Manfaat Petai untuk Kanker

Benarkah Ada Manfaat Petai untuk Kanker?

manfaat-petai-untuk-kankerPetai disebut sebagai salah satu tanaman yang berfungsi sebagai obat herbal melawan kanker. Petai dalam bahasa latin Parkia speciosa merupakan pohon dari suku polong-polongan yang tersebar di nusantara bagian barat. Bijinya dikonsumsi ketika masih muda, bisa dalam keadaan mentah maupun direbus terlebih dahulu.

Pohon petai dapat tumbuh hingga 20 meter dan tidak bercabang terlalu banyak. Daunnya majemuk tersusun sejajar dalam bongkol. Bunga ini biasa muncul di dekat ujung ranting. Ketika tiba saatnya berbuah terbentuklah buah bertipe buah polong yang besar dan memanjang. Di setiap bongkol bisa terbentuk dari belasan buah yang masing-masing berisi 20 biji.

Biji petai saat masih muda berwarna hijau dan dibalut selaput tebal berwarna cokelat terang. Ketika sudah tua dan masak, petai akan mengering dan melepaskan biji-bijinya. Bagian dari tumbuhan petai yang paling banyak dimanfaatkan adalah bijinya. Berdasarkan ukuran dan jumlah biji di setiap polongnya secara garis besar petai terbagi menjadi dua, yaitu petai gajah yang memiliki polong 25-30 berbiji lima belas atau lebih dan petai kacang yang ukuran bijinya lebih kecil dan jumlah bijinya 10 hingga 12 setiap polong.

Kandungan dalam Petai

Tidak semua orang suka petai. Aromanya khas menusuk hidung sehingga menimbulkan rasa enggan untuk mengkonsumsinya. Bau tak sedap dari petai disebabkan oleh kandungan asam amino yang terdapat di dalam bijinya. Asam-asam amino tersebut didominasi oleh sunsur sulfur (S). Saat senyawa Sulfur tersebut membentuk atau terurai menjadi zat yang lebih sederhana maka ia menghasilkan bau yang tak sedap, salah satunya adalah gas Hidrogen Sulfida yang sangat berbau.

Di balik baunya yang kurang sedap petai menyimpan khasiat yang besar. Khasiat petai dan kandungan gizinya lebih besar daripada apel. Dalam petai terkandung protein empat kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, fosfor tiga kali lipat lebih banyak, Vitamin A lima kali lipat lebih banyak, dan zat besi dua kali lipat lebih banyak daripada yang terdapat di dalam buah apel.

Petai juga berkhasiat untuk menangkal berbagai macam penyakit, membantu fokus dalam berpikir dan membantu menangkal depresi. Berbagai khasiat ini berkaitan dengan zat antioksidan yang terkandung di dalamnya.

Benarkah Petai Berfungsi Sebagai Obat Kanker?

Petai merupakan sumber energi yang cukup memadai. Di setiap seratus gramnya terdapat 142 kkal yang terkandung dalam tiga macam gula alami sukrosa, fruktosa dan glukosa. Selain ketiga senyawa tersebut petai juga memiliki kandungan serat alaami yang cukup besar. Kombinasi serat dan gula alami mampu memberikan suplai energi yang memadai untuk aktivitas berat selama satu setengah jam.

Benarkah petai bermanfaat sebagai obat penyembuh kanker? Sempat beredar pesan berantai melalui media sosial bahwa petai bisa berfungsi sebagai penyembuh kanker. Jika ditinjau lebih lanjut belum ada penelitian ilmiah yang menunjukkan fakta tertentu yang merujuk pada keberhasilan petai menghambat sel kanker secara efektif.

Pesan berantai tersebut lebih mengacu pada penelitian ilmiah yang dilakukan terhadap jengkol. Namun tidak menutup kemungkinan petai bisa dimanfaatkan sebagai obat penyembuh kanker. Hal ini tak lain disebabkan oleh adanya zat antioksidan yang terkandung di dalamnya. Setiap senyawa yang mengandung antioksidan bermanfaat membantu menyerap radikal bebas sehingga menurunkan risiko terkena penyakit kanker. Antioksidannnya juga berfungsi ganda sebagai sarana perawat kecantikan karena mampu menekan terjadinya penuaan dini.

Meski manfaat petai untuk kanker masih diperdebatkan, namun manfaat petai bagi kesehatan secara keseluruhan sangatlah besar. Kandungan Vitamin C pada petai cukup tinggi. Setiap 100 gramnya mengandung Vitamin C 46 miligram. Maka dari itu, petai bermanfaat sebagai bahan makanan yang membantu menjaga stamina dan imunitas tubuh. Kandungan Vitamin A yang dikandungnya mencapai 200 itu per seratus gramnya membantu menjaga kesehatan mata dan kulit. Senyawa Cycli polsulphida dan thiozoline-4-carbocyclic memberikan sumbangsih dalam proses penyembuhan dari penyakit.

Petai mengandung senyawa tryptophan. Senyawa ini diketahui sebagai senyawa protein yang dalam tubuh diubah menjadi serotonin sehingga memberikan efek menenangkan. Penggemar petai akan mudah merasa moodnya lebih baik dan pikiran rileks. Kandungan zat besi yang tinggi pada petai membantu mencegah terjadinya anemia. Petai juga mengandung Kalium yang tinggi, tetapi rendah garam sehingga membantu menurunkan tekanan darah dan baik dikonsumsi para penderita hipertensi.

Petai merupakan salah satu sayur kacang-kacangan yang kaya serat. Struktur seratnya yang halus membantu menetralkan asam lambung, mengurangi iritasi pada selaput pelindung lambung dan bagus bagi oragan pencernaan secara keseluruhan. Uniknya aroma petai yang kurang sedap mungkin membuat orang mual. Padahal petai sendiri sebenarnya mengandung zat alami yang dapat menekan rasa mual dan kontraksi lambung. Dengan demikian, petai akan bagus sebagai makanan untuk mencegah mual dan muntah.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Kenikir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − five =