Manfaat Daun Sambiloto

Manfaat Daun Sambiloto: Cara Klasik Sembuhkan Kanker Ganas

Dalam tradisi pengobatan herbal, daun sambiloto termasuk salah satu tanaman yang terkenal menyembuhkan. Tumbuhan ini tumbuh subur di kawasan beriklim tropis, terutama di lahan-lahan terbuka dengan kelembaban tanah sedang (berkisar 70-90%) serta suhu udara sekitar 25-32 celcius atau tingkat curah hujan 2.000-3.000 mm/tahun. Daun berkhasiat obat ini tersebar dari India lalu meluas ke arah selatan hingga Siam, ke arah timur  hingga ke semenanjung Malaya. Di Indonesia sendiri, daun sambiloto tak kalah mudah ditemukan, terutama di dataran rendah pulau Jawa dan Sumatera.

Tak ubahnya flora yang ada di alam, daun sambiloto juga memiliki nama latin, yakni Andrographis paniculata. Namun, dalam penyebutan sehari-hari, ia punya nama lokal yang berbeda-beda. Suku Sunda menyebutnya daun ki oray, daun takilo, dan daun kie peurat. Suku Jawa menamakannya dengan daun bidara, daun takila, dan sambilata. Sedangkan di pulau Sumatera, daun sambiloto dikenal dengan nama daun pepaitan.

Begitu pula yang terjadi di luar negeri. Di Cina, daun sambiloto mendapat nama Yi Jian Xie, Cuan Xin Lian, dan Lan He Lian. Sementara di Vietnam disebut dengan Cong Cong atau Xuyen Tam Lien. Penyebutan di India dan Pakistan beda lagi, sambiloto dikenal dengan nama Mahatitka atau Kirata. Dan, di Inggris nama populer sambiloto adalah green chireta, kariyat, halviva, atau creat.

Tanaman ini ditandai dengan bentuk daun memanjang serta berpermukaan hijau pekat. Memiliki bunga berwarna kuning pias, putih, atau ungu dan dapat berbunga lebat sepanjang tahun. Sambiloto juga menghasilkan buah berbentuk lonjong dengan biji gepeng. Ketinggian batang bisa mencapai 90 cm dan bercabang banyak sehingga akan membuat tanaman ini tampak rimbun. Uniknya, hampir seluruh bagian dari tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai obat. Manfaat daun sambiloto memang sudah banyak digunakan sebagai obat tradisional.

Sambiloto Menyembuhkan Kanker

Para pakar pengobatan herbal di seluruh dunia telah melakukan uji coba mendalam dan berkelanjutan terhadap manfaat daun sambiloto sebagai obat kanker. Hasil pengujian laboratorium membuktikan bahwa keunggulan farmakologi sambiloto meliputi anti inflamasi, anti tumor jinak, anti kanker (tumor ganas), diuretik, analgesik, anti hipertensi, hipoglikemia, stomatik, abortif, dan anti HIV.

Khasiat menghambat pembentukan sel kanker, menekan laju penyebaran, hingga mematikan sel kanker diperoleh dari zat laktone yang terkandung pada daun sambiloto. Zat laktone itu sendiri atas senyawa-senyawa penting, meliputi andrographolide, deoksiandrographolide, dehidroandropholide, homoandrografolide, dan neoandrografolide.

Berdasarkan temuan para pakar di Jepang, turut diketahui bahwa senyawa-senyawa tersebut, terutama senyawa andrographolide berperan sebagai agen antioksidan yang bekerja aktif melawan sel kanker skuamosa dan sejumlah sel limfosit yang telanjur terkontaminasi leukemia. Juga, menghambat sel kanker agar tidak terus membelah diri. Senyawa andropholide ini pula yang menciptakan rasa pahit luar biasa pada daunnya.

Di samping itu, senyawa adrorapholide mampu meningkatkan produksi sel darah putih hingga tubuh tercukupi.  Seperti yang kita ketahui bersama,  sel darah putihlah yang bertugas membentengi tubuh dari serangan eksternal semacam bakteri, virus, dan lain sebagainya. Sayangnya, langkah-langkah medis yang kerap diterapkan pada pasien kanker, seperti kemoterapi, radiasi, atau ablasi, justru berimbas pada penurunan kadar leukosit si penderita kanker itu sendiri.

Akibatnya, ketahanan tubuh penderita berkurang jauh dan lebih rawan terjangkit virus atau bakteri. Dengan demikian, kualitas kesehatan dan harapan hidup penderita otomatis menurun. Itulah yang membuat banyak para penderita kanker ragu menempuh jalur pengobatan medis. Sementara, pengobatan herbal dengan daun sambiloto sama sekali tidak menganggu kadar leukosit dalam tubuh.

Selain zat alkatone, keunggulan daun sambiloto juga diperkuat oleh sejumlah zat toxic seperti flavonoid, asam kersik, kalium, natrium, kalsium, aldehid, dan damar, yang diperoleh bahkan dari akar,biji, buah, dan batang sambiloto. Zat-zat tersebut berperan melawan radikal bebas, sekaligus mendetoksifikasi timbunan racun di dalam tubuh yang berpotensi menjadi pangkal penyebab kanker.

Cara Mengolah Daun Sambiloto Khusus untuk Pengobatan Kanker

Berdasarkan uji klinis terhadap keutamaan daun sambiloto untuk menyembuhkan kanker, terungkap bahwa dari sekian banyak jenis kanker yang ada, daun sambiloto lebih efektif diterapkan pada pederita kanker payudara dan kanker lambung. Untuk jenis kanker lainnya, daun sambiloto memberikan reaksi yang lebih lambat.

Efektivitas daun sambiloto juga ditentukan dari cara pengolahannya. Banyak orang yang tidak merasakan manfaat apa-apa setelah mengonsumsi daun sambiloto. Setelah ditelusuri, ternyata pangkal masalahnya terletak pada cara mengolah, dosis, serta kedisiplinan orang itu sendiri. Memang, pengobatan herbal cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama daripada pengobatan medis. Akan tetapi percayalah bahwa risiko yang ditimbulkan sangat minim bahkan bisa dibilang tidak ada sama sekali.

Barangkali saat ini Anda atau keluarga Anda sedang mengalami kanker payudara atau lambung, dan bertekad menempuh metode penyembuhan klasik (tradisional) dengan daun sambiloto, silakan ikuti cara meramu daun sambiloto berikut ini.

  • Siapkan 10 gram daun sambiloto kering, 5 gram daging buah mahkota dewa, 15 gram daun dewa dan 15 gram umbi kunyit putih.
  • Cuci semua bahan di atas dan tiriskan. Lalu, iris daging buah mahkota dewa.
  • Masukkan semua bahan ke dalam wadah berbahan tanah liat atau kaca tahan panas. Tambahkan air 5 gelas, tutup, kemudian didihkan. Tunggu air menyusut hingga meninggalkan 2 gelas lagi saja.
  • Setelah mendidih, saring rambuan sambiloto tadi dan minum sekali habis dalam keadaa hangat. Ulangi cara yang sama 3x sehari. Jangan lupa, lakukan pengecekan secara berkala untuk mengetahui perkembangan sel kanker.

Efek Samping Daun Sambiloto

Sebagian besar pengobatan herbal tidak menimbulkan efek samping serius jika diterapkan dengan benar dan di bawah pengawasan ahli herbal. Masalahnya, sampai saat ini masih banyak yang abai akan hal itu. Khusus untuk daun sambiloto, penggunaan jangka panjang tanpa dosis yang tepat akan memberi dampak negatif berupa:

  • Lidah terasa pahit, sehingga menurunkan nafsu makan.
  • Merusak sekaligus menurunkan fungsi sel-sel pankreas.
  • Menurunkan kadar gula dalam darah, yang berefek pada terjadinya penyakit hipoglikemia.
  • Pada kasus-kasus luar biasa seperti over dosis, dapat berakibat pada hilangnya kesadaran.

Sejumlah Masalah Kesehatan yang dapat Disembuhkan dengan Sambiloto

Selain terbukti ampuh mematikan sel kanker, sambiloto juga efektif mengatasi sejumlah problem kesehatan yang dialami banyak orang, antara lain:

  • Sebagian wanita mengalami masalah keputihan yang sangat serius. Jika tidak diobati, maka kelak berpotensi menimbulkan peradangan atau infeksi di saluran kemih. Nah, manfaat daun sambiloto untuk keputihan juga tak kalah menakjubkan berkat segenap kandungan istimewa yang dimilikinya. Wanita yang mengonsumsi ramuan sambiloto 1x sehari, dapat menunjukkan perubahan positif yang signifikan terhadap masalah keputihan mereka.
  • Pertusis atau batuk rejan.
  • Amandel.
  • Disentri.
  • Campak.
  • Demam tinggi.
  • Radang usus.
  • Malaria.
  • Bronkhitis dan asma.
  • TBC.
  • Radang dan abses paru.
  • Sakit gigi.
  • Radang paru.
  • Keracunan akibat tempe bongkrek, singkong ataupun jamur.
  • Hipertensi.
  • Kusta.

Demikian ulasan mengenai pengobatan klasik menggunakan manfaat daun sambiloto. Semoga konten artikel ini bernilai manfaat dan dapat dipergunakan sebagai referensi.

Baca artikel lain mengenai Teh Hijau untuk Kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + 10 =