Jenis-Jenis Leukemia

Jenis-Jenis Leukemia yang Perlu Kamu Ketahui

Ada yang akut ada pula yang kronis.

Kanker darah atau leukemia adalah jenis kanker yang paling berbahaya. Penderita kanker darah seringkali tidak dapat bertahan lama karena penyebaran sel kanker ini sangat cepat dan memakan sel darah putih. Sel yang dihasilkan dari sumsum tulang belakang ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari benda asing. Jika sel darah putih menurun fungsinya maka daya tahan tubuh seseorang akan semakin lemah.

Pada keadaan normal sel darah putih akan berkembang secara ketika tubuh membutuhkannya untuk mengatasi infeksi. Sementara pada penderita kanker darah sumsum tulang akan memproduksi sel darah putih yang tidak normal yang tidak berfungsi dengan baik. Produksi jumlah sel darah putih abnormal tersebut sangat banyak dan menumpuk. Akibatnya sel-sel darah putih yang sehat akan berkurang jumlahnya. Sel darah putih yang menumpuk akan menyebar ke organ tubuh lainnya dan bisa merusak fungsi organ tubuh lainnya.

Sama seperti penyakit kanker lainnya, faktor keturunan juga bisa menjadi penyebab seseorang terkena leukemia. Jika orangtua mengidap kanker darah bisa jadi menurun pada anaknya. Selain itu tentu ada faktor penyebab lainnya, misal efek dari kemoterapi pengobatan kanker lainnya justru dapat menyebabkan seseorang terkena kanker darah.

Gejala Kanker Darah

Ada beberapa gejala seseorang mengidap kanker darah. Jika mengalami tanda-tanda berikut dan berulang ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Setiap penderita mengalami gejala yang berbeda, tergantung pada jenis kanker darah yang diidap.  Secara umum gejala kanker darah antara lain, penderita kerap mengalami luka atau pendarahan yang berlebihan dan tidak wajar seperti mimisan.

Menurunnya daya tahan tubuh karena berkurangnya produksi sel darah putih yang sehat berimbas pada infeksi. Jika seringkali mengalamai infeksi seperti radang amandel, radang paru, diare, dan lain-lain secara berlebihan atau dalam jangka waktu lama perlu waspada.  Bisa jadi itu adalah tanda awal kanker darah karena berkurangnya produksi sel darah putih.

Tanda lain adalah penderita mengalami sesak nafas, pucat, kurang darah atau anemia, lemah dan kelelahan yang berlanjut. Selain itu penderita juga mengalami sakit kepala, keringat berlebih saat malam hari, penurunan berat badan, pembengkakan pada hati dan limfa. Penderita juga mengalami muncul bintik-bintik merah, sering muntah, dan menggigil. Jika mengalami tanda demikian dan berulang atau terjadi pada jangka waktu panjang ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Kanker darah bisa memburuk secara cepat atau dikenal dengan sebutan leukemia akut. Bisa juga memburuk secara perlahan atau leukemia kronis. Kanker darah akut berkembang dengan cepat akibat pertumbuhan sel darah putih yang tidak normal.  Perkembangan sel darah putih yang belum matang namun sudah menyebar juga bisa menjadi pemicu kanker darah. Perkembangannya sangat pesat dan menyebar melalui aliran darah.  Akibatnya tubuh akan kekurangan oksigen dan kekebalan tubuh akan menurun. Oleh sebab itu, pasien dengan kanker darah akut harus segera ditangani.

Berbeda dengan kanker darah kronis yang berkembang secara perlahan dan dalam jangka waktu lama. Pada kasus ini sel darah putih yang seharusnya sudah mati tetap hidup dan berada di aliran darah, sumsum tulang, dan organ tubuh lainnya. Gejala kanker darah kronis cenderung tidak terlihat sehingga ketika terdeteksi sudah memasuki stadium lanjut.

Jenis-Jenis Kanker Darah

Berbeda dengan kanker lainnya, kanker darah ini dibedakan menjadi empat jenis. Ini termasuk keunikan kanker darah jika dibanding dengan kanker lainnya.  Jenis kanker darah ini dibedakan berdasarkan kanker darah akut dan kanker darah kronis. Apa saja jenis kanker darah yang dikenal?

1. Leukemia Limfotik Akut

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun berpeluang mengidap kanker darah. Leukemia jenis ini kerap terjadi pada anak-anak. Penyebab utamanya belum diketahui secara pasti. Namun dari sebagian besar kasus yang terjadi, leukemia pada anak-anak disebabkan oleh faktor genetik dan faktorimunoligik dan lemahnya daya tahan tubuh terhadap radiasi dan zat kimia tertentu.

Pengidap leukemia limfotik akut ini sangat rentan terhadap infeksi serius. Gejala yang muncul antara lain pendarahan gusi, mimisan, mudah memar. Selain itu, adanya bintik merah, turunnya berat badan secara drastis, badan lemah, sakit lambung, dan nyeri tulang.

2. Leukemia Limfotik Kronis

Kanker darah jenis ini lazim terjadi pada orang dewasa pada usia 45-60 tahun.  Penyakit ini biasanya terdeteksi ketika memasuki stadium lanjut karena pasien cenderung tidak merasakan gejalanya. Penyakit ini terjadi karena tidak terkontrolnya penyebaran limfosit kecil dan tidak normal pada sumsum tulang dan aliran darah.

Gejala yang dirasakan mirip dengan penyakit flu seperti demam, badan terasa lelah, dan tulang terasa sakit. Ada juga penderita yang mengalami penurunan berat badan, pembengkakan pada organ tubuh seperti kelenjar getah bening, limfa, dan hati. Penderita juga sangat sensitif terhadap infeksi.

3. Leukemia Mielogen  Akut

Kanker darah jenis ini biasa menyerang orang dewasa. Namun remaja dan anak-anak juga bisa terkena jenis kanker darah ini. Kanker ini membentuk sel mieloaid yang tidak sempurna dan kemudian menyebar ke seluruh aliran darah dan organ tubuh khususnya sumsum tulang belakang. Dapat pula menyumbat pembuluh darah.

4. Leukemia Mielogen Kronis

Pasien kanker jenis ini biasanya berusia di atas 20 tahun. Ada dua tahap perkembangan sel kanker yang akan dialami oleh pasien. Awalnya sel yang tidak normal akan berkembang secara perlahan, memasuki tahap kedua jumlah sel-sel abnormal akan berkembang dengan cepat dan daya tahan tubuh akan menurun drastis.  Pasien juga akan mengalami demam, berat badan menurun drastis, anemia, dan pembengkakan limfa.

Jika terdapat tanda-tanda seperti yang telah dijelaskan di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Jika dokter mendiagnosis bahwa gejala yang Anda alami itu adalah kanker darah biasanya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut antara lain tes darah dan biopsi sumsum tulang belakang.

Secara medis akan diukur jumlah sel darah putih yang Anda miliki. Pengidap leukemia memiliki jumlah sel darah putih lebih banyak ketimbang batas normal.  Sedangkan untuk tes sumsum tulang belakang, sample sumsum tulang belakang akan diambil dan kemudian diperiksa di laboratorium. Dari hasil laboratorium akan diketahui jenis kanker darah yang diidap. Setelah itu, baru bisa ditentukan jenis pengobatan apa yang akan dilakukan.

Pengobatan secara medis yang lazim dilakukan untuk pasien kanker darah antara lain kemoterapi yang berfungsi untuk membunuh sel-sel kanker darah, radioterapi yang mampu menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Radio terapi bisa dilakukan di area tertentu atau di seluruh tubuh.

Pengobatan lain yang dilakukan adalah transplantasi sel induk.  Yaitu dengan mengganti sel yang rusak dengan sel yang sehat. Bisa berasal dari bagian tubuh pasien atau dari pendonor. Sebelum transplantasi dilakukan, biasanya akan didahului dengan kemoterapi dan radioterapi. Selain pengobatan secara medis, ada juga pasien yang memilih pengobatan herbal.

Baca artikel lain mengenai Ikan Lele Penyebab Kanker

Obat Herbal atau Obat Kimia

Obat Herbal atau Obat Kimia untuk Kanker Pilih Mana?

Meski alami belum tentu aman.

Pengobatan herbal sudah lama digunakan oleh masyarakat sebagai alternatif untuk mengobati  penyakit. Obat herbal diyakini memiliki efek samping lebih sedikit ketimbang obat kimia. Ada obat herbal yang diolah dan dikonsumsi langsung oleh penderita ada pula yang sudah berbentuk racikan, pasien hanya perlu mengkonsumsinya saja.

Aman tidaknya obat herbal dikonsumsi masih menjadi perdebatan. Pasalnya tidak semua tnaman herbal dapat dikonsumsi begitu saja. Sama dengan obat kimia ada aturan main yang harus diikuti oleh pasien agar mendapat hasil maksimal tanpa efek samping.

Bukan hanya di Indonesia, obat herbal juga digunakan oleh pasien di banyak negara. Obat herbal digunakan sebagai pelengkap pengobatan modern yang mereka jalani. Organisasi kesehatan dunia, WHO pun merekomendasi penggunaan tanaman herbal sebagai pengobatan alternatif. Namun perlu diperhatikan apakah tanaman tersebut sudah melalui uji laboratorium atau belum. Ini penting jika hanya mempercayai ‘kata orang’ dan tanpa mencari tahu lebih lanjut tentang tanaman herbal yang disarankan bisa berakibat fatal.

Salah satu penyakit yang paling ditakuti adalah kanker. Selain mematikan pengobatan penyakit ini tidaklah mudah. Banyak pasien kanker yang memilih tanaman herbal sebagai alternatif, seperti mengkudu, daun sirsak, buah mahkota dewa, jahe, sarang semut, dan lain-lain. Tanaman herbal tersebut diyakini mampu mengatasi beragam jenis kanker.

Apa Itu Obat Herbal?  

Herbal adalah tanaman yang memiliki manfaat lebih untuk pengobatan. Dalam tanaman tersebut mengandung bahan atau zat aktif yang bermanfaat bagi pengobatan. Herbal bisa juga berbentuk tanaman obat, dalam perkembangannya herbal diolah dan menjadi pengobatan alternatif.  

Obat herbal bersifat alami dan organik. Obat herbal berasal dari ekstrak atau saripati tumbuhan yang mempunyai manfaat untuk kesehatan tanpa adanya campuran bahan kimia.  Satu jenis tanaman obat bisa mengandung beragam zam yang diyakini dapat menyembuhkan beragam penyakit. Bukan hanya berasal dari tanaman, obat herbal juga bisa bersumber dari hewan seperti gamat yang berasal dari teripang, madu dan propolis dari lebah, minyak ikan hiu, dan sebagainya.

Banyak sudah riset terkait obat herbal dilakukan agar tak sembarangan memilih. Riset tersebut juga membuktikan bahwa ada banyak jenis obat-obatan yang berasal dari alam.  Untuk menyembuhkan dan mencegah penyakit kita bisa memanfaatkan alam sekitar. Selain itu, obat-obatan herbal juga relatif mudah didapatkan sama seperti obat kimia.

Tips Memilih Obat Herbal yang Tepat

Sama dengan obat kimia atau obat modern, penggunaan obat herbal harus tepat. Ada dosis dan cara penggunaan yang diperhatikan dan dipatuhi. Tujuannya juga sama agar tidak menimbulkan efek samping atau over dosis bagi pasien. Dosis yang tepat juga diyakini dapat memberikan kesembuhan bagi pasien. Syarat lain yang harus dipenuhi adalah ketelatenan dalam mengkonsumsi obat. Jika hanya sesekali mengkonsumsi maka tidak akan memberikan efek apapun pada pasien.

Kanker adalah salah satu penyakit mematikan paling tinggi di dunia. Pengobatan medis yang lazim dilakukan antara lain operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Pengobatan tersebut memang dapat menghambat dan mematikan sel kanker. Namun di beberapa kasus justru memberikan efek samping negatif bagi penderita. Itu sebabnya tidak sedikit penderita kanker yang memilih pengobatan herbal. Ada pula yang memadukan pengobatan herbal dengan pengobatan kimia.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memilih obat herbal, yakni:

  • Pertama Kebenaran bahan. Satu tanaman herbal bisa memiliki jenis yang berbeda. Demikian pula dengan manfaat yang diberikan. Misal satu tanaman memiliki dua jenis, jenis pertama memiliki efek melangsingkan dan satu lagi justru menambah nafsu makan. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak salah memilih dan mengkonsumsinya.
  • Kedua ketepatan dosis. Sama dengan obat kimia bikinan pabrik, bahwa penggunaan obat herbal harus tepat dan mengikuti aturan main.  Ada dosis yang harus disesuaikan dengan kondisi pasien. Ingat, kondisi satu pasien dengan pasien lainnya tidaklah sama. Misal buah mahkota dewa yang hanya bisa dikonsumsi dengan perbandingan satu buah dengan tiga gelas air. Daun hiu atau daun baru cina memiliki efek lebih maksimal jika dipadukan dengan tanaman lain yang mengandung zat besi. Penggunaan obat herbal jika sudah berlebihan justru akan membahayakan bagi pasien.
  • Ketiga ketepatan waktu penggunaan. Biasanya obat herbal digunakan atau diminum dua kali dalam sehari, pagi dan malam. Ini penting diperhatikan. Bahkan ada obat herbal yang dikonsumsi di jam-jam tertentu dan harus sama setiap harinya.
  • Keempat ketepatan informasi. Bagi penderita kanker misalnya, sering disarankan untuk meminum atau mengkonsumsi tanaman tertentu yang diyakini sebagai obat. Jangan asal menuruti ‘kata orang’ cari tahu dulu informasi yang benar-benar tepat dan akurat. Termasuk apakah tanaman tersebut telah melalui uji laboratorium, efek samping dari tanaman tersebut, kadar konsumsi, dan bagaimana cara mengolahnya. Perhatikan pula apakah perlu tambahan tanaman lain ketika dikonsumsi.
  • Kelima manfaat atau kegunaannya.Satu tanaman obat bisa mengandung banyak zat. Ini perlu diperhatikan. Masih ingat kasus orang menanam ganja untuk pengobatan penyakit langka sang istri? Lazim diketahui ganja adalah tanaman terlarang karena mengandung psikotropika. Namun di sisi lain dia juga bermanfaat untuk mengobati penyakit. Ini perlu diperhatikan karena banyak tanaman herbal yang juga mengandung zat-zat berbahaya meski kadarnya tidak banyak.

Efek samping obat herbal memang sangat minim namun jika digunakan secara tepat secara ukuran, dosis, dan waktu penggunaannya. Sekarang ini juga banyak obat herbal yang sudah diolah dalam bentuk kapsul atau minuman.  Pasien juga harus memperhatikan kandungan yang terdapat pada obat herbal yang sudah diolah tersebut.

Memadukan Obat Herbal dan Obat Kimia?

Tidak sedikit orang yang berobat ke dokter namun juga mengkonsumsi obat-obatan herbal.  Adapula yang menggunakan obat-obatan herbal, tidak cocok lantas baru berobat ke dokter. Satu hal yang perlu diingat kondisi setiap orang tidaklah sama sehingga konsumsi obatpun bisa berbeda.

Obat herbal memang semula dirasakan akan baik-baik saja ketika dipadukan dengan obat kimia. Badan pasien terasa lebih fit dan mampu beraktivitas kembali. Namun pada waktu tertentu kondisi pasien bisa jadi menurun karena kandungan obat yang kontradiktif bisa menimbulkan efek lain bagi tubuh.

Ini menjadi penting ketika harus memadukan obat herbal dan kimia adalah jarak waktu penggunaannya. Misal ketika menggunakan obat herbal ada baiknya stop menggunakan obat kimia. Sebaliknya ketika menggunakan obat kimia ada baiknya stop menggunakan obat herbal. Tujuannya agar pasien dapat merasakan efek obat-obatan tersebut pada badan. Apalagi jika digunakan bebarengan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu. Apalagi untuk penyakit yang tergolong berat seperti kanker, jantung, tekanan darah tinggi, dan lain-lain. Jangan sampai bukannya berefek menyembuhkan justru menimbulkan penyakit baru.

Jika digunakan bersamaan, pasien tidak akan bisa mengetahui reaksi obat mana yang benar-benar sesuai untuknya. Selain itu penting diperhatikan dosis dan cara mengkonsumsinya. Ini berlaku untuk semua pasien yang mengidap kanker atau penyakit berat lainnya.

Untuk pasien kanker ada baiknya ketika memutuskan untuk berobat herbal harus benar-benar mengetahui kondisinya Selain itu, juga memperhatikan kandungan obat hermal yang dipilih.

Baca artikel lain mengenai Meditasi Penyembuhan Kanker

Pengobatan Herbal Kanker Payudara

Pengobatan Herbal Kanker Payudara dengan Daun Baru Cina

Harus dipadukan dengan zat besi agar efektif.

Kanker payudara berada di posisi atas paling rentan diderita perempuan, setelah kanker serviks.  Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 prevalensi tumor atau kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1.000 penduduk atau sekitar 347.000 orang. Kanker serviks dan kanker payudara  menempati posisi tertinggi paling banyak pengidap di Indonesia.

Kasus kanker payudara di Singapura juga menjadi momok bagi kaum perempuan. Bahkan kanker payudara menjadi penyebab kedua tertinggi kematian perempuan di Singapura.  Banyak perempuan seringkali tak menyadari dirinya terjangkit kanker payudara. Bahkan datang ke rumah sakit ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Pertumbuhan sel tumor ganas pada jaringan payudara menjadi awal mula pertumbuhan kanker payudara. Sama dengan kanker lainnya, sel kanker payudara dapat menyebar ke jaringan atau organ tubuh lainnya. Kanker payudara sebagian besar diidap oleh perempuan, namun tidak menutup kemungkinan juga menyerang kaum laki-laki, meski persentasenya sangat kecil. Kanker payudara menyerang sebagian besar perempuan memproduksi hormon progesteron dan esterogen.

Kanker Payudara Jadi Momok?

Penyebab paling  mungkin seseorang  mengidap kanker payudara adalah garis keturunan.  Jika memiliki garis keturunan pernah mengidap kanker payudara, wajib waspada terhadap diri sendiri. Garis keturunan tersebut bisa dilihat dari ibu, adik perempuan ibu, dan saudara kandung perempuan.

Hal lain yang bisa menjadi penyebab kanker payudara adalah siklus menstruasi terlalu dini, sebelum usia 12 tahun. Menstruasi pada usia dini tersebut rupanya dapat memicu kanker. Kendati tidak bisa disamakan antara perempuan satu dan lainnya, hal ini wajib diwaspadai dan diantisipasi salah satunya dengan menjaga pola hidup sehat.

Perempuan yang berusia di atas 40 tahun, belum pernah hamil dan menyusui juga rentan terkena kanker payudara. Perempuan yang hamil di atas usia 30 tahun juga masuk kategori rentan terkena kanker payudara. Selain itu, penggunaan  KB hormonal seperti suntik dan pil juga bisa menjadi pemicu timbulnya kanker payudara.

Gaya hidup juga ikut andil jadi penyebab kanker payudara. Konsumsi alkohol berlebih, makanan yang mengandung bahan kimia, dan makanan berlemak juga bisa memicu timbulnya kanker payudara. Itu sebabnya menjaga keseimbangan makanan dan mengatur pola hidup sehat menjadi penting bagi setiap perempuan. Banyak perempuan Indonesia dekat dengan pemicu kanker payudara tersebut, itu sebabnya sampai sekarang kanker payudara menjadi momok.

Deteksi dini kanker payudara bisa dilakukan sendiri di rumah. Setiap perempuan bisa memeriksa kondisi payudaranya. Apabila terdapat tanda-tanda fisik, disarankan segera memeriksakan diri ke dokter. Banyak orang mengabaikan deteksi dini ini dan ketika memeriksakan diri sudah berada di stadium lanjut.

Penderita kanker payudara biasanya akan menemukan adanya benjolan di payudara mereka. Namun mereka seringkali mengabaikan gejala awal tersebut karena tidak terasa nyeri. Tanda lainnya adalah terdapat luka di bagian puting payudara yang tak kunjung sembuh. Selain itu adanya perubahan tekstur kulit payudara yang mengeras dan terlihat seperti kulit jeruk. Selain itu, penderita akan merasakan gatal di sekitar puting sampai menimbulkan ruam. Adanya cairan yang keluar dari puting berupa darah atau nanah yang berwarna kuning kehijauan. Jika mengalami tanda-tanda tersebut segera memeriksakan diri untuk mengetahui lebih lanjut apakan kanker yang diderita masuk ke stadium dini ataukah sudah memasuki stadium lanjut.

Sampai saat ini pengobatan kanker secara medis dilakukan melalui operasi, radioterapi, dan kemoterapi.  Banyak penderita kanker saat ini memilih pengobatan alternatif dengan mengkonsumsi tanaman herbal yang diyakini bisa menyembuhkan.

Tanaman Herbal, Turunkan Risiko Kanker Payudara

Pengobatan herbal jadi alternatif karena tidak menimbulkan efek samping apapun. Selain itu, lebih murah dan mudah didapatkan di sekitar kita. Namun perlu dicermati kadar penggunaan dan cara pengolahannya harus benar-benar sesuai. Ada banyak tanamsan yang diyakini bisa menjadi obat alami kanker. Sebut saja daun sirsak, daun tapak dara, keladi tikus, dan sarang semut papua. Tanaman-tanaman tersebut diyakini mengandung sejumlah zat yang bisa menghambat pertumbuhan sel kanker bahkan ada yang berfungsi bisa mematikan sel kanker.

Tanaman herbal lain yang diyakini mampu mengatasi kanker payudara adalah daun baru cina, yang berasal dari Tiongkok. Daun baru cina memiliki banyak nama di berbagai daerah. Misal daun baru cina juga disebut brobos kebo di Jawa Timur, Suket Gajahan di Jawa, jukut lolot mala di sunda, dan daun cam cau di Maluku.

Tanaman asal Tiongkok ini memiliki tekstur berbulu halus dan berbau tajam. Bisa tumbuh liar di hutan atau ladang asal tanah tempat dia tumbuh mengandung dan memiliki kelembaban yang cukup. Warna tumbuhan ini hijau sedang di bagian permukaan dalam berwarna hijau keputihan. Selain itu, terdapat bonggol bunga yang berwarna kuning.

Daun baru cina ini mengandung minyak astiri, a-amirin, dihydromatricaria ester, cineole, 1-α-terpineol, β-kariophilene, 1-quebrachitol, dan tanin. Akar dan batangnya mengandung inulin (yang mengandung artemose). Sedangkan cabang kecil mengandung oxytocin, yomogi alcohol, dan ridentin.

Tanaman ini diyakini mampu membuhun sel kanker payudara dengan cepat. Namun penderita harus mengkombinasikannya dengan tanaman lain yang mengandung zat besi. Tanaman ini kurang efektif dampaknya jika hanya dikonsumsi sendirian. Sama halnya dengan daun sirsak, zat yang terkandung pada tanaman ini hanya membunuh sel kanker dan tidak merusak sel lain yang masih sehat.

Selain bisa membunuh sel kanker, tanaman ini juga bisa mengibati penyakit lainnya seperti sakit tenggorokan, batuk berdahak, disentri, atau penyakit kewanitaan seperti nyeri haid, mencegah keguguran,  gangguan pencernaan dan lain-lain. Perlu dicermati penggunaan obat herbal ini harus tepat. Sebab ada beberapa efek yang ditimbulkan apabila tidak menggunakan minyak yang ada pada daun. Efek yang timbul antara lain mulut kering, rasa begah di lambung, mual, muntah, mencret, dan pusing.  Itu sebabnya penggunaan obat herbal harus tepat dan terutama memperhatikan cara pengolahan.

Perbaiki Gaya Hidup, Jauh-jauh dari Kanker

Salah satu cara yang paling mudah menghindari kanker adalah memperbaiki pola hidup.  Jika melihat  siapa saja yang rentan terkena kanker payudara akan ada lebih banyak perempuan yang terancam. Namun jika diimbangi dengan pola hidup sehat tidak menutup kemungkinan akan jauh dari penyakit mematikan tersebut.

Perubahan pola hidup sehat dan olahraga teratur akan mampu mengurangi risiko kanker. Sel kanker tidak akan bebas berkembang dan tumbuh jika setiap orang membentengi diri dengan gaya hidup sehat.  Makanan yang bisa mencegah pertumbuhan kanker payudara antara lain tomat, tanaman ini mengandung lycopene, antioksidan yang mencegah radikal bebas penyebab kanker. Kandungan vitamin C pada tomat juga bisa menjadi pencegah tumbuhnya sel kanker. Tanaman lain yang bisa dikonsumsi adalah bawang putih. Kandungan sulfur yang tinggi pada bawang putih diyakini mampu memperlambat kerusakan sel tubuh sebagai efek dari pertumbuhan sel kanker.

Baca artikel lain mengenai Meditasi Penyembuhan Kanker

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor