Manfaat Daun Sisik Naga

Manfaat Daun Sisik Naga dalam Pengobatan Kanker Terbukti 100% Nyata

Kanker merupakan salah satu penyakit berbahaya dan bersifat mematikan. Dalam daftar penyakit-penyakit yang harus diwaspadai, kanker masuk ke dalam peringkat 5 besar bersama dengan penyakit jantung iskemik, stroke, Infeksi saluran pernapasan bawah, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Bahkan, tingkat darurat kanker berada di atas penyakit AIDS. Sekurang-kurangnya 25% dari kasus kematian yang terjadi di seluruh dunia disebabkan oleh kanker. Dan, sekitar 0,5% dari populasi penduduk bumi, setiap tahunnya diketahui terkena kanker.

Pada dasarnya, kanker adalah penyakit yang berhubungan dengan keabnormalan gen. Pada penderita kanker, sel tubuhnya tumbuh dengan sangat cepat dan sukar terkendali. Ilmu kedokterany mengistilahkannya dengan alternaratin genetic (kekeliruan gen). Dalam banyak kasus, kanker baru terdeteksi pada stadium lanjut, atau tingkat keparahan yang sudah terlalu. Sehingga, mengakibatkan harapan hidup penderita tipis.

Hal tersebut bukan semata-mata kegagalan seorang dokter atau keterlambatan pasien memeriksakan diri. Melainkan, pada tahap awal pembentukan kanker, tubuh dengan segala mekanisme yang dimilikinya berusaha sedemikian rupa menghalanginya. Namun, lambat laun mekanisme tubuh menjadi kacau akibat keganasan kanker itu sendiri. Ketahanan tubuh penderita kian melemah, sehingga membuat sel jahat semakin merajarela dan bermigrasi ke jaringan-jaringan terdekat dari titik pusat pertumbuhannya.

Pada kondisi normal, struktur sel di dalam tubuh bersusun rapi. Sebaliknya, pada kondisi abnormal, formasi sel yang rapi tadi bergeser, memisahkan diri, dan mulai membentuk sekumpulan jaringan padat atau biasa disebut tumor (solid tumor). Tumor dapat melekat pada seluruh organ tubuh manusia, kecuali rambut dan kuku. Tingkat keganasannya ditentukan dari agresifitas tumor itu sendiri. Semakin agresif, tentu akan semakin membahayakan. Namun, ada juga kanker yang tidak dimulai dari pembentukan jaringan padat (non-solid tumor). Sebagai contoh, kankerĀ  darah (leukemia).

Pengobatan Kanker dengan Daun Sisik Naga

Sejauh ini, sebagian besar masyarakat yang mengidap kanker lebih memilih pengobatan medis ketimbang pengobatan klasik (tradisional). Apalagi, dunia kedokteran seolah tak pernah berhenti berinovasi dalam menangani berbagai penyakit berat, termasuk halnya kanker.

Penggunaan alat-alat berteknologi tinggi serta pemberian obat-obat paten, diyakini dapat memberantas sel kanker pada tubuh penderita. Semisal pembedahan, kemoterapi, ablasi, dan radiasi. Namun, semua itu justru mendatangkan masalah baru. Tak jarang pasien kolaps setelah menjalani kemoterapi yang kesekian. Sehingga, mereka menderita bukan karena penyakit itu sendiri, melainkan karena metode pengobatan medis yang berefek negatif sangat besar.

Beda hal dalam pengobatan berbasis herbal. Saat ini, dunia pengobatan herbal sudah mengalami kemajuan yang signifikan. Terlebih, semakin banyak ragam tumbuhan di negeri ini yang ternyata berpotensi besar menyembuhkan kanker. Salah satunya daun sisik naga.

Kegunaan daun sisik naga untuk kanker memang tengah hangat diperbincangkan. Sama seperti daun sirsak yang namanya melejit ketika diketahui manjur memerangi kanker sampai tuntas. Para herbalis professional mengerahkan waktu sebanyak-banyaknya untuk meneliti lebih dalam keistimewaan daun ini. Berdasarkan hasil uji laboratorium, daun sisik naga sarat akan zat dan senyawa-senyawa karsogenik yang sangat ditakuti sel kanker. Beberapa di antaranya meliputi minyak atsiri, fenol, flavonoid, terpenoid, tanin dan gula.

Minyak atsiri merupakan minyak esensial yang diproduksi dari batang, daun, kulit, akar, juga bunga tumbuhan tertentu. Pada daun sisik naga, minyak atsiri paling banyak dihasilkan pada daunnya. Minyak atsiri mengandung antioksidan yang sangat kuat melawan radikal bebas. Otomatis, minyak atsiri juga bekerja mencegah terjadinya mutasi, oksidasi dalam sel, serta pertumbuhan jamur.

Selain itu, minyak atsiri memperkuat kemampuan daun sisik naga melawan kanker karena bersifat antiseptik. Dengan sifat tersebut, minyak atsiri berupaya semaksimal mungkin menyapu bersih bakteri dan virus-virus yang membahayakan tubuh. Serta , mendetoksifikasi racun-racun lingkungan yang terbawa masuk.

Manfaat daun sisik naga juga diperkuat oleh senyawa flavonoid. Senyawa ini tak kalah penting dalam upaya menumpas kanker. Sama seperti minyak atsiri, flavonoid juga bersifat antioksidan yang sangat efektif melindungi struktur sel. Di samping itu, flavanoid bertindak sebagai anti-inflamasi yang berguna mencegah terjadinya radang atau pembengkakan. Sedangkan fungsi-fungsi flavanoid lainnya dapat berupa antibiotik yang mensterilkan tubuh dari bahaya bakteri atau virus jahat.

Begitu pula dengan senyawa sterol yang dimiliki daun sisik naga. Selama ini, yang kerap diketahui publik tentang manfaat sterol hanya sebatas cikal bakal terbentuknya hormon steroid serta vitamin yang larut dalam lemak. Padahal lebih daripada itu, senyawa sterol turut mengemban tugas sebagai antioksidan yang tak kalah tangguh. Dalam pencegahan dan pengobatan kanker, senyawa sterol paling ditakuti oleh kanker payudara, kanker prostat, serta kanker kolorektal.

Sumber antioksidan lain yang mendukung khasiat daun sisik naga terletak pada senyawa tanin. Tanin merupakan senyawa yang berasal dari senyawa polifenol kompleks. Secara garis besar, senyawa ini memberi fungsi yang sama seperti sterol, flavoniud, dan minyak atsiri. Ketika komponen-komponen aktif tersebut beraksi, maka bisa menghasilkan manfaat yang luar biasa terhadap pencegahan dan penyembuhan kanker.

Cara Mengolah Daun Sisik Naga

Selain kandungan zat dan senyawa ampuh, khasiat daun sisik naga untuk kanker juga ditentukan dari cara pengolahan serta dosis yang dianjurkan. Pengobatan di luar ketentuan yang berlaku sudah pasti akan berujung pada kegagalan.

Daun sisik naga sendiri paling mujarab jika diterapkan pada penderita kanker payudara. Namun di luar jenis kanker tersebut, daun sisik naga tetap berpeluang menyembuhkan. Hanya saja, untuk hasil yang maksimal membutuhkan waktu lebih lama.

Berikut resep mengolah daun sisik naga menjadi ramuan obat untuk kanker payudara.

  • Siapkan daun sisi naga 1 lembar, satu serabut akar benalu, 2 serabut akar tembakau kedu, satu serabut akan pinang kuning, dan air 4 gelas.
  • Cuci bersih bahan-bahan organik tersebut lebih. Lalu, masukkan ke dalam wadah untuk merebus. Sebaiknya tidak menggunakan wadah yang terbuat dari aluminium atau stainless steel. Sebab, dapat merusak senyawa-senyawa di dalam bahan organik yang digunakan. Sebagai gantinya, gunakan wadah berbahan tanah liat atau kaca tahan panas.
  • Tuang 4 gelas air ke dalam bahan-bahan organik tadi, lalu rebus hingga mendidih dan air menyusut menjadi 3 gelas. Saring terlebih dahulu, kemudian bagi ke dalam 2 gelas. 1 gelas diminum pada pagi hari, 1 gelas pada sore hari. Pada minggu kedua, tingkatkan dosis menjadi 3 kali sehari dengan takaran bahan yang sama. Perubahan dapat dirasakan setelah pengonsumsian rutin selama 6 bulan.

Efek Samping Daun Sisik Naga

Sampai saat ini, belum ada laporan mengenai penderita kanker yang mengalami keluhan pasca mengonsumsi daun sisik naga. Ketiadaan tersebut menegaskan bahwa daun sisik naga tidak memiliki efek samping buruk terhadap orang yang mengonsumsinya. Tapi meski demikian, para herbalis masih terus melakukan penelitian mendalam terhadap daun sisik naga ini. Harapan kita bersama, semakin banyak penderita kanker yang terselamatkan dengan ramuan herbal daun sisik naga, tanpa disertai keluhan sampingan lainnya.

Demikian ulasan mengenai manfaat dari daun sisik naga yang 100% terbukti nyata. Semoga artikel ini dapat menjadi refensi yang bermanfaat untuk para pembaca.

Baca artikel lain mengenai Makanan Penyebab Kanker Usus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 2 =