Olahraga Pasca Kemoterapi

Olahraga Pasca Kemoterapi Untuk Meredakan Efek Samping

Kanker bisa dibilang penyakit yang paling mematikan.  Jumlah penderitanya bisa dibilang cukup tinggi di Indonesia. Misal kanker serviks adalah pembunuh nomor satu bagi perempuan.  Sampai saat ini untuk pengobatan kanker, yaitu kemoterapi atau pengobatan alternatif seperti obat-obatan herbal.

Sampai sekarang kemoterapi adalah pengobatan kanker yang hampir dijalani oleh semua penderita kanker. Ada pengobatan lain dengan efek samping minimal, tentu saja membutuhkan biaya mahal dan biasanya dilakukan di luar negeri. Lain halnya dengan kemoterapi, kendati mahal, tetapi masih terjangkau dan bisa dilakukan di dalam negeri.

Pengobatan kemoterapi bukan berarti tanpa efek samping. Ada akibat yang dirasakan oleh tubuh penderita pasca menjalani kemoterapi.  Misal badan terasa lemas, mual dan muntah, sakit pada persendian, rambut rontok, pusing, mulut terasa kering, dan lain-lain.

Dampak tersebut timbul karena sinar kemoterapi bukan hanya mematikan sel kanker akan tetapi juga mematikan sel-sel yang masih sehat.  Itu sebabnya daya tahan tubuh seseorang mulai menurun setelah menjalani kemoterapi.

Itu sebabnya penderita kanker yang menjalani kemoterapi harus dalam kondisi tubuh yang fit dan sehat. Untuk mengkondisikan tubuh fit diperlukan pola hidup yang sehat. Misalnya saja menjaga pola makan, asupan makanan dan gizi, serta olahraga teratur. Paduan ketiga hal ini akan meminimalisir efek samping dari kemoterapi.

Pola Hidup Sehat Untuk Pasien Kanker

Sel kanker tubuh subur pada kondisi tubuh yang kurang oksigen.  Demikian juga pada tubuh yang tidak memiliki asupan gizi yang cukup. Itu sebabnya pasien kanker disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat. Apalagi jika kanker yang diderita masih pada stadium awal. Belum terlambat untuk menerapkan pola hidup sehat agar sel-sel kanker di dalam tubuh melemah dan pada akhirnya mati.

Paling utama adalah menjaga tubuh agar tetap fit melalui asupan makanan memperbanyak buah dan sayur yang mengandung asam folat serta memperbanyak konsumsi air putih agar kecukupan cairan dalam tubuh tetap terjaga.  Pasien kanker sebaiknya juga menghindari makanan berpengawet, makanan berlemak, dan makanan instan. Pasalnya makanan tersebut ibarat ‘gizi’ bagi sel kanker untuk tumbuh bebas dalam tubuh.

Tubuh pasien yang kaya oksgen akan mampu mencegah pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh. Kecukupan oksigen tersebut bisa diperoleh dari asupan makanan bergizi, pola istirahatcukup, dan olahraga untuk mengimbangi semuanya.

Tidak perlu olahraga berat, cukup melakukan olahraga ringan, namun rutin bisa membantu tubuh menjadi lebih sehat dan kuat. Misal dengan berjalan kaki setiap pagi, atau menggerak-gerakkan badan sebentar.  Namun perlu diingat aktivitas fisik berlebih juga tidak disarankan untuk pasien kanker.

Jenis Olahraga Untuk Penderita Kanker

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang paling banyak digunakan oleh pasien. Kendati demikian, kemoterapi memiliki efek samping pada tubuh. Misalnya nafsu makan menurun, bibir atau mulut terasa kering, badan terasa nyeri, pembengkakan di beberapa bagian, mual dan muntah, dn lain-lain.

Efek samping ini bukan berarti tidak dapat ditanggulangi. Bisa saja dicegah atau diminimalisir dengan cara menjaga tubuh tetap fit dengan asupan gizi yang cukup dan pola hidup yang seimbang. Salah satunya adalah olahraga yang disinyalir mampu cukup efektif untuk meredakan efek samping dari kemoterapi.

Jenis olahraga ringan yang cocok diterapkan untuk penderita kanker  yang sedang menjalani kemoterapi antara lain:

1. Joging

 Berjalan kaki atau joging rutin. Tidak perlu lama cukup 45 menit  tiga kali seminggu atau 30 menit setiap hari. Olahraga ringan tersebut mampu meredakan efek samping dari kemoterapi. Olahraga rutin berjalan kaki ini termasuk jenis olahraga yang melatih kardio. Efeknya kalori banyak terbakar dan timbunan lemak jahat yang menjadi lahan subur tempat tumbuhnya sel kanker luruh.

Selain itu latihan kardio rutin juga mampu mencegah kanker muncul kembali. Efek lainnya adalah membuat fisik semakin kuat dan sehat setelah menjalani kemoterapi.

2. Yoga

Pasca menjalani kemoterapi seringkali pasien merasakan nyeri dan sakit di sekujur tubuh atau di bagian tubuh tertentu. Untuk mengatasi hal tersebut, pasien bisa berlatih yoga secara rutin. Banyak klub yoga di buka atau jika tidak bisa mengikuti tutorial di Youtube atau dengan CD khusus Yoga. Latihan Yoga diyakini mampu mengembalikan kelenturan tubuh saat usai menjalani kemoterapi atau operasi.

Selain itu Yoga juga bisa melatih pernapasan dan mencukupi kadar oksigen dalam tubuh. Sebagaimana diketahui, tubuh dengan kecukupan oksigen akan melumpuhkan sel-sel kanker. Selain itu juga menjaga agar sel-sel yang sehat tidak ikut terbasmi ketika menjalani kemoterapi.

3. Latihan Beban

Salah satu efek samping dari kemoterapi adalah persendian yang sakit dan tulang yang terasa linu. Untuk mengatasi hal tersebut, pasien bisa rutin berlatih beban. Tak perlu terlalu berat, cukup 15 -30 menit sehari bisa mampu meredakan rasa sakit yang diderita pasca kemoterapi. Rasa sakit pasca kemoterapi tidak bisa hanya didiamkan begitu saja. Sakit tersebut harus dilawan, agar tidak menjalar ke bagian tubuh lain.

4. Senam

Olahraga ringan lain yang bisa meringankan rasa sakit pasca kemoterapi adalah senam. Senam ringan selama 60 menit mampu meredakan rasa sakit pasca menjalani kemoterapi. Itu sebabnya pasien kanker juga  diasarankan mengikuti senam ringan agar otot-otot tubuh tidak kaku dan menglami sakit pasca menjalani kemoterapi.

Mengapa Olahraga Baik Untuk Pasien Kanker?

Olahraga ringan seperti di atas mampu meningkatkan massa otot serta melatih keseimbangan. Berjalan kaki atau lari-lari kecil juga dapat menguatkan otot kaki dan membantu mengurangi toksisitas akibat dari kemoterapi.

Pasien yang mengalami efek samping dari kemoterapi sering kali merasa tidak kuat bahkan tidak melanjutkan pengobatan tersebut. Bahkan dokter harus mengurangi dosis obat kemoterapi yang diberikan.  Olahraga mampu mengatasi berbagai keluhan tersebut dan pasien tetap mampu menjalani kemoterapi dengan efek samping yang sedikit atau tidak merasakanefek samping sama sekali.

Olahraga juga mampu memperlancar aliran darah sehingga obat kanker dapat menyebar dan bekerja efektif. Olahraga juga memberikan pasoka oksigen yang menjadi musuh utama sel kanker. Tubuh yang cukup pasokan oksigen akan membuat sel kanker tidak dapat tubuh.

Apalagi ketika menjalani kemoterapi seringkali sel sehat juga ikut terbunuh. Jika dengan olahraga, maka kecukupan oksigen terpenuhi sehingga pengobatan bisa lebih efektif. Namun demikian pasien juga harus menjaga diri sendiri dengan tidak berolahraga berat seperti badminton, bola basket atau lari jarak jauh.  Pasien juga bisa berkonsultasi dengan dokter tentang olahraga yang sesuai dengan mereka.

Tentu saja olahraga ini juga diimbangi dengan pola hidup sehat lainnya seperti pola makan dan istirahat yang cukup. Olahraga rutin juga mampu mengurangi rasa sakit pasien ketika menjalani kemoterapii.Kuncinya selama menjalani kemoterapi pasien kanker harus konsisten menjalankan pola hidup sehat termasuk berolahraga ringan secara rutin.

Baca artikel lain mengenai Pemeriksaan PET Scan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.