Manfaat Daun Kelor untuk Kanker

Daun Kelor, Tanaman Ajaib yang Ampuh Basmi Kanker

Berbagai manfaat daun kelor untuk kanker telah diakui di sejumlah negara. Daun kelor asli Indonesia sudah populer sampai ke mancanegara sehingga biasa dimanfaatkan untuk obat herbal. Penelitian mendapati bahwa tanaman ajaib ini mampu memerangi kanker paru-paru, kanker hati, kanker kulit, dan kanker ovarium. Tak heran bila organisasi kesehatan dunia (WHO) sempat menyarankan konsumsi kelor yang baik untuk kesehatan  tubuh anak-anak hingga lansia.

Daun kelor dalam bahasa latin disebut dengan Moringa oleifera. Biasanya rimbunan kelor tumbuh pada ketinggian 7 sampai 8 meter. Daunnya berbentuk bulat lonjong menyerupai telur, berukuran kecil-kecil, dan tersusun banyak dalam satu tangkai. Meski daunnya berukuran kecil, namun kandungan gizi di dalam kelor sangat beragam. Berbagai penyakit dapat diatasi, termasuk penyakit yang mematikan seperti kanker.

Asupan nutrisi dalam daun kelor berlipat-lipat banyaknya dibanding nutrisi pada jenis sayuan lain. Berbagai kandungan paling bermanfaat yaitu vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, potassium, kalsium, protein, asam amino, zinc, dan juga antioksidan. Jadi manfaat daun kelor untuk pencegahan bahaya kanker tak perlu diragukan lagi.

Manfaat daun kelor yang jadi sumber antioksidan terutama membatasi hidupnya sel kanker, dan bahkan sel-sel ganas akan dibersihkan. Ini karena daun kelor untuk kanker memiliki 46 kandungan senyawa antioksidan terkuat untuk melindungi tubuh dari radikal bebas, diantaranya vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin B2, dan masih banyak lagi.

Semakin pasti bahwa mulai kini para penderita kanker tidak perlu bimbang mencari solusi untuk sembuh dari penyakit mematikan ini karena manfaat daun kelor sangatlah beragam seperti khasiat daun kelor untuk kanker berikut ini:

Cegah Terbentuknya Sel-sel Baru

Sel-sel kanker yang akan terbentuk bisa dicegah sejak dini dengan berbagai nutrisi di dalam daun kelor. Kandungan potassium dapat mengentikan tumbuhnya sel kanker serta mencegah munculnya bibit-bibit tumor ganas. Sama seperti kandungan senyawa aktif niaziminin. Beberapa penelitian menemukan bahwa daun kelor memiliki sifat anti-tumor dan anti-kanker karena terdapat senyawa aktif niaziminin di dalamnya.

Menghancurkan Sel-sel Kanker

Daun kelor memiliki kandungan aktif isothiocyanate benzil dan juga antioksidan tinggi sehingga mampu menghancurkan dan mengeluarkan sel-sel kanker yang sudah mati dari dalam tubuh. Zat chemoprotective dibutuhkan  oleh penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi agar dapat bertahan dari efek samping pengobatan kanker kemoterapi.

Menguatkan Sel-sel Tubuh

Pengobatan pasien kanker dengan kemoterapi akan memberikan beragam efek bagi kesehatan. Untuk mengurangi dampak rasa sakit atau kerusakan jaringan maka konsumsi kelor dapat dijadikan salah satu alternatifnya. Berbagai kandungan dalam daun kelor seperti mineral, asam amino, dan vitamin, dapat meningkatkan  imunitas tubuh. Daya tahan tubuh yang kuat akan mencegah masuknya zat penyebab tumbuhnya sel-sel kanker berbahaya.

Kandungan Vitamin dan Kalsium Terlengkap

Berbagai jenis vitamin tersimpan di dalam helaian daun kelor terutama vitamin C dosis tinggi. Vitamin C-nya dilansir tujuh kali lebih banyak dibanding buah jeruk, kalsium empat kali lebih banyak daripada susu, potasium lebih tinggi dibanding pisang, dan vitamin A lebih banyak ketimbang wortel. Seluruh vitamin dan kalsium ini adalah perisai terbaik untuk melawan kanker stadium awal maupun yang sudah kronis.

Anti-inflamasi

Kandungan anti-inflamasi atau anti-bakteri dalam daun kelor dapat mengurangi nyeri peradangan akibat pertumbuhan sel-sel kanker. Kandungan asam amoni esensialnya sangat tinggi ditambah lagi kaya akan asam lemak omega-3 yang bisa mencegah alergi.  Manfaat daun kelor ini tentu diperlukan mengingat banyaknya penderita kanker yang kian melemah akibat efek samping dari pengobatan medis.

Manfaat Ekstrak Daun Kelor untuk Obat Herbal

Sebuah penelitian telah menemukan bahwa tujuh gram bubuk daun kelor setiap hari dan selama 90 hari dapat tingkatkan kadar antioksidan di dalam darah. Olahan ekstrak daun kelor ini dapat membunuh 97 persen sel kanker dalam waktu singkat. Khususnya pada masalah  kanker payudara, kanker paru-paru, dan  kanker kulit, ekstrak daun kelor akan mencegah anemia maupun atasi kerusakan sel-sel pada tubuh penderita kanker.

Studi lain yang diterbitkan pada bulan juni 2012 pada “India Journal of Experimental Biology” menemukan bahwa ekstrak daun kelor mampu melindungi hati dari kerusakan. Ekstrak daun kelor juga memiliki efek stabilisasi pada tekanan darah.

Ekstrak ini pula mengandung senyawa yang bersifat anti-bakteri seperti yang diterbitkan dalam  hasil penelitian bertajuk Bayero Journal of Pure and Applied Science, ekstrak daun kelor bisa menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang berdampak buruk untuk kondisi tubuh.

Satu cangkir cincangan daun kelor segar memberikan banyak sekali asupan mineral dan vitamin. Dalam jumlah kecil saja daun kelor dapat memenuhi 19 persen kebutuhan vitamin B6, 12 persen vitamin C, 11 persen zat besi, delapan persen magnesium, sembilan persen vitamin A, dan 11 persen vitamin B2, semua akan diperoleh dalam satu hari. Selain itu satu cangkir kelor segar pun mengandung dua gram protein yang baik untuk daya tahan tubuh.

Tips meminum ekstrak daun kelor; cuci bersih beberapa helai daun kelor dan rebus dengan air secukupnya. Minum air rebusan daun kelor selagi air masih hangat sebab efek antioksidan kelor masih kuat dalam keadaan yang hangat tersebut.

Berbagai Khasiat Daun Kelor untuk Penyembuhan

Selain punya  beragam khasiat daun kelor untuk kanker, tanaman ajaib yang satu ini pun membantu proses penyembuhan. Begitu banyak penyakit yang dapat disembuhkan oleh daun kelor, mulai dari sakit yang ringan hingga penyakit yang tergolong berat.

Sebuah penelitian di Jerman melaporkan bahwa senyawa silymarin dalam daun kelor dapat menetralkan racun penyebab kerusakan hati serta melindungi dari infeksi penyakit. Kemampuan Phytotherapy melindungi organ hati dari kerusakan parah, seperti resiko hepatitis dan sirosis.

Selain melindungi fungsi hati, daun kelor juga mengandung kadar vitamin D yang berperan dalam proses sekresi insulin. Mengkonsumsi kelor secara rutin dapat menghindarkan kita dari penyakit diabetes terutama bila memiliki riwayat keluarga dengan penyakit diabetes akut.

Khasiat daun kelor yang lainnya adalah kandungan asam lemak omega 2 yang lebih tinggi dibanding ikan salmon. Asam lemak omega-3 di dalam daun kelor mampu mencegah penyakit kardiovaskular atau gangguan pada jantung.

Daun kelor mengandung lebih dari 40 jenis antioksidan yang akan melawan efek radikal bebas. Oleh karena itu, khasiat daun kelor akan meningkatkan kualitas hidup bagi penderita kanker. Sekali lagi telah banyak penelitian ilmiah yang buktikan bahwa manfaat daun kelor akan melawan pertumbuhan sel tumor dan kanker.

Itulah beragam manfaat daun kelor yang tidak bisa dianggap sepele. Kandungan nutrisinya lebih dahsyat daripada sayuran lain maupun obat-obatan medis. Kita dapat mengkonsumsi daun kelor sebagai sayuran, ramuan minuman herbal, atau juga dalam bentuk ekstrak daun kelor. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Kemoterapi atau Herbal

Daun Sintrong Obat Kanker

Beragam Manfaat Daun Sintrong Obat Kanker di Sekitar Kita

Lalapan daun sintrong biasanya jadi santapan lezat di sejumlah warung makan tradisional Sunda. Selain punya kenikmatan tersendiri, daun sintrong obat kanker juga, lho. Jadi tak ada ruginya mengenal manfaat daun sintrong lebih jauh lagi. Tumbuhan semak belukar atau perdu liar ini tersebar di wilayah tropos dan sub-tropis, namun kerap dianggap gulma diantara tanaman hortikultura lainnya.

Sintrong termasuk dalam klasifikasi Erechtites hieracifolia yaitu semacam herba berbatang tinggi mencapai 30 -150 cm. Batangnya berdaging tebal serta rusuknya kuat. Tanaman Sintrong juga memiliki tepian daun bergerigi. Untuk daunnya sendiri tersusun berseling, berbentuk bulat telur menyirip, serta memiliki lekukan yang dalam.

Corak warna mahkota bunga tanaman sintrong itu terlihat menarik. Corong bunga berdiameter 6-7 mm paling menandai uniknya tanaman sintrong. Serabut bunga akan mengumpul di ujung batang dengan tangkai pendek. Warna mahkota bunga sintrong tersebut ialah paduan antara kuning bersemu violet dengan serabut pink-kemerahan pada ujungnya.

Jika diperhatikan, bagian bawah mahkota memiliki banyak serabut sepanjang 2 cm. Saat mulai merekah, tabung bunga mudah lepas ketika angin bertiup. Oleh karena itulah, tanaman sintrong bisa ada dimana saja, bahkan di lahan kosong yang rimbun oleh rumput. Biasanya Sintrong tidak tumbuh sendirian, melainkan bersama beberapa tanaman eksotis, seperti ciplukan, krokot, sawei, dan semacamnya.

Jenis tumbuhan semak ini memang cukup mudah kita jumpai. Umumnya di sekitar ladang kering, pinggiran jalan berumput, dan sepanjang tepi sawah. Selain akrab dengan nama Sintrong di daerah Sunda, daun lalap ini juga disebut Balastrong, Jambrong, Mandrung, Puyung, Tespong, Sawi Rusa, dan Jebung.

Di Indonesia sendiri, daun sintrong pertama kali dijumpai di dekat Medan sekitar tahun 1926. Dari Medan kemudian menyebar ke seluruh penjuru nusantara. Pertumbuhan tanaman sintrong makin subur di daerah lembab hingga ketinggian 2.500 m dpl. Tidak sedikit yang memanfaatkan daun sintrong untuk pakan ternak. Namun Anda tak perlu ragu menyantapnya sebab daun sintrong obat kanker yang sudah populer di belahan dunia lain.

Bagian bunga maupun daun sintrong biasanya terhidang mentah atau direbus bersama sayur-sayuran lain seperti daun singkong dan daun pepaya. Aroma mint akan tercium kuat saat daunnya diremas. Tak heran kalau daun yang konon berasal dari Afrika Tropis ini juga disukai sampai ke Malaysia dan negara lain di Asia. Yang pasti olahan lalap maupun juga salad dari sayuran tradisional ini akan menyumbang manfaat serat sehingga sangat baik untuk menjaga pencernaan kita.

Tentu saja selain diolah jadi menu masakan yang sangat sehat, bagian-bagian tanaman sintrong juga berkhasiat untuk obat tradisional. Khasiat daun sintrong antara lain mengatasi masalah sakit perut, sakit kepala, pengobatan luka, namun khususnya beberapa jenis kanker. Maka di bawah ini penjelasan ringkas tentang manfaat dan khasiat daun sintrong obat kanker.

Mengenal Manfaat Alami Daun Sintrong 

Banyak penelitian membuktikan manfaat daun sintrong yang dapat menyembuhkan penyakit tanpa efek samping. Antioksidan merupakan senyawa yang ampuh melawan radikal berbahaya pemicu kerusakan sel tubuh. Khasiat antioksidan dan antibakteri-nya terbilang luar biasa untuk pengobatan kanker, malaria, dan prostat. Daun sintrong obat kanker tak lepas dari kandungan minyak atsiri, saponin, flavanoid, dan polifenol.

Bila Anda menemukan daun sintrong di lahan terbuka dan bermaksud mengolahnya, cucilah sampai bersih kemudian keringkan. Kalau bisa jangan terkena sinar matahari secara langsung.  Setelah kering Anda dapat menumbuknya sampai setengah kasar. Sintrong bisa dimakan mentah untuk tambahan lalap ataupun direbus setengah matang saja.

Sedangkan cara membuat herbalnya juga tak sulit. Anda cukup merebus lima helai daun sintrong ke dalam 3 gelas air, dan tunggu sampai tersisa satu gelas saja. Tambahkan madu atau beberapa herbal lain supaya lebih berkhasiat, misalnya sereh dan jahe. Beragam manfaat ramuan ini sering dianjurkan untuk menjaga bagi kesehatan, tetapi dalam jumlah yang sewajarnya.

Nah berikut ini sepuluh contoh manfaat daun sintrong bila kita mengkonsumsinya:

  1. Mencegah Kanker. Daun Sintrong dapat mengurangi resiko kanker payudara, kanker hati, dan kanker lambung yang mungkin bertambah parah.
  2. Memperbaiki Fungsi Lambung. Daun sintrong juga bermanfaat untuk menetralkan asam lambung serta memperkuat otot-otot di sekitar lambung.
  3. Menurunkan Darah Tinggi. Sayuran ini sangat baik dikonsumsi oleh mereka yang menderita hipertensi agar tekanan darah berada pada batas normal.
  4. Menguatkan Tulang. Kandungan mineral dan magnesium daun sintrong dikenal sangat tinggi sehingga mampu memperkuat tulang dan persendian.
  5. Memperbaiki Sirkulasi Darah. Khasiat daun sintrong dikenal ampuh mencegah gangguan pembuluh darah arteri yang kerap memicu gangguan jantung.
  6. Melancarkan Pencernaan dan Sistem Metabolisme. Sayuran ini dikenal sebagai pembersih usus yang handal sehingga. Takkan ada lagi masalah sembelit atau diare. Tubuh akan sehat karena metabolisme zat makanan berjalan lancar.
  7. Membunuh Kuman dan Bakteri yang sebabkan radang terutama pada terluka. Ini karena khasiat sintrong yakni zat anti-inflamasi.
  8. Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).
  9. Mencegah penyakit kulit atau eksim.
  10. Sebagai pencahar alami dimana lemak yang mengendap akan terkuras setelah meminum air rebusan daun sintrong.

Berbagai khasiat daun sintrong memang tak perlu diragukan lagi. Selain sayuran ini enak dimakan manfaatnya juga sangat baik sebagai obat atau herbal tradisional. Salah satu yang patut kita lihat adalah keampuhan daun sintrong untuk kanker. Bagi warga Sunda tanaman Sintrong disebut salintrong. Dengan sayuran ini tubuh memiliki imun yang baik oleh karena vitamin B kompleks di dalamnya cukup banyak. Jika antibodi bekerja dengan baik, dibantu oleh antioksidan alami, maka tentunya pertumbuhan sel-sel kanker dapat dicegah.

Bagaimana cara menggunakan daun sintrong untuk pengobatan? Caranya mudah saja, kita hanya perlu menyiapkan beberapa lembar daun sintrong. Cici bersih dan remas-remas kemudian rebus dengan air secukupnya. Minum selagi hangat dengan tambahan madu agar lebih manis.

Namun ingat jangan berlebihan mengkonsumsi herbal dari tanaman ini untuk mencegah efek samping, sebab kondisi tubuh masing-masing orang dapat berbeda. Selain itu bagi sebagian orang konsumsi daun sintrong baik adanya namun harus dibatasi. Meskipun daun sintrong obat kanker namun dicurigai juga mengandung alkaoida pirolizidina yang memicu pertumbuhan tumor.

Sebagai antisipasi atas efek komplikasi, memang akan lebih baik untuk berkonsultasi dulu dengan dokter penyakit dalam, seorang ahli gizi dan nutrisi, ataupun herbalis berpengalaman. Hal ini terutama untuk ibu hami dan menyusui. Baik cara pengolahan hingga takaran minumnya jauh lebih bijaksana kalau sudah dikonsultasikan pada dokter maupun ahli tanaman herbal.

Itulah tadi berbagai manfaat dan khasiat daun sintrong hingga pemanfaatannya sehari-hari. Sewajarnya kita patut bersyukur karena Indonesia ini kaya akan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat, baik yang sengaja ditanam, maupun yang hidup secara liar di alam terbuka. Sangat mudah bagi masyarakat untuk menemukan daun herbal seperti sintrong dan menikmatinya sebagai santap lalapan, hingga dijadikan ramuan obat.

Baca artikel lain mengenai Kemoterapi atau Herbal

Benalu Kelor

Benalu Kelor, Manfaatnya Untuk Kesehatan Sebagai Obat Kanker

Salah satu tumbuhan parasite yang banyak dikenal adalah tanaman benalu. Benalu dimasukan ke dalam kategori tanaman parasite karena memang keberadaannya yang tak mampu untuk membuat makanan sendiri dan mengambil makanan yang dihasilkan oleh tanaman yang ditumpanginya. Salah satu benalu yang dapat ditemui adalah benalu kelor, jenis benalu ini adalah benalu yang menempel pada tanaman kelor. Benalu kelor ini pun diketahui memiliki manfaat dalam dunia kesehatan, yaitu sebagai obat kanker.

Apa itu Tumbuhan Benalu?

Benalu merupakan salah satu jenis tumbuhan biji, sehingga benalu menghasilkan biji yang berukuran kecil. Dengan biji inilah, benalu akan mengalami perkembang biakan dan juga penyebaran. Penyebaran benalu dapat terjadi dengan tersebarnya biji yang dihasilkan. Biasanya dibantu dengan unggas atau hewan lain yang memakan biji benalu ini.

Sesaat setelah biji benalu menempel di satu bagian tanaman tertentu, biji benalu ini akan tumbuh. Pertumbuhan benalu disertai dengan pertumbuhan akar benalu yang dapat dikatakan sebagai bagian utama dari benalu.

Akar benalu akan tumbuh dan menancap kuat pada jaringan pengangkut tumbuhan yang ditempelinya. Dengan ini, maka benalu akan mampu untuk mengisap atau mengambil sari makanan yang dihasilkan oleh tumbuhan inang. Tak hanya sari makanan, benalu juga mampu menghisap air dan zat hara dari tanaman inang ini.

Tekstur biji benalu sedikit lengket. Hal ini untuk mempermudah penyebaran oleh hewan yang memakannya. Benalu yang lengket ini akan menempel pada hewan dan kemudian akan terjatuh pada satu tanaman tertentu untuk kemudian menempel pada tanaman ini.

Benalu Kelor

Benalu memang dapat hidup menempel di banyak tanaman. Sebut saja, tanaman dengan ukuran pohon yang besar dan biasanya memang hidup di daerah tropis. Beberapa jenis tanaman yang biasanya ditempeli oleh benalu adalah bambu, pohon alpukat, pohon salam, pohon randu, pohon belimbing, pohon asem, pohon durian, dan salah satunya adalah pohon kelor.

Penyebutan nama benalu kemudian disesuaikan dengan jenis tanaman yang ditumpanginya. Seperti, benalu yang tumbuh di pohon bambu disebut dengan benalu bambu, demikian pula dengan benalu yang menempel pada pohon kelor, disebut dengan benalu kelor.

Memang di Indonesia, pohon kelor memiliki makna yang sedikit ghoib bagi sebagian masyarakat tertentu. Sehingga, masih dianggap sedikit tabu. Walaupun saat ini sudah banyak ditemukan melalui beberapa hasil penelitian, bagaimana khasiat dari daun kelor yang dianggap sebagai makanan dengan kandungan gizi yang sangat tinggi.

Benalu yang hidup menumpang di pohon kelor disebut dengan benalu kelor atau juga dikenal dengan sebutan kemade kelor. Daun dari benalu kelor ini berbentuk lebar. Dalam setiap tangkai daun, dihasilkan tiga cabang daun. Daun dari benalu kelor termasuk ke dalam golongan daun yang dingin, dan memiliki kelenturan, serta batangnya juga lebih mudah patah.

Sedangkan akar dari benalu kelor, menempel pada pucuk pohon kelor, akar inilah yang memiliki fungsi untuk mengambil bahan makanan yang telah diproduksi oleh pohon kelor, lebih tepatnya mencuri makanan tersebut. Kemudian digunakan oleh benalu kelor untuk asupan makanan bagi  tanaman itu sendiri.

Benalu Kelor Sebagai Obat Anti Kanker

Kanker saat ini dianggap sebagai salah satu penyakit yang amat ditakuti oleh manusia. Penyakit kanker disebabkan oleh perkembangan sel kanker yang menyerang pada bagian tubuh manusia. Misalnya adalah rahim atau ovarium wanita, usus besar atau rectum, ginjal dan juga organ tubuh manusia yang lain.

Karena serangan sel kanker ini, maka bagian tubuh atau organ manusia yang diserang oleh sel kanker akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. Selain itu, juga akan menyebabkan hilangnya kemampuan dari organ manusia tersebut untuk menjalankannya fungsi organnya. Lambat laun, jika dibiarkan tanpa penanganan, sel kanker yang tumbuh pada satu bagian tubuh manusia tersebut, juga akan menyebar ke bagian tubuh yang lainnya.

Pengobatan yang digunakan dalam mengatasi penyakit kanker saat ini terdiri atas tiga jenis pengobatan, yaitu kemoterapi, radiasi dan operasi. Ketiga cara pengobatan ini juga akan ditentukan berdasarkan keberadaan dari tingkat keparahan dari penyakit kanker tersebut.

Hanya saja, dalam pelaksanaannya, bisa jadi pengobatan kanker ini akan menyebabkan efek samping bagi si pasein. Misalnya adalah dalam hal menjalankan kemoterapi, ada efek samping yang banyak dikeluhkan oleh pasien.

Hal inilah yang menyebabkan kebanyakan penderita kanker berusaha untuk mendapatkan cara pengobatan yang lain, cara lain ini dikenal dengan pengobatan dengan menggunakan obat herbal. Misalnya dengan menemukan beberapa jenis tanaman yang dianggap memiliki manfaat atau khasiat sebagai obat anti kanker.

Salah satu tumbuhan yang telah ditemukan mampu untuk mengobati penyakit kanker ini adalah benalu. Ada banyak jenis benalu yang ada disesuiakan dengan jenis tanaman inang. Salah satu benalu yang memiliki khasiat sebagai obat kanker adalah benalu kelor, yaitu benalu yang hidup atau menumpang di pohon kelor.

Layaknya jenis benalu yang lainnya, benalu kelor juga memiliki kandungan senyawa kimia aktif yang dapat berfungsi untuk melawan perkembangan sel kanker yang menyerang tubuh. Sebut saja di dalam benalu kelor terdapat senyawa flavonoid, alkaloid, terpenoid, tannin dan ekstrak methanol. Beberapa jenis kandungan senyawa inilah yang dapat digunakan sebagai obat anti kanker, seperti flavonoid dan tannin.

Pemanfaatan benalu kelor sebagai obat anti kanker dapat dilakukan dengan mengambil beberapa pucuk daun benalu kelor. Kemudian diolah di dalam wadah alami, sebaiknya memang yang terbuat dari tanah liat seperti kendi dan menghindari penggunaan wadah dari metal seperti besi atau pun aluminium.

Kemudian dalam wadah tersebut dilakukan proses pemasakan di atas tungku api kayu bakar. Ditambahkan beberapa gelas air yang dituangkan di dalam wadah dan kemudian direbus. Perebusan dilakukan tanpa menggunakan penutup wadah, hal ini untuk membantu mempercepat proses penguapan air rebusan daun benalu kelor.  Setelah beberapa saat, air rebusan tersebut akan berkurang menjadi hanya tersisa sekitar 2 gelas saja.

Air rebusan daun kelor inilah yang kemudian digunakan sebagai obat anti kanker sebagai ganti dari proses penyembuhan melalui kemoterapi. Peminuman air rebusan benalu kelor ini dilakukan secara rutin dan terus menerus selama kurang lebih satu bulan.

Memang telah berhasil dibuktikan bahwa daun benalu mampu untuk mengatasi berbagai jenis penyakit kanker yang ada, sebut saja dari kanker usus, kanker rahim atau ovarium, kanker payudara, dan yang lainnya.

Selain itu, dengan kandungan senyawa yang telah disebutkan di atas, benalu juga dipercaya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit yang lainnya. Sebut saja seperti mengatasi reumatik, menyembuhkan batu ginjal, sebagai obat alergi, sebagai obat diabetes alami, obat untuk penderita tekanan darah tinggi, dan juga obat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat yang ada di dalam darah.

Itulah beberapa manfaat dan khasiat dari benalu; salah satunya yaitu benalu kelor. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat mengenai penyembuhan penyakit kanker melalui bahan herbal alternatif.

Baca artikel lain mengenai Perawatan Pasca Kemoterapi

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor