Sayuran untuk Penderita Kanker

Diet Ala Vegetarian dengan Sayuran untuk Penderita Kanker

Kanker adalah salah satu jenis penyakit mematikan yang menjadi momok bagi masyarakat. Mendengar vonis “kanker” seolah menghitung hari menuju kematian. Satu hal yang perlu dicermati adalah jumlah penderita kanker semakin bertambah, berlipat ganda lebih besar dibandingkan beberapa tahun belakangan. Dapat dipastikan bahwa perubahan gaya hidup, kondisi lingkungan hidup yang tercemar oleh polusi, meningkatnya radikal bebas adalah penyebab utama dari kanker yang diderita pasien tanpa memandang gender dan usia.

Di Indonesia jumlah penderita kanker diperkirakan terus meningkat hingga 200 ribu orang per tahun. WHO memperkirakan angka penderita kanker akan terus meningkat setiap tahunnya. Angka kematian di seluruh dunia yang disebabkan oleh kanker menempati urutan kedua setelah penyakit jantung. Tak dapat dipungkiri melawan kanker tidak cukup dengan pengobatan namun pencegahan dan perubahan gaya hidup akan membawa manfaat lebih baik bagi penderita atau orang yang beresiko tinggi menderita kanker.

Kanker bisa disebabkan karena genetis dan gaya hidup. Kanker juga dapat muncul karena radiasi dan polusi. Berbagai penyebab kanker mungkin tidak dapat dihindari tetapi dampaknya agar tidak sampai menimbulkan kanker bisa diminimalisir. Salah satu cara untuk melawan dan mengeliminasi kanker adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup sehat dilakukan dengan cara mengatur pola makan dan ritme hidup. Rutin olahraga, menghindari minuman beralkohol, rokok dan narkoba serta cukup istirahat adalah cara mengatur ritme hidup. Sedangkan mengatur pola makan dapat dilakukan dengan menerapkan diet ala vegetarian.

Bagaimana Sayuran Bisa Mengeliminasi Kanker?

Vegetarian adalah kelompok yang mengutamakan konsumsi buah dan sayuran. Diet ala vegetarian ini terbukti dapat mengeliminasi sel kanker. Bagaimana sel kanker bisa tereliminasi dengan diet vegetarian? Sebab sel kanker sangat bergantung pada protein tinggi untuk terus berkembang. Penelitian yang dilakukan American Institute for Cancer Research (AICR) menganjurkan untuk menerapkan diet berbasis nabati, yang bisa disebut sebagai diet vegetarian.

Diet berbasis nabati ini dapat diterapkan dengan dua pertiga porsi makanan yang dikonsumsi dengan dua pertiga berupa buah, sayuran dan serealia utuh (kacang-kacangan) dan sepertiga lainnya boleh ditambahkan daging atau ikan. Namun disarankan untuk membatasi konsumsi daging merah. Kombinasi diet yang tepat dapat menurunkan resiko menderita kanker dibandingkan hanya mengonsumsi satu jenis makanan saja.

Selain memperhatikan komposisi makanan langkah yang perlu diperhatikan adalah memperbanyak warna dalam menu. Seringkali terdengar istilah “warna pelangi makanan” inilah yang sebenarnya disebut sebagai diet dengan memperbanyak warna bahan dalam masakan. Perlu diperhatikan bahwa warna makanan yang dimaksud bukan dari pewarna buatan, namun tersusun dari warna buah dan sayur yang secara alami menjadi ciri khasnya.

Tumbuhan memiliki pigmen asli yang terkandung di dalamnya. Semakin beragam warna makanan maka semakin banyak nutrisi dan vitamin yang akan diserap tubuh. Disarankan untuk mengutamakan mengonsumsi sayur dan buah-buahan berwarna merah, hijau dan oranye gelap sebab buah dan sayur berwarna khas ini mengandung nutrisi nabati yang cukup tinggi.

Ahli nutrisi juga menganjurkan untuk membiasakan mengonsumsi sayur, buah dan sayur pada saat sarapan. Utamakan sayur dan buah yang mengandung asam folat. Sebab asam folat merupakan zat penting yang membantu tubuh terlindungi dari resiko kanker payudara, kanker rektum dan kanker usus besar. Sebisa mungkin hindari asam folat dalam bentuk suplemen. Asam folat dalam bentuk asli yang terdapat dalam bahan alami lebih baik bagi kesehatan. Asam folat bisa ditemukan dalam melon, jeruk, stroberi, telur, asparagus, kacang-kacangan, biji bunga matahari, dan sayuran berdaun hijau seperti daun selada dan bayam.

Sayuran Untuk Penderita Kanker

Kanker bukan vonis kematian. Jika diterapi medis secara berkesinambungan dan mengubah gaya hidup menjadi lebih baik maka sel kanker bisa ditekan pertumbuhannya. Salah satu cara menekan pertumbuhan sel kanker adalah dengan memperbanyak konsumsi sayuran daripada daging merah. Sayur bisa dikonsumsi dalam berbagai jenis menu olahan. Selain disajikan sebagai sayur yang menemani nasi, jenis-jenis sayuran bisa diolah menjadi jus bersama buah atau dibuat salad yang cocok dikonsumsi di pagi hari.

Sayur apa yang efektif melawan kanker? Beberapa jenis sayuran berikut disarankan ahli nutrisi untuk membantu menurunkan resiko menderita kanker.

1. Tomat

Menurut beberapa penelitian medis terbukti bahwa tomat membantu meminimalisir resiko menderita kanker prostat. Hal ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh kadar senyawa likopen yang terdapat pada tomat. Tomat tidak hanya bisa dikonsumsi sebagai sayuran dengan cara ditumis bersama sayur lain namun bisa juga di jus atau diolah menjadi pasta dan saus.

2. Paprika

Paprika kuning, hijau dan merah membantu menekan pertumbuhan sel kanker. Paprika mengandung zat antioksidan alami sehingga melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab kanker.

3. Sayuran Berdaun Gelap

Sayuran berdaun gelap seperti bayam dan kangkung mengandung banyak serat, asam folat dan karotenoid. Ketiga senyawa tersebut diyakini membantu melindungi tubuh dari kanker yang mungkin menyerang saluran pernapasan di sekitar tenggorokan, mulut serta kanker pada organ-organ dalam seperti paru-paru, pankreas dan lambung.

4. Sayuran Jenis Kubis-kubisan

Sayuran jenis kubis-kubisan seperti kubis, brokoli, sawi, pakcoy, kembang kol, selada, kale sangat baik bagi penderita kanker terutama kanker serviks, kanker payudara dan kanker usus besar.

Selain keempat jenis sayuran ini sel kanker juga dapat dieliminasi dengan mengonsumsi rempah-rempah seperti kunyit yang mengandung kurkumin. Menurut penelitian ilmiah mengungkapkan fakta bahwa zat kurkumin yang terdapat dalam kunyit membantu menekan proliferasi, transformasi dan invasi sel kanker. Beberapa jenis rempah lain seperti cengkeh, jahe, oregano dan kayu manis juga mengandung banyak anti oksidan dan membantu menangkal radikal bebas.

Umbi-umbian yang tergolong dalam rempah atau bumbu seperti bawang putih dan bawang bombay juga mengandung senyawa penting untuk melawan sel kanker terutama kanker saluran dan organ pencernaan (kerongkongan, lambung, usus besar), kanker payudara, kanker prostat dan paru-paru.

Satu hal penting dalam mengonsumsi sayuran dan rempah-rempah yang membantu melawan sel kanker adalah cara pengolahannya. Pada sayuran kubis misalnya. Kubis adalah sayuran yang mengandung senyawa glukosinolat. Senyawa glukosinolat adalah senyawa yang mampu menekan pertumbuhan sel kanker.

Namun perlu diperhatikan bahwa kandungan glukosinolat dapat meningkat atau menurun tergantung pada proses pengolahannya mulai proses mencuci, memotong atau mengiris hingga mengolahnya. Ahli nutrisi menyarakankan untuk mengolah kubis dengan cara mencuci bersih di bawah air mengalir, membuang bagian yang tidak segar dan mengolahnya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan mengunyahnya secara cermat sehingga manfaat glukosinolat pun didapat.

Cara pengolahan demikian juga berlaku bagi sayuran lain sebab mengolah sayuran terlalu lama menyebabkan kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh semakin berkurang sehingga khasiatnya hilang. Akibatnya tubuh hanya menyerap zat sisa yang kurang bermanfaat bagi kesehatan.

Baca artikel lain mengenai Obat Tradisional Kanker Usus

Pola Makan Vegetarian

Survivor Kanker Sembuh dengan Pola Makan Vegetarian

Sembuh dari penyakit kanker adalah impian semua penderita. Apalagi kanker adalah penyakit pencabut nyawa paling banyak setelah penyakit jantung. Ketika sembuh dari kanker tentu membuat semangat hidup lebih menyala. Segala cara ditempuh demi mendapatkan kesembuhan. Mulai dari cara medis dengan jalan kemoterapi dan pengambilan jaringan hingga menerapkan diet vegetarian.

Kisah – kisah Survivor Kanker Sembuh dengan Pola Makan Vegetarian

Benarkah pola hidup vegetarian bisa membantu menyembuhkan penyakit kanker? Kasus survivor kanker berikut ini mungkin akan menjadi inspirasi bagi para penderita kanker lainnya agar tak patah semangat dalam berjuang meraih kesembuhan.

1. Ria Irawan, Sembuh dari Kanker Getah Bening dengan Menerapkan Diet Vegetarian

Ketika Ria Irawan divonis menderita kanker kelenjar getah bening pada pertengahan Oktober 2014 masyarakat menduga umur Ria Irawan tak akan lama. Ria pun mengaku syok. Tetapi tidak putus asa untuk mengupayakan penyembuhannya. Ria Irawan percaya pada prinsip bahwa setiap penyakit ada obatnya dan kanker bisa disembuhkan. Tiga tahun berjuang melawan kanker pada bulan Juni 2017 ia dinyatakan sembuh dari penyakit kanker tersebut. Bagaimana Ria Irawan bisa sembuh? Dalam sebuah kesempatan wawancara Ria berterus terang bahwa ia berjuang secara medis hingga pengobatan alternatif. Ia juga berobat menggunakan asuransi nasional untuk membantu biaya pengobatan kanker yang tidak murah.

Perjuangan Ria tidak mudah. Ia harus menjalani tiga kali kemoterapi dan dinyatakan bersih dari kanker. Sembilan belas bulan kemudian dipetscan diketahui bahwa sel kanker kembali tumbuh. Kemudian ia harus melalui dua kali kemoterapi lagi. Selain mematuhi prosedur pengobatan sesuai saran tim kedokteran Ria Irawan juga berupaya untuk menerapkan hidup sehat. Ia berhenti mengonsumsi daging dan beralih menjadi vegetarian. Ria sempat mengunggah menu makannya yang berupa urap sayur, jengkol balado dan lauk tahu bacem, ikan asin dan separuh butir telur ayam rebus. Ria mengaku tak hanya cukup menjadi vegetarian ia juga rajin berolahraga yoga dan berusaha untuk selalu berpikir positif serta menjaga pikiran untuk terhindar dari stres.

2. Liong Pit Lin, Survivor Tiga Jenis Kanker

Kisah survivor lain yang berhasil sembuh dari kanker adalah Liong Pit Lin. Kisah Liong Pit Lin sembuh dari kanker menghiasi rubrik-rubrik kesehatan di media massa. Liong Pit Lin dahulu dikenal sebagai wanita karir yang workaholic. Sebagai orang yang gila kerja ia mengaku tidak peduli soal kesehatan dan pola makan. Yang penting kenyang, nutrisi masalah belakang. Junk food sudah biasa dikonsumsinya, cepat saji mudah ditemui dan mengenyangkan itu pertimbangannya.

Hingga suatu hari di tahun 1996 ia menemukan benjolan di payudaranya. Dokter mendiagnosis benjolan tersebut sebagai kanker dan memvonis harus mengangkat kelenjar payudaranya. Setelah menjalani operasi Liong Pit Lin harus menerima kenyataan bahwa kanker ternyata telah menyebar hingga ke rahim. Benjolan sebesar kepalan tangan di dalam rahimnya didiagnosis sebagai kanker rahim dan harus dioperasi.

Setelah operasi selang beberapa bulan dokter menemukan kanker telah menyebar ke tulang belakangnya. Sakitnya luar biasa dan berat badannya menyusut dari 56 menjadi 30 kilogram. Penderitaannya harus melalui kemoterapi dan berbagai tidnakan medis termasuk pemberian morfin untuk mengurangi rasa sakit. Segala pengobatan dari kemoterapi hingga tradisional dilakoni tetapi tidak memberikan hasil yang memuaskan. Akibat dari pengobatan pita suaranya lengket dengan tenggorokan dan lehernya dioperasi untuk memasang tracheostomy.

Liong Pit tidak bisa bernafas lewat hidung lagi dan hanya bisa bernapas lewat lubang di tenggorokan. Agar bisa berbicara Liong Pit harus memegang lubang yang berada tepat di tengah leher. Hal tersebut tidak berarti Liong Pit berangsur sembuh. Hingga puncaknya ia harus dirawatinap di rumah sakit dan dokter akhirnya menyerah.

Usia Liong Pit diperkirakan kurang beberapa bulan saja dan dokter menyarankan untuk menghabiskan hari-hari terakhirnya bersama keluarga di rumah. Meski telah divonis telah mendekati hari terakhirnya Liong Pit pantang menyerah. Ia kemudian terinspirasi untuk pengobatan secara alami, meninggalkan konsumsi daging dan telur dan mengutamakan konsumsi buah, sayur dan biji-bijian. Sumber karbohidrat pun dia memilih nasi merah dan tidak lagi mengonsumsi nasi putih.

Keajaiban datang, kanker yang diderita Liong Pit perlahan berkurang. Ternyata pelajaran hidup yang diterimanya saat di Amerika memberinya kesempatan untuk sembuh. Liong Pit pernah tinggal di Amerika dan menyaksikan ada seorang penderita kanker yang sembuh karena berpola makan vegetarian. Saat itu ia menyangsikan apa benar hanya makan tumbuh-tumbuhan bisa membuat lebih sehat? Ternyata hal tersebut terbukti padanya. Liong Pit telah dinyatakan sembuh total dari penyakit kanker yang ia derita dan tetap berpola hidup sebagai vegetarian. Ia juga membuka semacam konseling bagi sesama penderita kanker tanpa dipungut biaya.

Anjuran Medis

Pengalaman Ria Irawan dan Liong Pit sembuh dari kanker karena menerapkan pola makan vegetarian memang tak terbantahkan. Tetapi dari sisi medis setidaknya ada dua pelajaran penting, yaitu tetap mengupayakan pengobatan medis selain berpola makan sebagai vegetarian dan harus senantiasa memeriksakan kondisi tubuh untuk mewaspadai tumbuhnya sel kanker.

Pada beberapa kasus penyakit kanker sebenarnya bisa dideteksi sejak dini. Kanker rahim misalnya bisa dicegah dengan deteksi sejak dini dengan rutin menjalani test pap smear. Kanker payudara bisa diketahui sejak dini melalui periksa payudara sendiri. Secara medis para ahli kesehatan juga menganjurkan untuk menghindari bahan-bahan yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker misalnya rokok dan zat pengawet makanan.

Anjuran untuk menjalani pola hidup vegetarian diserukan para ahli gizi dan dalam pengawasan medis. Beberapa tahun belakangan kanker usus besar di Amerika Serikat menjadi salah satu dari tiga besar penyebab kanker terbanyak dan penyebab kedua kematian karena kanker. Penelitian demi penelitian dilakukan untuk menemukan penyembuh bagi penderita kanker. Salah satu penelitian tersebut adalah mempelajari pengaruh diet vegetarian terhadap pertumbuhan sel kanker usus besar. Penelitian ilmiah yang dirilis JAMA Internal Medicine, salah satu jurnal ternama dari Amerika Serikat, awal Maret 2015.

Penelitian JAMA Internal Medicine ini melibatkan 80 ribu orang dewasa sebagai obyek penelitian. 80 ribu orang tersebut dibagi menjadi lima kelompok sesuai pola makan dan diet vegetarian yang dilakukan. Kelompok tersebut adalah non vegetarian 48 persen,  semi vegetarian atau kelompok vegetarian yang seekali masih mengonsumsi daging, tetapi makanan utamanya adalah sayur, buah, dan kacang-kacangan 8% dari populasi, lacto-ovo-vegatarian atau tidak mengonsumsi daging merah dan putih, tapi mengonsumsi telur dan susu (29% dari populasi), pesco-vegetarian atau tidak mengonsumsi daging merah tapi masih mengonsumsi daging putih (ikan atau ayam) 10% dari populasi.

Dari kelompok yang diteliti tersebut ditemukan fakta bahwa pada kelompok diet vegetarian memiliki angka kejadian kanker kolorektal yang lebih rendah dibandingkan kelompok non vegetarian. Evaluasi lanjutan ditemukan bahwa dari kelompok diet vegetarian tersebut yang mengalami penurunan jumlah kasus kanker usus besar paling signifikan adalah kelompok populasi yang tidak mengonsumsi daging merah tetapi masih mengonsumsi ikan atau ayam atau disebut sebagai kelompok pesco vegetarian. Artinya diet vegetarian tinggi serat dapat mencegah terjadinya kanker kolorektal.

Baca artikel lain mengenai Obat Tradisional Kanker Usus

Tips Diet Vegetarian

Lakukan 6 Tips Diet Vegetarian Ini, Hidup akan Sehat

Diet Vegetarian belakangan menjadi semacam gaya hidup. Tujuan diet ini adalah agar tubuh lebih sehat. Apakah diet vegetarian sebenarnya? Diet vegetarian adalah gaya hidup yang hanya mengkhususkan mengkonsumsi produk buah dan sayur. Diet vegan murni hanya memperbolehkan mengkonsumsi sayur dan buah dan menghindari makanan non sayur dan buah. Diet vegan sama sekali menghindari daging unggas, daging merah, ikan dan segala produk olahannya.

Diet vegan melarang pelaku dietnya mengkonsumsi semua produk yang mengandung unsur hewani seperti susu, telur, keju, kue dan biskuit berbahan telur, margarin yang diolah dengan whey, segala jenis makanan yang berbahan gelatin, tulang hewan dan lainnya. Hal ini yang membedakan diet vegan murni dengan diet vegetarian yang lebih fleksibel.

Diet vegetarian masih memperbolehkan mengkonsumsi produk olahan yang memanfaatkan unsur protein hewani seperti susu, margarin dan keju. Diet vegetarian pada umumnya menekankan untuk memperbesar porsi protein nabati dan meminimalisir protein hewani yang hanya berupa produk olahan, artinya masih memperbolehkan mengkonsumsi protein hewani yang bukan berupa daging, ikan dan lemak hewani tetapi dalam jumlah minim.

Manfaat Menjadi Vegetarian

Tidak ada manfaat yang tidak dirasakan ketika melakukan hal tertentu, termasuk menjadi seorang vegetarian. Selain bisa menjadi pribadi yang sehat, diet vegetarian juga memiliki tujuan khusus. Tujuan utamanya adalah untuk menghindari penyakit tertentu dengan cara hidup lebih sehat. Tujuan lainnya yang bisa disebut sebagai bonusnya adalah mencapai berat badan ideal dan membantu menurunkan berat badan. Diet vegetarian terbukti dapat membantu mengendalikan nafsu makan sehingga mampu menurunkan berat badan, menurunkan risiko penyakit jantung, mencegah dan mengendalikan diabetes serta mencegah segala macam penyakit kronis seperti hipertensi dan kanker.

Hal ini dapat terwujud mengingat diet vegetarian menekan konsumsi daging merah yang merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya berbagai penyakit terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Menurut penelitian ahli kesehatan pelaku diet vegetarian memiliki berat badan dan indeks massa tubuh (ukuran lemak tubuh) yang lebih rendah dibandingkan orang-orang yang tidak berpantang produk hewani. Kalori pada tubuh pelaku diet vegetarian juga lebih rendah sehingga tidak berlebih dan menumpuk sebagai lemak di dalam tubuh.

Sebuah penelitian medis yang dilakukan lebih dari 12 tahun lalu menampakkan hasil yang mencengangkan ketika membandingkan vegetarian dan kelompok yang tidak berpantang dalam makanan. Hasil penelitian tesebut memaparkan fakta bahwa vegetarian memiliki risiko 24 persen lebih rendah dalam menderita penyakit jantung iskemik dibandingkan para pemakan segala termasuk daging. Sementara pada vegan yang benar-benar hanya mengkonsumsi sayur dan buah risiko menderita jantung iskemik mencapai 57 persen lebih rendah dibandingkan pemakan segala. Hal ini menunjukkan fakta bahwa berpantang mengkonsumsi daging menurunkan risiko penyakit arteri koroner yang dapat menyebabkan gagal jantung.

Tips Sukses Diet Vegetarian

Acuan kesuksesan diet vegetarian adalah manakala pelaku diet merasa kenyang dan sehat dengan porsi normal makanan vegetarian yang dikonsumsinya. Meski hanya mengkonsumsi sejumlah buah dan sayur serta biji-bijian namun pelaku diet tetap bisa merasa kenyang sehingga asupan kalori yang ada dalam tubuh lebih sedikit daripada asupan harian rata-rata. Jika asupan kalori kurang dan aktifitas fisik berjalan normal maka perlahan berat badan akan berkurang signifikan.

Kesehatan jantung sangat terbantu dengan diet vegetarian. Pola makan dengan mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan dan sedikit memasukkan garam dan lemak merupakan cara terbaik untuk mengendalikan kadar kolesterol jahat dalam darah dan mengendalikan tekanan darah sehingga tidak terjadi hipertensi.

Agar diet vegetarian berjalan lancar dan membawa kebaikan bagi kesehatan tubuh maka pelaku diet harus benar-benar serius menjalani dietnya. Beberapa tips berikut ini patut dipertimbangkan sebagai pelaku diet vegetarian:

1. Mengencangkan Niat

Diet vegetarian bukan karena ikut-ikutan. Kuatkan tekad bahwa niat berdiet vegetarian adalah demi kesehatan. Jika niat berdiet hanya karena boomingdan menganggapnya sebagai bagian dari lifestyle maka dapat dipastikan jika program dietnya tidak akan berlangsung lama dan hanya akan menyiksa diri.

2. Mematuhi Nasihat Ahli Nutrisi dan Medis

Sebelum memutuskan untuk berdiet vegetarian ada baiknya untuk meminta pertimbangan secara medis dan mendengarkan nasihat ahli nutrisi. Tujuannya adalah untuk memastikan kondisi tubuh berada dalam keadaan sehat untuk melakukan diet tanpa mengkonsumsi protein hewani dan gizi yang dibutuhkan tubuh tetap tercukupi. Nasihat medis berkaitan dengan kondisi khusus calon pelaku diet saat itu.

Misalnya apakah ibu hamil dan menyusui diperbolehkan menerapkan diet vegetarian? Apakah usia manula bisa mempraktekkan diet vegetarian dan pertimbangan lainnya. advis medis dan saran dari ahli nutrisi akan membantu pelaku diet vegetarian menemukan pola hidup dan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh

3. Rajin Berolahraga

Diet saja tanpa olahraga manfaatnya kurang optimal. Tetap rajin berolahraga meski diet vegetarian berdampak positif bagi kesehatan. Meski ditinjau dari hasil penelitian jumlah kalori yang terdapat pada porsi makanan vegetarian lebih rendah daripada yang terdapat pada makanan yang tidak berpantang. Berolahraga membantu memperlancar peredaran darah. Aliran Oksigen ke dalam darah terserap sempurna maka tubuh pun lebih bugar, metabolisme tubuh lebih lancar.

4. Bergabung dengan Komunitas Vegetarian

Seperti layaknya klub hobi, vegetarian biasanya juga memiliki komunitas khusus. Meski tak ada larangan untuk bergaul dan kongkow bareng teman lain yang bukan vegetarian, bergaul dengan sesama vegetarian tentu membantu niat diet makin kuat.

Salah satu mudahnya tergoda untuk tidak konsisten berdiet vegetarian adalah karena berada di lingkungan yang berbeda. Misalnya acara makan-makan bareng rekan yang tidak berdiet vegetarian. Seperti makan buah simalakama, ikut makan bareng dan terpaksa melanggar pantangan diet khawatir keterusan karena merasa enaknya makan segala jenis makanan. Tidak ikut makan-makan takut dikira sombong dan eksklusif. Maka bergabung dengan komunitas sesama vegetarian tentu lebih membantu fokus pada tujuan diet.

5. Mengupdate Berita

Jangan pernah ketinggalan memantau perkembangan diet vegetarian. Hal ini untuk membantu mempraktekkan diet secara konsisten dan berkesinambungan. Rajin memantau berita bisa membantu menemukan trik dan tips khusus agar diet berjalan lancar. Misalnya mempertimbangkan apakah perlu menerapkan jenis diet secara berselang seling antar diet model Food Combining dengan diet KF.

6. Catat Perkembangan dalam Jurnal

Seperti halnya mencatat perkembangan sang buah hati, tidak ada salahnya mencatat hasil perkembangan diet vegetarian dari hari ke hari. Jurnal bisa ditulis dalam jurnal pribadi atau diary dan gadget milik sendiri atau ditulis dalam blog agar bisa dibaca orang lain sehingga sharing yang dapat diakses banyak orang ini lebih bermanfaat.

Hal yang perlu dicatat dalam jurnal tersebut misalnya menu harian, porsi makanan, kondisi tubuh saat itu setelah melakukan diet seharian, pengaruhnya terhadap penyakit yang diderita baik ditinjau dari sisi rekam medis maupun yang dirasakan sebagai penderita atau sekedar menyemangati diri sendiri untuk tak lelah berupaya.

Nah itulah beberapa ulasan tentang tips diet untuk vegetarian. Semoga bermanfaat ya.

Baca artikel lain mengenai Obat Tradisional Kanker Usus

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor