Kanker Nasofaring Menular

Kanker Nasofaring Menular? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Kanker nasofaring memang bukan merupakan kanker yang cukup jarang terjadi. Namun jika tidak segera diatasi dengan baik, tetap bisa menyebabkan kematian karena tergolong sebagai kanker berbahaya. Selain itu, pada sisi yang lain, banyak yang masih bingung, apakah kanker nasofaring menular atau tidak.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebelumnya harus diketahui lebih dulu bahwa kanker nasofaring merupakan kanker yang serangannya terjadi salah satu organ saluran pernafasan. Kanker ini selalu muncul di atas tenggorokan atau faring dan bagian belakang hidung. Karena letaknya yang ada di saluran pernafasan inilah, banyak yang bertanya apakah penyakit kanker yang satu ini menyerang atau tidak.

Penyebab Kanker Nasofaring

Serangan penyakit kanker nasofaring, hampir sama persis dengan serangan kanker dari jenis yang lain. Hingga saat ini belum dapat diketahui dengan pasti penyebabnya. Tetapi di sisi lain banyak ahli kesehatan yang menyimpulkan bahwa penyakit kanker nasofaring ini lebih sering menyerang orang-orang tertentu.

Maksud dari orang-orang tertentu ini antara lain, berasal dari keluarga yang anggotanya pernah mendapat serangan kanker tersebut. Kemudian bagi Anda yang pernah kena serangan Virus Epstein Barr atau EBV dan Virus Human Papilloma atau HPV juga mempunyai resiko tinggi terkena kanker nasofaring. Termasuk juga yang senang mengkonsumsi makanan yang sistem pengolahannya dengan cara diasinkan.

Apakah Kanker Nasofaring Menular? Bagaimana Cara Mencegah Penularannya?

Sebenarnya, tidak ada satupun jenis penyakit kanker yang bisa menular. Karena kanker selalu terjadi oleh faktor pertumbuhan sel-sel yang terganggu, kemudian sel tersebut menjelma jadi sel kanker.

Sehingga terjadinya penyakit kanker itu bukan diakibatkan oleh penularan tapi karena adanya pertumbuhan sel yang tidak normal. Kasus ini sangat jauh berbeda dengan penyakit lain yang bisa menular ke orang lain karena bukan merupakan suatu penyakit infeksi. Sedangkan untuk pencegahannya, yang dapat Anda jalankan adalah menghindari faktor resikonya.

Salah satu wujud dari pencegahan ini yaitu mencegah adanya penularan virus EBV dan HPV. Jika sudah terlanjur masuk dalam tubuh, kedua virus ini akan menimbulkan kerusakan pada sel-sel yang pada akhirnya nanti akan memunculkan serangan kanker.

EBV atau Virus Epstein Barr merupaka virus yang dapat menyebar dengan mudah di daerah mana saja. Banyak yang tidak menyadari adanya serangan virus ini karena meski telah masuk dalam tubuh, tidak pernah menimbulkan tanda atau gejala apapun.

Penyebaran maupun penularan yang acapkali terjadi biasanya melalui cairan tubuh khususnya air liur. Oleh karena itu, Anda dapat dengan mudah terkena serangan virus ini jika sering memakai barang milik orang lainĀ  yang sudah terkena infeksi EBV. Misalnya sikat gigi, gelas, sedotan dan sebagainya. Penularan ini juga dapat terjadi melalui transfusi darah, transplantasi organ, hubungan seksual dan ciuman.

Sedangkan virus HPV atau Virus Human Papilloma memang memiliki tingkat resiko rendah untuk memunculkan serangan kanker nasofaring dibanding virus EBV. Meski demikian, tetap perlu dihindari penularannya dengan cara hanya menjalani hubungan seksual pada satu orang atau satu pasangan saja.

Gejala Kanker Nasofaring

Setelah paham apakah kanker nasofaring menular atau tidak dan jawabannya adalah tidak sekaligus faktor penyebabnya maupun pencegahannya, saatnya mengetahui pula gejala yang sering muncul. Gejala yang biasanya menjadi tanda akan adanya serangan kanker nasofaring ini ada beberapa macam.

Di antaranya adalah adanya benjolan di bagian tenggorokan dan tidak terasa sakit saat disentuh oleh tangan. Selain itu muncul infeksi di organ telinga atau telinga sering berdengung yang di dunia kesehatan dinamakan tinnitus.

Mulut yang terasa sulit dibuka juga merupakan gejala awal dari kanker nasofaring. Terlebih lagi jika disertai dengan rasa sakit pada kepala dan wajah menjadi mati rasa atau nyeri. Gejala ini sering pula dibarengi dengan mimisan, sakit di tenggorokan dan hidung makin sulit untuk bernafas. Gejala berikutnya adalah penglihatan yang kabur dan berbayang.

Pengobatan Kanker Nasofaring Secara Medis Dan Herbal Yang Paling Manjur

Secara umum ada dua sistem pengobatan yang bisa dipilih oleh Anda ketika terkena serangan penyakit kanker nasofaring. Masing-masing adalah sistem pengobatan secara medis dan yang kedua menggunakan obat-obatan herbal atau tradisional.

1. Pengobatan Secara Medis

Sistem pengobatan kanker nasofaring yang dilakukan secara medis selalu disesuaikan dengan stadium-nya, posisi kanker, riwayat penyakit dan kondisi fisik pasien. Untuk langkah pertama yang biasanya dijalankan yaitu memakai metode radioterapi. Metode ini dipilih untuk pasien dengan kondisi kanker nasofaring yang tergolong masih ringan.

Sedangkan pada kanker nasofaring dengan kondisi atau stadium agak berat, memakai metode kemoterapi. Metode ini merupakan teknik penyembuhan dengan obat-obatan khusus dengan tujuan untuk membunuh sel-sel kanker.

Apabila kanker nasofaring sudah masuk stadium berat, langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah operasi bedah. Namun karena letak dari sel kanker nasofaring yang sangat berdekatan dengan syaraf dan pembuluh darah, biasanya metode ini dihindari. Hanya saja jika sel kanker sudah telanjur menyebar hingga ke bagian kelenjar bening, maka operasi bedah menjadi satu-satunya pilihan.

Teknik penyembuhan berikutnya yaitu imunoterapi, dilakukan dengan cara memberikan obat yang nantinya akan berpengaruh kepada kekuatan tubuh untuk melawan pertumbuhan sel-sel kanker. Contoh dari obat ini antara lain adalah cetuximab dan pembrolizumab.

2. Pengobatan Menggunakan Herbal

Menurut hasil puluhan penelitian yang pernah dilaksanakan, setidaknya ada 3 macam ramuan obat herbal yang diyakini sangat mujarab untuk menyembuhkan serangan kanker nasofaring.

  • Daun Sirsak

Salah satunya adalah daun sirsak yang memiliki kemampuan tinggi dalam membunuh sel-sel kanker dengan hasil maksimal. Kelebihan utama dari sistem pengobatan menggunakan daun sirsak ini adalah tidak memunculkan dampak negatif pada tubuh.

Bahkan diyakini pula daun sirsak memiliki kekuatan hingga 10 ribu kali lipat dibanding cara pengobatan kemoterapi. Selain itu zat-zat yang terkandung didalamnya hanya membunuh sel-sel jahat saja, bukan sel positif. Anda dapat mengkonsumsi hasil rebusan daun sirsak 1 atau 2 gelas setiap hari jika ingin segera sembuh dari kanker nasofaring.

  • Kulit Buah Manggis

Obat herbal kedua yang juga dipercaya berkhasiat tinggi dalam mengatasi kanker nasofaring adalah buah manggis, namun yang diambil adalah kulitnya saja. Kulit buah manggis memiliki beberapa jenis senyawa yang bersifat antibakteri, anti histamin, anti alergi, anti oksidan, anti inflamasi dan yang paling penting anti kanker.

Selain itu, kulit manggis juga kaya dengan kandungan nutrisi, gartain, mangostin, epicatechin, garsinon, flavinoid dan spingomyolinase. Cara konsumsinya sama dengan daun sirsak, yaitu direbus kemudian hasil rebusannya diminum sebanyak 1 atau 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

  • Temu Lawak

Temu lawak sejak zaman dulu sudah sering dipakai untuk mengobati penyakit dan menurut hasil penelitian, tanaman ini mengandung curdione dan curcumol. Kedua kandungan tersebut memiliki khasiat tinggi untuk memberantas pertumbuhan sel kanker nasofaring. Apalagi jika dikonsumsi secara teratur setiap hari.

Temuk lawak dapat dikonsumsi dengan cara dibuat menjadi jamu seduh atau dipakai sebagai bumbu dalam masakan dan makanan. Tetapi jika ingin mendapatkan hasil yang lebih optimal dalam proses penyembuhan kanker nasofaring, sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk jamu.

Semoga ulasan lengkap tentang apakah kanker nasofaring menular serta sistem pencegahan dan teknik pengobatannya ini bisa bermanfaat untuk semuanya. Terutama bagi Anda maupun orang-orang terdekat Anda yang sedang terkena serangan penyakit tersebut.

Baca artikel lain mengenai Terapi CAR T-Cell

Gejala Kanker Otak Pada Anak

Mengenal Lebih Dini Gejala Kanker Otak Pada Anak

Setiap tahun ada ribuan anak yang terkena serangan penyakit tumor otak atau kanker otak. Berdasarkan kondisi ini, setiap orang tua harus mengenal lebih dini gejala kanker otak pada anak agar jika mendapat penyakit tersebut penanganan dan penyembuhannya bisa lebih cepat dilakukan.

Kanker otak merupakan suatu kondisi, dimana terdapat pertumbuhan tumor yang mempunyai sifat bahaya diorgan otak. Tumor ini tumbuh dari sebuah jaringan yang berasal dari kumpulan sel-sel tidak normal. Pada umumnya sel-sel tersebut menjalani proses pertumbuhan lalu mati, kemudian tergantikan dengan sel-sel baru.

Dalam kasus kanker otak, siklusnya terganggu. Ada sel tumor yang tumbuh meski sebetulnya tubuh tidak memerlukannya. Selain itu berbeda dengan sel-sel yang sudah tua dan normal, sel abnormal ini tidak mati dan terus mengalami pertumbuhan. Setelah itu, tidak lama kemudian akan muncul penyakit kanker otak.

Jenis Kanker Otak Yang Paling Sering Menyerang Anak

Ada beberapa jenis kanker otak yang dapat menjangkiti anak-anak, namun yang paling sering terjadi yaitu kanker medulloblastoma. Kanker ini biasanya menyerang anak-anak yang masih berusia di bawah 10 tahun.

Tidak beda jauh dengan tumor dan jenis kanker yang lain, medulloblastoma mulai melakukan serangan pada anak saat sel-sel otaknya masih sehat, lalu terus tumbuh dalam rentang waktu yang sangat singkat. Pertumbuhan dan serangan ini pada umumnya terjadi di bagian belakang otak dan serebelum atau otak kecil, yang punya peran sebagai pengontrol atas koordinasi otot dan gerakan tubuh.

Kanker otak ini tergolong sebagai kanker agresif atau malignant serta selalu bersifat agresif saat melakukan serangan terhadap sistem syaraf di serebelum. Dampak negatifnya antara lain terjadinya gangguan di syaraf, cacar dan fungsi kecerdikan atau intelektual. Bahkan yang tak kalah parah, bisa menyebabkan kematian.

Bagaimana Cara Mengenali Gejala Kanker Otak Pada Anak?

Tidak sama seperti orang dewasa, gejala kanker otak pada anak lebih sulit dideteksi karena faktor usia yang masih terlalu muda. Sehingga keterlambatan ini sering menyebabkan dokter tidak dapat melakukan diagnosis dengan cepat. Meskipun demikian terdapat beberapa macam gejala awal yang dapat dikenali.

Saat mulai mendapat serangan kanker otak, anak sering mengalami sakit kepala dan muntah-muntah, namun tidak dibarengi perasaan mual khususnya saat pagi hari. Selain itu dia terlihat kesulitan dan canggung apabila ingin menggerakan tubuhnya.

Tidak jarang gejala ini disertai dengan penurunan kemampuan ketika menangkap suatu benda atau menulis dan kegiatan-kegiatan lain yang memerlukan kemampuan motorik. Bahkan dia juga bisa mendapat gangguan fungsi penglihatan pada organ mata dan pendengaran.

Meski jumlahnya tidak begitu banyak, kasus kanker otak pada anak bisa merambat pada sel-sel tulang belakang. Kondisi ini akan menimbulkan rasa sakit di bagian belakang tubuh dan membuat anak terlihat kesulitan saat berjakan dan kasus ini dinamakan sebagai ataksia.

Pengobatan Tumor Otak

Biasanya, anak yang sudah terkena serangan kanker otak akan membutuhkan proses operasi atau bedah otak dengan maksud untuk mengambil dan mengangkat sel-sel tubuh. Sedangkan jaringan tumor yang masih tersisa, pada umumnya akan diatasi melalui beberapa jenis proses terutmaa radioterapi dan kemoterapi maupun kombinasi di antara kedua metode penyembuhan tersebut.

Anak yang serangan kanker otaknya tergolong ganas, akan memerlukan prosedur operasi dan bedah ini. Tujuannya adalah untuk mengangkat sel-sel kanker yang tumbuh pada organ otak dengan jumlah sebanyak mungkin.

Meski telah dilakukan operasi, bukan merupakan jaminan tumor dan sel kanker otak terutama yang sifatnya ganas tidak dapat tumbuh lagi. Selain itu, ada beberapa metode pengobatan dan penyembuhan kanker otak anak yang menimbulkan efek samping berupa kejadian kerusakan jaringan yang sebetulnya dalam kondisi sehat.

Oleh karena itu, setelah mengetahui gejala kanker otak pada anak dan proses operasi bedah telah dilakukan para orangtua tetap diharuskan melakukan sesi konsultasi dengan dokter. Terutama konsultasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan efek negatif baik secara jangka pendek maupun jangka panjang. Demikian pula dengan sistem pengobatan dan penyembuhan karena biasanya membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama.

Pada sisi yang lain, dokter juga memiliki kewajiban memberi penjelasan tentang arti penting dari perencanaan penyembuhan sesudah operasi bedah dan pengobatan dilakukan. Salah satu yang paling utama adalah proses rehabilitasi yang dijalankan dengan bantuan ahli terapi.

Terapi untuk penderita kanker otak ini terdiri dari beberapa macam. Satu di antaranya adalah terapi fisik dengan tujuan agar dapat memperoleh kembali daya kekuatan serta keseimbangan tubuh, khususnya pada organ-organ gerak.

Terapi selanjutnya yang tidak kalah penting yaitu terapi wicara, mempunyai tujuan agar anak bisa segera mengatasi sendiri masalah pada mulut dan organ lainnya saat ingin bicara. Selain itu, anak juga didorong agar dapat mengungkapkan perasaan dan pikirannya sekaligus mampu mengunyah dan menelan makanan seperti saat sebelum terkena kanker otak.

Terapi lain untuk penderita kanker otak anak sesudah menjalani operasi bedah disebut terapi kerja. Terapi ini bertujuan untuk membantu pasien agar bisa melakukan kegiatan sehari-hari tanpa bantuan orang lain seperti mandi, mengenakan baju, menyisir rambut dan kegiatan lain yang sifatnya mendasar.

Tips Bagi Orang Tua Agar Dapat Mendeksi Gejala Kanker Otak Pada Anak Dengan Cepat

Kasus serangan kanker otak pada anak dapat terjadi sejak kelahiran. Bahkan yang ironisnya lagi, hingga saat ini penyebabnya belum bisa diketahui secara pasti. Tetapi berdasarkan hasil dari penelitian serta pengalaman, kanker otak yang dialami oleh anak sering diakibatkan oleh beberapa faktor, genetika dan pengaruh lingkungan.

Sebenarnya, penyakit kanker otak ini dapat disembuhkan lebih mudah apabila keberadaannya sudah diketahui sejak dari awal. Hanya saja sayangnya seperti yang sudah dijelaskan, gejala kanker otak pada anak dan penyebabnya tidak mudah disadari sejak permulaan penyakit ini menyerang.

Faktor utama dari penyebab ini adalah karena ketika mulai melakukan serangan, jarang sekali ada yang memunculkan keluhan. Selain itu biasanya anak-anak kurang begitu bisa merasakan jika dalam tubuhnya terdapat kelainan dan tanda-tanda serta gejala klinis secara spesifik.

Untuk itu, orang tua dituntut lebih waspada terhadap masalah ini. Anda harus bisa mengetahui gejala-gejala awal seperti yang sudah dijelaskan di atas. Kemudian sebagai langkah pertama, langsung periksakan si buah hati ke dokter, agar bisa segera dipastikan apakah gejala-gejala yang muncul tadi merupakan gejala kanker otak atau bukan.

Biasanya setelah mendapat pasien anak dengan gejala kanker otak, dokter akan menjalankan beberapa jenis pemeriksaan. Setelah itu akan didiagnosis dan menentukan stadiumnya apabila ternyata hasil pemeriksaannya memang menunjukan adanya pertumbuhan sel kanker di organ otak si anak.

Selanjutnya, langsung ditentukan sistem pengobatannya dan hal ini disesuaikan dengan jenis kanker yang menyerang, stadium, dan perlengkapan pengobatan yang ada. Semua diusahakan demi mendapatkan kesembuhan, bukan sekedar memperpanjang usia hidup saja.

Harapan kesembuhan akan menjadi lebih besar jika pasien berhasil bertahan selama 5 tahun sejak menjalani pengobatan secara terpadu. Bahkan terdapat beberapa jenis kanker otak yang butuh waktu lebih lama lagi untuk penyembuhannya.

Harus dipahami bersama, Anda sebagai orangtua tidak perlu terlalu panik apabila menjumpai gejala kanker otak pada anak atau buah hati. Hadapi masalah ini dengan tenang, sehingga anak juga tidak akan merasa ketakutan. Karena bagaimana pun juga rasa percaya diri itu tetap menjadi faktor penentu untuk kesembuhannya.

Baca artikel lain mengenai Terapi CAR T-Cell

Bedah Onkologi

Serba-Serbi Pengetahuan Penting Tentang Bedah Onkologi

Penyakit kanker dan tumor tak pernah bisa dilepaskan dengan yang namanya bedah onkologi sebab bidang kedokteran inilah yang memegang peran utama dalam proses penyembuhannya. Kanker dan tumor sendiri adalah sebuah serangan penyakit yang dianggap paling mematikan nomor dua di seluruh dunia setelah jantung dan stroke. Jadi sangatlah wajar jika penyakit ini selalu mendapat perhatian tinggi dari para praktisi kesehatan.

Apa Sih Onkologi Itu?

Onkologi sendiri merupakan suatu istilah kedokteran yang mengandung arti bidang kesehatan yang secara khusus menangani serta mengobati serangan penyakit tumor dan kanker. Adapun dokter yang juga secara khusus menekuni bidang ini dan bedah onkologi dinamakan sebagai ahli onkolog.

Selain itu, tidak jarang pula ada penderita kanker dan tumor perlu ditangani oleh beberapa ahli onkolog sekaligus. Para onkolog ini bertugas memberi pengobatan dan saran atas segala jenis unsur pemeriksaan dan penanganan penyakit kanker atau tumor. Termasuk juga menjalankan tugas untuk melakukan radioterapi, pembedahan dan kemoterapi.

Menurut segi klinis, onkologi terdiri dari tiga macam bidang utama. Pertama adalah onkologi bedah, memiliki tugas mempelajari ilmu-ilmu pembedahan kepada penderita kanker misalnya biopsi, stadium, dan reseksi bedah tumor.

Kemudian yang kedua dinamakan onkologi medis, dengan fokus utama terhadap penanganan serangan penyakit kanker melalui sistem pengobatan khususnya kemoterapi. Lalu yang ketiga disebut sebagai onkologi radiasi dengan tugas utama menangani kanker dengan sistem radiasi terapeutik.

Biasanya orang yang menderita kanker akan lebih sering melakukan hubungan dengan dokter onkologi medis. Peran dari onkolog medis ini antara lain adalah melakukan diagnosis kanker dan diskusi pada pasien atas tindakan medis yang harus dilakukan, termasuk bedah onkologi yang juga perlu dilaksanakan.

Selain itu juga akan mengatur serta mengawasi proses pengobatan, terapi sekaligus juga akan menangani resiko komplikasi yang kemungkinan bisa terjadi. Peran berikutnya ialah merawat pasien agar pulih kembali kesehatannya setelah penanganan kanker dilaksanakan.

Beberapa jenis penyakit kanker yang selalu ditangani oleh ahli onkologi atau onkolog antara lain adalah kanker paru-paru, kanker payudara, kanker saluran pencernaan, kanker kolokteral dan kanker ovarium. Jenis kanker lainnya seperti leukimia atau kanker darah, melanoma atau kanker kulit dan tumor ginjal juga selalu ditangani oleh onkolog medis.

Lalu Kapan Harus Ke Ahli Bedah Onkologi?

Kanker dan tumor merupakan penyakit berat dan bersifat mematikan. Untuk itu, setiap orang perlu mengetahui kapan ke ahli bedah onkologi. Sehingga saat serangan penyakit ini muncul, dapat segera ditangani secepatnya dan efek-efek negatifnya bisa dihilangkan atau paling tidak diminimalkan.

Cara paling baik untuk mencegah kanker dan tumor memang dengan cara melakukan deteksi lebih dini. Meski sebagian besar gejalanya bersifat umun, tetapi apabila pemeriksaannya bisa dilakukan lebih awal, penanganannya juga akan berjalan lebih cepat dan efektif.

Salah satu contohnya adalah kanker kulit. Gejala penyakit ini biasanya muncul dengan tanda berupa perubahan warna permukaan kulit, pigmentasi, pertumbuhan rambut yang tidak wajar, dan kulit berwarna kekuningan atau kemerahan. Gatal-gatal atau memar yang tidak diketahui secara jelas penyebabnya juga sering menjadi gejala awal dari serangan kanker kulit.

Munculnya benjolan pada permukaan kulit yang tidak dapat hilang juga perlu diwaspadai dan harus secepatnya diperiksakan ke ahli bedah onkologi atau onkolog. Leukimia atau limforma dan kanker getah bening, awal pertumbuhannya biasanya ditandai dengan benjolan semacam ini.

Kemudian untuk kanker payudara, juga ditandai dengan kondisi yang sama, yaitu pemunculan benjolan di sekitar area payudara. Selain itu tak jarang pula muncul beberapa tanda yang lain, seperti bentuk puting payudara yang menjadi melesak dan kulit payudara berubah jadi seperti mengkerut atau berwarna kemerahan. Gejala berikutnya, puting sering mengeluarkan cairan.

Selanjutnya perut kembung yang terjadi secara terus menerus dan disertai dengan pendarahan di organ vagina serta berat badan yang turun dratis menjadi gejala awal dari kanker ovarium. Penurunan berat badan ini sering pula menjadi pertanda dari pemunculan serangkan penyakit kanker perut, kanker paru-paru dan kanker pankreas.

Jenis-Jenis Bedah Onkologi

Operasi onkologi atau bedah onkologi merupakan wujud dari tindakan medis yang dilakukan dengan tujuan utama untuk menangani dan mengatasi pertumbuhan kanker. Atas dasar tujuan inilah, operasi onkologi dibagi menjadi beberapa jenis.

1. Operasi Pencegahan

Bagi Anda yang memiliki resiko tinggi kena penyakit kanker karena faktor riwayat keluarga atau keturunan dan genetik, bisa melakukan teknik pencegahan tanpa perlu menunggu adanya serangan penyakit tersebut.

Tindakan ini dilaksanakan melalui operasi dengan cara mengangkat organ atau jaringan yang dinilai lebih rentan terhadap kanker. Misalnya wanita yang anggota keluarganya pernah kena kanker payudara, dapat melakukan mastektomi meski diagnosis yang dilakukan tidak (belum) menunjukan adanya gejala kanker tersebut.

2. Operasi Pemeriksaan

Tidak jarang ada operasi onkologi yang dilaksanakan dengan maksud untuk mengetahui serta memastikan tidak ada bibit dan benih tumor yang diyakini sebagai sel kanker. Pada umumnya operasi ini dilakukan dengan cara mengambil sebagian kecil tumor di organ tubuh kemudian diteliti menggunakan mikroskop. Tindakan ini dinamakan biopsi dan melalui teknik ini dapat diketahui apakah tumor di organ tersebut tergolong sebagai tumor jinak atau ganas.

3. Operasi Penentuan Stadium Kanker

Klarifikasi atas satu serangan kanker kadangkala memerlukan beberapa kali tindakan operasi onkologi. Tujuannya adalah untuk menentukan dan mengetahui stadium kanker, yang tak lain menjadi faktor terpenting guna menentukan teknik pengobatan pada pasien. Operasi onkologi ini bertujuan pula untuk memeriksa dan mengevaluasi ukuran pertumbuhan tumor.

4. Operasi Pengobatan Awal

Dalam berbagai kasus penyakit kanker, operasi onkologi sering dilihat sebagai suatu langkah awal terbaik dari sistem pengobatan. Alasannya, karena melalui tindakan tersebut, tumor atau kanker dapat diangkat dari organ tubuh. Kemudian apabila infeksinya tidak parah, operasi ini cukup ditujukan untuk mengobati serangan penyakitnya saja. Namun tidak jarang ada pasien yang membutuhkan terapi atau operasi lain jika infeksinya sudah terlanjur parah.

5. Operasi Penghilangan Gejala

Selain yang telah disebutkan di atas, ada operasi atau bedah onkologi yang dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan beberapa jenis gejala pemunculan tumor dan kanker. Contohnya adalah operasi untuk mengurangi rasa sakit akibat adanya tumor atau sel kanker yang tumbuh dan menekan syaraf atau tumor yang pertumbuhannnya membuat saluran usus jadi sempit.

Tips Mencari Dokter Bedah Onkologi

Informasi tentang dokter bedah onkologi menjadi hal yang sangat penting bagi setiap orang yang sedang menderita penyakit kanker. Untuk mencari ahli onkologi terpercaya dan terbaik, harus dipastikan bahwa dokter tersebut sudah memiliki pengalaman tinggi di bidang onkolog yang ditekuninya.

Selain itu, pilihlah dokter yang sudah dikenal secara luas oleh masyarakat karena reputasi dan keahlian yang dimilikinya. Salah satu pembuktiannya adalah sering menerbitkan dan menulis jurnal ilmiah khususnya tentang hal-hal yang berhubungan dengan penyakit dan pengobatan penyakit kanker.

Satu hal yang tidak kalah penting adalah, dokter onkologi ini harus mampu memberikan rasa nyaman pada Anda selaku pasien. Terutama ketika menjalani sesi konsultasi hingga operasi dan tindakan-tindakan lain paska operasi. Perlu diketahui, proses penyembuhan kanker dapat memakan waktu hingga berbulan-bulan lamanya.

Jangan lupa pula mengutamakan dokter ahli bedah onlokogi yang mempunyai keahlian lebih spesifik lagi. Seperti dokter onkologi khusus kanker payudara, dokter onkologi khusus kanker pankreas, dan seterusnya.

Baca artikel lain mengenai Synovial Sarcoma

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor