Manfaat Diet Vegetarian

Manfaat Diet Vegetarian dan Pengaruhnya Pada Kemoterapi

Pengobatan kanker yang lazim dilakukan adalah kemoterapi. Namun sayangnya kemoterapi membawa efek samping bagi penderita kanker. Efek tersebut bisa berdampak langsung dan tidak langsung pada penderita. Selain kemoterapi ada pula pengobatan kanker yang diyakini ampuh untuk mengatasi penyakit paling mematikan tersebut. Namun tentu saja butuh kocek lebih mahal untuk menjalani pengobatan tersebut.

Kemoterapi adalah pengobatan yang lazim dan bisa dilakukan di dalam negeri. Perlu diketahui efek dari kemoterapi memang sangat banyak. Bahkan bisa membunuh sel-sel yang masih sehat. Itu sebabnya penderita atau survivor kanker sebaiknya menjaga pola makan selama menjalani kemoterapi atau pengobatan lainnya.

Diet adalah salah satu hal yang bisa dijalani oleh penderita kanker. Terutama diet vegetarian atau diet yang hanya mengkonsumsi sayuran dan buah. Selama menjalani proses diet, sebaiknya survivor tidak mengkonsumsi makana yang mengandung unsur hewani dan olahannya seperti ayam, daging, keju, susu, dan lain-lain.

Manfaat Diet Vegetarian

Penyakit kanker tergolong penyakit yang cepat sekali menyebar. Sel-sel kanker dapat tumbuh dengan cepat dan menyebar ke seluruh organ tubuh. Kendati sel kanker ini cepat menyebar namun belum tentu tidak dapat dicegah. Penderita yang sudah didiagnosa terkena kanker stadium awal dan mulai menjalani kemoterapi sebaiknya juga mulai menerapkan pola hidup yang sehat.

Caranya dengan melakukan diet vegetarian, jika diperlukan dan olahraga yang cukup. Tubuh yang seimbang dengan asupan gizi dan oksigen yang terpenuhi akan membuat sel kanker enggan berkembang biak. Akibatnya mereka perlahan lemah dan akhirnya mati. Cara ini diyakini paling ampuh untuk mengatasi penyakit kanker dan mengimbangi pengobatan kanker yang memiliki efek samping.

Diet vegetarian membuat tubuh seimbang dan tidak menimbun banyak lemak. Sebaiknya selama menjalani pengobatan kanker juga menghindari makanan yang menyebabkan kanker atau makanan yang memberi ruang kepada sel kanker untuk berkembang biak.

Diet vegetarian juga bertujuan menyeimbangkan tubuh selama menjalani kemoterapi. Karena selama menjalani pengobatan tersebut nutrisi tubuh banyak hilang. Itu sebabnya harus diimbangi dengan makan sayur secara teratur, olahraga, dan istirahat yang cukup.

Namun perlu dipahami diet untuk penderita kanker di sini bukan berarti mengurangi jumlah makanan. Akan tetapi mengatur porsi makanan yang dikonsumsi. Misal tidak mengkonsumsi daging merah yang menjadi tempat yang paling nyaman bagi sel kanker untuk berkembang biak. Ivaratnya daging atau makanan yang mengandung lemak seolah menjadi makanan atau gizi bagi sel kanker. Nah, jika makanan tersebut diminimalisir atau bahkan tidak dikonsumsi sama sekali maka sel kanker tidak mendapat asupan makanan.

Nah, berikut ini adalah gaya hidup yang disarankan untuk penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi. Dan tentu saja untuk mengurangi risiko penyebaran kanker ke organ tubuh lainnya.

1. Berat badan yang ideal

Seringkali penyebab kanker selain karena keturunan atau faktor genetik adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Itu sebabnya untuk menurunkan risiko kanker dan kemoterapi disarankan untuk mengurangi berat badan dengan cara tidak lagi mengkonsumsi makanan ya ng berlemak, produk hewani serta turunannya. Ini diyakini bisa mengurangi berat badan dan meminimalisir risiko kanker serta dampak dari kemoterapi.

2. Aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari

Untuk melawan penyakit,jangan biarkan tubuh Anda terdiam tanpa aktvitas apapun. Salah satunya adalah dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin setiap hari. Aktivitas rutin ini akan membantu pembakaran lemak dan memberikan asupan oksigen yang cukup pada tubuh.  Aktivitas ringan saja tidak perlu olahraga fisik yang berat seperti berlari, bersepeda, atau berenang.

3. Mengurangi konsumsi daging dan memperbanyak konsumsi sayuran

Ini adalah poin penting bagi Anda yang menjalani diet vegetarian. Salah satunya dengan cara mengurangi konsumsi makanan berlemak, manis, dan berpengawet. Dan memperbanyak sayuran dan buah-buahan. Selain itu juga mengurangi asupan garam ataupun makanan yang diolah dengan garam berlebih. Anda juga harus memperhatikan makanan atau camilan asin seperti keripik. Ini dapat memicu pertumbuhan sel kanker dengan cepat. Sebagai gantinya Anda dapat menjadikan buah-buahan sebagai camilan rutin.

Selain itu Anda juga bisa memaduadankan jenis sayuran dalam menu harian Anda. Misal sayuran berwarna hijau, merah atau orange, kuning, dan putih. Sayuran diyakini paling ampun untuk menghambat laju pertumbuhan sel kanker. Sayuran dan buah ini dikonsumsi bisa dengan cara dimasak menjadi sayur atau direbus bahkan bisa dengan dikukus saja. Namun pengolahannya juga harus tepat. Mulai dari memilih sayuran segar, tidak membiarkan sayuran terlalu lama disimpan di kulkas.

Sayuran yang sudah dipetik, kemudian dicuci bersih menggunakan air mengalir dan diolah dalam kondisi yang pas. Artinya jangan sampai belum matang atau matang. Di khawatirkan jika belum terlalu matang akan masih terdapat zat berbahaya, sementara jika dimasak terlalu matang nutrisi dalam sayuran akan hilang.

Sangat disarankan mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat. Kandungan asam folat sebaiknya didapat secara alami, tidak melalui suplemen atau makanan lain yang diklaim mengandung asam folat.

Buah dan sayur yang disarankan untuk diet vegetarian

1. Sayuran berwarna hijau gelap

Sayuran berdaun hijau gelap diyakini sangat cocok dikonsumsi untuk diet penderita kanker. Sayuran berdaun hijau gelap diyakini mampu melndungi organ tubuh dari persebaran sel kanker.

2. Tomat

Kadar likopen dalam tomat diyakini mampu untuk menghalau pertumbuhan sel kanker. Bukan hanya dibikin sayur, tomaat juga dapat dikonsumi sebagai jus atau bisa juga dikonsumsi langsung.

3. Brokoli

Sayuran ini mengandung senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Khasiatnya cukup banyak. Anda bisa mengolah brokoli menjadi sayuran atau mengkonsumsinya dengan cara merebus atau mengukus. Hanya saja lamanya memasak juga perlu jadi perhatian. Jangan sampai memasak terlalu matang karena dapat menghilangkan nutrisi yang terkandung dalam sayuran.  Selain brokoli kembang kol, kobis juga dipercaya menjadi menu diet vegetarian yang ampuh untuk penderita kanker selama menjalani kemoterapi.

4. Rempah-rempah

Rempah-rempah atau bumbu dapur ini bukan hanya melezatkan masakan akan tetapi juga menjadi penghalau ampuh pertumbuhan sel kanker. Jadi jangan sepelekan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan kencur. Cara mengkonsumsinya Anda bisa meramunya menjadi minuman.

Selain sayuran dan buah-buahan, yang paling penting diperhatikan adalah cara memasak dan mengkonsumsinya. Selain dicuci di bawah air mengalir cara memotongnya juga berpengaruh pada turunnya kadar nutrisi. Apalagi cara memasaknya. Untuk kubis dan brokoli misalnya, sebaiknya dimasak tidak terlalu lama agar senyawa yang dapat menghambat laju pertumbuhan kanker tidakn hilang begitu saja.

Hal yang paling penting untuk penderita kanker yang menjalani diet vegetarian adalah disiplin. Jangan sampai telat makan atau mengkonsumsi makanan yang dilarang. Anda bisa membawa air putih atau bekal potongan buah. Ketika perut terasa lapar Anda langsung dapat melahap potongan buah sebagai camilan sehat.

Baca artikel lain mengenai Berobat ke Singapura atau Malaysia

Makanan Saat Kemoterapi

Ini Dia Makanan Saat Kemoterapi Agar Asupan Gizi Tercukupi

Bagi penderita kanker, salah satu pengobatan yang lazim dijalani adalah kemoterapi. Sayangnya ketika menjalani kemoterapi, ada banyak akibat yang harus dirasakan oleh pengidap kanker. Mulai dari badan yang semakin kurus, pusing, mual dan muntah, anemia, terjadi luka dan memar pada beberapa anggota tubuh.

Risiko tersebut tidak dapat dihindari. Akan tetapi dapat diminimalisir.Kemtoerapi memang menghilangkan atau membasmi sel-sel penyebab kanker. Akan tetapi sel-sel yang masih sehat juga ikut mati. Itu sebabnya harus diimbangi dengan makanan sehat dan gizi seimbang. Tujuannya agar terhindar dari akibat-akibat tersebut.

Perlukah Diet Saat Kemoterapi?

Selain menyiapkan kondisi fisik yang prima, survivor kanker juga harus menjaga pola makan. Bukan hanya saat akan menjalani kemoterapi akan tetapi setiap hari. Keluarga penderita kanker juga harus menerapkanpola hidup sehat, karena penyakit kanker ini tidak menular namun bersifat genetik. Artinya dapat menurun. Namun hal tersebut tentu bisa diantisipasi dengan kecukupan gizi dan pola hidup yang seimbang.

Survivor kanker jelas membutuhkan diet ketat untuk melawan penyakitnya. Terlebih lagi ketika menjalani kemoterapi. Sel-sel tubuh yang sehat terancam ikut mati. Bahkan rentan menyebabkan kanker baru. Itu sebabnya diet ketat dan seimbang serta pola hidup sehat mutlak diperlukan oleh penderita kanker.

Selain itu alasan dari perlunya seorang survivor kanker untuk diet adalah dampak langsung dari kemoterapi. Seperti mual dan muntah, pusing, lemas. Jika kecukupan gizi terpenuhi maka dampak langsung tersebut tentu saja dapat diminimalisir.

Perlu diperhatikan oleh survivor kanker adalah makanan yang dikonsumsi setiap hari. Mereka harus konsekuen dan patuh untuk tidak menyentuh makanan yang dilarang. Sementara mereka juga harus memperbanyak makanan yang dianjurkan.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari untuk Penderita Kanker

Bagi penderita kanker baik yang sedang menjalani atau tidak menjalani kemoterapi, beberapa makanan yang sebaiknya dihindari antara lain:

1. Makanan yang dipanaskan berulangkali

KIta sering memanaskan makanan berulangkali. Alasannya cukup simple,”Masih enak dimakan” namun tanpa kita ketahui justru di situlah asal muasal penyakit kanker.  Nutrisi dalam makanan akan menghilang jika terlalu sering dipanaskan. Tentu saja tidak baik untuk tubuh apalagi untuk mereka yang sedang berjuang melawan kanker.

2. Makanan berpengawet

Makanan berpengawet seperti sosis, kentang frozen, nugget, kornet sering jadi pilihan karena praktis. Padahal di balik kepraktisan tersebut bisa menyebabkan penyakit dan menurunkan daya tahan tubuh. Padahal untuk penderita kanker membutuhkan stamina yang kuat untuk menjalani serangkaian pengobatan. Kandungan senyawa dalam makanan berpengawet ini disebut juga menjadi pemicu penyakit, salah satunya kanker. Jadi sebaiknya untuk penderita kanker menghindari sama sekali makanan berpengawet ini. Sebagai gantinya bisa mengkonsumsi makanan segar.

3. Minuman ringan atau bersoda

Ini jelas wajb dihindari oleh penderita kanker. Sama dengan makanan berpengawet minuman bersoda atau minuman ringan mengandung senyawa yang dapat menyuburkan sel-sel kanker. Tentu tidak seimbang jika di satu sisi sel kanker dimatikan atau dihentikan pertumbuhan sel-sel kanker namun di sisi lain masih ‘disuburkan’ dengan minuman bersoda. Sebagai gantinya sangat disarankan untuk penderita kanker mengkonsumsi jus buah secara rutin. Tentu saja jus buah murni ya, tanpa tambahan pemanis atau susu.

Cara Menjaga Asupan Gizi Selama Menjalani Kemoterapi

Selama menjalani kemoterapi, survivor kanker seringkali merasakan banyak efek samping. Itu sebabnya asupan gizi selama kemoterapi harus dijaga. Selain itu survivor atau penderita juga harus menjaga stamina fisik, dengan cara istirahat yang cukup dan olahraga secara rutin.

Gizi yang tercukupi juga akan meminimalisir efek samping dari kemoterapi. Baik selama menjalani kemoterapi ataupun sesudah menjalani kemoterapi. Berikut ini cara menjaga asupan gizi selama menjalani kemoterapi.

1. Rutin minum air putih

Akan ada banyak cairan yang hilang selama menjalani kemoterapi. Itu sebabnya cukupilah kebutuhan cairan Anda dengan rutin mengkonsumsi air putih. Anda tidak disarankan untukmengkonsumsi air soda. Namun Anda tetap boleh mengkonsumsi teh panas dalam batas yang wajar, semisal maksimal dua cangkir teh setiap hari. Sisanya, akrabkanlah diri Anda dengan air putih.

2. Cukup serat

Salah satu efek samping dari kemoterapi adalah sembelit. Untuk menghindari hal tersebut, cukupilah kebutuhan serat Anda. Caranya dengan banyak mengkonsumsi sayuran hijau, buah-buahan secara rutin. Usahakan sayuran selalu ada dalam menu makan pagi, siang, dan malam. Anda juga bisa menjadikan buah-buahan sebagai camilan ketika lapar. Jika berpergian, Anda bisa membawa potongan buah dalam kotak bekal sehingga mudah untuk mengkonsumsinya.

3. Makan teratur

Selain menjaga menu makanan, Anda juga perlu menjaga pola makan dan makan secara teratur. Misal makan pagi rutin pukul 07.00 artinya setiap hari wajib makan di waktu tersebut. Tujuannya agar stamina tubuh tetap terjaga dan menghindari perubahan rasa atau selera makan. Salah satu efek dari kemoterapi adalah perubahan selera makan. Jam makan yang teratur akan meminimalisir dampak tersebut.

4. Masak makanan dengan matang sempurna

Selain sayuran hijau, kebutuhan gizi pasien penderita kanker adalah asupan protein hewani yang cukup. Ini bisa didapat dari unggas dan ikan. Namun dalam proses memasaknya harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai dikonsumsi dalam kondisi belum terlalu matang, atau terlalu matang. Makanan yang dimasak harus dalam keadaan matang yang pas.  Jangan lupa jangan terlalu sering memanaskan makanan. Karena akan kehilangan banyak nutrisi.Maksimal makanan dihidangkan 24 jam setelah dimasak. Namun sebisa mungkin untuk penderita kanker harus sering berganti menu makan yang segar atau baru dimasak.

5. Konsumsi makanan berkuah

Salah satu efek dari kemoterapi adalah mulut kering. Untuk menghindari hal tersebut selain cukup mengkonsumsi air putih, sebaiknya juga mengkonsumsi makanan berkuah. Agar tetap terjaga kondisi tubuh dan terhindar dari efek samping mulut kering. Selain itu juga membatasi bahkan sebisa mungkin menghindari makanan atau minuman yang mengandung gula. Minuman yang mengandung gula hanya membantu menghilangkan rasa haus sejenak.

Melakukan Olahraga untuk Pasien Kanker

Selain menjaga pola makan, mengatur gizi hal lain yang harus diperhatikan adalah melakukan kegiatan fisik. Ini bisa berupa olahraga ringan atau kegiatan fisik ringan lainnya. Jangan sampai memanjakan diri dengan bermalas-malasan karena akan menyebabkan tunuh terasa semakin sakit.

Olahraga ringan bisa dengan berjalan kaki di pagi hari secara rutin. Durasinya pun bisa ditambah, misal hari ini 15 menit, besok 20 menit, lalu semakin hari terus bertambah. Latihan fisik rutin akan membuat tubuh terasa bugar dan meminimalisir dampak dari kemoterapi.

Olahraga atau kegiatan fisik akan membuat kebutuhan oksigen dalam tubuh terpenuhi. Tubuh yang memiliki oksigen cukup dan gizi yang seimbang akan membuat sel kanker enggan bertahan lama atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Jika ini rutin dilakukan maka bibit sel kanker yang belum tumbuh perlahan akan mati.

Baca artikel lain mengenai Berobat ke Singapura atau Malaysia

Biaya Pengobatan Kanker

Tips Mengatasi Biaya Pengobatan Kanker untuk Pasien Kurang Mampu

Kanker merupakan salah satu jenis penyakit mahal karena besarnya biaya perawatan hingga penyembuhannya. Menurut YKI (Yayasan Kanker Indonesia), biaya yang dibutuhkan untuk perawatan kanker jauh lebih besar dibandingkan dengan biaya perawatan penyakit stroke. Mahalnya biaya pengobatan kanker tentunya menjadi momok mengerikan bagi pasien kurang mampu. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, di negara lain pun mengalami masalah yang sama terkait mahalnya biaya pengobatan kanker.

Hal yang Dilakukan Pasien Kurang Mampu Ketika Tak Mampu Berobat

Seperti yang kita ketahui, kanker mempunyai cara pengobatan yang sangat bervariatif. Mulai dari kemoterapi, radiologi, hingga operasi bedah. Para peneliti bahkan mulai menerapkan temuan terbaru terkait terapi imun bagi penderita kanker. Hal ini guna menemukan teknik pengobatan yang lebih efektif serta efisien. Meskipun pada akhirnya, biaya yang dibutuhkan tetaplah besar.

Pasien dari keluarga kurang mampu biasanya tidak lagi bisa mengupayakan kesembuhan dengan berobat ke rumah sakit. Beberapa pasien bahkan hanya melakukan pengobatan alternatif yang lebih terjangkau. Tentunya kenyataan ini sangatlah memilukan, karena setiap orang berhak untuk mempertahankan kehidupannya. Tidak terkecuali bagi mereka yang mampu secara ekonomi maupun lemah dari segi finansial.

Tips Sembuh dari Kanker untuk Pasien Kurang Mampu

Penyakit kanker selain mahal pengobatannya, tentunya juga tergolong sulit penyembuhannya. Terlebih apabila kanker tidak terdeteksi sejak awal. tentunya butuh waktu dan biaya yang lebih untuk bertahan melawan kanker. Bagi pasien yang kurang mampu atau lemah dari segi finansial, cara ini bisa dicoba untuk bisa sembuh dari kanker:

1. Mencoba Pengobatan Alternatif

Meskipun tidak mampu melakukan perawatan sebagai upaya penyembuhan kanker, jangan pernah menyerah untuk memperjuangkan kehidupan anda. Mencoba pengoban alternatif tanpa sentuhan teknologi maupun obat kimia dirasa bisa membuat pasien bertahan lebih lama. Berbeda dari kemoterapi yang berbiaya tinggi, pengobatan alternatif ini cukup terjangkau dari segi biaya. Jika kemoterapi menggunakan obat – obatan kimia, maka pengobatan alternatif untuk kanker ini hanya menggunakan olahan rempah, tumbuhan dan bahan alami lainnya.

Meskipun sekilas terlihat menguntungkan, namun pengobatan alternatif ini tidak bisa dibuktikan secara medis benar – benar bisa menyembuhkan kanker. Dalam beberapa kasus, pasien yang mengkonsumsi obat alami juga tetap melakukan kemoterapi. Hal ini dimaksudkan supaya hasil yang didapatkan lebih maksimal.

2. Pengajuan Bantuan Kepada Pihak Terkait

Masyarakat Indonesia agaknya perlu bernafas lebih lega. Yayasan Kanker Indonesia atau lebih dikenal dengan sebutan YKI ini sebenarnya sudah beroperasi sejak tahun 1998. Meskipun begitu, tidak semua orang mengetahui eksistensi yayasan ini. Program yang diusung oleh YKI salah satunya yakni Patients Asistance Program (PAP).

Program ini berupa santunan keringanan biaya pasien kanker selama melakukan perawatan kemoterapi. Jadi masyarakat yang tidak tercover dalam jaminan kesehatan nasional dapat mengajukan program bantuan kepada YKI. Berikut ini tahapan pengajuan bantuan pengobatan pasien kanker kurang mampu :

  1. Pasien kanker harus dilengkapi dengan rujukan dokter onkologi beserta resepnya
  2. Melengkapi berkas pengajuan seperti surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan oleh tempat tinggal pasien
  3. Mengisi formulir
  4. Proses varifikasi dan seleksi

3. Galang Dana Sosial

Meskipun pasien kurang mampu bisa mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan nasional (JKN), namun realitanya beberapa kendala membuat pasien kurang mampu tidak mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya. Kasus terbanyak yakni tidak tersedianya obat tertentu yang ditanggung oleh JKN. Jika anda benar – benar tidak lagi sanggup membayar biaya perawatan medis, anda bisa melakukan proses galang dana sosial melalui bantuan LSM maupun organisasi semacamnya.

4. Terdaftar Sebagai Peserta Asuransi Kesehatan

Kesehatan anda telah terjamin dimasa mendatang. Untuk kali ini hanya bisa berlaku bagi anda yang terdaftar dalam asuransi kesehatan. Umumnya masyarakat telah mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS karena beragam pertimbangan. Salah satunya yakni BPJS mempunyai tanggungan biaya yang bisa terjangkau oleh orang berpenghasilan menengah.

Seberapa Membantu Asuransi Kesehatan bagi Pasien Kanker?

Asuransi kesehatan setidaknya bisa menanggung besarnya biaya pengobatan kanker. Namun untuk dapat mendapatkan klaim asuransi kesehatan ini tentunya anda harus mendaftarkan diri bahkan sebelum anda sakit. Kesehatan tentunya tidak bisa diprediksi secara pasti, ada baiknya anda mempersiapkan segalanya apabila ada hal yang kurang baik terjadi dikemudian hari.

Dengan mempunyai asuransi kesehatan, pasien kanker setidaknya akan sangat terbantu memulai perawatan hingga penyembuhan dari penyakit kanker. Sisihkan pendapatan anda untuk menjamin kesehatan anda dikemudian hari. Salah satu cara yang tepat yakni dengan mengangsuransikannya. Meskipun asuransi kesehatan begitu penting, anda tetap harus selektif menggunakan jasa yang tepat. Berikut ini tips mudah menetapkan asuransi yang paling tepat untuk jaminan kesehatan anda dikemudian hari:

1. Ikut Asuransi Kesehatan Tidak Harus Menunggu Sakit

Bagi penderita kanker tentu tidak bisa mengikuti asuransi kesehatan setelah ia terdiagnosa menderita kanker. Asuransi ini hanya bisa anda ikuti ketika anda sehat, sedangkan penggunaannya bisa dimulai ketika anda sakit. Meskipun tidak ada satupun orang yang berencana untuk sakit dikemudian hari, setidaknya asuransi kesehatan adalah upaya antisipasi jika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.

Anda bisa menganggap asuransi kesehatan ini sebagai investasi kehidupan anda. Tidak ada yang lebih penting dari kesehatan anda, karena tanpa kesehatan, banyak hal terlihat tak bermakna lagi. Uang yang anda sisihkan saat ini masih bisa dicari, namun kesehatan anda dikemudian hari tidak ada yang bisa menjamin pasti.

2. Pilih Jangka Waktu yang Paling Pendek

Dalam tahap ini anda harus memahami apa itu Pre Exiting Condition dan masa tunggu dari asuransi kesehatan yang anda pilih. Tidak jarang seseorang mengikuti asuransi tanpa memastikan detail kapan pre exitng condition dan masa tunggu berlakunya asuransi tersebut. Pada umumnya, perusahaan jasa asuransi akan menetapkan kapan waktu tunggu perlindungan asuransi kesehatan bisa berlaku.

Hal terpenting dalam tahap ini yakni proses klaim biasanya diberikah kepada nasabah setelah waktu tunggu tersebut berakhir. Antar satu perusahaan dan lainnya tentu saja mempunyai tawaran yang berbeda. Pertimbangkan betul fasilitas yang paling tepat untuk anda. Salah satu pertimbangannya yakni jangka waktu yang paling pendek.

3. Pelajari Betul Sistem Klaim dan Syaratnya

Ketika anda akan menggunakan jasa asuransi, salah satu hal yang tidak boleh luput yakni memahami sistem klaim hingga syarat nantinya. Hal ini sangatlah penting karena akan sangat merugi jika anda bertahun – tahun menyisihkan uang untuk membayar asuransi namun nyatanya ketika anda sakit justru tidak dapat memudahkan anda mendapatkan pelayanan kesehatan secara layak. Beberapa keunggulan yang sering menjadi pertimbangan menggunakan asuransi diperusahaan tertentu yakni karena adanya fasilitas double claim.

Anda juga harus menanyakan apa saja kriteria kondisi gawat darurat yang ditetapkan oleh pihak perusahaan. Setelah itu, lihat kembali daftar rumah sakit mana saja yang menerima anda nantinya. Beberapa perusahaan ada yang menetapkan sebelum pasien mendapatkan perawatan darurat, mestinya melewati perawatan primer terlebih dahulu. Hal ini perlu anda tanyakan terlebih dahulu kepada pihak perusahaan. Terkait proses klaim nantinya anda akan menemui sistem reimburse, cash plan hingga sesuai nominal dari tagihan yang anda dapatkan nantinya. Sangat disarankan anda memilih sistem klaim sesuai nominal tagihan bukan sesuai reimburse.

4. Hindari Jenis Asuransi Plus Investasi

Pernahkah anda tergoda untuk memilih asuransi yang dilengkapi dengan fasilitas investasi? Jika anda sudah terjamin sehat selamanya, mungkin jenis asuransi ini cukup menguntungkan. Namun apabila melihat dari fungsi asuransi tersebut, rasanya anda perlu mempertimbangkan kembali untuk memilih asuransi plus investasi.

Umumnya, kebanyakan orang akan memilih asuransi murni, terlebih apabila didalamnya terdapat layanan tambahan seperti rehabilitasi alkohol, konseling, perawatan rumah tangga hingga perawatan kesehatan mental keluarga. Penyakit kanker bisa datang tanpa terduga, dengan mengkuti asuransi itu sudah menjadi bentuk investasi bagi kehidupan dan kesehatan anda.

Baca artikel lain mengenai Madu dan Bawang Putih untuk Kanker

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor