Operasi Kanker Ovarium

Bersihkan Tumor di Indung Telur, Operasi Kanker Ovarium Jadi Solusinya

Kanker ovarium merupakan silent killer bagi kebanyakan perempuan. Seperti halnya kanker serviks, prosedur operasi kanker ovarium bertujuan mengangkat jaringan tumor pada organ reproduksi perempuan. Bila kanker serviks adalah posisi leher rahim, kanker ovarium lebih merujuk pada bagian indung telur.

Ovarium adalah salah satu dari organ sistem reproduksi wanita bersama  dengan saluran telur (tuba fallopi), rahim (uterus), dan vagina. Kanker akan berkembang dari sel di bagian tubuh yang berubah abnormal, dan terus tumbuh menciptakan sel-sel pembentuk tumor. Adanya tumor dapat menyebabkan tekanan pada organ lain di dekat ovarium.

Kanker ovarium masih sangat mungkin disembuhkan bila terdeteksi pada stadium yang masih awal. Sebagai langkah pemeriksaan biasanya pasien akan dirujuk ke dokter onkologi ginekolog agar pertumbuhan tumor dapat diketahui melalui hasil CT Scan atau USG.

Apabila kanker terindikasi belum menyebar, kemungkinan ovarium akan diangkat bersama tuba falopi (saluran indung telur). Lain halnya saat penyebaran sel-sel kanker semakin memburuk. Operasi kanker ovarium pun akan menimbang pengangkatan rahim, kelenjar getah bening, serta struktur di sekitarnya.

Kenali Gejala Spesifik Kanker Ovarium

Deteksi dini dan pengobatan sesegera mungkin adalah solusi terbaik untuk setiap perempuan. Karena umumnya kanker indung telur baru menimbulkan gejala spesifik ketika sudah mencapai stadium lanjut. Terlambatnya deteksi dikarenakan seseorang terlambat mencurigai tanda kanker ovarium dalam tubuhnya.

Sepintas gejala kanker ovarium nyaris serupa kanker serviks atau kanker leher rahim. Termasuk ada rasa nyeri ketika berhubungan intim. Bilamana pada kanker serviks penderita mengalami keputihan berbau, kebanyakan gejala kanker ovarium tidak ditandai oleh warna dan bau keputihan menyengat. Namun tetap terdapat flek perdarahan di luar siklus menstruasi bahkan saat usia menopause antara 50-70 tahun.

Selain itu, pada ciri spesifiknya kanker ovarium kerap merilis masalah gangguan cerna. Perut sangat sering kembung dan terasa penuh bahkan ketika tidak makan atau minum terlalu banyak. Akibat mual kerapkali selera makan berkurang drastis dimana penderita juga mudah merasa cepat kenyang. Kemudian munculnya sensasi nyeri perut bawah dapat merambat sampai ke panggul dan pinggang. Penumpukan cairan di dinding perut pun membuat penderita kanker ingin kencing lebih sering.

Berbagai gejala tadi disebabkan sel-sel kanker yang menyebar secara langsung ke daerah di sekitarnya. Kanker dapat menjalar ke bagian organ lain seperti daerah pinggul dan perut, hati, dan paru-paru, mengganti jaringan normal di sekitar organ tersebut. Proses ini disebut metastasis dimana sel kanker berpindah ke seluruh tubuh mealui aliran darah atau pembuluh limfa.

Operasi Kanker Ovarium Menurut Stadium Kanker

Stadium kanker ovarium ini dapat terbagi atas empat tingkat keganasan berikut ini.

  • Stadium kesatu: Kanker ini hanya dapat menyerang salah satu atau kedua sisi ovarium, tapi belum dapat sampai menyebar ke bagian organ yang lain.
  • Stadium kedua: Kanker ini sudah menyebar dari ovarium ke tingkat jaringan yang ada di sekitar panggul atau rahim.
  • Stadium ketiga: Kanker yang sudah menyebar ke selaput perut, permukaan usus, dan kelenjar getah bening di area panggul dan juga perut.
  • Stadium keempat: Kanker ini sudah menyebar sampai ke bagian ginjal, hati, dan paru-paru.

Tindakan operasi akan ditentukan menurut jenjang stadium yang sudah dialami oleh pasien. Setelah pembedahan, dapat dilakukan terapi penyinaran (radiasi) dan juga kemoterapi untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker.

Operasi Histerektomi Total Abdominal (Stadium I) mengangkat seluruh rahim dan serviks. Pada wanita muda yang kankernya hanya di satu ovarium kemungkinan operasi kanker ovarium hanya membersihkan ovarium dan tuba falopii yang terkena sel kanker, dilanjut kemoterapi.

Proses operasi kanker ovarium telah meningkat risikonya mulai stadium II sampai IIIC. Selama operasi berjalan dokter dapat melihat adanya tumor pada satu atau dua ovarium, dan ditemukannya sel kanker yang menyebar ke kelenjar getah bening, ukuran sel kanker di lapisan abdomen atau perut juga telah melebihi 2 cm.

Stadium IV merupakan tahap paling akhir sehingga proses operasi kanker ovarium akan melibatkan prosedur Histerektomi Total dan Bilateral Salpingo-Ooophorectomy. Hal ini karena seluruh ovarium sudah terserang tumor ganas yang menyebar ke organ lain termasuk rahim, sehingga seluruhnya harus diangkat melalui proses operasi kanker ovarium. Dengan dilakukannya proses pengangkatan pada kedua ovarium dan juga rahim, penderita hampir dipastikan tidak lagi bisa memiliki keturunan.

Faktor Risiko Kanker Rahim

  • Wanita berusia dewasa dan lebih tua berisiko terkena kanker ovarium.
  • Sekitar 90 persen wanita yang didiagnosis kanker rahim berusia 40 sampai 60 tahun.
  • Mempunyai keluarga dekat yang pernah menderita kanker.
  • Belum pernah melahirkan atau sulit hamil.
  • Terlambat menopause.
  • Memiliki gangguan endometriosis (kondisi dimana jaringan endometrium tumbuh pada bagian tubuh lain).

Perawatan Pasca Operasi Kanker Ovarium

Pasca operasi dibutuhkan pengawasan dan konsultasi rutin di rumah sakit. Pasien kanker stadium dini dan khususnya yang tahap lanjut akan memerlukan kemoterapi untuk menghapus kemungkinan sel kanker yang masih tersisa. Selama dilakukannya proses kemoterapi, dokter selalu melihat dan juga memastikan sejauh mana efektivitas obat dalam tubuh pasien termasuk dengan efek sampingnya. Selain operasi dan kemoterapi juga, perawatan dengan cara radioterapi bisa menjadi tindakan yang dapat menjadi alternatif. Saat radioterapi, sel-sel kanker dimatikan oleh radiasi yang dihasilkan dari sinar X. Efek samping kemoterapi maupun radioterapi umumnya mencakup kerontokan rambut, diare, gangguan pencernaan, sariawan, dan mulut kering.

Perawatan pasca operasi kanker ovarium sehari-hari di rumah sebisanya dapat mengembalikan daya tahan tubuh. Selama waktu pemulihan hingga berbulan-bulan, seorang survivor  dari kanker ovarium tidak boleh terlalu lelah dan hanya boleh menyantap makanan sehat.

Hal yang lain selama proses pemulihan yaitu tentang kehidupan seksual dalam pernikahan. Sebab, pasca pulang dari operasi tidak dianjurkan melakukan seks hingga kondisi benar-benar pulih. Namun seorang survivor kanker stadium lanjut sebisa mungkin menghindari hubungan intim.

Menjalani hari-hari bersama kanker memang sangat berat bagi penderitanya. Terlebih lagi kanker ovarium pada wanita yang sudah berumah tangga. Namun kondisi psikis punya pengaruh cukup besar terhadap perkembangan sel-sel kanker. Oleh karena itu, kepanikan dan stres tidak akan membantu proses penyembuhan kanker, dan memberburuknya.

Bangkitkan semangat hidup dengan tetap berpikir positif serta menghibur diri dengan lebih banyak menyantap makanan sehat. Makanan pasca operasi kanker rahim yang harus diperbanyak ialah sumber estrogen alami dan juga sumber antioksidan. Konsumsi tempe, tahu, buncis, sayuran hijau, labu, kacang-kacangan, biji-bijian, kentang, wortel, dan juga buah-buahan segar.

Mahalkah Kisaran Biaya Operasi Kanker Rahim (Ovarium)?

Biaya yang diperlukan untuk menjalani operasi kanker ovarium akan tergantung dari prosedur dan fasilitas di setiap rumah sakit. Jika tanpa menggunakan jaminan sosial seperti BPJS atau sejenisnya, kisaran biaya operasi di sejumlah rumah sakit berkisar mulai belasan hingga ratusan juta rupiah. Jika Anda atau sanak keluarga membutuhkan perawatan yang segera, maka mulailah berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit terdekat. Dengan demikian prosedur operasi dapat segera dilakukan sesuai biaya yang dapat ditanggung oleh keluarga dari pasien kanker ovarium.

Baca artikel lain mengenai Tips Hidup Sehat

Operasi Kanker Serviks

Prosedur Operasi Kanker Serviks Stadium Awal

Setiap tahun ada ribuan wanita yang melakukan operasi kanker serviks. Badan kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization) menyebut Indonesia di peringkat kedua terbanyak dalam jumlah penderita kanker serviks dunia.

Dari puluhan ribu lebih kasus kanker serviks, kebanyakan pasien mendatangi rumah sakit dalam keadaan kronis. Kerapkali operasi kanker serviks baru ingin diupayakan pasien ketika fase kanker sudah masuk ke stadium lanjut.

Sementara menurut dokter spesialis onkologi ginekologi, Prof. dr. Dr. Andrijono SpOG (K), penderita kanker serviks di stadium lanjut hanya dapat disinar atau kemoterapi. Tetapi bagi pasien yang masih dapat menjalani operasi kanker serviks, keberadaan tumor dalam organ reproduksi masih mungkin dihilangkan.

Semua wanita berisiko terserang virus HPV, usia muda hingga yang sudah menopause. Faktor risikonya mulai menguat ketika seseorang aktif berhubungan seks, berganti-ganti pasangan, pemakaian kontrasepsi oral jangka panjang, dan infeksi menular seksual.

Pertanda atau gejala kerap dianggap sebagai masalah kewanitaan biasa. Sebab, tanpa disadari virus HPV atau Human Papillomavirus menembus serviks atau leher rahim. Apabila imunitas tubuh kurang baik, maka HPV tak butuh waktu lama untuk membentuk sel-sel kanker serviks.

Seperti Apa Gejala-gejala Kanker Serviks?

Pada mulanya sejumlah tanda seperti halnya keputihan hanya dianggap problem biasa sehingga dibiarkan begitu saja. Beberapa gejala yang dapat muncul mulai dari stadium awal sampai tahap kronis.

Gejala pertama adalah keputihan berbau kurang sedap. Warna keputihan tidak bening, tapi cenderung kemerahan atau kuning kehijauan. Vagina lebih sering terasa gatal.

Kanker serviks ditandai perdarahan yang cukup banyak di luar masa menstruasi.  Perdarahan berupa menstruasi keluar berlebihan dan berkepanjangan. Bagi wanita pasca menopause, umumnya cairan darah keluar dalam jumlah lebih sedikit.

Nyeri adalah pertanda berikutnya dari gejala kanker serviks. Sensasi nyeri juga terasa saat berhubungan seksual, bahkan keluar sedikit darah dari vagina.

Nyeri kanker serviks membuat perut bawah tiba-tiba kram, juga terasa sakit pada bagian panggul atau punggung bagian bawah (pelvis). Pada saat buang air kecil, rasa nyeri kembali terasa. Konsptipasi untuk buang air besar juga terasa sulit.

Jika mulai terlihat pembengkakan pada satu atau kedua kaki, bisa jadi stadium kanker semakin kritis, seperti yang dirasakan oleh almarhumah Julia Peres sebelum wafatnya.

Deteksi Dini Kanker Serviks

Selama masih stadium dini, masih terbuka kesempatan besar untuk sembuh sepenuhnya. Makin dini kanker ditemukan, makin baik hasil dari operasi kanker serviks.

Skrining atau pemeriksaan kanker serviks penting dilakukan jika keputihan berbau tak sedap. Sangat disarankan bagi wanita yang telah menikah atau aktif secara seksual untuk teratur melakukan pap smear minimal setiap 6 bulan sekali.

Ketika dokter mencurigai beberapa kelainan yang berhubungan dengan kanker leher rahim, tentu akan dilakukan tindakan medis yang tepat. Indikasi positif kanker serviks dapat diperkuat ol;eh tes DNA HPV dan pemeriksaan kolposkopi. Banyak penderita kanker serviks stadium dini mampu terbebas dari penyakitnya setelah operasi berjalan lancar.

Metode Operasi Kanker Serviks (Kanker Leher Rahim)

Berbagai kemajuan yang dicapai dalam cara pengobatan baik operasi, penyinaran, dan obat anti kanker memberikan harapan sangat besar terhadap kesembuhan kanker leher rahim.

Pengobatan berupa proses operasi kanker serviks atau leher rahim bisa meliputi operasi pengangkatan, radioterapi, dan kemoterapi. Operasi kanker serviks akan mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya ukuran tumor, usia penderita, tingkat stadium kanker, komplikasi penyakit atau masalah kesehatan lain, dan sebagainya.

Operasi pra-kanker serviks hanya mengangkat sel-sel tumor abnormal dari lapisan serviks untuk mencegah kanker muncul kembali. Untuk pasien di tahap positif kanker serviks, prosedur operasi mulai cukup berat yaitu pengangkatan rahim (histerektomi).

Pengangkatan rahim histerektomi diikuti terapi radiasi dan dikombinasi dengan kemoterapi. Namun bagi yang belum memiliki keturunan, tentunya histerektomi sangat dilematis.

Keputusan operasi dengan pengangkatan rahim memang menimbulkan konsekuensi cukup berat bagi pasien wanita, terkecuali jika sudah pernah melahirkan. Hal ini mengingat setelah rahim diangkat melalui operasi, seorang wanita takkan lagi bisa mengandung.

Metode Operasi dan Perawatan Kanker Serviks

1. Cone Biopsi

Pada tahap awal dokter mengambil sampel dari jaringan abnornal atau disebut metode Cone Biopsi.  Jaringan yang telah dibiopsi tadi akan menunjukkan seganas apa sel-sel tumor kanker serviks.

2. Radical Thachelectomy

Operasi Radical Thachelectosmy dapat dilaksakan untuk kanker serviks yang sudah terdeteksi pada stadium yang masih awal, dan bagi yang berencana memiliki anak. Prosedur operasi yang satu ini memiliki tujuan utnuk mengangkat leher rahim, jaringan di sekitarnya, dan juga bagian atas vagina, namun tanpa ada pengangkatan rahim secara keseluruhan.

Pasca operasi kanker serviks dengan radical thachelectomy, rahim dan vagina memerlukan waktu cukup lama untuk pulih. Pasien disarankan untuk dapat menunggu selama enam bulan sampai satu tahun pasca operasi sebelum memutuskan untuk hamil.

3. Operasi Histerectomi

Prosedur operasi histerektomi sering ditentukan atas harapan untuk membersihkan lesi kanker secara total dan cepat. Histerektomi dapat dilakukan untuk kanker serviks yang memiliki stadium masih tingkat awal atau ketika sel-sel kanker masih berada di leher rahim.

Ada dua macam operasi histerektomi. Yang pertama adalah prosedur dengan leher rahim dan rahim yang akan diangkat. Untuk beberapa kasus juga termasuk ovarium dan tuba falopi.

Operasi yang kedua, yaitu radikal histerectomi pada kanker serviks stadium satu lanjutan dan stadium dua pada tahap awal. Operasi akan mengangkat seluruh bagian rahim akan diangkat, mulai dari leher rahim, rahim, kelenjar getah bening, jaringan panggul, nodus limfa, ovarium, dan tuba falopi.

Pada tahap lain radikal histerectomy juga dilanjutkan radioterapi guna merusak atau menghambat perkembangan sel-sel kanker. Histerektomi dapat menyembuhkan stadium awal kanker serviks dan mencegahnya berjangkit kembali. Namun konsekuensinya adalah wanita harus kehilangan rahim sehingga tak memungkinkan lagi untuk mengandung.

Pengobatan dan Terapi Pasca Operasi Kanker Serviks

Terapi dengan radiasi menggunakan sinar x bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa. Sedangkan kemoterapi lebih pada cara pengobatan melalui sejumlah obat-obatan yang disuntikkan ke pembuluh darah. Dosis tinggi pada obat kemoterapi dimaksudkan untuk mengendalikan kanker stadium lanjut yang sulit disembuhkan.

Indikasi Efek Samping Pasca Operasi

Berbagai efek samping pasca operasi kanker serviks dan lanjutannya tidak mudah dihindari. Seringkali masih terjadi perdarahan di vagina, luka, cedera kandung keming dan rektum, penggumpalan pada darah, tidak mampunya dalam menahan kencing, vagina kering dan pada saat berhubungan seksual akan terasa sakit.

Meski risiko komplikasi ini terbilang kecil, namun akan sangat menyulitkan jika sampai terjadi. Dengan proses histerektomi, kehamilan tidak mungkin dapat terjadi dan jika ovarium sudah diangkat, hal ini juga bisa memicu untuk terjadinya menopause pada pasien belum pernah mengalaminya. Sementara problem lain adalah pencernaan yang terganggu, hingga pembengkakan pada kaki dan tangan. Bila komplikasi seperti ini terjadi pasca operasi, pasien harus segera melakukan komplikasi pada dokter spesialis onkologi dan bedah yang menanganinya.

Berapa Prediksi Biaya Pengobatan Kanker Serviks?

Besaran biaya pengobatan kanker serviks amat bergantung dari rumah sakit yang dirujuk dan pengobatan di dalamnya. Namun tanpa menggunakan jaminan sosial seperti halnya BPJS, maka pasien harus mengeluarkan biaya lebih besar lagi, bahkan mencapai puluhan juta rupiah.

Baca artikel lain mengenai Penyakit Kanker Serviks

Dokter Onkologi Terbaik

Referensi Dokter Onkologi Terbaik Untuk Sembuhkan Kanker

Informasi mengenai dokter onkologi terbaik adalah kebutuhan krusial bagi penderita kanker di Indonesia. Kanker merupakan penyakit menakutkan yang kemunculannya kerap tak terduga. Inilah mengapa dedikasi para dokter spesialis onkologi telah menjadi kebutuhan terbesar bagi dunia kesehatan.

Butuh dedikasi yang kuat untuk menjadi seorang dokter spesialis onkologi. Para dokter ini bergelut dengan risiko kanker yang mengancam jiwa seseorang. Tindakan medis ditentukan sejalan jenis tumor atau kanker yang kondisinya mungkin berbeda pada tubuh setiap orang.

Setelah dicurigai bahwa tumor memiliki sifat ganas, perawatan intensif diperlukan. Disini peranan dokter spesialis kanker adalah mengarahkan pasien untuk melakukan biopsi, operasi bedah tumor, mengevaluasi jaringan kanker, serta mengarahkan pasien untuk tindakan kemoterapi, dan sebagainya.

Dalam pencarian dokter onkologi terbaik pastikan juga bilamana dokter itu telah berpengalaman cukup lama di bidangnya. Jauh lebih baik bila dokter pilihan Anda dikenal luas oleh masyarakat oleh karena reputasinya. Semisal kerap menjadi pembicara dalam seminar atau menerbitkan paparan ilmiah seputar pengobatan kanker.

Nah, satu lagi hal penting ketika memilih dokter spesialis kanker adalah kenyamanan saat berkonsultasi. Kemungkinan besar hubungan antara pasien dengan dokter onkologinya akan berjalan berbulan-bulan bahkan hitungan tahun, selama pengobatan dan perawatan kanker berjalan secara rutin.

Dokter Spesialis Onkologi Medik dan Bedah: Spesialis Tumor dan Kanker Umum

Onkologi medik adalah bidang kedokteran yang terkait perawatan kanker yang spesialisasinya berhubungan dengan bedah onkologi dan radiasi onkologi. Dokter onkologi medik ialah dokter yang mengambil spesialisasi ilmu penyakit dalam untuk mendiagnosis dan mengobati kanker. Onkologi medik adalah pemberi pelayanan kanker yang utama, disamping juga mengarahkan pasien agar berkonsultasi dengan dokter spesialis lain, misalnya hematologi pada gejala kanker darah. Selain itu dokter onkologi medik juga mengkoordinasi unit perawatan kemoterapi, hormonal, dan sebagainya.

Rekomendasi Dokter:

Salah seorang dokter bedah onkologi yang bagus ialah dr. Samuel Haryono, Sp. B (K) Onk. Sebagai dokter spesialis bedah pada saat ini dr. Samuel Haryono berprakter di Rumah Sakit MRCC Siloam Hospital Semanggi di Setiabudi, Jakarta Selatan, serta Rumah Sakit Kanker Dharmais di Palmerah, Jakarta Barat.

Dr. Samuel Haryono merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Ahli Bedah Indonesiua, dan juga Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia.

Dokter Spesialis Onkologi Ginekologi: Spesialis Tumor dan Kanker Kandungan

Pasien yang memilih dokter spesialis kanker bidang onkologi ginekologi kemungkinan memiliki persoalan kanker pada organ reproduksi. Ginekolog pada khususnya menangani masalah reproduksi wanita, sementara onkologi ginekologi merupakan spesialisasi tumor dan kanker di organ reproduksi tersebut. Di antaranya:

  • Kanker Serviks (Mulut Rahim) diagnosis menggunakan pap smear.
  • Kanker Ovarium (Kanker Indung Telur).
  • Kanker Vulva (Kanker alat kelamin luar).
  • Kanker Vagina.
  • Mola Hidatidosa atau penyakit troblofas (hamil anggur).

Deteksi melalui pap-smear dilakukan dokter dengan cara melakukan usapan pada selaput lendir leher rahim dengan alat khusus. Pap-smear disarankan sekali tiap tahun atas petunjuk dokte onkologi ginekologi, dilakukan pada wanita yang sudah menikah atau sudah pernah melakukan senggama.

Rekomendasi Dokter:

Dr. Soon Su Seong ialah dokter kandungan, kebidanan dan onkologi ginekologi terbaik di Penang Adventist Hospital. Dokter bedah onkologi yang bagus pengalamannya ini memiliki rekam jejak pendidikan dan pelatihan di Malaysia, Singapura, Inggris, dan Irlandia. Sub spesialisasi Dr. Soon Su Seong yaitu kanker sistem reproduksi wanita (Gynaecologic oncology).

Pengalaman Sebagai Dokter Onkologi

  • Menangani bedah atau operasi kanker pada sistem reproduksi wanita seperti kanker endometrium, kanker rahim, dan kanker serviks.
  • Menangani bedah laparoskopi termasuk operasi pengangkatan rahim, myomectomy, dan laparoscopic pelvic lympa denectomy.

Dokter Spesialis Onkologi Pediatrik: Spesialis Kanker Anak

Kanker sangat rentan berjangkit pada anak-anak. Pada tanda-tanda gejala kanker pada anak, orangtua dapat memilih dokter spesialis kanker bidang onkologi pediatrik. Hal ini karena pendekatan medis dan psikologi pada anak-anak penderita kanker akan sangat berbeda dengan orang dewasa. Jenis kanker pada anak seperti kanker darah (leukimia), limfoma atau kanker  kelenjar getah bening, kanker otak, kanker mata, dan kanker tulang.

Rekomendasi Dokter:

Seorang dokter spesialis onkologi pediatrik hematologi terbaik, Dr. Anselm Lee Chi-Wai, dapat ditemui di Rumah Sakit Mounth Elizabeth, Singapura. Menurut laman parkwaycancercenter, Dr. Lee adalah seorang dokter anak dengan minat khusus dalam hematologi dan onkologi dan telah berpengalaman selama lebih dari 20 tahun.

Pusat Hematologi dan Kanker Anak memberikan perawatan khusus meliputi evaluasi diagnostik, kemoterapi, dan intervensi terapi lainnya. Di tahun 1992 hingga 1994 Dr Lee menjadi dokter pediatrik onkologi yang pertama kali berhasil melakukan transplantasi untuk thalassemia pertama kali di Hong Kong, dan sampai saat ini telah menerbitkan lebih dari seratus makalah mengenai onkologi pediatrik.

Dokter Spesialis Onkologi Radiasi

Terapi radiasi mengatasi tumor baik ganas maupun jinak dengan cara membunuh sel-sel yang ditargetkan. Radioterapi merupakan metode terapi memakai radiasi yang bersumber pada energi radioaktif. Seringkali radioterapi dikombinasi dengan jenis terapi lain seperti kemoterapi guna mengontrol perkembangan kanker.

Rekomendasi Dokter:

Dalam perawatan ini tentunya peran dokter spesialis onkologi radiasi sangat dibutuhkan. Jika radioterapi terlambat, stadium kanker bisa meningkat. Salah seorang dokter spesialis onkologi radiasi radiasi di RS Kanker Dharmais ialah dr. Fielda Djuita Sp. Rad (K) onk Rad, dengan pengalaman lebih dari 20 tahun pada onkologi radiasi sebagai bidang spesialiasinya.

Sesungguhnya banyak dokter onkologi yang bagus di Indonesia, namun sebagian besar bertugas di Pulau Jawa khususnya Jakarta. Hal ini seperti diungkapkan oleh Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional, Dr. Sonar Panigoro SPB (K) ONK MEpid.

Diperkirakan jumlah dokter onkologi sejak tahun 2016:

  • Onkologi bedah : 120 orang
  • Onkologi medik : 90 orang
  • Onkologi radiasi : 50 orang
  • Onkologi ginekologi : 70 orang
  • Onkologi anak : 30 orang

Pada dasarnya semua dokter onkologi yang bagus punya dedikasi tinggi pada keahlian dan tugasnya untuk membantu para pasien kanker. Para dokter ini bekerja tanpa kenal lelah karena harus menangani setiap pasien dengan derita kanker pada stadium awal hingga stadium akhir.

Diagnosis onkologi juga tak bisa dalam waktu singkat lantaran cukup banyak prosedur yang harus dijalankan oleh pasien. Mulai dari konsultasi, biopsi jaringan, operasi bedah tumor, radioterapi, kemoterapi, dan masih banyak lagi menurut jenis-jenis kanker itu sendiri.

Keahlian seorang dokter dan juga kenyamanan dalam berkonsultasi bisa jadi mendukung semangat pasien untuk rutin memeriksakan diri. Tidak jarang pasien berganti-ganti dokter sampai benar-benar mendapat kecocokan. Dan ketika sudah memilih dokter spesialis kanker yang dipercaya maka harapan hidupnya pun semakin optimistis.

Dengan demikian, kerja sama dokter dan pasien selama masa pengobatan kanker pada akhirnya dapat berjalan baik, sesuai keinginan untuk sembuh sepenuhnya dari penyakit kanker.

Baca artikel lain mengenai Penyakit Kanker Serviks

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor