Olahraga untuk Penderita Kanker

Tak perlu Khawatir, Ini 4 Olahraga untuk Penderita Kanker yang Sesuai

Tidak jarang penderita kanker merasa pesimis dengan penyakitnya. Kanker memang penyakit yang mematikan, pengobatannya pun berisiko. Bukan berarti kanker tidak dapat dilawan dan disembuhkan. Selain pengobatan baik medis ataupun tradisional, faktor yang paling mendukung adalah pengobatan dari diri pasien.

Artinya rentetan pengobatan yang dilakukan oleh pasien juga harus didkukung oleh kemauan keras untuk sembuh.  Mengubah pola hidup sehat dengan mengatur pola makan adalah hal yang paling mungkin dilakukan oleh penderita kanker. Pasien kanker sangat disarankan untuk menghindari makanan-makanan yang bisa jadi pemicu berkembangnya sel kanker seperti makanan berlemak, makanan manis, makanan berpengawet,  dan minuman yang mengandung alkohol. Gaya hidup punjuga harus diubah seperti menghentikan kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan merokok.

Selain makanan, faktor lain yang harus diperhatikan adalah olahraga teratur. Selain itu, juga menghindari diri dari stress berkepajangan. Pasien kanker perlu mensugesti dan menyemangati diri sendiri agar bisa sembuh dan terbebas dari kanker. Terhindar dari stress sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran penyembuhan kanker. Stress secara tidak langsung berdampak pada perkembangan dan penyebaran sel kanker lebih cepat.

Olahraga untuk Pasien Kanker, Kenapa Tidak?

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah olahraga teratur. Pasien kanker memerlukan pasokan oksigen yang cukup dalam tubuhnya. Sel kanker tidak mampu bertahan lama dalam tubuh yang memiliki oksigen yang cukup. Pada akhirnya sel kanker akan mati dan tubuh terbebas dari penyakit yang mematikan itu. Pasien kanker hanya perlu menjalani olahraga ringan dan rutin untuk mencukupi pasokan oksigen dalam tubuh. Tidak perlu khawatir, olahraga tidak akan membuat pasien semakin parah asal dijalankan dengan proporsional.

Pada pasien kanker paru misalnya. Seringkali dikhawatirkan pasien yang mengidap kanker paru akan kesulitan jika berolahraga. Alasannya karena dikhawatirkan akan mengalami sesak nafas atau badan yang lemas. Tak perlu khawatir. Olaharaga bagi pasien kanker paru bisa dilakukan sebentar saja, misal 30 menit sekali berolahraga.

Bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan oksigen, olahraga untuk pasien kanker juga berfungsi untuk menyeimbangkan tubuh dari efek kemoterapi. Olahraga pada pasien kanker juga berfungsi untuk meningkatkan atau menambah imun tubuh, menguatkan otot,  dan mencegah penurunan berat badan. Jika badan atau fisik pasien kanker prima maka sel kanker tidak akan bertahan lama dan kecil kemungkinan akan kambuh di kemudian hari.

Aturan Main Olahraga untuk Pasien Kanker

Terlalu sering berdiam diri atau beristirahat sepanjang hari membuat tubuh merasa pegal.  Tubuh yang seharusnya bergerak harus diam dan tidak beraktivitas. Dalam kondisi seperti itulah sangat mungkin sel kanker justru semakin tumbuh dan berkembang. Aktivitas fisik ringan diperlukan agar pengobatan tak sia-sia.

Pasien kanker memang dianjurkan untuk berolahraga. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum pasien kanker berolahraga. Tidak bisa sembarangan olahraga bisa dilakukan oleh pasien kanker. Pasien kanker harus memperhatikan kondisi fisiknya. Ketika sedang lemah sebaiknya jangan dipaksakan untuk berolahraga. Jenis olahraga yang dipilihpun disesuaikan dengan golongan kanker atau stadium kanker yang diidap.

Pasien kanker bisa memulai olahraga secara perlahan. Misal dengan melakukan aktivitas ringan seperti menyapu ruangan dalam rumah atau sekadar menggerak-gerakan anggota tubuh di pagi hari. Tidak perlu lama, cukup 15-20 menit dalam sehari. Secara perlahan tingkatkan frekuensi sampai pasien kanker menemukan porsi olahraga yang sesuai.

Lakukan olahraga tsersebut dengan hati senang. Bisa dilakukan di rumah atau berjalan-jalan pagi di sekitar tempat tinggal. Pasien juga bisa berolahraga sembari mendengarkan musik favorit atau ditemani oleh anggota keluarga lainnya. Selain itu, perlu diperhatikan kenyamanan terhadap pakaian yang dikenakan dan banyak meminum air putih agar terhindar dari dehidrasi.

Agar tubuh tidak kaget, sebaiknya lakukan pemanasan ringan dengan menggerak-gerakan tangan, kaki, dan kepala sebelum berolahraga. Lalu ketika olahraga selesai, lakukan pula pendinginan. Tak perlu melakukan olahraga yang berisiko tinggi dan gerakan yang berlebih.  Anda bisa melakukan olahraga dengan gerakan ringan seperti yoga atau taichi. Olahraga juga mampu meredam stress yang dialami pasien sehingga pengobatan pun bisa lancar tanpa ada kendala.

Selain itu, perlu juga diperhatikan jenis pengobatan yang sedang dijalani. Misal ketika sedang menjalani radioterapi, sebaiknya menghindari olahraga renang. Kaporit yang ada pada kolam renang dikhwatirkan membuat pengobatan radioterapi tidak berjalan efektif.

Jenis Olahraga yang Sesuai untuk Pasien Kanker

Tidak semua olahraga sesuai untuk pasien kanker. Olahraga ringan dengan gerakan perlahan sangat disarankan untuk pasien kanker. Berikut ini jenis olahraga yang cocok dilakukan oleh pasien kanker.

1. Joging atau Berlari

Olahraga ringan ini sangat disarankan untuk pasien kanker. Tidak perlu berlari kencang, pasien kanker bisa lari kecil asal dengan kecepatan yang stabil dan menyesuaiakan kondisi pasien. Pasien kanker hanya memerlukan waktu lebih kurang 45 menit untuk melakukan olahraga ini. Keringat yang dihasilkan akan membantu mengeluarkan racun-racun yang ada dalam tubuh pasien. Olahraga ini bisa dilakukan dua kali dalam sepekan. Namun perlu diingat pasien juga harus melihat kondisi tubuhnya. Jika tidak memungkinkan joging sebaiknya tidak dilakukan terlebih dahulu.

2. Berjalan

Jenis olahraga ini paling mudah dilakukan oleh siapa saja. Pasien kanker bisa melakukannya setiap pagi setelah subuh. Berjalan pagi lebih kurang 30 menit setiap hari diyakini mampu mencukupi kebutuhan oksigen dalam tubuh. Pasien pun akan merasa tubuhnya lebih bugar karena sudah bergerak ringan setiap hari.

Berjalan juga bisa dilakukan ketika hendak melakukan aktivitas ringan lainnya. Misal naik turun tangga atau berjalan kaki ketika keluar rumah dalam jarak dekat.

3. Taichi

Jenis olahraga asal Tiongkok ini sangat disarankan untuk penderita kanker. Gerakannya yang perlahan dan teknik mengatur nafas diyakini cocok untuk pasien kanker. Jenis olahraga yang juga beladiri ini diyakini mampu mencegah pertumbuhan kanker. Bukan hanya pasien kanker, mereka yang berpotensi terkena kanker juga bisa melakukan olahraga ini agar terhidar dari penyakit mematikan ini.  Taichi biasa dilakukan berkelompok. Anda juga bisa melakukannya sendiri di rumah. Namun untuk pertama kali sebaiknya mengikuti kelas Taichi terlebih dahulu untuk mengetahui teknik yang benar.

4. Yoga

Tren olahraga pernafasan ini belum habis. Yoga adalah olahraga yang baik untuk pikiran, jiwa, dan tubuh. Olahraga ini sangat efektif untuk menjaga kebugaran tubuh dan menjauhkan diri dari stress. Latihan yoga secara teratur mampu menghilangkan racun-racun dalam tubuh.  Olahraga ini juga tanpa kompetisi yang dapat merangsang stress dan emosi. Itu sebabnya yoga sangat cocok untuk penderita kanker.

Sama dengan taichi, jika pertama kali melakukan yoga sebaiknya mengikuti kelas atau memanggil isntruktur lebih dulu. Agar mendapatkan teknik yang benar dan sesuai.

Selain olahraga tersebut di atas, pasien kanker juga bisa melakukan aktivitas ringan dan menyenangkan seperti berkebun atau menyapu bagian dalam rumah. Akivitas ringan tersebut juga bisa sebagai olahraga agar tubuh tidak kaku dan lebih rileks.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Pepaya untuk Kanker

Bahaya Stress untuk Penderita Kanker

Ini 4 Alasan Penderita Kanker Tidak Boleh Stress

Ada beberapa hal yang menjadi pemicu penyakit kanker. Bukan hanya faktor genetika, kanker juga bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti faktor lingkungan yang kerap terpapar radikal bebas, faktor makanan, gaya hidup, dan juga tekanan dari luar diri seseorang yaitu stres.  Jika seseorang berpotensi terkena kanker secara genetika, maka sebaiknya mulai menjaga diri dengan memperbaiki pola hidup sehat dan menghindari stress.

Gaya hidup seseorang seperti sering mengkonsumsi alkohol, merokok, mengkonsumsi makanan berpengawet  juga  bisa jadi pemicu seseorang terkena kanker. Sebab lain adalah faktor hormonal yang tidak dapat dihindarkan, misal menstruasi terlalu dini atau menopouse sebelum waktunya juga bisa menyebabkan seseorang terkena kanker payudara.

Tekanan pekerjaan yang menyebabkan stress seringkali dapat memicu penyakit dalam tubuh. Termasuk penyakit kanker. Apalagi ketika divonis dokter terkena kanker, sangat mungkin penderita mengalami stress kan khawatir akan dampak dari pengobatan kanker.

Pengobatan kanker seperti kemoterapi memang berdampak pada tubuh .Itu sebabnya kemoterapi harus diimbangi dengan perbaikan pola hidup. Bukan hanya makanan, penderita kanker juga sebaiknya menghindari stress agar memperlancar pengobatan dan pengobatan bisa optimal. Lalu apa kaitan stres dengan kanker?

Bagaimana Stress Memicu Kanker?

Contoh kasus pada kanker payudara. Stress pada perempuan dapat memicu produksi hormon esterogen lebih banyak. Seperti yang diketahui ketidakseimbangan produksi hormon esterogen dan progesteron dapat memicu timbulnya kanker.   Sebuah penelitian dis Inggris menunjukkan 25 dari 100 wanita mengalami stress yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Sel kanker menyebar ke organ tunuh lain melalui pembuluh darah dan hormon stress pada manusia sangat berpengaruh pada pembuluh darah. Hormon stress pada penderita kanker akan bekerja efektif dan mempengaruhi penyebaran sel kanker melalui limfatik.

Pada kondisi stress hormon adrenalin meningkat dan mengaktifkan sistem saraf simpatik dan mempercepat pembentukan getah bening. Meningkatnya hormon adrenalin itu memungkinkan sel-sel kanker menyebar ke organ tubuh lain dengan cepat. Hormon stress dapat merangsang se-sel kanker yang dapat memecah jaringan di sekitar sel tumor, dan sangat memungkinkan sel lebih muah bergerak ke aliran darah menuju organ tubuh atau jaringan lainnya dan membentuk kanker baru.

Hormon stress lainnya seperti epinefrin juga dapat mengubah keadaan sel-sel tertentu. Ini terjadi pada kanker prostat dan payudara. Hormon tersebut akan membuat sel kanker tersebut tahan terhadap apoptosisi atau kematian sel. Stress atau faktor emosi mungkin masih dalam skala kecil pemicu kanker. Namun bisa membantu percepatan penyebaran sel kanker. Jika demikian stress dapat menghambat keefektifan pengobatan kanker.

Stress bisa disebabkan oleh banyak faktor, antara lain faktor pekerjaan, keluarga, lingkungan sekitar, ekonomi, dan dari diri pasien sendiri. Misal penderita kanker yang masih bekerja,  sangat mungkin mengalami stress dengan tumpukan pekerjaan atau deadline pekerjaan. Tanpa disadari pekerjaan yang semula untuk mengalihkan pikiran dari penyakit kanker justru semakin memperparah keadaan. Itu sebabnya selain mengkonsumsi makanan sehat dan olahraga teratur, pasien kanker sebaiknya juga harus menghindari stress.

Bahaya Stress untuk Penderita Kanker

1. Mempercepat Penyebaran Sel Kanker

Bukan hanya tumbuh abnorma, sel kanker juga menyebar dengan cepat dalam tubuh penderita melalui aliran darah. Stress akut pada pasien kanker menyebabkan penyebaran sel abnormal tersebut semakin masif tidak hanya melalui aliran darah tetapi juga melalui sistem limfatik.

Sistem limfatik adalah bagian dari sistem imun tubuh yang bekerja mengalirkan cairan dari kelenjar limfa ke jaringan lainnya.  Faktor stress justru memberikan jalan kepada sel kanker untuk membuat ‘jalan’ sendiri ke kelenjar limfa dan kemudian kanker menyebar melalui jaringan tersebut. Padahal sistem limfatik berpengaruh atau ikut andil dalam pengobatan kanker.

2. Menganggu Pengobatan Kanker

Ada banyak jenis pengobatan kanker yang bisa dijalani. Mulai dari pengobatan tradisional menggunakan obat-obatan herbal sampai pengobatan canggih di luar negeri yang menguras kocek ratusan juta rupiah.

Namun pengobatan mahal sekalipun akan sia-sia jika si penderita tidak membantu kesembuhan dari dalam diri mereka. Proses pengobatan kanker memang tidak instan atau dalam sekejap. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk proses pengobatan. Bahkan pengobatan di luar negeri membutuhkan tiga sampai empat kali pengobatan bahkan sampai kanker benar-benar hilang. Terlebih lagi jika kanker yang diderita sudah memasuki stadium lanjut.

Penyembuhan kanker dari diri sendiri bisa dengan cara memperbaiki pola makan dan olahraga teratur. Stress juga faktor yang harus dijauhi dari penderita. Apalagi pengobatan kanker yang tidak sebentar dan memakan waktu lama.

Apapun metode pengobatan kanker memerlukukan kondisi fisik yang prima. Tujuannya agar  pengobatan dapat berjalan dengan maksimal. Di Guangzhou China, pengobatan kanker ala modern pun harus benar-benar memastikan pasien dalam kondisi stabil ketika menjalani pengobatan. Pengobatan kanker akan memberikan respon negatif jika fisik penderita tidak dalam kondisi baik, termasuk ketika pasien mengalami stess.

3. Memicu Perkembangan Kanker Lebih Cepat

Stress secara tidak langsung mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Penyakit kronis mudah menyerang dan berkembang termasuk kanker. Hubungan stress dengan penyakit kronis seperti kanker memang tidak langsung.

Pada kondisi normal, sistem imun dalam tubuh akan bekerja untuk menghambat pertumbuhan dan perkembangan sel abnormal menjadi kanker. Sel abnormal dalam tubuh bisa berasal dari faktor genetika atau lingkungan luar seperti asupan makanan dan minuman serta lingkungan pekerjaan atau tempat tinggal.

Ketika seseorang dalam kondisi stress, hal tersebut mampu menurunkan fungsi sistem imun dalam merespon pertumbuhan sel abnormal. Selain itu, juga mengambat proses perbaikan DNA  yang mempercepat pertumbuhan sel kanker.

4. Mempercepat Kematian

Siapa saja pasti kaget dan terkejut jika terdiagnosa kanker. Apalagi ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut dan sel kanker sudah menyebar ke seluruh tubuh. Sekeita pasien akan mengalami stress, dalam kondisi seperti ini justru sel kanker akan menyebar dengan lebih cepat.

Ada banyak cerita pasien kanker yang bangkit dan melawan penyakit mematikan tersebut. Bukan hanya berobat dengan berbagai cara, mereka juga mengubah pola hidup yang selama ini mereka jalani. Perkembangan kanker karena stress dapat menurunkan kemungkinan pasien untuk kanker.

Pengobatan yang berkala dan berulang-ulang sering mmebuat pasien stress dan menyerah dengan keadaan. Belum lagi ketika biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan sudah sangat besar. Selagi masih bisa dicegah, sebaiknya jauhkan diri pasien kanker dari stress.

Stress merupakan bagian dari hidup sehat. Bagi penderita kanker disarankan untuk pergi refreshing paling tidak dua kali dalam sepekan. Agenda jalan-jalan ke tempat wisata dan udaranya masih segar akan menjauhkan pasien dari stress. Pasien juga bisa menjauhkan diri dari sesuatu yang berpotensi menimbulkan stress. Berolahhraga teratur dan menghirup udara bebas juga bisa menjadi salah satu cara untuk menghindari stress bagi penderita kanker.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Susu Kolostrum

Biji Anggur

Sering Dibuang, Biji Anggur Ternyata Obat Ampuh Penyakit Kanker

Siapa yang tak suka buah anggur. Rasa manis bercampur sedikit asam membuat banyak orang menyukainya. Jika memakan anggur, seringkali kita memakan dagingnya, dan membuang bijinya karena dianggap menganggu. Ada pula yang memakan anggur dengan cara mengupas kulitnya terlebih dahulu. Ternyata bagian yang terbuang itu adalah obat ampuh penyakit yang mematikan, kanker.

Ada beberapa cara mengobati penyakit kanker. Mulai dari pengobatan tradisional sampai ke pengobatan dengan teknologi canggih di luar negeri. Lazimnya kanker diobati dengan kemoterapi. Pengobatan tersebut banyak dilakukan di Indonesia dan banyak negara lainnya. Namun pengobatan tersebut memiliki risiko, antara lain rusaknya sel-sel sehat akibat radiasi sinar kemoterapi dan menurunnya fungsi organ tubuh lainnya.

Itu sebabnya pengobatan kanker haruslah diimbangi dengan konsumsi buah-buahan dan sayuran. Zat-zat yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu buah dan sayur juga dapat mencegah matinya sel-sel yang masih sehat.  Fisik penderita kanker harus kuat  dan tercukupi nutrisinya. Bukan hanya makanan, pola hidup sehat juga harus diterapkan pada penderita kanker.

Selain mengkonsumsi sayur dan buah, penderita kanker juga harus menghindari makanan tertentu. Antara lain menghindari makanan yang berlemak, berpengawet, makanan olahan seperti kornet dan sosis, tidak mengkonsumsi alkohol. Pasien kanker juga sebisa mungkin membatasi konsumsi gula, karena sama saja dengan memberi makan pada sel kanker.

Selain makanan, pola hidup yang harus diperbaiki adalah istirahat yang cukup dan olahraga.  Sel kanker tidak akan betah pada tubuh yang memiliki asupan oksigen yang cukup. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh, cara yang bisa dilakukan adalah dengan olahraga. Pasien bisa berolahraga tiga puluh menit sampai satu jam. Itu bisa dilakukan dua atau tiga kali dalam sepekan.

Gaya hidup sehat ini dilakukan untuk mengimbangi pengobatan kanker yang berisiko. Selain itu juga untuk mengobati penyakit kanker secara alami. Selain itu penderita kanker juga harus menghindari stress baik dari pekerjaan atau hal-hal lain yang menganggu pikiran.  Stress juga sangat berpengaruh pada kesembuhan penderita kanker. Itu sebabnya pikiran fresh dan hati yang lapang selama proses pengobatan sangat berpengaruh pada kondisi pasien kanker.

Pengobatan dengan tanaman herbal jadi pilihan karena cenderung murah dan mudah didapat. Pengobatan herbal bisa didapat dari  bagian tertentu dari sebuah tanaman seperti daun, buah, atau bijinya. Cara mengkonsumsinya pun cukup mudah. Ada dengan cara direbus dan dicampur dengan jenis tanaman lain atau bisa juga mengkonsumsi obat herbal yang sudah diolah dan dikemas dalam kapsul atau bubuk. Namun perlu diperhatikan, apakan obat herbal tersebut menyebabkan penyakit atau dapat menyebabkan munculnya penyakit lain.

Buah dan Sayur untuk Halau Kanker

Buah dan sayur adalah salah satu makanan yang wajib dikonsumsi oleh penderita kanker.  Sayuran hijau misalnya mengandung beberapa zat dan antioksidan yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh.  Kandungan yang ada dalam buah dan sayuran tertentu diyakini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Namun perlu dicermati, tidak semua buah dan sayur bisa menjadi obat kanker. Buah dan sayur yang mengandung alkanoid, polifenol, flavonoid bisa menjadi obat kanker.

Sayuran berwarna hijau seperti brokoli sangar efektif untuk penderita kanker. Brokoli mengandung nutrisi, vitamin, dan antioksidan yang bisa membunuh sel kanker. Selain itu, nutrisi yang terkandung dalam brokoli sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah risiko penyakit lainnya.

Wortel juga sangat dianjurkan untuk pasien kanker. Terutama mereka yang sedang menjalani pengobatan kemoterapi. Nutrisi dan vitamin yang terkandung dalam wortel bukan hanya baik untuk kesehatan namun diyakini mampu membunuh sel kanker secara perlahan. Banyak ahli menyarankan wortel sangat baik dikonsumsi untuk penderita kanker yang sedang menjalani pengobatan kemoterapi.

Buah yang dianjurkan dikonsumsi penderita kanker adalah pepaya. Kandungan antioksidan dan likopen dalam buah pepaya diyakini mampu membunuh sel kanker, terutama kanker serviks, prostat, paru-paru, dan pankreas. Buah lain yang disarankan untuk penderita kanker adalah alpukat. Daging buahnya yang berwarna kuning kehijauan itu mengandung karetonoid yang dapat mencegah pembentukan sel kanker.

Bukan hanya daunnya, sirsak rupanya juga efektif untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan kanker. Zat yang terkandung di dalamnya bisa menghambat perkembangan sel kanker dan mencegah masuknya asupan makanan atau nutrisi yang diserap oleh sel kanker sehingga perlahan akan mati karena tidak ada nutrisi yang masuk.

Buah lainnya yang bisa menjadi obat kanker adalah anggur. Buah ini mengandung flavonoid yang mengandung antioksidan dan antiinflamasi. Efeknya sangat kuat dalam menghambat pertumbuhan sel kanker dan kerusakan sel-sel yang masih sehat. Buah dengan rasa manis dan sedikit asam ini diyakini mampu mengurangi pertumbuhan sel kanker di usus, lever, payudara, dan perut. Buah anggur akan lebih efektif jika bijinya juga dikonsumsi. Sebagian orang sering menyisihkan biji anggur ketika memakannya.

Khasiat Biji Anggur

Buah anggur ternyata semakin efektif sebagai obat kanker jika dikonsumsi lengkap dengan bijinya. Jadi, jangan buah biji buah anggur ketika mengkonsumsinya. Biji anggur mengandung antioksidan fitokimia yang memiliki sifat anti-kanker. Ekstrak biji anggur mampu bekerja kuat untuk mengaktifkan proten yang sangat efektif mengatur proses penghancuran sel kanker.

Ekstrak biji anggur mengandung antioksidan aktif yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan efek samping radikal bebas sehingga mampu menekan dan mengurangi risiko kanker kulit. Pada penderita kanker payudara, ekstrak biji anggur diyakini mampu menekan pertumbuhan sel dengan mencegah sintesis hormon esterogen yang berperan aktif dalam perkembangan kanker payudara. Jus anggur, termasuk bijinya, efektif  menghentikan produksi hormon esterogen dalam sel.

Cara Konsumsi Anggur untuk Penderita Kanker

Penderita kanker bisa mengkonsumsi buah anggur secara rutin sebagai obat alami kanker. Selain bisa menjadi obat, anggur juga sangat baik untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Pasien bisa mengkonsumsi anggur sebagai obat dengan cara mengkonsumsinya langsug atau dengan jus anggur. Hanya saja jika dibikin jus tidak perlu dicampur dengan gula, karena dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan zat antikanker yang terdapat dalam anggur.

Pasien juga bisa mengkonsumsinya secara langsung. Tentu cara ini akan lebih mudah, karena tidak repot untuk membuat ekstrak atau jus. Beberapa ahli obat herbal juga menggabungkan anggur dengan tanaman herbal lain sebagai obat alternatif kanker. Jika digabungkan dengan tanaman lain bisa diperlukan kira-kira enam atau tujuh buah anggur.  Anggur yang berwarna gelap sangat dianjurkan karena biasanya terdapat lebih banyak biji.

Hal lain yang perlu diketahui adalah anggur kurang baik bagi penderita gangguan lambung.  Konsumsi anggur beserta kulit dan biji bisa menyebabkan iritasi lambung. Jika pasien memiliki lambung yang sensitif atau memiliki riwayat penyakit lambung sebaiknya tidak mengkonsumsi buah anggur dalam keadaan perut kosong.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Susu Kolostrum

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor