Makanan Penyebab Kanker

5 Jenis Makanan Penyebab Kanker Yang Harus Dihindari

Penyebab penyakit kanker begitu banyak salah satu yang bisa menjadi pemicu adalah pola makan yang tidak benar. Selain makanan masih ada penyebab lain kenapa bisa ada sel kanker yang tumbuh dalam tubuh. Untuk itu pada posting ini saya mengutip dari daily mail tentang makanan yang dapat menyebabkan kanker. Ada 5 jenis makanan penyebab kanker yang perlu dihindari, berikut ini bahasannya.

Biskuit, Roti dan Keripik (Chips dan Crips)

Penelitian menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi “acrylamide” dalam jumlah banyak dapat memicu kerusakan syaraf dan menyebabkan kanker. Makanan tersebut antara lain makanan yang dipanggang, digoreng seperti chips, crips (kita biasanya di Indonesia seperti kripik), roti, biskuit. Pada penelitian menunjukkan bahwa acrylamide terbentuk ketika makanan yang berkarbohidrat banyak seperti nasi atau kentang digoreng atau dibakar. Tetapi kandungan acrylamide tidak terbentuk ketika direbus.

Untuk saat ini kita masih kesulitan untuk menghindari acrylamide karena kandungan ini terdapat banyak di dalam makanan kita sehari-hari (nasi, gandum, roti, cereal, dsb). Cara diet vegetarian memang lebih disarankan agar terhindar dari kanker, tetapi banyak orang akan stress dengan keadaan harus diet seperti itu. Tetapi para ahli makanan (dietician) masih belum melarang untuk mengkonsumsi makanan tersebut. Makanan tersebut masih banyak mengandung mineral dan vitamin yang dapat membantu sistem pertahanan tubuh jadi kadungan acrylamide dapat dibunuh oleh sistem pertahanan tubuh kita. Tetapi para ahli makanan menyarankan agar konsumsi makanan yang dibakar atau digoreng harus dikurangi untuk menekan resiko terkena kanker.

Alkohol

Alkohol dapat meningkatkan resiko terkena kanker, penelitian menunjukkan bahwa dengan meminum alkohol secara terus menerus dapat meningkatkan resiko kanker mulut, usus, liver dan payudara. Sebuah studi di Amerika menelliti gaya hidup 200.000 wanita yang meminum alkohol lebih bersiko 30% daripada yang tidak meminum alkohol.

Daging Merah

Anda suka dengan daging merah? Penelitian menunjukkan bahwa dengan konsumsi daging merah dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan kanker. Itu juga termasuk dengan daging olahan seperti sosis, bacon, ham, dsb. Sebenarnya yang menjadi pemicu utamanya adalah “heterocyclic amines” yang terjadi pada bagian permukaan daging terutama saat digoreng atau dibakar, bagian yang gosong itulah yang menjadi penyebab kanker.

Garam

Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang asin dapat menyebabkan resiko terkena kanker juga. Pengolahan makanan yang diasinkan dapat menyebabkan peradangan pada bagian perut. Bagian perut yang meradang itulah yang dapat terkena kanker. Departemen kesehatan menganjurkan untuk mengkonsumsi garam tidak lebih dari 6 gram dalam sehari, kebanyakan konsumsi garam didapatkan dari makanan olahan.

Kacang dan Biji-Bijian

Pada makanan jenis kacang dan biji-bijian terdapat kandungan “aflatoxin” yang dapat memicu sel kanker berkembang di dalam tubuh. Aflatoxin adalah sejenis bahan kimia yang diproduksi oleh jamur yang ditemukan pada makanan kacang-kacangan. Makanan ini sering terdapat pada negara beriklim tropis.

Kesimpulan

Itulah 5 jenis makanan penyebab kanker yang sehari-hari kita temui dan bahkan kita sehari-hari memakan makanan tersebut. Bagaimana kita menyikapi hal ini? Kalau kita tidak makan kita juga tidak bisa hidup, kekurangan vitamin dan mineral yang seharusnya sangat penting untuk menunjang kesehatan kita. Pendapat saya lebih baik konsumsi secukupnya dan tidak berlebih sehingga sistem imun dalam tubuh akan menghancurkan sel-sel jahat dalam tubuh sehingga tidak sampai menjadi kanker. Semoga informasi ini berguna bagi pembaca blog ini, jika ada komentar langsung bisa meninggalkan pada bagian bawah.

Baca artikel lain mengenai Life Experience 05 – Memilih Obat Herbal Untuk Kanker Payudara Yang Baik

Cara Diet Vegetarian

Cegah Kanker Sekarang Dengan Cara Diet Vegetarian

cara diet vegetarian

Kanker menjadi penyakit yang mematikan pada era ini dan masih banyak penelitian yang terus dikembangkan demi menghasilkan pengobatan untuk menyembuhkan kanker ini. Tetapi ada suatu penelitian dimana Vegetarian atau Vegan lebih jarang terkena kanker. Apa beda dari Vegetarian dan Vegan?

  • Vegetarian, adalah orang yang tidak makan daging tetapi masih makan produk turunannya seperti telor dan susu.
  • Vegan, adalah orang yang hanya makan sayur dan buah saja tidak makan daging dan produk turunanya.

Tidak menutup kemungkinan seorang Vegetarian atau Vegan masih bisa terkena kanker tetapi dengan cara diet vegetarian kita dapat meminimalkan resiko terkena kanker.

Penelitian Tentang Diet Vegetarian vs Kanker

Cara diet vegetarian lebih banyak mengandung serat daripada lemak sehingga lebih banyak mengandung phytochemical” yang berperan penting dalam mencegah kanker. Beberapa penelitian menguatkan bahwa cara diet vegetarian dapat mencegah kanker berikut ini adalah beberapa diantaranya:

  • Penelitian di Inggris dan Jerman membuktikan bahwa cara diet vegetarian dapat mengurangi angka kanker hingga 40% dibandingkan dengan orang pemakan daging.
  • Penelitian di Amerika menunjukkan bahwa resiko terkena kanker dapat menurun jika mengurangi konsumsi daging.
  • Penelitian di China menunjukkan bahwa angka terkena kanker payudara lebih rendah karena mereka melakukan cara diet vegetarian.
  • Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa wanita jepang yang memakan daging 8x lebih beresiko terkena kanker payudara daripada wanita jepang pada umumnya.
  • Universitas Harvard mengadakan penelitian pada 10.000 pria dan wanita yang membuktikan bahwa dengan memakan daging resiko terkena kanker usus naik hingga 300%

Vegetarian menghidari lemak dari daging tetapi mendapatkan serat, vitamin dan phytochemical yang sangat berperan untuk mencegah kanker. Selain itu penelitian pada darah orang vegetarian menunjukkan bahwa “natural killer cell” pada sel darah putih lebih tinggi sehingga dapat membunuh sel kanker.

Makanan Berserat vs Makanan Berlemak

Sebagaimana pembaca sudah tahu bahwa vegetarian lebih banyak mengkonsumsi serat daripada lemak sedangkan orang pemakan daging lebih banyak memakan lemak daripada serat mari kita bandingkan suatu penelitian antara makanan berserat vs makanan berlemak manakah yang lebih beresiko terkena kanker?

  • Makanan Berserat, penelitian yang dilakukan oleh dokter dari Inggris (Dennis Burkitt, 1970) menemukan bahwa negara-negara yang penduduknya banyak memakan serat (sayuran) jarang terkena kanker usus. Sedangkan negara-negara Eropa dan US lebih banyak memakan daging lebih beresiko terkena kanker usus. Teorinya, makanan berserat susah untuk dicerna pada awal masuk ke dalam pencernaan oleh karena itu makanan diproses dengan lebih cepat. Akibat cepatnya proses makanan itu carcinogen akan tereliminasi. Empedu akan memproduksi asam untuk menghancurkan lemak, karena makanan yang dimakan banyak kandungan seratnya jadi asam empedu tadi akan diikat bersama dengan serat makanan dan dihancurkan bersama-sama dengan bakteri di dalam usus sehinga resiko kanker usus lebih terkurangi.
  • Makanan Berlemak, penelitian membuktikan bahwa populasi penduduk yang sering mengkonsumsi makanan berlemak mempunyai angka kematian akibat dari kanker payudara dan kanker usus. Lemak dari daging lebih jahat daripada lemak dari sayuran, penelitian membuktikan bahwa orang yang mengkonsumsi lemak babi 5-6x dalam seminggu beresiko terkena kanker payudara sebanyak 200% (2x lipat dari orang pada umumnya). Kenapa lemak bisa begitu jahat dan menjadi penyebab kanker? Karena di dalam lemak tersebut dapat meningkatkan produksi hormon yang dapat memicu kanker payudara selain itu lemak juga memicu “produksi asam empedu” yang dapat memicu kanker usus.

Warna Makanan Menentukan Kadungan Untuk Mencegah Kanker

Ada berbagai sumber makanan yang dapat mencegah kanker secara alami, sumber makanan yang paling banyak adalah datang dari buah-buahan dan sayuran. Untuk itu kita perlu tahu buah dan sayur seperti apa yang dapat kita gunakan untuk mencegah kanker. Penelitian mengatakan bahwa semakin bervariasi warna dari makanan anda maka akan semakin banyak juga sumber makanan untuk mencegah kanker, berikut ini berbagai macam warna makanan secara natural yang dapat mencegah kanker:

  • Merah, makanan yang memiliki warna merah seperti tomat, semangka mengandung “lycopene” yaitu antioksidan yang dapat mengurangi resiko terkena kanker prostat.
  • Oranye, sumber makanan yang mempunyai warna oranye seperti wortel, labu, mangga mengandung “beta karotin” yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  • Kuing-Oranye, sumber makanannya antara lain jeruk, lemon, pepaya, peach mengandung Vitamin C yang dapat menghambat sel tumor dan membantu detoksifikasi.
  • Hijau, seperti bayam, kangkung, sawi dapat membantu regenerasi sel yang sehat.
  • Hijau-Putih, seperti brokoli, kubis mengandung “indoles” dan “lutein” yang dapat membantu mengurangi kelebihan estrogen dan carcinogen.
  • Putih-Hijau, bawang putih, bawang, daun bawang, asparagus dapat membantu untuk menghancurkan sel tumor dan membantu sel-sel yang sehat.
  • Biru, seperti blueberry, anggur dan plum dapat membantu menghancurkan radikal bebas.
  • Merah-Ungu, seperti anggur dan berry mengandung “resveratrol yang dapat mengurangi produksi hormon estrogen.
  • Coklat, seperti biji-bijian dan kacang-kacangan mengandung serat yang dapat membantu menghancurkan “carcinogen” dimana carcinogen ini adalah penyebab munculnya sel kanker dalam tubuh.

Itulah beberapa artikel yang saya dapat dan saya kombinasikan untuk menambah wawasan kita tentang pentingnya cara diet vegetarian karena dapat mencegah kanker. Semoga posting ini dapat membantu jika ada pertanyaan langsung tinggalkan komentar di bawah ini.

Baca artikel lain mengenai Life Experience 04 – Pola Makan Untuk Penderita Kanker Payudara

Cara Merawat Luka

3 Cara Merawat Luka Akibat Kanker Payudara Yang Menyebar ke Kulit

Kanker payudara menjadi kanker yang paling ditakuti oleh para kaum hawa, apalagi jika tidak terdeteksi dini maka bisa menyebar menjadi stadium lanjut. Pada posting yang dulu saya pernah membahas mengenai penggunaan perban yang tepat pada kanker kulit, kali ini saya ingin membahas lebih detail dari pengalaman saya menggunakan perban untuk modern dressing pada mama saya. Mama saya menderita kanker payudara yang sudah menyebar ke kulit, getah bening dan tulang. Kulit menjadi masalah karena perih dan tidak bisa kering, mau dikasih obat luka seperti betadine atau sejenisnya tetap tidak bisa kering.

Kulit Perih Tidak Bisa Kering Karena Kanker Payudara

Kanker payudara yang menyebar ke kulit biasanya terdapat tanda-tanda sebagai berikut ini:

  • Kulit mulai mengeras
  • Kulit memerah dan kaku
  • Semakin lama kulit tambah keras dan kemudian luka.
  • Luka tersebut basah terus dan tidak bisa kering.

Pengalaman saya menjaga mama saya, kulit pertama mengeras dan memerah dulu kemudian lama kelamaan tambah mengeras dan timbul borok/kulit keras. Kemudian jika borok itu lepas bukannya kering malah basah dan berdarah dan akan sangat perih. Luka-luka ini sama dengan luka bakar sehingga tidak ada kulit sama sekali langsung terlihat daging. Untuk itu perlu cara merawat luka yang benar untuk luka akibat kanker payudara ini. Saya ingin membagikan pengalaman saya merawat luka akibat kanker payudara ini semoga bagi pembaca yang mengalami hal yang sama bisa berguna juga. Ada 3 cara mudah untuk merawat luka kanker payudara ini yaitu menyiapkan obat/salep yang akan dipakai pada luka, menyiapkan perban dan terakhir plester. Mari kita bahas 1 per 1 agar lebih detail.

TeramycinGunakan Salep atau Obat Untuk Membantu Agar Luka Tidak Infeksi

Kulit akibat luka kanker payudara ini akan sangat perih karena kulit sudah rusak dan langsung daging yang terlihat jadi perlu dibersihkan setiap hari atau jika menggunakan perban khusus bisa bertahan 2-3 hari tanpa ada kuman yang berkembang disana. Cara yang pertama adalah gunakan obat atau salep khusus agar bakteri tidak bisa tumbuh karena jika ada bakteri maka bisa terjadi infeksi.

Infeksi biasanya ditandai dengan demam jadi anda perlu waspada jika terjadi demam. Saya pun diperingati oleh dokter onkologi kami yang merawat mama saya agar waspada jika terjadi demam. Untuk salep atau obat yang biasa kami pakai antara lain:

  • Teramycin, salep ini rekomendasi oleh Dr Lam Mun San (Spesialis infeksi di Singapore Mount Elizabeth)
  • Garamycin, bisa dipakai untuk keadaan darurat karena salep ini mudah didapatkan di apotek terdekat.

Ingat pemberian obat ini HANYA MENJAGA AGAR TIDAK INFEKSI, bukan untuk mengobati kanker yang menyebar ke kulit. Pengobatan kanker tetap harus berjalan agar kanker di kulit mati dan kulit bisa kering. Selain dengan salep tersebut kami menggunakan perban khusus anti bakteri (akan dibahas pada langkah kedua).

Tanda-tanda jika ada bakteri asing yang muncul yaitu dengan adanya bau pada luka jadi anda harus waspada dan teliti, karena jika ada bau berarti ada bakteri jadi perlu diberikan antibiotik yang tepat agar bakteri bisa mati sehingga luka tidak infeksi.

perban luka kanker payudaraGunakan Perban Yang Tepat dan Nyaman

Setelah memberikan obat anda bisa mulai memilih perban yang paling baik dan nyaman bagi penderita. Untuk kasus mama saya ini kami sudah berkali-kali berganti perban, saya ingin membagikan nama-nama perban yang sudah kami pakai dan efeknya sehingga anda bisa tahu dengan lebih detail. Perban yang kami pakai antara lain:

  • Kasa Steril One-Med

Kasa steril yang pertama ini yang paling sederhana dan mudah didapatkan di Indonesia. Penggunaan kasa ini bagi luka yang belum parah masih bisa tapi jika luka sudah basah dan luka-luka parah maka kasa ini tidak bisa dipakai karena akan sangat lengket pada luka.

  • Aquacel Ag (ConvaTec)

Aquacel Ag ada 2 versi kalau di Indonesia ada yang Aquacel Ag dan Aquacel Ag Extra berbeda ketebalan. Fungsi dari Aquacel Ag ini digunakan agar bakteri tidak bisa tumbuh pada luka dan anda bisa mengganti perban 2-3 hari sekali. Jadi penderita lebih nyaman karena tidak merasakan perih dibersihkan setiap hari dengan antiseptik. Jika anda sudah pakai Aquacel Ag anda tidak perlu menggunakan salep lagi.

  • Aquacel Foam (ConvaTec)

Aquacel Foam ini dipakai sebagai lapisan terluar, jadi setelah luka ditempel dengan Aquacel Ag anda harus menempelkan dengan Aquacel Foam. Karena luka-luka itu tadi akan mengeluarkan cairan jika tidak ada foam ini cairan bisa tembus ke baju.

  • SilverCel (Systagenic)

Silvercel fungsinya sama dengan Aquacel Ag hanya saja Silvercel lebih unggul karena ada lapisan Silver jadi SilverCel tidak akan lengket pada luka saat akan diganti. Fungsinya sama yaitu agar bakteri tidak tumbuh sehingga luka-luka bisa tetap terjaga dengan baik. Sayangnya SilverCel ini tidak ada di Indoensia, kami pun mendapatkan ini dari dokter di Singapore.

  • Melolin (Smith & Nephew)

Melolin tersedia 2 ukuran yaitu 5x5cm dan 10x10cm melolin ini terdiri dari kapas dan terdapat lapisan plastik jadi kapas tidak menempel pada luka. Pengalaman kami menggunakan melolin 10x10cm untuk karena luka tidak begitu parah dan tiap hari harus diganti. Sebelum memasang melolin anda harus menggunakan salep dulu agar bakteri tidak tumbuh.

  • Mepilex

Untuk mepilex fungsinya sama dengan Aquacel Foam jadi setelah dipasang Aquacel Ag atau SilverCel ditutup dengan Mepilex. Mepilex mirip dengan spon dan agak tebal jadi cairan dari luka tidak mudah tembus ke baju. Sayangnya juga di indonesia merek ini tidak ada jadi tidak bisa menemukan toko yang berjualan ini. Kami mendapatkannya juga dari dokter saat ke Singapore.

  • Siltec

Siltec memiliki fungsi sama dengan Mepilex atau Aquacel Foam untuk pelapis bagian luar agar cairan dari luka tidak tembus keluar. Siltec sudah ada di Indonesia tetapi saat ini saya hanya bisa mendapatkannya di Jakarta, saya belum tahu untuk di kota lain.

  • Allevyn (Smith & Nephew)

Allevyn ini memiliki fungsi sama dengan Siltec, Mepilex atau Aquacel Foam tetapi ukuran lebih kecil yaitu 10x10cm sedangkan ketiga merek itu mempunyai ukuran 20x20cm. Untuk perban ini mempunyai daya serap yang lebih bagus dari yang lainnya dan merek ini sudah ada di Indonesia jadi anda bisa lebih mudah untuk mencarinya.

Plester untuk merawat luka kanker payudara

Pilih Plester Terbaik Agar Luka Tidak Iritasi

Langkah ketiga adalah memilih plester terbaik agar kulit tidak iritasi. Saya ada pengalaman menggunakan berbagai macam plester antara lain:

  • Plester Micropore keluaran dari 3M, plester ini untuk kulit yang tidak tahan iritasi akan sangat lengket jadi lebik baik jangan menggunakan plester yang sangat lengket.
  • Leukofix, plester ini dapat dibeli di apotik Kimia farma. Plester buatan jerman ini sangat bagus menurut saya, lengket dengan kulit tetapi tidak membuat kulit iritasi.
  • Mefix lebar 5cm, untuk Mefix sayangnya tidak ada di indonesia. Saya membelinya dari dokter di Singapore, plester ini seperti kain dan tidak begitu lengket. Mefix biasanya saya pakai untuk kombinasi dengan Aquacel Ag, Foam (bisa Aquacel foam, siltec, allevyn).
  • Hypafix lebar 10cm, plester ini anda bisa mendapatkannya di Indonesia. Sama seperti Mefix tetapi Hypafix lebih lengket dan ukuran lebarnya 10cm jadi anda harus memotong jika butuh lebar yang lebih kecil.

Kesimpulan

Itulah 3 cara mudah dari saya untuk menjaga agar luka akibat kanker payudara tidak semakin memburuk. 3 cara itu merupakan dressing modern saat ini, untuk biaya setiap perban tidak murah juga rata-rata harga antara Rp 150.000 s/d Rp 200.000,- per biji. Jadi anda lebih baik menggunakan ukuran besar sehingga bisa dipotong-potong sesuai dengan kondisi. Selama saya menggunakan perban-perban itu tadi untuk mama saya, luka-luka bisa terawat dengan baik dan nyaman. Luka tidak jadi bau karena bakteri tidak tumbuh, jika bakteri tumbuh anda harus ke dokter agar bisa diberikan antibiotik yang cocok untuk membunuh bakteri tersebut.

Semoga informasi dari saya ini bisa membantu anda semua yang sedang mencari tahu cara dressing modern yang mudah atau cara merawat luka akibat kanker payudara. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan langsung meninggalkan komentar di bawah ini saya akan dengan senang hati menjawabnya.

Baca artikel lain mengenai Life Experience 04 – Pola Makan Untuk Penderita Kanker Payudara

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor