Mengatur Rencana Kemoterapi

Mengatur Rencana Kemoterapi dengan Dokter Onkologi Bagi Penderita Kanker Payudara

Kemoterapi adalah salah satu bentuk pengobatan kanker paling ampuh. Untuk melakukannya butuh pertimbangan dan rencana yang sangat matang. Oleh karena termasuk pengobatan yang sangat beresiko. Terbukti dengan banyaknya kasus kegagalan penyembuhan kanker maupun efek samping yang ditimbulkan.

Sebelum melakukan kemoterapi Anda harus membicarakan hal ini dengan dokter onkologi, yaitu dokter spesialis kanker. Anda diharuskan bertanya banyak hal sebelum memutuskan untuk melakukan kemoterapi. Selain itu juga butuh dokter onkologi yang tepat.

Ketahui Hal-hal Mengenai Kemoterapi

Sebelum mempersiapkan diri ketika akan melakukan kemoterapi setidaknya Anda harus tahu dulu mengenai apa saja efek samping yang bisa ditimbulkan maupun bagaimana cara untuk melakukan kemoterapi. Selain dengan menanyakan dan membicarakannya dengan dokter onkologi Anda, di bawah ini juga ada informasinya untuk Anda.

Cara melakukan kemoterapi biasanya dengan memberikan pil kepada pasien yang langsung dimasukkan ke bagian pembuluh darah menggunakan suntikan. Selain itu ada acara lainnya untuk melakukan kemoterapi.

Cara lainnya adalah dengan langsung mengarahkannya ke bagian tumor. Jika tumor ada di payudara maka langsung arahkan ke payudara. Sebelum melakukan kemoterapi bisa saja dokter onkologi Anda menyarankan untuk operasi terlebih dulu.

Apabila melakukan operasi sebelum kemoterapi maka tujuannya adalah supaya kanker yang ada di dalam tubuh berkurang dulu. Jadi dosis obat yang diberikan untuk sementara api tidak perlu terlalu banyak. Semakin sedikit dosis obat yang digunakan maka semakin kecil efek sampingnya akan ditimbulkan.

Supaya tahu lebih jelas maka ada baiknya Anda langsung menanyakannya kepada dokter spesialis kanker yang menangani Anda.

Selain dengan suntikan kemoterapi juga bisa dilakukan dengan menggunakan krim. Biasanya untuk jenis kanker kulit. Selain itu kemoterapi juga dapat diarahkan ke bagian tubuh tertentu menggunakan pengobatan loka. Ada yang langsung ke sistem saraf pusat dada perut atau kandungan kemih.

Lalu ada obat yang bentuknya cairan. Cara menggunakannya bisa langsung dimasukkan ke bagian tubuh tapi ada juga yang harus menggunakan alat port yang menggunakan jarum. Setiap kali Anda melakukan pengobatan maka obat kemoterapi itu akan selalu dimasukkan. Untuk cara dengan menggunakan alat port ini mungkin sedikit menyakitkan ketika dipasang untuk pertama kalinya.

Mengatur Rencana Kemoterapi Kanker Payudara

Setelah semua hal-hal di atas diperhatikan maka selanjutnya Anda hanya perlu mengatur rencana kemoterapi dengan dokter. Berikut ini tips ketika sedang membuat rencananya.

  • Anda harus berkonsultasi dengan dokter mengenai kapan sebaiknya kemoterapi dilakukan. Dokter pastinya akan tahu waktu yang tepat untuk melakukannya. Untuk pasien kanker payudara, tidak semuanya perlu dikemoterapi.
  • Apabila memang harus dikemoterapi maka ketika mengatur rencana ini Anda harus bertanya kepada dokter mengenai obat apa yang digunakan. Dokter akan memberikan jenis obat yang sesuai dengan kondisi Anda.
  • Lalu dokter akan memberitahu bagaimana caranya kemoterapi diberikan. Lalu berapa lama sekali jarak antara kemoterapi pertama sampai terakhir.

Setelah itu tentukan jadwal kemoterapi dengan dokter.

Menentukan Jadwal Kemoterapi

Biasanya kondisi Anda akan menentukan jadwal kemoterapi yang harus dilakukan. Seperti jenis kemoterapi apa yang harus digunakan atau berapa kali Anda perlu mendapatkan obat kemoterapi. Supaya dapat berjalan lancar maka keadaan tubuh Anda harus baik.

Jika tidak maka jadwal kemoterapi bisa berubah karena apabila dipaksakan efeknya akan berkurang. Jadwal akan berubah apabila Anda benar-benar tidak dapat melakukan kemoterapi pertama. Setelah melakukan kemoterapi pertama maka Anda tetap harus menjaga kesehatan tubuh. Alasannya supaya proses kemoterapi tidak terputus. Apabila terputus maka Anda harus melakukan kemoterapi dari tahap awal.

Tim dokter yang menangani Anda perlu selalu melakukan pemantauan terhadap efektivitas pengobatan yang dilakukan. Tentunya harus dengan melalui berbagai pemeriksaan. Jenis pengobatan bisa saja disesuaikan dengan hasilnya apabila ternyata kemoterapi yang sebelumnya belum cukup efektif untuk menghilangkan sel sel kanker.

Agar semuanya lancar maka Anda harus terbuka kepada dokter dan menjaga komunikasi. Anda bisa menceritakan terhadap efek apa yang ditimbulkan akibat kemoterapi atau apa dampak dari kemoterapi yang paling mempengaruhi Anda. Dengan seperti ini maka dokter akan lebih baik dalam menangani Anda.

Setelah melakukan berbagai konsultasi dan mendapatkan jadwal kemoterapi maka Anda harus melakukan serangkaian tes. Mungkin butuh waktu yang lama karena jumlah tes yang dilakukan pun ada banyak.

Tes Sebelum Kemoterapi

Tes belum kemoterapi perlu dilakukan karena hasilnya nanti dapat memberikan informasi yang lebih detil kepada dokter. Dokter onkologi Anda akan tahu pengobatan seperti apa yang paling cocok untuk Anda. Selain itu hasil tes juga dapat berguna untuk membuat dokter tahu apakah kemoterapi yang dilakukan sudah cukup baik atau belum.

Beberapa tes yang harus Anda lakukan sebelum menjalani kemoterapi, antara lain:

  • Tes Paru-paru

Oleh karena ada beberapa obat kamu yang dapat membuat kita dia paru-paru jadi lebih buruk maka tes ini harus dilakukan. Dokter harus tahu mengenai fungsi dari paru Anda. Dengan begitu dokter bisa mengukur seberapa baik udara yang ada di dalam paru dapat bertahan. Kemudian menentukan seberapa hebatnya tubuh Anda dalam mengambil oksigen dari luar.

  • Tes Jantung

Sama seperti untuk paru-paru obat kamu juga dapat membuat kerusakan pada bagian otot jantung. Jika seperti ini maka kamu terapi bukannya menyembuhkan Anda justru menambah penyakit lain.

Ritme jantung sangat berpengaruh terhadap tak hasil dari kemoterapi. Apabila ritme nya berubah maka artinya otot jantung telah mengalami sedikit kerusakan. Namun nantinya setelah kemoterapi selesai dikerjakan maka semuanya akan hilang dan membaik seperti sedia kala.

  • Tes Ginjal

Cara untuk mengetahui kondisi ginjal al adalah dengan melakukan tes urine dan darah. Tes ini bertujuan untuk mengetahui fungsi ginjal apa bisa ginjal dalam keadaan baik maka kemoterapi akan menjadi lebih efektif.

  • Tes Hati

 Untuk mengetahui kondisi hati atau liver diperlukan juga tes darah supaya dokter tahu kinerja dari hati Anda. Apabila hati Anda sehat maka pembuangan obat kamu akan berlangsung dengan sangat baik.

Perlu Anda ketahui bahwa banyak sekali jumlah obat kemo yang masuk ke dalam tubuh dan diproses oleh hati. Apabila hati Anda tidak baik maka obat-obat tersebut tidak bisa keluar atau sulit keluar dari tubuh.

  • Tes Hepatitis dan HIV

Untuk pengecekan dua penyakit ini tidak semua rumah sakit memiliki kebijakannya. Jadi mungkin ada tidak perlu melakukan tes ini meski memang patut juga untuk diketahui apakah Anda mengidap dua penyakit ini atau tidak.

Namun di beberapa negara jika ada pasien yang tidak berkenan maka boleh tidak mengikuti tes ini.

Selain tes yang dilakukan sebelum melakukan kemoterapi pertama, Andai juga harus selalu melakukan tes rutin setiap kali akan menjalani kemoterapi. Bagian yang di atas secara rutin adalah darah. Biasanya dilakukan satu atau dua hari sebelum kemoterapi dilakukan.

Pada saat itu dokter akan menghitung jumlah atau keadaan dari sel darah putih sel darah merah dan keping darah. Jika hasil tes menunjukkan kadar dari sel darah merah terlalu sedikit maka pasien mungkin perlu mendapatkan transfer si darah. Sedangkan jika sel darah putih yang sedikit apa terlalu rendah maka kemoterapi dapat membahayakan.

Apabila hasil tes darah bagus maka dokter akan membolehkan Anda untuk melakukan kemoterapi yang sesuai dengan jadwal.

Oleh karena setiap orang itu berbeda-beda jenis kankernya maka setiap orang punya rencana terapi yang beragam. Tentunya sesuai dengan keadaan pasien dan anjuran dari dokter. Supaya tidak salah melangkah tentu saja harus mendapatkan dokter onkologi yang terbaik.

Itulah dia informasi mengenai cara mengatur rencana kemoterapi dengan dokter onkologi. Semoga informasinya bermanfaat untuk Anda.

Baca artikel lain mengenai Deteksi Dini Kanker Serviks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.