Manfaat Daun Pepaya untuk Kanker

Manfaat Daun Pepaya untuk Kanker Sebagai Pengobatan Alami

manfaat-daun-pepaya-untuk-kankerManfaat daun pepaya untuk kanker saat ini banyak diteliti lebih lanjut sebagai kemungkinan obat alternatif dari herbal. Daun pepaya yang memiliki rasa pahit ini telah digunakan untuk pengobatan sejak zaman dahulu. Hingga saat ini daun pepaya masih sering dibuat sebagai jamu untuk mengobati berbagai penyakit dan menambah nafsu makan. Pepaya dengan nama latin Carica papaya ini merupakan tanaman yang berasal dari Meksiko.

Kanker merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian nomor dua setelah penyakit jantung di dunia. Umumnya pengobatan kanker menggunakan cara pembedahan, radiasi dan kemoterapi. Namun cara pengobatan tersebut menimbulkan efek samping yang juga memengaruhi sel sehat. Sehingga dicari cara untuk pengobatan penyakit kanker yang tidak menimbulkan efek samping pada sel sehat tubuh. Salah satu caranya adalah mencari sumber pengobatan dari tumbuhan alami seperti daun pepaya.

Kandungan yang Ada dalam Daun Pepaya

Di dalam daun pepaya mengandung beberapa zat aktif. Dalam 100 gram daun pepaya mengandung energi 79 kkal, protein 8 gram, lemak 2 gram, karbohidrat 11,9 gram, kalsium 353 miligram, fosfor 63 miligram, zat besi 1 miligram, vitamin A 18.250 IU, vitamin B1 0,15 miligram dan vitamin C 140 miligram. Selain itu juga mengandung zat aktif papain, karpain dan carposida. Kandungan papain pada daun pepaya biasanya dimanfaatkan untuk menambah nafsu makan dan melunakkan daging.

Kandungan daun pepaya yang efektif untuk melawan sel kanker yaitu senyawa karpain. Senyawa karpain ini adalah suatu alkaloid dengan cincin laktonat yang terdiri dari 7 rantai metilen. Senyawa ini tidak hanya efektif untuk melawan sel kanker saja namun juga efektif untuk melawan sel tumor dan mikroorganisme berbahaya yang ada di dalam tubuh.

Kandungan ekstrak daun pepaya sebagai obat alternatif untuk melawan sel kanker telah diteliti dan hasil penelitiannya dipublikasikan pada Journal of Ethnopharmacology.

Cara Kerja Daun Pepaya untuk Atasi Kanker

Daun pepaya sebagai obat kanker yang alternatif terus diteliti. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya sangat efektif untuk melawan sel-sel kanker. Manfaat daun pepaya untuk kanker telah dilakukan penelitian yang berkelanjutan. Molekul sitokin tipe Th1 yang dihasilkan oleh ekstrak daun pepaya dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh. Sehingga tubuh dapat mempertahankan diri terhadap serangan sel-sel kanker yang menyerang sistem imunitas tubuh.

Manfaat daun pepaya untuk kanker juga dipengaruhi oleh kemampuannya dalam mengatur T-sel yang akan meningkatkan kemampuan sel tubuh terhadap respon sistem imunitas tubuh terhadap sel kanker. Kandungan Vitamin A, Vitamin B1, dan Vitamin C dapat berfungsi sebagai antioksidan yang akan menangkan radikal bebas serta meningkatkan sistem imunitas tubuh. Klorofil sebagai zat hijau daun yang terkandung di dalam daun pepaya dapat berfungsi sebagai antioksidan, memperbaiki sel rusak dan membantu pertumbuhan sel sehat di dalam tubuh.

Daun pepaya yang dibuat menjadi ekstrak akan menghasilkan metanol. Kandungan metanol ini dapat memengaruhi pertumbuhan sel kanker dengan cara menghambat replikasi DNA sel kanker sehingga pertumbuhan sel kanker akan terhambat.

Manfaat daun pepaya untuk kanker akan bermanfaat untuk pemacuan atau induksi apoptosis dan merusak DNA sel kanker terutama pada kanker yang solid, misalnya kanker payudara. Cara kerja dari daun pepaya ini akan memengaruhi perkembangbiakan sel kanker. Pada pengamatan terhadap sel kanker akan tampak sel mengalami pengerutan dan kerusakan plasma membran sel. Dan pada akhirnya sel kanker akan mengalami kematian.

Ekstrak daun pepaya yang digunakan untuk mengobati sel kanker tidak memengaruhi sel sehat. Lain halnya jika pengobatan kanker menggunakan obat-obatan kimiawi atau kemoterapi yang juga dapat memengaruhi sel sehat.

Khasiat daun pepaya untuk kanker diteliti pada pemberian selama 24 jam. Setelah 24 jam kemudian diperoleh hasil bahwa pertumbuhan sel kanker menjadi lebih lambat.

Cara Mengolah Daun Pepaya untuk Pengobatan

Ekstrak dari daun pepaya sebagai obat kanker yang dikeringkan memberikan efek lebih kuat dalam perlawanan dengan sel kanker. Kondisi ini justru memberikan kemudahan dalam pengolahan daun pepaya sebagai obat alternatif untuk melawan sel kanker.

Untuk membuat simplisia kering daun pepaya caranya sangat mudah. Daun pepaya dibersihkan menggunakan air bersih yang mengalir. Kemudian daun pepaya diiris tipis untuk memudahkan pada proses pengeringan. Proses pengeringan dilakukan dengan cara diangin-anginkan dan sebaiknya menghindari terkena sinar matahari langsung. Daun pepaya yang sudah kering disimpan dalam botol kaca tertutup pada suhu kamar. Saat mengonsumsinya dengan cara ditumbuk dan dimasukkan ke kapsul kemudian diminum 3 kali sehari.

Pengobatan kanker menggunakan daun pepaya juga dapat dilakukan dengan membuat jus daun pepaya. Daun pepaya yang sudah bersih dicampur dengan air secukupnya. Blender hingga halus dan disaring. Minum jus daun pepaya secara teratur 2 kali sehari.

Efek Samping dari Daun Pepaya

Daun pepaya merupakan tumbuhan alami yang biasa dikonsumsi oleh manusia dan telah biasa digunakan untuk pengobatan secara tradisional. Menurut penelitian yang telah dilakukan, ekstrak daun pepaya untuk pengobatan kanker tidak menimbulkan efek samping jika dikonsumsi sesuai dosis.

Saat mengolah daun pepaya sebaiknya berhati-hati agar benar-benar bersih dari getahnya. Pada orang yang sensitif getah pepaya dapat merusak dan melukai jaringan kulit. Getah daun pepaya juga dapat bersifat iritasi, memicu asma, rhinitis dan gastritis berat. Bagi ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi daun pepaya karena dapat berpengaruh terhadap janin dan menyebabkan keguguran.

Manfaat daun pepaya untuk kanker ini dapat menjadi alternatif pengobatan yang tidak menimbulkan efek samping pada sel yang sehat. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Soda Kue

Manfaat Susu Kolostrum

Manfaat Susu Kolostrum Bagi Penderita Kanker

manfaat-susu-kolostrumHingga saat ini belum ada ilmu maupun teknologi kedokteran yang mampu menyembuhkan penyakit kanker secara tuntas dan sembuh total. Meski demikian kita tetap punya kesempatan untuk menghindarinya. Salah satu caranya adalah mengkonsumsi susu kolostrum secara rutin. Ada beberapa manfaat susu kolostrum untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama bagi orang yang sedang terkena serangan kanker.

Apa Itu Susu Kolostrum?

Susu kolostrum merupakan suatu cairan yang sering disebut sebagai pra-susu, berupa air susu yang dari makhluk mamalia termasuk manusia. Namun susu ini hanya keluar dari dalam tubuh antara 24 hingga 28 jam setelah makhluk mamalia tersebut melahirkan anaknya.

Dikarenakan biasanya susu dari manusia ibu hanya diberikan pada bayi oleh ibu kandungnya maka orang lain yang ingin mendapatkannya harus mencari sumber lain misalnya sapi. Meski tidak sama, namun banyak ahli yang menyebutkan bahwa susu kolostrum sapi mempunyai karakter yang hampir sama dengan susu kolostrum manusia. Jadi bisa digunakan sebagai alternatif.

Nilai Faedah dalam Susu Kolostrum

Di dalam susu kolostrum terkandung berbagai macam bioaktif alami yang secara garis besar bisa dibagi jadi 2 bagian. Yang pertama merupakan unsur untuk kekebalan tubuh, sedangkan yang kedua adalah unsur untuk pertumbuhan. Kolostrum juga memiliki kandungan mineral, animo dan aneka jenis vitamin dalam kadar yang sangat seimbang.

Salah satu kandungan dalam susu kolostrum tersebut adalah zat imunitas. Khusus bagi orang yang sedang kena kanker, zat imunitas ini sangat berguna untuk menaikan tingkat kekebalan tubuh. Sehingga mampu melawan pertumbuhan sel-sel kanker.

Nilai manfaat susu kolostrum untuk penderita kanker selanjutnya berasal dari zat laktoferin. Zat ini merupakan sejenis protein yang dapat melakukan pencegahan sekaligus menurunkan resiko terjadinya serangan kanker. Kandungan lainnya yaitu lemak memiliki peranan sebagai zat antikarsinogenik. Zat ini juga bisa mencegah pertumbuhan sel kanker.

Sedangkan antioksidan yang juga terkandung di dalamnya mampu membersihkan tubuh dari racun atau toksin serta polutan yang merupakan salah satu unsur penyebab adanya serangan kanker. Oleh tubuh, toksin atau racun dan polutan ini dikeluarkan melalui keringat, urine dan saluran pembuangan air besar.

Detoksifikasi merupakan manfaat susu kolostrum untuk penderita kanker berikutnya. Dalam hal ini kolostrum akan bekerja dengan teknik menghambat dan menghancurkan patogen yang ada dalam usus. Patogen ini jika sudah menimbun dalam jumlah yang banyak dapat memicu serangan berbagai jenis penyakit berbahaya misalnya kanker hati dan pankreas.

Susu Kolostrum Fortico

Sebagaimana yang telah diterangkan, tidak setiap orang bisa mendapat susu kolostrum yang berasal dari manusia dan sebagai alternatifnya bisa mengkonsumsi susu kolostrum sapi. Saat ini di Indosesia sudah beredar susu kolostrum Fortico yang diproduksi oleh suatu perusahaan asal Malaysia.

Kolostrum Fortico ini berbentuk susu bubuk skim yang diformulasi secara khusus dan diolah dengan teknologi modern oleh Smart Naco Sdn Bhd. Semua elemennya didapat dari sumber-sumber terbaik di New Zaeland dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas kesehatan manusia termasuk melindungi dari penyakit kanker.

Meski diolah dengan teknologi modern tapi dijamin susu kolostrum Fortico tetap aman untuk dikonsumsi setiap orang. Karena semua bahan pembuatannya 100% bersifat alami dan bebas dari segala macam bahan pengawet, obat-obatan kimia dan hormon atau antibiotik buatan.

Kegunaan dan manfaat susu kolostrum Fortico mempunyai nilai manfaat susu kolostrum sapi yang lain. Akan tetapi, susu Fortico memiliki suatu kelebihan yang lebih istimewa karena bisa dikonsumsi oleh segala usia. Dari anak-anak, orang dewasa hingga orangtua boleh menikmati dan mengkonsumsinya setiap hari.

Selain itu, New Zaeland yang menjadi sumber utama bahan pembuatan susu merupakan suatu kawasan yang beriklim sejuk. Jadi susu kolostrum yang dihasilkan oleh sapi-sapi dari negara tersebut juga memiliki kualitas yang lebih sempurna.

Susu kolostrum Fortico yang juga disebut dengan istilah Naco IgG-Plus mampu menyediakan sistem antibodi alami. Sistem ini merupakan sumber utama bagi kelangsungan hidup manusia agar bisa selalu sehat dan bebas dari serangan penyakit termasuk penyakit kanker.

Selain itu, masih ada manfaat susu kolostrum sapi Fortico yang lain serta masih punya kaitan dengan penyakit kanker, yaitu sebagai penguat daya tahan tubuh saat pasien harus menjalani kemoterapi baik sebelum maupun sesudahnya di dimasa-masa perawatan serta pemulihan.

Jaminan Mutu dan Kesehatan

Karena diproduksi oleh perusahaan terkemuka dari Malaysia, dalam setiap kemasannya susu kolostrum Fortico selalu mempunyai kualitas terbaik dan dijamin mutunya. Bahkan susu ini telah memperoleh pengakuan dari beberapa lembaga khusus dan kesehatan.

Misalnya ISO 9001 : 2000, Good Manufacturing Product dan status halal dari Malaysia. Lalu dari Indonesia dalam hal ini Badan POM RI telah mengeluarkan register dengan nomor ML 806701001627. Jadi tidak perlu merasa was-was atau takut untuk minum susu Fortico karena pemerintah sudah memberi jaminan kesehatan atas produk ini.

Melihat begitu banyaknya manfaat susu kolostrum terutama bagi penderita penyakit kanker, maka tidak ada salahnya memilih produk ini sebagai sarana membantu proses penyembuhan.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Soda Kue

Menaikan Berat Badan Pasca Kemoterapi

Tips Menaikan Berat Badan Pasca Kemoterapi

menaikkan-berat-badan-pasca-kemoterapiMerupakan hal yang sangat umum terjadi jika setelah menjalani kemoterapi berat badan akan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Agar berat badan tersebut bisa normal kembali, dibutuhkan tips khusus untuk menaikan berat badan pasca kemoterapi yang harus dijalankan oleh penderita kanker.

Asupan Makanan dan Nutrisi

Salah satu metode yang harus dilaksanakan untuk menormalkan berat badan usai melakukan kemoterapi adalah mengatur asupan makanan dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Jenis makanan terbaik untuk menaikan berat badan tersebut antara lain kentang tumbuk yang dimasak bersama mentega atau susu.

Selain mengandung nutrisi kentang tumbuk juga bersifat lunak sehingga mudah dikunyah dan dicerna oleh tubuh. Olahan ini juga terasa ringan dan lembut di perut dan tidak menimbulkan rasa mual.

Berikutnya keju rendah lemak yang memiliki kandungan protein tinggi dan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan serta pemulihan tenaga. Makanan yang bisa dicampurkan pada camilan ini juga halus dan mudah dikunyah.

Telur merupakan makanan yang kandungan proteinnya juga tinggi dan dapat diolah ke dalam berbagai bentuk masakan. Apabila ditambah salad akan menambah asupan kalori yang sangat dibutuhkan penderita kanker setelah menjalani kemoterapi.

Jenis makanan lain yang bisa dipilih yaitu sup untuk menambah asupan vitamin, mineral dan kalori. Selain itu juga dapat menaikan berat badan pasca kemoterapi terutama sup dari bahan brokoli.

Kacang-kacangan juga dapat dinikmati bila penderita kurang suka dengan masakan berbahan daging. Tapi saat menyantap kacang-kacangan tidak boleh ditambah dengan rempah-rempah karena bisa menimbulkan gangguan pada perut.

Pilihan terbaik selanjutnya adalah puding yang sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah di tubuh serta rasa mual di mulut. Tapi selain puding jahe juga bisa dikonsumsi dengan tujuan yang sama. Jahe dapat dibuat minuman atau dimasukan dalam masakan sebagai bumbu.

Suplemen Tambahan

Selain jenis makanan yang disebutkan di atas, penderita penyakit kanker juga perlu tambahan suplemen pasca kemoterapi sehingga proses penyembuhan bisa berjalan lebih cepat. Adapun suplemen yang dikonsumsi harus bersifat antioksidan.

Selain aman, pemberian suplemen pasca kemoterapi juga dapat meningkatkan dampak positif dari kemoterapi yang baru saja dijalani. Meskipun demikian penggunaannya harus mendapat pengawasan dokter agar tidak menimbulkan masalah kesehatan. Terutama gangguan terhadap proses oksidatif pada DNS seluler.

Jangan sekali-sekali mengonsumsi obat tanpa menggunakan resep dari dokter. Jikapun obat tersebut hanya merupakan obat herbal saja, sebaiknya tetap berkonsultasi untuk menghindari terjadinya kesalahan yang fatal.

Masa Pemulihan

Rehabilitasi atau perawatan pasca kemoterapi adalah hal yang juga mempunyai nilai penting untuk membantu proses penyembuhan. Di masa ini, pemberian asupan makanan bergizi tidak boleh dihentikan bahkan harus dijalankan secara lebih kontinyu.

Pada umumnya, orang sehat makan 3 kali sehari setiap pagi dan siang serta malam. Tapi bagi penderita kanker tentu pola makan tersebut tidak bisa dijalankan secara normal karena sering muncul rasa mual apalagi usai menjalankan kemoterapi. Untuk mengatasi rasa mual tersebut, maka pola makan harus sedikit dirubah.

Tip terbaik yang bisa dilakukan adalah mengurangi porsi makanan yang disantap. Tapi waktu makannya bukan 3 kali sehari melainkan 6 kali. Jika pola ini masih terasa berat, masih dapat disesuaikan dengan kondisi pasien atau rasa mual yang dialaminya.

Intinya asupan makanan harus tetap masuk sesering mungkin meski setiap menyantap hanya hanya terdiri dari porsi kecil saja. Jika kondisi tubuh mulai membaik porsi bisa ditambah tapi harus dijaga agar perut tidak terlalu penuh. Terlalu banyak asupan makanan juga kurang baik bagi penderita kanker karena bisa memicu kembali rasa mual.

Selama menjalani masa perawatan pasca kemoterapi jenis makanan terbaik yang dapat dipilih adalah sayur dan buahan yang bersifat antioksidan. Hindarilah makanan berlemak tinggi serta yang bersantan karena jenis makanan ini akan membuat mulut dan perut makin terasa mual.

Masa Setelah Perawatan

Saat masa perawatan berlalu, pasien mulai masuk masa pemulihan. Dalam masa pemulihan pasca kemoterapi penderita kanker harus tetap banyak beristirahat agar tidak mudah lelah dan capai. Oleh karena itu, waktu tidur tidak boleh dikurangi.

Biasanya setelah kemoterapi pasien memang mudah tidur karena dokter akan mengasih obat anti nyeri yang biasanya mengandung suatu zat yang membuat tubuh jadi mudah mengantuk. Namun jika tidak bisa tidur dengan lelap, sebelum beristirahat sebaiknya minum susu hangat sebanyak 1 gelas.

Selain itu, ciptakan suasana yang nyaman agar pikiran tenang dan jauhkan diri dari perasaan menyesal agar tidak mudah mengalami tekanan jiwa dan stres. Dukungan dari keluarga dan teman terdekat merupakan sarana paling ampuh untuk menenangkan kondisi kejiwaan pasien kanker baik sebelum dan sesudah kemoterapi.

Apabila perasaannya selalu tenang dalam menjalani proses pemulihan pasca kemoterapi tentu penderita kanker juga akan merasa gembira karena telah berhasil melewati masa kritis. Dari perasaan tenang ini, pasien juga akan lebih mudah menaikan berat badan pasca kemoterapi di rumah sakit dan di rumahnya sendiri.

Baca artikel lain mengenai Cara Mengatasi Stress

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor