Manfaat Daun Mimba

Manfaat Daun Mimba untuk Kanker dan Kesehatan

Mimba/Daun Mimba atau Azadirachta indica A. Juss merupakan tanaman perdu yang pertama kali ditemukan di India. Tanaman ini tersebar sampai ke Indonesia sekitar tahun 1.500. Daun Mimba ternyata memiliki banyak sekali manfaat kesehatan salah satunya yaitu mengobati kanker. Lebih jelaskan simak pembahasan berikut ini.

Mengenal Daun Mimba

Mimba merupakan tumbuhan yang cepat tumbuh dan dapat mencapai ketinggian sampai 15-20 meter bahkan ada yang 35-40 meter. Cabangnya besar dan menyebar. Cabang daunnya sendiri memiliki panjang sekitar 20-40cm dengan daun hijau tua sekitar 3-8 cm. Bunganya berwarna putih dan beraroma, sedangkan daunnya lembut menyerupai zaitun.

Tanaman ini mudah ditemukan di India dan Pakistan. Kita dapat melihatnya di pinggir jalan, di sekitar kuil, sekolah, atau banguann publik. Tanaman ini tidak mudah kekeringan sehingga sangat cocok untuk ditanam sebagai peneduh di pinggir jalan. Di Indonesia, tanaman ini banyak terdapat di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Madura.

Bagian pohon mimba yang sering dimanfaatkan adalah daun dan bijinya. Biji mimba mengandung minyak sekitar 40 persen yang bisa diambil dengan cara pengepresan dan ekstraksi dengan heksan. Sedangkan daun mimba dapat langsung digunakan ataupun dikeringkan terlebih dahulu. Daun mimba yang baru dipetik tidak perlu perlakukan khusus hanya perlu dibersihkan dari kotoran dengan cara dicuci. Cara mengolah daun mimba melalui pengeringan bisa dilakukan dengan oven yang dilengkapi kipas angin atau menjemur secara alami di bawah sinar matahari yang tidak terlalu terik.

Pohon mimba biasanya mulai berbuah pada bulan Oktober-November dan mulai matang pada Desember-Februari tahun berikutnya. Kita hanya perlu memanen biji yang terjatuh dari pohon. Buah mimba yang matang biasanya dimakan oleh hewan.

Di beberapa daerah mimba digolongkan sebagai mariyuana seperti di Timur Tengah, Afrika, dan sebagian Australia. Hal ini membuat pertumbuhan dan penyebarannya dikendalikan. Di Northern Territory, Australia, pemerintah setempat mengklasifikasikannya sebagai tipe B dan C mariyuana.

Penggunaan dan Manfaat Mimba

Di India, daun Mimba dikeringkan dan ditempatkan di lemari untuk mencegah serangga yang akan memakan pakaian dan juga ditempatkan di dekat tempat penampungan beras. Daun Mimba dikeringkan dan dibakar pada daerah tropis untuk menjauhkan nyamuk. Bunga tanaman ini juga digunakan untuk festival India seperti Ugadi. Beberapa manfaat daun mimba lainnya yaitu:

Sebagai Sayuran

tunas yang lunak dan bunga dari mimba dimakan sebagai sayuran India. Makanan seperti sup yang disebut Veppampoo charu terbuat dari bunga mimpa. Di Bengal, daun mimba muda digoreng dengan air dan irisan terong. Masakan tersebut disebut  nime begun. Mimba juga digunakan sebagai sayuran di beberapa negara Asia Tenggara seperti Kamboja, Thailand, Myanmar, dan Vietnam. Rasanya sendiri sedikit pahit dan tidka begitu disukai namun memang dipercaya bagus untuk kesehatan. Getah  mimba kaya akan protein. Di Myanmar, daun mimba dan bunganya direbus dengan asam jawa untuk melembutkan rasa pahitnya.

Sebagai Obat Tradisional

Lebih dari 2 milenial, tanaman ini digunakan di India untuk obat tradisional. Produk mimba dipercaya oleh praktisi Siddha dan Ayurveda bermanfaat sebagai anthelmintic, antifungal, antidiabetic, antibacterial, antiviral, kontrasepsi, dan sedatif. Obatnya dapat digunakan untuk penyakit kulit. Penyakit kulit yang dapat diobati seperti eczema, psoriasis, dan lain-lain. Selain itu minyaknya digunakan untuk kesehatan rambut, meningkatkan fungsi liver, detoksifikasi darah dan menyeimbangkan tingkat gula dalam darah.

Daun mimba dapat digunakan untuk menambah nafsu makan. Sedangkan kulit batangnya dapat digunakan untuk mengatasi nyeri lambung, penurun demam, serta penguat. Ada juga resep untuk mengatasi disentri yang menggunakan batang mimba. Caranya yaitu batang mimba dicuci kemudian dipotong-potong seperlunya. Lalu direbus bersama dengan 3 gelas air.

Ekstrak daun mimba memiliki efek antibakteri dan antimikroba. Secara umum, mengonsumsi ekstraknya dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Ada juga manfaat detoksifikasi sehingga bisa membersihkan berbagai racun yang ada di dalam tubuh. Selain sebagai bahan makanan dan obat, ternyata daun mimba juga dapat digunakan untuk:

  • Minyak mimba sebagai bahan kosmetik.
  • Mengobati hewan seperti gatal dan demam.
  • Ranting mimba dapat digunakan untuk menggosok gigi, hal ini dilakukan di india, afrika, dan timur tengah.
  • Minyaknya digunakan sebagai pelumas, misalnya untuk roda kereta/gerobak.
  • Digunakan untuk pestisida tanaman.
  • Minyaknya digunakan untuk pembuatan sabun.
  • Daun mimba dapat digunakan untuk makanan hewan seperti makanan kelinci.

Daun Mimba Obat Kanker dan Efek Sampingnya

Ayurveda merupakan yang pertama kali mengungkapkan tentang kandungan anthelmintic, antifungal, antibacterial, dan antiviral pada tanaman daun mimba. Mimba disebut memiliki efek anti kanker. Beberapa studi menunjukkan bahwa ekstrak mimba memiliki kandungan antikanker yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker.

Penelitian yang menggunakan mimba untuk mencegah atau mengobati kanker dilakukan di laboratorium menggunakan sel kanker atau hewan. Penelitian tersebut memang belum sampai pada tahapan uji coba klining menggunakan orang. Ekstrak daun mimba disebut dapat membantu membunuh sel kanker menurut studi yang dipublikasika di “Journal of Ethnopharmacoloy”. Komponen yang terdapat pada daun mimba dapat membantu pencegahan penyebaran kanker menurut penelitian yang menggunakan hamster. Penelitian dengan hamster tersebut dipublikasikan pada “Investigational New Drugs” pada 2010.

Efek samping tidak umum terjadi jika mengonsumsi daun mimba dalam dosis normal. Namun jangan memberikan minyak mimba pada anak-anak karena tidak aman. Anak-anak dapat meninggal setelah mengonsumsi minyak mimba walaupun hanya 5 ml. Jika sedang hamil atau menyusui maka tidak boleh juga mengonsumsi minyak mimba. Keamanan dari mimba ini sendiri belum diteliti untuk ibu hamil. Beberapa efek samping konsumsi daun mimba antara lain:

  • Muntah-muntah, diare, dan kejang-kejang.
  • Alergi pada kulit.
  • Masalah pada kulit kepala dan wajah pasien yang menggunakan minyaknya untuk rambut.
  • Keracunan dilaporkan diderita seorang wanita setelah mengonsumsi mimba yang digunakan untuk pestisida.

Meskipun bahan alami, ternyata mimba cukup banyak memiliki efek samping sehingga penggunaannya harus hati-hati. Konsultasikan pada dokter sebelum mengonsumsi daun mimba untuk memastikan apakah ini aman untuk kesehatan tubuh. Jangan mengobati kanker sendiri dengan menggunakan daun mimba tanpa berkonsulitasi terlebih dahulu. Riset penggunaan daun mimba untuk kanker masih dalam tahap awal dan daun mimba tidak direkomendasikan untuk menjadi pengobatan utama satu-satunya untuk penderita kanker.

Beberapa studi menunjukkan bahwa ekstra mimba memiliki antioksidan. Secara teori, antioksidan dapat menurunkan kemanjuran dari beberapa obat kemoterapi yang bergantung pada generasi radikal bebas untuk efek sitotoksik.

Saat ini kita bisa dengan mudah mendapatkan ekstrak mimba. Tak perlu mengolahnya sendiri, sudah ada ekstrak daun mimba berupa kapsul. Kita perlu melihat kandungannya serta apakah sudah mendapat izin resmi dari BPOM. Namun untuk pengobatan kanker tetap perlu melakukan konsultasi ke dokter untuk penggunaannya. Apakah bisa digunakan sebagai pengobatan bersama dengan terapi kanker yang sedang dijalani atau tidak.

Baca artikel lain mengenai Pencegahan Penyakit Kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 4 =