Mengatasi Rasa Mual

Mengatasi Rasa Mual Saat Menjalani Pengobatan Kanker Payudara

Kanker adalah penyakit yang populer pada era saat ini, pengobatan secara medis ataupun herbal ditempuh asal bisa sembuh dari penyakit yang mematikan ini. Masing-masing pengobatan kanker dapat menimbulkan efek samping yang berbeda. Kasus mama saya menjalani pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi, dari 2 terapi itu yang menimbulkan efek samping yang sama yaitu mual. Meskipun mual terkesan sepele tetapi hal ini bisa menyebabkan pasien tidak tercukupi nutrisi yang seharusnya dibutuhkan untuk melawan kanker.

Rasa Mual Akibat Kemoterapi atau Radioterapi

Rasa mual adalah efek samping yang timbul akibat dari pengobatan kanker. Mama saya menjalani kemoterapi 8x dan efek samping yang dirasakan adalah darah putih turun, mual, lemas, dll. Setiap orang memiliki efek samping yang berbeda tergantung dari obat kemo yang diberikan. Saat itu mama saya menggunakan obat Taxotere dan Xeloda, dimana kedua obat ini menimbulkan rasa mual sehingga nasfu makan akan menurun. Selain itu akan merasa rasa pahit dimulut sehingga makanan yang masuk rasanya tidak enak semuanya.

Akhir-akhir ini mama menjalani radioterapi pada bagian tulang belakang dimana tulang belakang yang diradiasi tepat dibelakang lambung sehingga lambung juga terkena efek samping yang menyebabkan mual. Untuk radioterapi tergantung dari posisi yang akan diradiasi, berhubung kasus mama ini terletak disekitar lambung jadi rasa mual muncul akibat dari radioterapi.

Meskipun Mual Harus Tetap Makan

Sebagai dokter yang ahli dalam pengobatan kanker biasanya dokter sudah bisa membaca apakah efek samping mual muncul atau tidak. Dokter akan memberikan obat anti mual untuk jaga-jaga sehingga ketika mual muncul dapat langsung meminum obat mual agar tidak semakin parah. Hampir semua pasien kanker yang menjalani pengobatan kanker mengalami rasa mual yang hebat ketika menjalani pengobatan. Tetapi apa yang membuat mereka tetap bertahan? Prinsipnya adalah MESKIPUN MUAL HARUS TETAP MAKAN. Itu prinsip yang harus dipegang ketika rasa mual muncul. Berikut ini beberapa cara yang kami ambil untuk mengatasi rasa mual saat pengobatan kanker (kemoterapi atau radioterapi):

  • Sebelum makan jarak setengah jam sampai 1 jam minum obat mual dahulu agar rasa mual hilang dulu.
  • Jangan makan terlalu banyak, makanlah sedikit tetapi lebih sering.
  • Makan makanan yang menjadi kesukaan anda sehingga meskipun mual datang anda tetap ingin memakannya.
  • Jika makan nasi masih belum bisa, anda bisa meniru cara kami yaitu dengan meminum susu. Susu yang diminum mama saya adalah Ensure dan susu kolostrum.
  • Ada sumber yang mengatakan bahwa mengganti alat makan dengan plastik bisa mengurangi rasa mual. Karena kadungan besi pada alat makan bisa memicu mual.

Prinsip ini harus tetap dipegang karena saat tubuh anda melawan kanker dibutuhkan nutrisi yang cukup agar dapat menang dari kanker. Kemoterapi akan membunuh sel kanker dan sel baik juga ikut mati, dengan anda makan cukup maka sel-sel baik itu akan dapat segera pulih dan anda dapat mencapai kesembuhan.

Makan Makanan Yang Sehat Agar Nutrisi Cukup

Frekuensi makan anda akan berkurang karena rasa mual itu, pemilihan makan yang sehat dapat membantu anda memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh melawan sel kanker. Berikut ini beberapa contoh makanan sehat yang dapat anda makan agar nutrisi tercukupi:

  • Pilih roti gandum dan sereal
  • Minum juice dapat membantu. Juice dari keluarga berry (strawberry, raspberry, blackberry, dll) kaya akan kandungan antioksidan yang bagus untuk melawan kanker.
  • Beberapa hari dalam seminggu pilih hari dimana anda menjadi vegetarian. Tetapi jika anda tidak kuat jangan diteruskan, mulai dahulu dengan seminggu 1x baru diperbanyakan jangan langsung, beri beberapa waktu agar tubuh dapat beradaptasi.
  • Kurangi makan makanan yang manis. Karena sel kanker suka dengan makan makanan manis
  • Makan ikan atau ayam, daging putih lebih aman daripada daging merah.
  • Makan putih telur mentah pagi hari setelah bangun tidur perut kosong. Hal ini bisa menambah albumin secara alami.
  • Ikan kutuk dapat juga menaikkan albumin. Tetapi ikan kutuk mengandung kolesterol jadi perlu berhati-hati.

Pengalaman mama saya saat kemoterapi makan secara vegetarian tidak kuat karena mama tidak biasa sehingga badan malah menjadi lemas. Pendapat saya saat kemoterapi badan memerlukan nutrisi berlebih jadi lebih baik jangan vegetarian dulu agar sel-sel baik dapat segera tumbuh kembali. Banyak orang mengatakan jangan makan ini, jangan makan itu, dll, jadi secara tidak langsung secara psikologis mental kita sudah terdoktrin agar jangan makan ini dan itu agar aman. Padahal untuk membunuh sel kanker diperlukan nutrisi cukup terutama saat rasa mual muncul kita harus tetap makan meskipun rasanya tidak enak. Jika anda tidak makan ini dan itu maka nutrisi berkurang dan pengobatan kanker tidak bisa berjalan dengan lancar. Dokter mengatakan “You cannot kill cancer without kill yourself – kamu tidak bisa membunuh kanker tanpa harus membunuh dirimu sendiri”, jadi kita harus tetap makan makanan yang bergizi sebagai bahan bakar untuk perang dengan kanker.

Semoga tips mengatasi rasa mual saat menjalani pengobatan kanker ini dapat membantu anda ataupun yang sedang menjaga kerabat yang terkena kanker. Jaga makanan dan pilih makanan yang bergizi agar tubuh bisa bekerja optimal untuk melawan sel kanker dan jangan lupa tetap berdoa dan berserah diri. Tetap berjuangan jangan patah semangat, berdoa dan kesembuhan pasti bisa tercapai.

Baca artikel lain mengenai Life Experience 03 – Kemoterapi di Klinik Dokter Kong Hwai Loong dan Transfer Factor Sebagai Pendamping

2 thoughts on “Mengatasi Rasa Mual”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.