai efek yang mungkin ditimbulkan oleh proses penyinaran tersebut.
  4. Persiapan akomodasi. Akomodasi juga penting untuk dipersiapkan. Tidak menutup kemungkinan pasien dan keluarga berasal dari daerah yang jauh dan harus memikirkan masalah akomodasi selama proses radioterapi berlangsung. Persiapkan masalah akomodasi ini dengan matang sehingga baik pasien maupun keluargnya tetap merasa nyaman selama proses radioterapi berlangsung.

Persiapan Menghadapi Efek Samping Radioterapi

Proses radioterapi yang bertujuan untuk membunuh sel kanker dalam tubuh memiliki beberapa efek samping yang bisa dirasakan oleh pasien bahkan dimulai di hari pertama radioterapi. Akan tetapi, semua efek samping yang mungkin muncul itu sebaiknya tidak menjadi hambatan untuk pasien dalam melakukan radioterapi.

Persiapan yang matang dalam menghadapi efek samping radioterapi akan meminimalisasi rasa khawatir yang berlebih. Sebelumnya, pasien dan keluarga harus mengetahui apa saja efek samping yang bisa ditimbulkan oleh proses radioterapi seperti berikut.

  1. Efek samping radioterapi bisa terjadi selama proses radioterapi (efek cepat) dan terjadi setelah proses radioterapi (efek lambat).
  2. Ditinjau dari organ yang terkena, terdapat efek samping lokal dan efek samping sistemik. Efek samping lokal seperti bila radiasi dilakukan di area kepala akan terjadi kerontokan pada rambut, bila radiasi di area perut bisa saja menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil, terjadi perubahan pada area kulit seperti kekeringan tergantung kepekaan dari pasien, bila radiasi dilakukan di arean leher dan kepala bisa menimbulkan sariawan, kerongkongan kering, dan air liur menjadi kental. Sedangkan efek samping sistemik yang bisa terjadi di antaranya sakit kepala, mual dan muntah, perubahan dalam sel darah tepi, kelelahan, pusing, diare, dan demam khususnya bagi pasien yang menjalani radiasi pada area otak.

Efek samping tersebut sebenarnya bisa dicegah untuk terjadi dengan persiapan yang tentunya matang . Berikut beberapa cara untuk mencegah timbulnya efek samping radioterapi.

  1. Hindari konsumsi makanan yang terlalu panas atau dingin. Khususnya bagi pasien radioterapi area kepala dan leher, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang terlalu panas atau dingin selama menjalani proses radioterapi. Makanan dan minuman yang sifatnya terlalu panas atau dingin akan sangat berpengaruh pada area selaput di rongga mulut yang rentan untuk terjadi luka ketika radioterapi berlangsung.
  2. Pastikan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Pasien radioterapi bahkan yang sudah menjalani radioterapi sebaiknya harus menghindari paparan langsung sinar matahari. Mengapa? Area kulit yang yang menjadi lokasi radioterapi akan sangat peka terhadap sinar matahari sehingga akan menimbulkan efek yang tidak baik. Sebaiknya gunakan payung atau krim antisinar UV yang sudah diizinkan dokter untuk digunakan ketika harus bepergian di siang hari.
  3. Selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut. Khususnya bagi pasien yang menjalani radioterapi area kepala dan leher, kebersihan gigi dan mulut penting untuk dijaga. Umumnya, gigi dan mulut akan mengalami kekeringan selama proses penyinaran berlangsung dan akan lebih tidak baik lagi jika kebersihan gigi dan mulut tidak dijaga. Pastikan asupan makanan berserat tetap terjaga dan kebersihan gigi mulut terjaga dengan baik.
  4. Hindarkan kulit dari keringat berlebih. Keringat yang muncul pada pasien radioterapi sifatnya tidak baik karena akan sangat berpengaruh pada masa penyinaran berlangsung. Ada baiknya untuk megonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter sehingga pasien tidak akan berkeringat terlalu berlebihan selama proses penyinaran. Keringat berlebih bisa memicu reaksi yang jauh lebih cepat pada kulit dan menimbulkan efek yang tidak baik.
  5. Menjaga kebutuhan gizi pasien. Asupan gizi untuk pasien radioterapi sangat penting untuk dijaga. Adanya gangguan pada selera makan bisa membuat pasien enggan mengonsumsi makanan tinggi gizi, sebaiknya pihak keluarga tetap memberikan motivasi untuk pasien tetap makan karena proses radioterapi mengharuskan kebutuhan gizi pasien tetap terjaga.

Persiapan Setelah Menjalani Radioterapi

Ketika prosedur radioterapi sudah dilaksanakan, ada beberapa hal yang masih perlu dilakukan oleh pasien setelah menjalani radioterapi tersebut. Beberapa persiapan yang harus dilakukan setelah radioterapi adalah sebagai berikut.

  1. Melakukan kontrol rutin. Kontrol rutin dilakukan untuk mengatasi efek samping yang ditimbulkan oleh radioterapi. Efek samping yang dimaksud adalah efek samping yang sifatnya berat dan terjadi selama 6 bulan setelah radioterapi.
  2. Menerapkan pola hidup sehat. Setelah melakukan proses radioterapi, pola hidup sehat wajib untuk dijalani oleh pasien. Pasien harus melakukan diet yang seimbang, rutin melakukan pengecekan kesehatan, terhindar dari asap rokok, mengelola stres dengan baik, berolahraga secara teratur, dan mendapatkan istirahat yang cukup.

Itulah pembahasan mengenai pengetahuan persiapan sebelum radioterapi yang harus diketahui oleh pasien dan keluarganya. Semoga informasi ini bermanfaat khususnya bagi yang akan menjalani proses radioterapi. Semangat!

Baca artikel lain mengenai Terapi Stem Cell

Khasiat Bawang Dayak

Khasiat Bawang Dayak untuk Atasi Penyakit Kanker

Bawang dayak merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang berasal dari Kalimantan Tengah yang menjadi tempat tinggal para Suku Dayak. Bawang Dayak sendiri sudah cukup lama digunakan sebagai tanaman obat oleh Suku Dayak. Nama dari bawang dayak juga beragam mulai dari bawang berlian, bawang lubak, bawang sabrang, bawang hantu, dan bawang tiwai. Warna umbinya merah seperti halnya bawang merah, tetapi memiliki warna merah yang lebih pekat.

Kandungan dalam Bawang Dayak

Bawang dayak memiliki predikat sebagai tanaman obat tentunya karena kandungan di dalamnya yang baik untuk kesehatan dan bahkan membantu dalam mengobati penyakit kanker. Salah satu kandungan penting dalam bawang dayak yang bemanfaat untuk membantu pengobatan kanker adalah beberapa jenis senyawa fitokimia di dalamnya. Beberapa senyawa fitokimia tersebut di antaranya tannin, steroid glikosida, flavonoid, alkaloid, fenolik, dan saponin.

  1. Saponin berfungsi untuk mencegah terjadinya obesitas, zat antioksidan yang baik, dan mencegah beberapa jenis penyakit kanker khususnya kanker prostat dan kanker usus besar.
  2. Alkaloid berfungsi sebagai antimikroba sehingga membuat tubuh tidak mudah terserang mikroba.
  3. Tannin berfungsi sebagai penawar racun, mengatasi diare dan bahkan mencegah timbulnya diare, dan berperan sebagai antioksidan yang bisa membantu menghambat dan mencegah sel kanker untuk tumbuh dan berkembang di dalam tubuh.
  4. Glikosida berfungsi untuk mengobati kolesterol, obat untuk jantung, membantu meningkatkan daya tahan tubuh, dan bisa berfungsi sebagai obat pencahar.
  5. Flavonoid berfungsi sebagai zat antikarsinogen, mencegah pertumbuhan sel kanker, antidiabetes, melancarkan keluarnya urin, antiinflamasi, dan antidepressant.

Khasiat Bawang Dayak untuk Kesehatan

Banyak orang tentunya bertanya mengenai khasiat bawang dayak untuk kesehatan. Ya, bawang dayak memang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Khasiat bawang dayak untuk kanker juga bisa dirasakan. Berikut beberapa khasiat bawang dayak untuk kesehatan.

  1. Mencegah Munculnya Tumor dan Kanker. Salah satu khasiat utama dari bawang dayak adalah mencegah munculnya tumor dan kanker dalam tubuh. Kandungan antioksidan yang tinggi dalam bawang dayak membantu untuk mencegah terjadinya dua penyakit yang berbahaya tersebut. Selain itu, bawang dayak juga mengandung naphtoquinones yang bermanfaat untuk mencegahnya munculnya sel-sel kanker dan tumor.
  2. Membantu dalam Tingkatkan Daya Tahan Tubuh. Bawang dayak banyak mengandung antioksidan dan vitamin C yang sangat bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya tahan pada tubuh. Tingginya kemampuan dari daya tahan tubuh akan mengurangi risiko tumbuhnya sel-sel kanker. Tubuh yang kuat dan sehat tidak akan memberika ruang pada sel kanker untuk tumbuh dan berkembang.
  3. Membantu untuk Mencegah Tumbuhnya Virus, Bakteri, dan Mikroba. Bawang dayak juga memiliki khasiat untuk mencegah pertumbuhan dari mikroba, virus, dan bakteri yang merupakan sumber berbagai jenis penyakit. Virus, bakteri, dan mikroba hanya akan memperparah kondisi tubuh terutama yang sudah terserang kanker. Kondisi yang lemah karena virus, bakteri, dan mikroba hanya akan membuat sel kanker menjaid lebih kuat lagi. Oleh karena itu, penggunaan bawang dayak ini akan menurunkan risiko pertumbuhan mikroba, bakteri, dan virus yang membuat tubuh menjadi lebih kuat terutama ketika sedang menjalani perawatan kanker.
  4. Membantu Membersihkan Bakteri dalam Tubuh. Kandungan antibakteri yang tinggi pada bawang dayak salah satunya bisa membantu tubuh untuk membersihkan bakteri-bakteri tersebut. Pembersihan bakteri dalam tubuh tentunya akan meningkatkan kesehatan seseorang dan tidak mudah terserang penyakit seperti kanker.

Cara Mengolah dan Cara Konsumsi Bawang Dayak untuk Mengobati Kanker

Untuk bisa merasakan khasiat dari bawang dayak, terdapat beberapa cara mengolah dan cara konsumsi bawang dayak untuk mengobati kanker yang perlu diketahui. Berikut uraiannya.

Dibuat Minuman

Bawang dayak bisa dijadikan minuman yang bisa dinikmati kapan saja. Cara membuatnya pertama cuci bersih bawang dayak yang sudah dipisahkan dari daun dan akarnya. Blender bawang dayak yang sudah diiris tipis dengan perbandingan 1:2 dengan air. Saring jus bawang dayak kemudian masak dengan ditambahkan gula dengan perbandingan 1:1.

Aduk rata sampai mendidih dan sampai muncul butiran berupa kristal kemudian dinginkan. Minuman bawang dayak siap untuk dihidangkan dan dinikmati. Mengonsumsi minuman bawang dayak ini sangat bermanfaat untuk membantu mengobati kanker. Berbagai kandungan yang berkhasiat untuk melawan kanker bisa masuk ke dalam tubuh dengan dijadikan minuman yang enak untuk dinikmati.

Dibuat Menjadi Bawang Dayak Kering

Bawang dayak juga bisa dibuat menjadi kering sehingga bisa dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih lama. Caranya dengan membersihkan bawang dayak lalu diiris tipis. Keringkan bawang dayak di dalam oven menggunakan suhu 500 derajat celsius sampai lebih kurang 8 jam. Setelah itu didinginkan dan simpan dalam wadah kedap udara.

Bawang dayak yang sudah kering ini bisa dikonsumsi dengan cara diseduh menjadi seperti teh. Bawang dayak kering ini sifatnya akan sangat praktis untuk dikonsumsi oleh penderita kanker. Bawang dayak kering bisa dikonsumsi menjadi teh atau bahkan dibuat serbuknya.

Dibuat Menjadi Bawang Dayak Bubuk

Bawang dayak juga bisa dibuat menjadi serbuk atau dibuat bubuk untuk memudahkan proses konsumsi ke depannya. Cara pengolahannya sama dengan membuat bawang dayak kering. Bawang dayak bisa dikeringkan di bawah sinar matahari atau menggunakan oven.

Setelah bawang dayak kering, kemudian dihancurkan menggunakan blender. Bubuk bawang dayak bisa disimpan di wadah kedap udara. Cara konsumsinya bisa dengan diseduh air panas, aduk rata, dan siap dinikmati. Kapan saja, penderita kanker bisa mengonsumsi bawang dayak bubuk ini hanya dengang menyeduhnya menggunakan air panas.

Bawang dayak bisa didapatkan baik membeli secara langsung di Kalimantan Tengah maupun memesannya secara online. Bahkan sudah terdapat beberapa produk olahan dari bawang dayak yang siap dikonsumsi. Untuk efek samping dari penggunaan bawang dayak sebagai obat sendiri masih belum diketahui. Bawang dayak bisa dikonsumsi sebagai salah satu bahan dalam masakan atau diolah terlebih dahulu seperti sudah diuraikan di atas sehingga bisa dikonsumsi dengan cara yang berbeda dan rasa yang juga sesuai dengan selera.

Bawang dayak sebagai pencegah dan membantu pengobatan kanker tidak ada salahnya untuk dicoba. Selain itu, bawang dayak juga bisa digunakan sebagai bahan alami untuk menjaga kesehatan tubuh terutama meningkatkan daya tahan tubuh yang akan membantu tubuh untuk tidak mudah terserang penyakit. Khasiatnya yang juga bisa membantu mengobati beberapa penyakit ringan yang umum terjadi seperti flu dan sakit perut, menjadikan bawang dayak cocok dijadikan pilihan tanaman obat yang wajib dicoba dan selalu disediakan di rumah.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang khasiat serta cara kerja dari bawang dayak, membaca banyak referensi baik berupa artikel maupun buku sangat disarankan. Mari memulai pola hidup sehat dengan menambahkan bawang dayak sebagai salah satu pilihan untuk pencegahan penyakit dalam kehidupan sehari-hari kita!

Baca artikel lain mengenai Terapi Stem Cell

Makanan Setelah Kemoterapi

Cara Memilih Makanan Setelah Kemoterapi

Salah satu cara yang umum dilakukan untuk proses pengobatan pasien yang terserang kanker adalah dengan melakukan kemoterapi. Kemoterapi sendiri merupakan sebuah usaha yang bisa mengganggu reproduksi dari sel kanker dan akhirnya membantu membunuh sel-sel kanker itu sendiri. Akan tetapi, upaya kemoterapi sendiri bukan tanpa efek samping. Salah satu efek yang timbul setelah kemoterapi adalah rasa mual. Oleh karena itu, baik pasien maupun keluarga pasien harus bisa memilih dan mengolah makanan setelah kemoterapi yang cocok dan sehat.

Menu Makanan yang Baik Selama Masa Kemoterapi

Menu makanan yang sehat tidak hanya diperlukan pascakemoterapi saja, tetapi juga harus diberikan kepada pasien selama proses kemoterapi. Memilih makanan yang sehat dan mendukung proses penyembuhan dari kanker selama kemoterapi adalah pilihan yang bijak. Berikut jenis-jenis makanan yang baik dikonsumsi oleh pasien yang sedang menjalani kemoterapi.

Sayur-sayuran

Tidak bisa dipungkiri, sayuran memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Sayuran juga ternyata merupakan salah satu jenis makanan yang baik dikonsumsi oleh mereka yang sedang menjalani kemoterapi. Beberapa kandungan dalam sayuran hijau seperti Vitamin E, Vitamin K, Vitamin A, dan zat besi sangat bermanfaat untuk membantu dalam melancarkan peredaran oksigen dan sel darah merah ke seluruh tubuh. Lancarnya peredaran oksigen dan sel darah merah ini sangat baik untuk para pasien penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi.

Telur dan Jahe

Telur merupakan salah satu jenis makanan yang kaya akan protein sehat, Vitamin B, Vitamin D, Vitamin E, dan selenium. Semua kandungan nutrisi tersebut memiliki banyak manfaat seperti membantu menjaga tubuh dari efek samping obat kanker yang keras dan membantu dalam mengurangi efek setelah melakukan kemoterapi.

Sedangkan jahe kaya akan sifat anti-inflamasi. Fungsinya dalam hal ini bisa membantu dalam mengurangi rasa mual dan muntah selama pasien menjalani kemoterapi. Jahe ini bisa dibuat dalam bentuk teh hangat yang lezat.

Kacang-kacangan

Salah satu jenis makanan yang juga baik untuk pasien yang sedang menjalani kemoterapi adalah kacang-kacangan. Kacang-kacangan mengandung Vitamin B dan protein yang tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan perbaikan sel dan kekebalan tubuh dari pasien yang sedang kemoterapi.

Yogurt

Selain jenis makanan yang sehat, minuman yang baik untuk pasien yang sedang menjalani kemoterapi adalah yogurt. Olahan dari susu yang memiliki rasa agak asam ini memiliki manfaat untuk mencegah turunnya berat badan pasien dan mencegah diare.

Puding

Untuk jenis makanan ringannya yang ditujukan sebagai camilan, puding merupakan pilihan yang tepat. Pastikan membuat puding sendiri agar bisa menentukan bahan apa saja yang baik untuk puding bagi pasien kemoterapi. Keluarga pasien juga bisa menambahkan bahan lain seperti susu yang bisa meningkatkan nutrisi dan kandungan di dalam puding itu sendiri dan tentunya bermanfaat untuk pasien.

Kentang yang Ditumbuk

Jenis makanan lain yang baik untuk pasien kemoterapi adalah kentang tumbuk. Pasien yang sedang menjalani kemoterapi sebaiknya mengonsumsi makanan yang lembut dan tentunya mudah untukdicerna. Kentang tumbuk yang dicampur dengan mentega dan susu bisa membantu untuk mencegah terjadinya penurunan berat badan pada pasien kemoterapi.

Tips Makan ketika Mual saat Kemoterapi

Mual dan muntah merupakan salah satu efek samping dari kemoterapi. Bisa dikatakan ini adalah hal yang memang terjadi pada setiap pasien kemoterapi. Kondisi ini tentunya membuat pasien merasa sangat tidak nyaman. Untuk mengatasi hal tersebut pemilihan jenis makanan dan cara makan harus diperhatikan dengan baik agar pasien tidak mudah mual dan muntah. Berikut beberapa tips untuk makan di saat terasa mual ketika sedang menjalan kemoterapi.

  1. Pasien sebaiknya makan terlebih dahulu sebelum memulai proses kemoterapi.
  2. Pasien sebaiknya memakan makanan yang lembut, mudah dicerna, dan lunak daripada memakan makanan yang sifatnya kerasa sehingga membuat sistem pencernaannya tidak bekerja terlalu keras.
  3. Menghindari jenis makanan yang pedas dan panas.
  4. Usahakan agar pasien selalu berkumur sebelum dan sesudah makan.
  5. Sebaiknya pasien berbaring setelah ia makan.
  6. Jangan sampai pasien minum dan makan terlalu cepat.
  7. Tidak dianjurkan makanan yang banyak mengandung gula sehingga menjadi terlalu manis.
  8. Tidak mengonsumsi makanan yang memiliki aroma terlalu kuat.
  9. Makanan yang sifatnya terlalu berat, kaya akan santan dan minyak, sebaiknya tidak diberikan kepada pasien.
  10. Memberikan pengalih perhatian kepada pasien saat sedang makan misalnya membaca buku atau menonton TV. Hal tersebut bisa membantu pasien untuk terhindar dari rasa mual yang mungkin muncul saat sedang makan.

Tips Cara Membuat/Menyusun Menu Makanan Setelah Kemoterapi

Masa-masa kurang nyaman tidak hanya berlangsung pada saat kemoterapi saja, tetapi juga setelahnya. Beberapa efek kemoterapi bisa saja masih terasa bahkan setelah selesai kemoterapi, termasuk masalah makanan. Pasien yang sudah selesai proses kemoterapi harus mendapatkan asupan makanan setelah kemoterapi yang sehat dan mampu memulihkan kondisinya. Akan tetapi, tidak semua jenis makanan baik untuk pasien yang baru saja selesai melakukan kemoterapi. Keluarga pasien harus bisa mengatur, membuat, dan menyusun menu makanan sehat yang tepat untuk pasien yang sudah dikemoterapi. Berikut cara membuat/menyusun menu makanan setelah kemoterapi.

Menu Salad Sayur dengan Minyak Zaitun

Salah satu jenis makanan yang sehat dan lezat untuk pasien yang sudah menjalan kemoterapi adalah salad sayur. Ada baiknya, untuk pasien yang baru saja melakukan kemoterapi, jenis sayuran yang dipilih adalah yang memiliki warna mencolok yang berbeda. Usahakan juga tidak mengonsumsi jenis sayur yang sama setiap hari. Usahakan untuk memilih jenis sayuran kombinasi yang berbeda. Untuk menambah cita rasa dari salad, gunakan minyak zaitun sebagai dressingnya, jangan menggunakan bahan lain yang kandungan lemaknya tinggi.

Menu Telur Rebus

Seperti sudah dibahas dalam poin sebelumnya, telur memiliki banyak kandungan yang baik untuk pasien yang sudah menjalani kemoterapi. Akan tetapi, pengolahan menu telu untuk pasien harus sangat diperhatikan. Hindari cara memasak dengan digoreng karena kurang baik untuk pasien. Telur sebaiknya direbus saja sehingga aman untuk pasien. Menu telur rebus ini bisa digabung dengan makanan lainnya sebagai lauk untuk makan berat.

Menu Camilan Sehat

Pasien yang sudah menjalani kemoterapi juga membutuhkan menu makanan sampingan seperti camilan agar selera makannya meningkat. Hanya saja, camilan untuk pasien harus dijaga dan tentunya sehat. Salah satu menu camilan sehat untuk pasien adalah sayuran dan kacang yang direbus. Keluarga pasien bisa menggabungkan aneka makanan rebusan seperti kacang rebus, jagung rebus, buncis rebus, edamame rebus dalam sebuah piring saji sebagai camilan untuk pasien.

Menjaga jenis makanan setelah kemoterapi untuk pasien sangat penting untuk diperhatikan. Jika pasien masih harus menjalani kemoterapi beberapa waktu ke depan, maka perhatikan juga asupa nutrisi yang baik sebelum kemoterapi selanjutnya. Contohnya seperti jus untuk pasien kemoterapi, suplemen pasca kemoterapi, dan makanan bernutrisi lainnya yang baik dikonsumsi sebelum menghadapi kemoterapi selanjutnya.

Selain makanan setelah kemoterapi, kesehatan mental pasien juga penting untuk dijaga. Pastikan pasien selalu merasa tenang dan berpikiran positif, agar harapannya untuk sembuh bisa terus terjaga.

Baca artikel lain mengenai Terapi Stem Cell

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor