Manfaat Diet Vegetarian

Manfaat Diet Vegetarian dan Pengaruhnya Pada Kemoterapi

Pengobatan kanker yang lazim dilakukan adalah kemoterapi. Namun sayangnya kemoterapi membawa efek samping bagi penderita kanker. Efek tersebut bisa berdampak langsung dan tidak langsung pada penderita. Selain kemoterapi ada pula pengobatan kanker yang diyakini ampuh untuk mengatasi penyakit paling mematikan tersebut. Namun tentu saja butuh kocek lebih mahal untuk menjalani pengobatan tersebut.

Kemoterapi adalah pengobatan yang lazim dan bisa dilakukan di dalam negeri. Perlu diketahui efek dari kemoterapi memang sangat banyak. Bahkan bisa membunuh sel-sel yang masih sehat. Itu sebabnya penderita atau survivor kanker sebaiknya menjaga pola makan selama menjalani kemoterapi atau pengobatan lainnya.

Diet adalah salah satu hal yang bisa dijalani oleh penderita kanker. Terutama diet vegetarian atau diet yang hanya mengkonsumsi sayuran dan buah. Selama menjalani proses diet, sebaiknya survivor tidak mengkonsumsi makana yang mengandung unsur hewani dan olahannya seperti ayam, daging, keju, susu, dan lain-lain.

Manfaat Diet Vegetarian

Penyakit kanker tergolong penyakit yang cepat sekali menyebar. Sel-sel kanker dapat tumbuh dengan cepat dan menyebar ke seluruh organ tubuh. Kendati sel kanker ini cepat menyebar namun belum tentu tidak dapat dicegah. Penderita yang sudah didiagnosa terkena kanker stadium awal dan mulai menjalani kemoterapi sebaiknya juga mulai menerapkan pola hidup yang sehat.

Caranya dengan melakukan diet vegetarian, jika diperlukan dan olahraga yang cukup. Tubuh yang seimbang dengan asupan gizi dan oksigen yang terpenuhi akan membuat sel kanker enggan berkembang biak. Akibatnya mereka perlahan lemah dan akhirnya mati. Cara ini diyakini paling ampuh untuk mengatasi penyakit kanker dan mengimbangi pengobatan kanker yang memiliki efek samping.

Diet vegetarian membuat tubuh seimbang dan tidak menimbun banyak lemak. Sebaiknya selama menjalani pengobatan kanker juga menghindari makanan yang menyebabkan kanker atau makanan yang memberi ruang kepada sel kanker untuk berkembang biak.

Diet vegetarian juga bertujuan menyeimbangkan tubuh selama menjalani kemoterapi. Karena selama menjalani pengobatan tersebut nutrisi tubuh banyak hilang. Itu sebabnya harus diimbangi dengan makan sayur secara teratur, olahraga, dan istirahat yang cukup.

Namun perlu dipahami diet untuk penderita kanker di sini bukan berarti mengurangi jumlah makanan. Akan tetapi mengatur porsi makanan yang dikonsumsi. Misal tidak mengkonsumsi daging merah yang menjadi tempat yang paling nyaman bagi sel kanker untuk berkembang biak. Ivaratnya daging atau makanan yang mengandung lemak seolah menjadi makanan atau gizi bagi sel kanker. Nah, jika makanan tersebut diminimalisir atau bahkan tidak dikonsumsi sama sekali maka sel kanker tidak mendapat asupan makanan.

Nah, berikut ini adalah gaya hidup yang disarankan untuk penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi. Dan tentu saja untuk mengurangi risiko penyebaran kanker ke organ tubuh lainnya.

1. Berat badan yang ideal

Seringkali penyebab kanker selain karena keturunan atau faktor genetik adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Itu sebabnya untuk menurunkan risiko kanker dan kemoterapi disarankan untuk mengurangi berat badan dengan cara tidak lagi mengkonsumsi makanan ya ng berlemak, produk hewani serta turunannya. Ini diyakini bisa mengurangi berat badan dan meminimalisir risiko kanker serta dampak dari kemoterapi.

2. Aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari

Untuk melawan penyakit,jangan biarkan tubuh Anda terdiam tanpa aktvitas apapun. Salah satunya adalah dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin setiap hari. Aktivitas rutin ini akan membantu pembakaran lemak dan memberikan asupan oksigen yang cukup pada tubuh.  Aktivitas ringan saja tidak perlu olahraga fisik yang berat seperti berlari, bersepeda, atau berenang.

3. Mengurangi konsumsi daging dan memperbanyak konsumsi sayuran

Ini adalah poin penting bagi Anda yang menjalani diet vegetarian. Salah satunya dengan cara mengurangi konsumsi makanan berlemak, manis, dan berpengawet. Dan memperbanyak sayuran dan buah-buahan. Selain itu juga mengurangi asupan garam ataupun makanan yang diolah dengan garam berlebih. Anda juga harus memperhatikan makanan atau camilan asin seperti keripik. Ini dapat memicu pertumbuhan sel kanker dengan cepat. Sebagai gantinya Anda dapat menjadikan buah-buahan sebagai camilan rutin.

Selain itu Anda juga bisa memaduadankan jenis sayuran dalam menu harian Anda. Misal sayuran berwarna hijau, merah atau orange, kuning, dan putih. Sayuran diyakini paling ampun untuk menghambat laju pertumbuhan sel kanker. Sayuran dan buah ini dikonsumsi bisa dengan cara dimasak menjadi sayur atau direbus bahkan bisa dengan dikukus saja. Namun pengolahannya juga harus tepat. Mulai dari memilih sayuran segar, tidak membiarkan sayuran terlalu lama disimpan di kulkas.

Sayuran yang sudah dipetik, kemudian dicuci bersih menggunakan air mengalir dan diolah dalam kondisi yang pas. Artinya jangan sampai belum matang atau matang. Di khawatirkan jika belum terlalu matang akan masih terdapat zat berbahaya, sementara jika dimasak terlalu matang nutrisi dalam sayuran akan hilang.

Sangat disarankan mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat. Kandungan asam folat sebaiknya didapat secara alami, tidak melalui suplemen atau makanan lain yang diklaim mengandung asam folat.

Buah dan sayur yang disarankan untuk diet vegetarian

1. Sayuran berwarna hijau gelap

Sayuran berdaun hijau gelap diyakini sangat cocok dikonsumsi untuk diet penderita kanker. Sayuran berdaun hijau gelap diyakini mampu melndungi organ tubuh dari persebaran sel kanker.

2. Tomat

Kadar likopen dalam tomat diyakini mampu untuk menghalau pertumbuhan sel kanker. Bukan hanya dibikin sayur, tomaat juga dapat dikonsumi sebagai jus atau bisa juga dikonsumsi langsung.

3. Brokoli

Sayuran ini mengandung senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Khasiatnya cukup banyak. Anda bisa mengolah brokoli menjadi sayuran atau mengkonsumsinya dengan cara merebus atau mengukus. Hanya saja lamanya memasak juga perlu jadi perhatian. Jangan sampai memasak terlalu matang karena dapat menghilangkan nutrisi yang terkandung dalam sayuran.  Selain brokoli kembang kol, kobis juga dipercaya menjadi menu diet vegetarian yang ampuh untuk penderita kanker selama menjalani kemoterapi.

4. Rempah-rempah

Rempah-rempah atau bumbu dapur ini bukan hanya melezatkan masakan akan tetapi juga menjadi penghalau ampuh pertumbuhan sel kanker. Jadi jangan sepelekan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan kencur. Cara mengkonsumsinya Anda bisa meramunya menjadi minuman.

Selain sayuran dan buah-buahan, yang paling penting diperhatikan adalah cara memasak dan mengkonsumsinya. Selain dicuci di bawah air mengalir cara memotongnya juga berpengaruh pada turunnya kadar nutrisi. Apalagi cara memasaknya. Untuk kubis dan brokoli misalnya, sebaiknya dimasak tidak terlalu lama agar senyawa yang dapat menghambat laju pertumbuhan kanker tidakn hilang begitu saja.

Hal yang paling penting untuk penderita kanker yang menjalani diet vegetarian adalah disiplin. Jangan sampai telat makan atau mengkonsumsi makanan yang dilarang. Anda bisa membawa air putih atau bekal potongan buah. Ketika perut terasa lapar Anda langsung dapat melahap potongan buah sebagai camilan sehat.

Baca artikel lain mengenai Berobat ke Singapura atau Malaysia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.