Olahraga untuk Penderita Kanker

Tak perlu Khawatir, Ini 4 Olahraga untuk Penderita Kanker yang Sesuai

Tidak jarang penderita kanker merasa pesimis dengan penyakitnya. Kanker memang penyakit yang mematikan, pengobatannya pun berisiko. Bukan berarti kanker tidak dapat dilawan dan disembuhkan. Selain pengobatan baik medis ataupun tradisional, faktor yang paling mendukung adalah pengobatan dari diri pasien.

Artinya rentetan pengobatan yang dilakukan oleh pasien juga harus didkukung oleh kemauan keras untuk sembuh.  Mengubah pola hidup sehat dengan mengatur pola makan adalah hal yang paling mungkin dilakukan oleh penderita kanker. Pasien kanker sangat disarankan untuk menghindari makanan-makanan yang bisa jadi pemicu berkembangnya sel kanker seperti makanan berlemak, makanan manis, makanan berpengawet,  dan minuman yang mengandung alkohol. Gaya hidup punjuga harus diubah seperti menghentikan kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan merokok.

Selain makanan, faktor lain yang harus diperhatikan adalah olahraga teratur. Selain itu, juga menghindari diri dari stress berkepajangan. Pasien kanker perlu mensugesti dan menyemangati diri sendiri agar bisa sembuh dan terbebas dari kanker. Terhindar dari stress sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran penyembuhan kanker. Stress secara tidak langsung berdampak pada perkembangan dan penyebaran sel kanker lebih cepat.

Olahraga untuk Pasien Kanker, Kenapa Tidak?

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah olahraga teratur. Pasien kanker memerlukan pasokan oksigen yang cukup dalam tubuhnya. Sel kanker tidak mampu bertahan lama dalam tubuh yang memiliki oksigen yang cukup. Pada akhirnya sel kanker akan mati dan tubuh terbebas dari penyakit yang mematikan itu. Pasien kanker hanya perlu menjalani olahraga ringan dan rutin untuk mencukupi pasokan oksigen dalam tubuh. Tidak perlu khawatir, olahraga tidak akan membuat pasien semakin parah asal dijalankan dengan proporsional.

Pada pasien kanker paru misalnya. Seringkali dikhawatirkan pasien yang mengidap kanker paru akan kesulitan jika berolahraga. Alasannya karena dikhawatirkan akan mengalami sesak nafas atau badan yang lemas. Tak perlu khawatir. Olaharaga bagi pasien kanker paru bisa dilakukan sebentar saja, misal 30 menit sekali berolahraga.

Bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan oksigen, olahraga untuk pasien kanker juga berfungsi untuk menyeimbangkan tubuh dari efek kemoterapi. Olahraga pada pasien kanker juga berfungsi untuk meningkatkan atau menambah imun tubuh, menguatkan otot,  dan mencegah penurunan berat badan. Jika badan atau fisik pasien kanker prima maka sel kanker tidak akan bertahan lama dan kecil kemungkinan akan kambuh di kemudian hari.

Aturan Main Olahraga untuk Pasien Kanker

Terlalu sering berdiam diri atau beristirahat sepanjang hari membuat tubuh merasa pegal.  Tubuh yang seharusnya bergerak harus diam dan tidak beraktivitas. Dalam kondisi seperti itulah sangat mungkin sel kanker justru semakin tumbuh dan berkembang. Aktivitas fisik ringan diperlukan agar pengobatan tak sia-sia.

Pasien kanker memang dianjurkan untuk berolahraga. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum pasien kanker berolahraga. Tidak bisa sembarangan olahraga bisa dilakukan oleh pasien kanker. Pasien kanker harus memperhatikan kondisi fisiknya. Ketika sedang lemah sebaiknya jangan dipaksakan untuk berolahraga. Jenis olahraga yang dipilihpun disesuaikan dengan golongan kanker atau stadium kanker yang diidap.

Pasien kanker bisa memulai olahraga secara perlahan. Misal dengan melakukan aktivitas ringan seperti menyapu ruangan dalam rumah atau sekadar menggerak-gerakan anggota tubuh di pagi hari. Tidak perlu lama, cukup 15-20 menit dalam sehari. Secara perlahan tingkatkan frekuensi sampai pasien kanker menemukan porsi olahraga yang sesuai.

Lakukan olahraga tsersebut dengan hati senang. Bisa dilakukan di rumah atau berjalan-jalan pagi di sekitar tempat tinggal. Pasien juga bisa berolahraga sembari mendengarkan musik favorit atau ditemani oleh anggota keluarga lainnya. Selain itu, perlu diperhatikan kenyamanan terhadap pakaian yang dikenakan dan banyak meminum air putih agar terhindar dari dehidrasi.

Agar tubuh tidak kaget, sebaiknya lakukan pemanasan ringan dengan menggerak-gerakan tangan, kaki, dan kepala sebelum berolahraga. Lalu ketika olahraga selesai, lakukan pula pendinginan. Tak perlu melakukan olahraga yang berisiko tinggi dan gerakan yang berlebih.  Anda bisa melakukan olahraga dengan gerakan ringan seperti yoga atau taichi. Olahraga juga mampu meredam stress yang dialami pasien sehingga pengobatan pun bisa lancar tanpa ada kendala.

Selain itu, perlu juga diperhatikan jenis pengobatan yang sedang dijalani. Misal ketika sedang menjalani radioterapi, sebaiknya menghindari olahraga renang. Kaporit yang ada pada kolam renang dikhwatirkan membuat pengobatan radioterapi tidak berjalan efektif.

Jenis Olahraga yang Sesuai untuk Pasien Kanker

Tidak semua olahraga sesuai untuk pasien kanker. Olahraga ringan dengan gerakan perlahan sangat disarankan untuk pasien kanker. Berikut ini jenis olahraga yang cocok dilakukan oleh pasien kanker.

1. Joging atau Berlari

Olahraga ringan ini sangat disarankan untuk pasien kanker. Tidak perlu berlari kencang, pasien kanker bisa lari kecil asal dengan kecepatan yang stabil dan menyesuaiakan kondisi pasien. Pasien kanker hanya memerlukan waktu lebih kurang 45 menit untuk melakukan olahraga ini. Keringat yang dihasilkan akan membantu mengeluarkan racun-racun yang ada dalam tubuh pasien. Olahraga ini bisa dilakukan dua kali dalam sepekan. Namun perlu diingat pasien juga harus melihat kondisi tubuhnya. Jika tidak memungkinkan joging sebaiknya tidak dilakukan terlebih dahulu.

2. Berjalan

Jenis olahraga ini paling mudah dilakukan oleh siapa saja. Pasien kanker bisa melakukannya setiap pagi setelah subuh. Berjalan pagi lebih kurang 30 menit setiap hari diyakini mampu mencukupi kebutuhan oksigen dalam tubuh. Pasien pun akan merasa tubuhnya lebih bugar karena sudah bergerak ringan setiap hari.

Berjalan juga bisa dilakukan ketika hendak melakukan aktivitas ringan lainnya. Misal naik turun tangga atau berjalan kaki ketika keluar rumah dalam jarak dekat.

3. Taichi

Jenis olahraga asal Tiongkok ini sangat disarankan untuk penderita kanker. Gerakannya yang perlahan dan teknik mengatur nafas diyakini cocok untuk pasien kanker. Jenis olahraga yang juga beladiri ini diyakini mampu mencegah pertumbuhan kanker. Bukan hanya pasien kanker, mereka yang berpotensi terkena kanker juga bisa melakukan olahraga ini agar terhidar dari penyakit mematikan ini.  Taichi biasa dilakukan berkelompok. Anda juga bisa melakukannya sendiri di rumah. Namun untuk pertama kali sebaiknya mengikuti kelas Taichi terlebih dahulu untuk mengetahui teknik yang benar.

4. Yoga

Tren olahraga pernafasan ini belum habis. Yoga adalah olahraga yang baik untuk pikiran, jiwa, dan tubuh. Olahraga ini sangat efektif untuk menjaga kebugaran tubuh dan menjauhkan diri dari stress. Latihan yoga secara teratur mampu menghilangkan racun-racun dalam tubuh.  Olahraga ini juga tanpa kompetisi yang dapat merangsang stress dan emosi. Itu sebabnya yoga sangat cocok untuk penderita kanker.

Sama dengan taichi, jika pertama kali melakukan yoga sebaiknya mengikuti kelas atau memanggil isntruktur lebih dulu. Agar mendapatkan teknik yang benar dan sesuai.

Selain olahraga tersebut di atas, pasien kanker juga bisa melakukan aktivitas ringan dan menyenangkan seperti berkebun atau menyapu bagian dalam rumah. Akivitas ringan tersebut juga bisa sebagai olahraga agar tubuh tidak kaku dan lebih rileks.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Pepaya untuk Kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − twelve =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.