Menu Diet Kanker

Inilah Contoh Menu Diet Kanker Selama Jalani Kemoterapi

Konsumsi menu diet kanker kaya gizi sangat dianjurkan bagi seorang cancer survivor. Dengan nutrisi makanan yang lengkap, survivor akan mampu melawan jaringan kanker. Sebaliknya pola makan tak seimbang justru membuat sel-sel abnormal tadi semakin berbahaya.

Keluarga adalah dukungan terbesar dalam pengobatan kanker. Suatu bentuk perhatian sederhana ialah menyiapkan menu makanan khusus yang aman dikonsumsi. Sebab ketika menjalani kemoterapi secara rutin, kondisi tubuh pasien harus selalu kuat dan stabil. Karenanya apa yang dimakan setiap hari bisa sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan pasien setiap harinya.

Atas kebutuhan itulah menu diet kanker menjadi bagian dari perbaikan pola makan yang jauh lebih sehat. Ketersediaan menu makanan khusus bagi pasien kanker tentu juga perlu didukung oleh keluarga terdekat. Perjuangan melawan kanker memang tidak mudah karena makanan biasa sekalipun dapat menjadi obat namun sekaligus juga racun berbahaya.

Ketika menyiapkan menu diet kanker mulailah dengan ‘mengharamkan’ bahan makanan berikut ini termasuk cara mengolahnya. Antara lain penguat rasa (MSG), pemanis buatan, pewarna, lemak hewani, dengan pengolahan berikut ini.

1. Makanan Dipanaskan Hingga Berulang Kali

Pemilihan menu makanan yang diberikan pada pasien kanker harus terjamin segar. Hindari memanaskan makanan sampai berulang kali karena cara ini akan merusak zat-zat nutrisinya.  Begitupun ketika makan di luar, usahakan tidak membeli makanan yang dihangatkan berulang, seperti nasi padang atau nasi rames.

2. Pengawet Makanan Penyebab Kanker di Pencernaan

Jenis makanan jadi berpengawet atau frozen food, makanan kaleng, dan minuman kemasan tak boleh lagi dikonsumsi. Seringkali sodium benzoat yang terkandung di dalam produk olahan dan minuman sudah melebihi batas aman bagi kesehatan.

Penelitian juga menemukan bahwa makanan ringan kemasan mengandung lebih banyak senyawa pemicu kanker. Bahan pembungkus atau kemasan vinil kloridanya pun mengandung senyawa karsinogen berbahaya.

3. Jauhkan Pemanis Buatan, Aspartam Itu Zat Favorit Kanker

Bahan pemanis buatan atau aspartam umumnya terdapat di dalam minuman ringan. Aspartam inilah yang kerap diduga kuat memicu kanker terutama pada anak-anak. Sebab itu minuman ringan kemasan dalam bentuk apapun tidak boleh lagi dikonsumsi oleh penderita kanker.

4. Daging Merah Aktif Suburkan Sel-sel Kanker

Lingkungan tubuh yang asam akibat konsumsi daging merah perlahan menurunkan imunitas, sehingga sel kanker tumbuh dengan bebas di organ vital. Selain itu, karsonogenetis kerap ditemukan pada daging merah berlemak yang dibakar, ataupun diawetkan. Kornet kalengan dan sosis misalnya diyakini mengandung zat sodium nitrit berkadar tinggi, dimana zat ini adalah pemicu keganasan sel-sel kanker lambung.

Tips Memilih Menu Harian Untuk Penderita Kanker

Setelah memastikan apa saja yang tidak layak dikonsumsi, maka sebaliknya, catat apa saja makanan terbaik untuk melawan kanker. Makanan-makanan alami dapat menurunkan risiko kanker berbagai tipe. Penelitian menunjukkan bahwa bahan makanan berbasis tumbuhan, baik itu buah-buahan dan sayur berbagai warna, setidaknya perlu dikonsumsi sebanyak 9 porsi per hari. Sumber vitamin dan juga mineral dari tumbuhan sangat penting bagi daya tahan tubuh.

Menu harian untuk penderita kanker selayaknya terbuat dari bahan-bahan yang segar, dicuci dalam air mengalir supaya pestisida hilang, kemudian diolah tanpa terlalu banyak bumbu. Saat memasak pastikan hanya memakai sedikit minyak antara lain gunakan minyak jagung atau minyak zaitun (olive oil).  Begitu juga saat merebus sayuran sebaiknya tak terlalu lama untuk menjaga nutrisi di dalamnya. Steam atau kukus lebih dianjurkan. Metode lain seperti memanggang ikan hindari sampai kehitaman atau terlihat gosong. Pemilihan jenis ikan tertentu sebagai sumber protein disarankan bila ingin mengganti konsumsi daging ayam maupun daging merah lainnya.

Tentunya makanan sehat penderita kanker akan berperan penting selama proses penyembuhan. Menu diet kanker yang tepat memenuhi keseimbangan gizi untuk menangkal risiko kanker tersebut. Oleh karena itu, tidak benar kalau pasien kanker hanya diperbolehkan makan sayur dan buah terus-menerus. Pasien kanker harus dalam kondisi fit sepanjang waktu, sehingga mereka membutuhkan nutrisi yang beragam misalkan dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Sumber karbohidrat dapat diperoleh dari nasi merah, umbu-umbian, jagung, bihun, dan sebagainya. Protein berasal dari lauk-pauk seperti ikan tuna, dori, atau salmon, telur, dada ayam tanpa lemak. Protein alami tetap penting fungsinya sebagai sel pembangun yang dapat mengganti kerusakan sel-sel akibat kanker maupun kemoterapi. Tak perlu ragu akan kandungan protein seperti juga lemak selama tepat batas. Terdapat tiga jenis lemak yang masih baik dikonsumsi, yaitu sepuluh persen lemak tidak jenuh tunggal dari kacang-kacangan dan beberapa jenis ikan laut.

Menu Harian Penderita Kanker Selama Jalani Kemoterapi

Setelah tahapan kemoterapi dilalui seringkali pasien mengalami berbagai efek samping seperti mual, kelelahan, sariawan, mulut kering, dan hilang selera makan. Dalam kondisi inilah pola makan sehat akan sangat membantu pasien untuk mengatasi ketidaknyamanan di tubuhnya.

Dalam menu harian penderita kanker, pasien yang baru saja menjalani radioterapi maupun kemoterapi perlu asupan tinggi protein baik nabati ataupun hewani yang sedikit mengandung lemak. Protein akan mengatasi banyaknya oksidan dari obat kemoterapi dan penyinaran saat terapi radiasi. Jika merasakan mual maka sebaiknya mengkonsumsi makanan lembut dan dingin, sebab makanan panas menambah rasa tidak nyaman di perutnya.

Antioksidan dari makanan alami sangat dianjurkan untuk menu harian penderita kanker yang diharuskan kemoterapi rutin. Sayuran dan buah berwarna seperti wortel, bayam, tomat, dan aneka buah-buahan sangat bagus manfaatnya sebagai antioksidan. Makanan berserat ini juga baik fungsinya untuk mengikat sisa metabolisme tubuh dari efek pengobatan kemoterapi. Apabila kurang serat maka sisa metabolisme tadi bisa menjadi racun ke dalam tubuhnya sendiri.

Contoh Menu Harian Penderita Kanker

Pilihan Menu Pagi:

  • Sarapan dengan oatmeal,  nasi organik, atau roti gandum.
  • Makanan berkuah seperti sayur bening, bubur ayam kampung, atau sup sayuran menjaga mulut tetap lembab menjelang kemoterapi.
  • Sebutir telur rebus memenuhi kebutuhan energi sepanjang hari.
  • Segelas jus lemon dan madu, atau susu rendah lemak, yoghurt probiotik.
  • Camilan dari kacang-kacangan yang mengandung antioksidan tinggi.

Pilihan Menu Siang:

  • Nasi merah mencukup konsumsi serat yang diperlukan setelah kemoterapi.
  • Sup kacang merah dengan tomat merupakan sumber antioksidan dan likopen.
  • Tumis wortel dan brokoli bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Steam dada ayam atau ikan panggang dapat menjadi asupan lauk berprotein.

Pilihan Menu Sore:

  • Satu gelas jus apel campur wortel, para ahli kanker mengatakan bahwa apel dan wortel merupakan makanan terbaik untuk pasien kanker yang melakukan kemoterapi.
  • Sari jahe berifat antiinflamasi yang dapat mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi.

Pilihan Menu Malam:

  • Salad Sayuran dengan buncis serta putih telur akan memenuhi kebutuhan protein.
  • Pilih ikan salmon sebagai protein, salmon baik untuk digoreng menggunakan minyak zaitun sedikit saja atau cara pan fried. Salmon membantu menghentikan proliferasi dari sel-sel prakanker dan sel kanker yang sudah berkembang.
  • Satu gelas air jeruk segar dengan gula rendah kalori.

Demikian referensi dan contoh menu harian penderita kanker khususnya bagi yang sedang menjalani perawatan radiasi dan kemoterapi. Nutrisi yang baik dan lengkap ini akan sangat membantu proses penyembuhan kanker.

Baca artikel lain mengenai Tips Hidup Sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.