Menaikan Berat Badan Pasca Kemoterapi

Tips Menaikan Berat Badan Pasca Kemoterapi

menaikkan-berat-badan-pasca-kemoterapiMerupakan hal yang sangat umum terjadi jika setelah menjalani kemoterapi berat badan akan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Agar berat badan tersebut bisa normal kembali, dibutuhkan tips khusus untuk menaikan berat badan pasca kemoterapi yang harus dijalankan oleh penderita kanker.

Asupan Makanan dan Nutrisi

Salah satu metode yang harus dilaksanakan untuk menormalkan berat badan usai melakukan kemoterapi adalah mengatur asupan makanan dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Jenis makanan terbaik untuk menaikan berat badan tersebut antara lain kentang tumbuk yang dimasak bersama mentega atau susu.

Selain mengandung nutrisi kentang tumbuk juga bersifat lunak sehingga mudah dikunyah dan dicerna oleh tubuh. Olahan ini juga terasa ringan dan lembut di perut dan tidak menimbulkan rasa mual.

Berikutnya keju rendah lemak yang memiliki kandungan protein tinggi dan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan serta pemulihan tenaga. Makanan yang bisa dicampurkan pada camilan ini juga halus dan mudah dikunyah.

Telur merupakan makanan yang kandungan proteinnya juga tinggi dan dapat diolah ke dalam berbagai bentuk masakan. Apabila ditambah salad akan menambah asupan kalori yang sangat dibutuhkan penderita kanker setelah menjalani kemoterapi.

Jenis makanan lain yang bisa dipilih yaitu sup untuk menambah asupan vitamin, mineral dan kalori. Selain itu juga dapat menaikan berat badan pasca kemoterapi terutama sup dari bahan brokoli.

Kacang-kacangan juga dapat dinikmati bila penderita kurang suka dengan masakan berbahan daging. Tapi saat menyantap kacang-kacangan tidak boleh ditambah dengan rempah-rempah karena bisa menimbulkan gangguan pada perut.

Pilihan terbaik selanjutnya adalah puding yang sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah di tubuh serta rasa mual di mulut. Tapi selain puding jahe juga bisa dikonsumsi dengan tujuan yang sama. Jahe dapat dibuat minuman atau dimasukan dalam masakan sebagai bumbu.

Suplemen Tambahan

Selain jenis makanan yang disebutkan di atas, penderita penyakit kanker juga perlu tambahan suplemen pasca kemoterapi sehingga proses penyembuhan bisa berjalan lebih cepat. Adapun suplemen yang dikonsumsi harus bersifat antioksidan.

Selain aman, pemberian suplemen pasca kemoterapi juga dapat meningkatkan dampak positif dari kemoterapi yang baru saja dijalani. Meskipun demikian penggunaannya harus mendapat pengawasan dokter agar tidak menimbulkan masalah kesehatan. Terutama gangguan terhadap proses oksidatif pada DNS seluler.

Jangan sekali-sekali mengonsumsi obat tanpa menggunakan resep dari dokter. Jikapun obat tersebut hanya merupakan obat herbal saja, sebaiknya tetap berkonsultasi untuk menghindari terjadinya kesalahan yang fatal.

Masa Pemulihan

Rehabilitasi atau perawatan pasca kemoterapi adalah hal yang juga mempunyai nilai penting untuk membantu proses penyembuhan. Di masa ini, pemberian asupan makanan bergizi tidak boleh dihentikan bahkan harus dijalankan secara lebih kontinyu.

Pada umumnya, orang sehat makan 3 kali sehari setiap pagi dan siang serta malam. Tapi bagi penderita kanker tentu pola makan tersebut tidak bisa dijalankan secara normal karena sering muncul rasa mual apalagi usai menjalankan kemoterapi. Untuk mengatasi rasa mual tersebut, maka pola makan harus sedikit dirubah.

Tip terbaik yang bisa dilakukan adalah mengurangi porsi makanan yang disantap. Tapi waktu makannya bukan 3 kali sehari melainkan 6 kali. Jika pola ini masih terasa berat, masih dapat disesuaikan dengan kondisi pasien atau rasa mual yang dialaminya.

Intinya asupan makanan harus tetap masuk sesering mungkin meski setiap menyantap hanya hanya terdiri dari porsi kecil saja. Jika kondisi tubuh mulai membaik porsi bisa ditambah tapi harus dijaga agar perut tidak terlalu penuh. Terlalu banyak asupan makanan juga kurang baik bagi penderita kanker karena bisa memicu kembali rasa mual.

Selama menjalani masa perawatan pasca kemoterapi jenis makanan terbaik yang dapat dipilih adalah sayur dan buahan yang bersifat antioksidan. Hindarilah makanan berlemak tinggi serta yang bersantan karena jenis makanan ini akan membuat mulut dan perut makin terasa mual.

Masa Setelah Perawatan

Saat masa perawatan berlalu, pasien mulai masuk masa pemulihan. Dalam masa pemulihan pasca kemoterapi penderita kanker harus tetap banyak beristirahat agar tidak mudah lelah dan capai. Oleh karena itu, waktu tidur tidak boleh dikurangi.

Biasanya setelah kemoterapi pasien memang mudah tidur karena dokter akan mengasih obat anti nyeri yang biasanya mengandung suatu zat yang membuat tubuh jadi mudah mengantuk. Namun jika tidak bisa tidur dengan lelap, sebelum beristirahat sebaiknya minum susu hangat sebanyak 1 gelas.

Selain itu, ciptakan suasana yang nyaman agar pikiran tenang dan jauhkan diri dari perasaan menyesal agar tidak mudah mengalami tekanan jiwa dan stres. Dukungan dari keluarga dan teman terdekat merupakan sarana paling ampuh untuk menenangkan kondisi kejiwaan pasien kanker baik sebelum dan sesudah kemoterapi.

Apabila perasaannya selalu tenang dalam menjalani proses pemulihan pasca kemoterapi tentu penderita kanker juga akan merasa gembira karena telah berhasil melewati masa kritis. Dari perasaan tenang ini, pasien juga akan lebih mudah menaikan berat badan pasca kemoterapi di rumah sakit dan di rumahnya sendiri.

Baca artikel lain mengenai Cara Mengatasi Stress

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + eleven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.