Tanaman Pulosari

Tanaman Pulosari dan Segudang Manfaat yang Dimilikinya

Satu lagi tanaman herbal yang seyogianya kita ketahui. Pulosari namanya atau dalam istilah latin disebut Alyxia Stellata. Pulosari merupakan tanaman cukup mudah ditemukan di Indonesia. Selain berkhasiat obat, Pulosari juga dimanfaat sebagai bumbu pelengkap masakan seperti gulai atau kari. Selain itu karena Pulosari mengeluarkan aroma khas, cenderung hangat, tanaman ini pun sering dilibatkan dalam pembuatan jamu-jamu tradisional serta minyak aromaterapi.

Tanaman Pulosari bukan jenis tanaman yang membutuhkan perawatan ekstra. Malahan, Pulosari termasuk tanaman liar yang dapat merambat hingga 10 meter. Hanya saja, Pulosari tidak terlalu cocok tumbuh di dataran rendah dan panas. Pulosari akan lebih subur dan bertahan lama jika ditanam di tempat-tempat sejuk dan agak teduh. Semisal, di dalam hutan dan kawasan pegunungan.

Dari segi bentuk, Pulosari memang ada kemiripan dengan tanaman Adas. Mungkin karena itu pula, penyebutan Adas sering mengikutsertakan nama Pulosari di belakangnya: Adas Pulosari atau Adas Pulowaras. Sehingga terkesan bahwa kedua tanaman ini adalah sama. Padahal kenyataannya tidak demikian. Yang dimanfaatkan dari tanaman Adas adalah daun serta buahnya, sedangkan Pulosari pada kulit batangnya. Namun dalam ramuan obat herbal, Adas dan Pulosari memang acap dikombinasikan.

Tanaman Pulosari mempunyai batang berbentuk bulat, berwarna hijau, dan bercabang-cabang. Bagian inilah yang terpenting dari tanaman Pulosari karena kandungan fitokimia pada kulit batang (cortex) lebih banyak dibandingkan pada bagian-bagian lain, sehingga khasiat herbalnya lebih besar. Pada tangkai terdapat daun berbentuk lonjong yang sekeliling tepinya rata. Panjang daun sekitar 3-10 cm dan berwarna putih kehijau-hijauan.

Selain daun, Pulosari juga dilengkapi dengan bunga majemuk yang berjumlah tiga sampai enam, buah kecil berwarna hijau serta biji berbentuk lonjong.

Nama Lain Tanaman Pulosari

Tanaman Pulosari tumbuh di berbagai daerah di Indonesia. Namun, penyebutan Pulosari pada masing-masing daerah berbeda-beda. Masyarakat Sunda menyebutnya Palasari, di Jawa Tengah lebih dikenal dengan nama Pulowaras atau Pulosari, di kalangan suku Bugis dinamakan Calapari. Sementara di Maluku Palasari disebut dengan Pulasane dan di Buton dinamakan Balasari.

Manfaat Kulit Batang Pulosari

Sebagai salah satu tanaman herbal, Pulosari pun diberkati dengan kemampuan menyembuhkan berbagai macam penyakit. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bagian yang paling berkhasiat dari tanaman ini terletak pada kulit kayunya (cortex). Ekstrak kulit batang Pulosari terbukti manjur menuntaskan masalah-masalah kesehatan berikut ini.

  • Meremajakan Vagina

Pasca menikah dan melahirkan, tak pelak otot vagina mulai melemah. Akibatnya daya cengkram vagina berkurang. Tidak dapat dipungkiri, masalah organ kewanitaan cukup sering menimbulkan pertengkaran bersama suami. Nah, kulit batang pulosari yang digodok bersama biji sawi, buah adas, kunyit putih, dan daun papaya, terbukti ampuh mengembalikan kekecangan otot vagina bak seorang perawan.

  • Menurun Demam

Jangan remehkan demam terutama pada anak-anak. Demam dapat berakhir fatal jika dibiarkan, semisal kejang, kerusakan organ tubuh tertentu, kebutaan, dan cacat pemanen. Namun, tak selamanya pula demam membutuhkan obat resep dokter. Cukup dengan menumbuk batang pulosari hingga halus, lalu tempelkan di dahi anak beberapa saat. Atas izin Tuhan YME, demam akan berangsur turun.

  • Asthma

Menderita Asthma memang melelahkan. Tak jarang banyak aktivitas terhambat karena sesak napas. Asthma memang tidak dapat disembuhkan secara total. Namun, bisa dikendalikan agar serangan asthma semakin jarang terjadi. Salah satunya dengan cara mengonsumsi rebusan batang Pulosari, jintan hitam, adas, kencur, dan temulawak secara rutin.

  • Batuk Rejan

Batuk rejan sungguh menjengkelkan. Terkadang penderita bahkan tak bisa tidur lelap karenanya. Jika sudah mencoba berbagai macam merk obat batuk tapi hasilnya nihil, cobalah mengonsumsi air rebusan batang Pulosari dan jahe. Kedua bahan tersebut membantu mengeluarkan dahak penyebab batuk, melonggarkan saluran napas, dan memberikan rasa hangat di tenggorokan.

  • Bau Mulut

Bau mulut dapat membuat rasa percaya diri merosot. Penyebabnya beragam, bisa karena kebersihan gigi tidak terjaga, bisa pula karena bakteri di dalam mulut yang tidak hilang hanya dengan menyikat gigi. Tapi jangan khawatir, cobalah berkumur-kumur dengan rebusan batang pulosari yang dicampur daun beluntas serta adas, setiap pagi dan malam. Hasilnya, bau mulut akan segera berkurang.

Khasiat Kulit Pulosari untuk Kanker

Selain masalah kesehatan yang tercantum di atas, ada lagi khasiat yang lebih menakjubkan dari kulit batang Pulosari. Ternyata, berdasarkan sejumlah penelitian dan percobaan ilmiah, kulit batang Pulosari sangat efektif membasmi berbagai jenis kanker, terutama kanker payudara.

Kemampuan tersebut erat kaitannya dengan kandungan senyawa kimia yang terdapat pada kulit batang Pulosari. Tak ubahnya tanaman herbal penumpas kanker lainnya, di dalam kulit batang Pulosari terkandung senyawa Flavanoid, Alkaloid, Saponin, Polifenol, Kumarin, Zat Samak, dan Minyak Atsiri dalam jumlah cukup besar.

Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa kita sadari tubuh terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya dari udara, makanan, minuman, serta produk-produk yang kita gunakan untuk tubuh. Bahkan, sinar UV pun menjadi sesuatu yang membahayakan untuk tubuh jika terpapar terus menerus. Zat-zat berbahaya tersebutlah yang kemudian menyebabkan ketidakstabilan radikal bebas di dalam tubuh. Apabila tubuh memuat radikal bebas yang lebih banyak daripada antibodi dan antioksidan, maka jelas akan mengundang berbagai jenis penyakit berbahaya, semisal kanker.

Di sinilah senyawa-senyawa antikanker tersebut bekerja. Mekanismenya dimulai dengan membangun imun imunitas tubuh sebanyak-banyaknya. Sehingga, pertahanan tubuh lebih kuat melawan dampak radikal bebas penyebab kanker itu sendiri. Selanjutnya, senyawa-senyawa tersebut mendeteksi sel normal dan abnormal/reaktif. Pendeteksian berguna untuk memilah mana sel yang harus dilumpuhkan dengan yang tidak, serta memutus jalur penyebaran sel kanker agar tidak tidak bermetastasis ke organ lainnya.

Kemampuan seperti itu hanya dimiliki oleh bahan-bahan herbal tertentu seperti halnya Pulosari, sedangkan obat kemoterapi tidak. Itu sebabnya pasien kanker yang menjalani kemoterapi menjadi lebih lemah, sebab obat kemoterapi tak bisa membedakan antara sel normal dan abnormal. Sehingga, sel normal pun ikut terbantai oleh racun kemoterapi.

Kandungan minyak atsiri pada kulit batang Pulosari juga memegang peranan penting dalam pengobatan kanker. Minyak ini bersifat antiinflamasi yang efektif mengurangi peradangan. Juga, sebagai antibakteri dan pencegah terjadinya infeksi. Di samping itu, minyak atsiri dapat menimbulkan sensasi nyaman. Kenyamanan sangat diperlukan untuk mempercepat penyembuhan kanker.

Cara Meramu Kulit Batang Pulosari untuk Obat Kanker

Sejauh ini ramuan obat kanker yang diracik dari kulit batang Pulosari aman dikonsumsi. Sebab, belum ditemukan kasus kematian atau keracunan akibat mengonsumsi ramuan Pulosari. Dalam melakukan pengobatan herbal, hendaknya penderita kanker harus tetap memeriksakan diri ke dokter onkologi untuk mengetahui sejauh apa perkembangan sel kanker tersebut. Apakah ada perkembangan atau tidak selama mengonsumsi ramuan herbal kulit batang Pulosari.

Untuk melengkapi informasi, berikut kami sajikan resep ramuan herbal khusus mengobati penyakit kanker.

Resep:

  • Dua batang Pulosari. Cuci bersih batangnya lalu sisir kulitnya
  • 22 lembar duan tapak dara yang sudah dicuci bersih
  • Buah adas secukupnya
  • Gula merah secukupnya
  • Air putih 3 gelas
  • Cara Membuat:
  • Tuang air dalam wadah tembikar. Campur seluruh bahan lalu didihkan.
  • Tungu hingga air menyusut setengahnya. Minum dalam keadaan hangat.
  • Langgengkan selama 1 bulan dan kontrol hasilnya.

Demikian informasi mengenai tanaman Pulosari dan segudang manfaat yang dimilikinya. Semoga informasi yang kami sajian bermanfaat untuk pembaca.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Lemon Untuk Kanker

Manfaat Daun Balakacida

Manfaat Daun Balakacida untuk Jauhkan Kanker

Siapa yang pernah mendengar tentang tanaman balakacida? Bagian daun dari balakacida ini ternyata bisa menjadi obat untuk mencegah dan mengatasi kanker, lho. Penasaran dengan manfaat dan seperti apa itu balakacida? Simak pembahasan berikut.

Kenali Daun Balakacida

Daun bakalacida memiliki nama ilmiah Chromolaena odorata. Sebagian orang mungkin mengenal nama daun balakacida ini dengan sebutan daun kirinyuh. Ya, karena nama lain yang popular dari tanaman herbal ini adalah kirinyuh. Daun balakacida berasal dari tanaman balakacida atau kirinyuh yang sebenarnya merupakan jenis tanaman gulma yang bagi para petani dianggap sebagai hama. Tanaman ini mampu tumbuh dengan cepat dan jika di ladang pertanian, dapat mengganggu pertumbuhan dan merusak tanaman inti. Akan tetapi, ternyata di balik sifatnya yang menjadi hama bagi tanaman petani, tanaman balakacida ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Oleh karena itu, tanaman balakacida ini banyak dicari.

Manfaat Umum Daun Balakacida

Daun dari tanaman balakacida ini adalah bagian yang paling banyak memberikan manfaat terutama untuk kesehatan. Secara umum, berikut beberapa manfaat dari daun balakacida yang banyak dicari orang.

1. Mengobati Luka Gores

Salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari tanaman balakacida adalah mengobati luka gores akibat benturan atau kecelakaan kecil. Tanaman balakcida bisa dijadikan penyembuh luka alami yang cara peggunaanya sangat mudah. Terdapat dua cara untuk menyembuhkan luka gores menggunakan tanaman balakacida ini yaitu dengan memanfaatkan batang dan daunnya. Mengobati luka gores dengan bagian batangnya adalah dengan meneteskan cairan yang keluar dari bagian batang balakacida pada luka gores. Sedangkan mengobati luka gores dengan bagian daunnya, caranya adalah dengan menumbuk halus daun balakacida kemudian menempelkannya pada luka gores.

2. Sebagai Obat untuk Mencegah Diabetes

Tanaman balakacida ternyata memiliki khasiat utuk membantu mengontrol kadar gula yang masuk ke dalam tubuh. Salah satu kandungan alaminya mampu menjaga tubuh dari kemungkinan terserang diabetes.

3. Membantu untuk Mengatasi Vertigo

Vertigo adalah salah satu jenis penyakit kepala yang cukup mengganggu dan membuat penderitanya merasa sangat tidak nyaman. Untuk membantu mengatasinya, kita bisa menggunakan tanaman balakacida ini. Daun dari tanaman balakadica bisa membantu menjaga kesehatan kepala sehingga mampu mengatasi munculnya vertigo.

4. Membantu untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Salah satu organ vital dalam tubuh yang harus selalu dijaga kesehatannya adalah jantung. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan jantung adalah dengan menggunakan daun balakacida ini.

5. Membantu Mengobati Kista

Kista adalah salah satu jenis penyakit berupa benjolan yang umumnya menyerang bagia organ reproduksi. Salah satu obat herbal yang bisa digunakan untuk mengatasi atau mengobati kista adalah dengan menggunakan daun balakacida.

6. Membantu Menurunkan Kolesterol dalam Tubuh

Salah satu manfaat yang paling banyak dicari dari daun balakacida adalah kemampuannya menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Selain membantu menurunkan kadar kolesterol, daun balakacida juga bisa mencegah seseorang terserang kolesterol.

7. Sebagai Obat Antihipertensi

Daun balakacida bisa menjadi obat alami untuk mencegah seseorang mengalami hipertensi. Salah satu kandungan dalam daun balakacida bisa membantu menjaga tekanan darah agar tidak naik terlalu tinggi.

Rahasia Besar Daun Balakacida untuk Kanker

Daun balakacida memang memiliki banya khasiat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh seseorang. Akan tetapi tidak hanya itu, masih ada khasiat lain dari daun balakacida yang tentunya sangat dicari orang. Daun balakacida bisa menjadi pencegah munculnya kanker. Dua jenis kanker yang bisa dicegah dengan menggunakan daun balakacida adalah kanker payudara dan kanker serviks.

Kedua jenis kanker tersebut umumnya menyerang perempuan. Kedua penyakit tersebut bukanlah penyakit yang ringan. Oleh karena itu, setiap perempuan harus menjaga kesehatannya sebaik mungkin sehingga terhindar dari kemungkinan tumbuhnya sel kanker pada kedua organ tubuh tersebut. Daun balakacida bisa digunakan sebagai obat herbal untuk mencegah kedua jenis kanker tersebut muncul.

Akan tetapi, sebelum menggunakan daun balakacida ini sebagai pencegah kanker, ada baiknya kita mencari terlebih dahulu tentang kandungan dalam daun balakacida dan cara mengolahnya untuk menjadi obat pencegah kanker. Ada baiknya mencari tahu pada pakar obat herbal sehingga bisa mengolah daun balakacida dengan cara yang tepat. Jika kita sudah bisa menemukan cara yang tepat, maka kita bisa menggunakan daun balakacida secara rutin sebagai obat herbal pencegah kanker serviks dan payudara.

Terdapat beberapa pendapat tentang khasiat daun balakacida untuk pengobatan kanker dan penyakit dalam lainnya. Daun balakacida memang memiliki khasiat yang baik untuk pengobatan luka luar. Daun balakacida sendiri tidak hanya digunakan untuk pengobatan luka, tetapi juga sudah digunakan sebagai salah satu bahan untuk membuat pestisida organik. Melalui hal ini saja, sudah bisa dibayangkan apa saja kandungan dari daun balakacida dan apakah memang bisa dikonsumsi sebagai obat untuk penyakit dalam seperti kanker. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui apakah bisa digunakan sebagai obat dalam atau hanya sebatas obat luar saja.

Di Mana Bisa Menemukan Daun Balakacida?

Daun balakacida umumnya bisa ditemukan di daerah pegunungan sekitar 1.000 sampai 2.800 meter dari permukaan laut. Tanaman balakacida membutuhkan suhu yang lembab dan dingin untuk bisa tumbuh. Ciri khas dari daun balakacida adalah memiliki bentuk yang panjang dengan ujungnya yang lancip. Selain itu, daun balakacida juga memiliki gerigi di bagian pinggirnya. Warna daunnya alami yaitu berwarna hijau segar.

Walaupun begitu, ternyata tanaman balakacida dapat tumbuh di dataran rendah di Indonesia. Umumnya, tanaman balakacida di Indonesia bisa tumbuh pada ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Tanaman balakacida dapat tumbuh dengan cepat, selain karnea udara dingin dan lembab, adalah dengan cukupnya paparan sinar matahari. Tanaman balakacida tidak bisa tumbuh dengan baik jika kurang mendapatkan sinar matahari. Untuk lebih jelasnya, berikut ciri tanaman balakacida yang penting untuk Anda ketahui.

  • Memiliki daun berbentuk oval. Bagian baah daun semakin lebar dengan ujungnya yang semakin meruncing. Panjang daunnya antara 6 sampai dengan 10 cm dengan lebar 3 sampai dengan 6 cm.  Memiliki tepi daun yang bergerigi dan terletak saling berhadapan.
  • Tanaman ini memiliki bunga yang tumbuh di ujung cabang. Jumlahnya bisa mencapai 20 sampai dengan 35 bunga dalam setiap rangkaian. Warnanya kebiruan pada saat muda dan akan berubah menjadi cokelat saat bunga menjadi tua. Bunga dari tanaman balakacida akan terlihat berbunga serempak saat musim kemarau. Masa berbunganya adalah 3 sampai dengan 4 minggu.
  • Tanaman ini memiliki biji yang cukup unik. Biji dari tanaman balakacida akan terlihat pada saat biji masak. Ketika itu, tanaman akan menjadi kering dan bijinya mulai pecah lalu angin akan membawanya terbang. Satu bula setelah itu, tanaman balakacida yang sudah mengering tersebut akan kembali bertunas pada bagian pangkal batang, cabang, dan potongan batang.

Itulah sekilas mengenai tanaman balakacida dan khasiat daunnya untuk berbagai jenis penyakit mulai dari yang ringan sampai yang berat. Tetap konsultasikan terlebih dahulu kepada ahli herbal dan dokter sebelum mulai menggunakan daun balakacida untuk pengobatan penyakit khususnya kanker. Konsultasi penting untuk dilakukan mengingat hal ini berhubungan dengan penyakit berat yang membutuhkan perawatan intensif dan pemeriksaan yang terus-menerus. Keseimbangan antara pemeriksaan medis dan perawatan herbal harus dijaga dengan baik. Kesembuhan maksimal dan total tentunya menjadi dambaan bagi siapa saja yang terserang penyakit ganas seperti kanker.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Lemon Untuk Kanker

Daun Baru Cina

Seberapa Besarkah Manfaat Daun Baru Cina untuk Atasi Kanker?

Pengobatan kanker ternyata tidak hanya bisa dilakukan dengan obat-obatan kimia, tetapi juga bisa dilakukan secara herbal. Salah satunya adalah dengan menggunakan daun baru cina/daun hia. Daun baru cina memiliki banyak nama mulai dari nama ilmiah, nama asing, dan nama daerah. Berikut nama-nama lain dari daun baru cina.

  • Nama lain daun baru cina di beberapa daerah: daun goro-goro (Ternate), daun baru cina (Sumatra), daun jukut lokot mala dan daun beunghar kucicing (Sunda), daun brobos kebo (Surabaya), daun sudamala dan daun suket gajahan (Jawa), daun kolo (Maluku), dan daun manis dan daun cam cao (Jakarta).
  • Nama lain daun baru cina di beberapa negara: daun gaiyou (Jepang), daun nha ngai (Thailand), daun ai ye (Cina), dan daun mugwort, wormwood, felon herb, St. John’s plant, dan moxa (Inggris).

Daun baru cina mungkin bukan satu-satunya jenis daun yang bisa digunakan untuk pengobatan herbal mengatasi kanker. Akan tetapi, kandungan di dalamnya mampu mencegah tubuh untuk terserang kanker, salah satunya adalah kanker lambung. Pencegahan dan pengobatan dengan daun baru cina ini tentunya lebih aman dan lebih mudah karena hanya dengan menanamnya di pekarangan rumah, tanaman baru cina mampu tumbuh dengan baik dan kita bisa menggunakannya kapan saja kita perlukan.

Sekilas tentang Daun Baru Cina

Daun baru cina atau daun hia ini berasal dari tumbuhan asal Cina. Tumbuhan ini memiliki rambut-rambut halus dan baunya tajam. Berikut beberapa ciri khas dari tumbuhan daun baru cina.

  • Tumbuh di area yang kaya akan humus dan cukup lembab.
  • Umumnya tumbuh secara liar di kawasan lading dan hutan yang memiliki ketinggian lebih kurang 3000 meter di atas permukaan laut.
  • Tumbuhan ini bisa ditanam di pekarangan rumah dan bisa dijadikan sebagai tanaman obat.
  • Ciri-ciri dari tumbuhan baru cina adalah: Berdaun tunggal, tingginya bisa mencapai 1meter, memiliki alur, seperti semak, warna daun permukaan bagian atasnya hijau, memiliki panjang 8 sampai 12 cm dengan lebar daun 6 smapai 8 cm.
  • Bisa dikembabiakkan dengan menggunakan biji maupun distek.

Daun Baru cina memiliki banyak kandungan kimia yang sebagian besar memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh. Beberapa kandungan kimia di dalam daun baru cina adalah sebagai berikut.

  • Minyak atsiri.
  • Dihydromatricaria ester
  • β-kariophilene
  • 1-quebrachitol
  • α-amirin
  • tannin
  • fernenol
  • 1-α-terpineol

Daun baru cina adalah salah satu jenis daun obat yang rasanya pedas, pahit, hangat, dan memiliki aroma yang khas. Banyak digunakan sebagai obat untuk berbagai jenis penyakit termasuk kanker. Di wilayah yang sering mengalami suhu yang rendah, sering digunakan sebagai penghilang rasa dingin. Akan tetapi, sebenarnya tidak hanya bagian daunnya saja yang bisa dijadikan obat dari tumbuhan ini, bagian biji dan akarnya pun biasa digunakan. Penggunaanya bisa ketika masih segar atau sudah dikeringkan.

Secara umum, manfaat dari daun baru cina adalah sebagai berikut.

  • Membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi bahkan menghilangkan pembekuan dalam darah.
  • Membantu untuk meningkatkan nafsu makan.
  • Membantu untuk menghentikan pendarahan.
  • Membantu melancarkan dan menormalkan siklus haid.
  • Menghilangkan rasa dingin.
  • Menghilangkan rasa nyeri.
  • Membantu mengatasi diare.
  • Membantu mengatasi pembesaran pada kelenjar payudara.
  • Membantu mempermudah proses persalinan.
  • Membantu mengatasi perut yang kembung.
  • Membantu mengatasi kondisi batuk berdahak dan sakit tenggorokan.
  • Membantu mengatasi keputihan.
  • Membantu mengatasi epilepsi atau ayan.

Manfaat Daun Baru Cina untuk Mengatasi Penyakit Kanker

Daun baru cina ternyata tidak hanya bisa membantu mengatasi berbagai jenis penyakit dan keluhan kesehatan lainnya, tetapi juga baik untuk mencegah dan mengatasi penyakit kanker. Umumnya digunakan untuk mengobati kanker lambung dan pembesan kelenjar pada payudara. Daun baru cina bisa diproses dan diolah dengan berbagai cara untuk mengatasi berbagai penyakit termasuk kanker. Berikut beberapa cara pengolahan daun baru cina untuk mengatasi kanker dan penyakit lainnya.

1. Dibuat Menjadi Teh

Daun baru cina bisa dikonsumsi sebagai obat dengan dijadikan teh. Cara membuatnya adalah sebagai berikut.

  • Siapkan beberapa helai daun baru cina kemudian cuci sampai bersih.
  • Iris-iris tipis daun baru cina tersebut.
  • Ambil dua sendok irisan daun baru cina kemudian seduh denga air panas.
  • Aduk kemudian diamkan sampai dingin.
  • Bisa ditambahkan madu saat akan dimimun untuk memberikan rasa.
  • Minum sebanyak 3 sampai 4 kali sebanyak 2 sendok teh setiap hari.

2. Dibuat Air Rebusan

Daun baru cina bisa juga dibuat dalam bentuk air rebusan. Cara membuatnya adalah sebagai berikut.

  • Siapkan daun baru cina segar sebanyak 10 sampai 30 gram atau daun baru cina kering sebanyak 5 sampai 10 gram.
  • Siapkan 3 gelas air putih.
  • Rebus daun sampai tersisa 1 gelas saja.
  • Dinginkan air baru kemudian diminum. Air rebusan daun baru cina ini bisa diminum langsung atau beberapa kali.

Di Mana Bisa Menemukan Daun Baru Cina?

Daun baru cina umumnya senang hidup di area yang lembab dan kaya akan humus. Kita bisa mendapatkan daun baru cina dengan membelinya di beberapa toko herbal. Akan tetapi, jika membutuhkan daun baru cina dalam jumlah yanga banyak atau menggunakannya secara rutin, maka salah satu caranya adalah dengan menanamnya sendiri di pekarangan rumah. Ya, tumbuhan baru cina bisa ditanam di pekarangan rumah. Satu hal yang penting agar tumbuhan baru cina bisa tumbuh dengan baik dan berdaun lebat adalah dengan mengondisikan tanah tempatnya tumbuh. Pastikan tumbuhan baru cina ditanam di tanah yang selalu lembab dan kaya akan humus.

Sebelum mulai menanami pekarangan dengan tumbuhan baru cina, maka buatlah tanah di pekarangan menjadi tanah yang kaya akan humus dan lembab. Caranya bisa dengan membuat pupuk kompos di bagian bawah tanah pekarangan lalu menebarkan pupuk tersebut setelah jadi. Selalu jaga kelembaban tanah dengan menyiramnya setiap hari (jika sedang dalam musim kemarau). Setelah tanah pekarangan dirasa cukup lembab dan kaya akan humus, mulailah menanam tumbuhan baru cina. Lakukan perawatan yang telaten sehingga tumbuhan baru cina bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan daun, batang, dan akar yang sehat dan banyak sehingga kita bisa menggunakannya sebagai obat setiap saat.

Itulah sekilas pembahasan mengenai manfaat daun baru cina untuk mengatasi kanker dan jenis penyakit lainnya. Pengobatan secara herbal dengan menggunakan daun baru cina untuk kanker ini sebaiknya sudah dilakukan jauh sebelum kanker itu mungkin tumbuh dalam tubuh. Dengan rutin mengonsumsi the dari daun baru cina secara teratur, bisa membantu untuk mengurangi resiko terserang kanker. Selain itu, pemeriksaan kesehatan yang rutin ke puskesmas atau dokter juga penting untuk dilakukan. Kita bisa mengetahui kondisi kesehatan kita, apakah ada hal-hal yang membahayakan atau penyakit berat yang mungkin saja menyerang.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Jeruk Nipis Untuk Kanker

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor