Manfaat Daun Beluntas

Manfaat Daun Beluntas dan Cara Mengolahnya Untuk Kanker

Sudahkan Anda pernah mendengar atau melihat langsung tanaman Beluntas sebelumnya? Pada dasarnya, Beluntas bukan tanaman langka di Indonesia. Sehingga keberadaannya cukup mudah ditemukan, bahkan mungkin di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda sendiri. Beluntas termasuk tanaman semak karena jarak antar percabangannya sangat berdekatan. Tumbuh liar di dataran rendah yang kering, berbatu, dan keras. Apabila dibiarkan, tinggi tanaman Beluntas dapat mencapai 3 meter. Karena ukurannya yang tinggi serta rimbun, tanaman ini kerap dimanfaatkan sebagai pagar alami yang ditanam di depan perkarangan rumah.

Sampai sekarang asal usul tanaman Beluntas belum dapat dipastikan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa Beluntas berasal dari negeri Cina, tapi ada juga yang berkeyakinan tanaman ini merupakan tanaman asli Indonesia dan banyak tumbuh di Kalimantan. Oleh karena itu, dalam pengobatan tradisional suku Dayak, daun Beluntas termasuk paling terkenal.

Daun Beluntas bertangkai pendek dan tumbuh berselang-seling pada batang tanaman yang berdiri tegak. Bentuk daun oval dengan ujung yang meruncing dan di sekeliling tepi daun bergerigi. Panjangnya 3-6,5 cm dan lebar berkisar 2-4 cm. Pada permukaan daun diselimuti bulu-bulu halus yang cukup kentara. Saat masih muda, daun Beluntas berwarna hijau cerah atau kekuningan dan semakin lama berubah hijau kusam.

Tanaman berakar tunggang yang satu ini pun dilengkapi dengan bunga majemuk.  Bunga tumbuh dari ujung dan ketiak daun. Putik bunga lurus sepanjang lebih kurang 6 mm, berwarna putih kekuningan. Sekilas putik bungan Beluntas mirip jarum-jarum halus yang ditegakkan. Selain bunga, Beluntas juga dilengkapi dengan buah kecil berwarna hijau dan cenderung keras. Serta, biji yang berwarna cokelat keputih-putihan.

Di Indonesia, penyebutan daun Beluntas antar satu daerah dengan daerah lain berberbeda-beda, seperti Luntas (Jawa), Baluntas atau Baruntas (Sunda/Jawa Barat), Lenabou (Timor), Lamutasa (Makassar), dan sebagainya.

Manfaat Daun Beluntas dalam Pengobatan Herbal

Tanaman Beluntas dapat hidup bertahan hidup selama bertahun-tahun tanpa perawatan. Di samping kerap dimanfaatkan sebagai pagar pekarangan, daun Beluntas juga boleh dikonsumsi sebagai sayur. Jika sudah dimasak, teksturnya empuk dan nyaman dicerna.  Selain itu, mengonsumsi daun Beluntas terbukti menyehatkan. Sebab di seluruh bagian tanaman Beluntas, terlebih pada daunnya, sarat akan kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk melawan berbagai macam penyakit.

Ada beberapa masalah kesehatan yang dapat ditanggulangi dengan daun Beluntas, antara lain seperti berikut ini.

1. Rematik

Saat usia mulai menua, risiko terkena penyakit rematik semakin besar. Penyakit ini ditandai dengan rasa nyeri di bagian lutut dan tumit, terutama pada malam, pagi, atau saat udara dingin. Karena rasa nyeri tersebut, pergerakan menjadi terganggu.

Berolahraga dan menjalani pola hidup sehat sedari muda dapat memperkecil risiko terkena rematik di usia lanjut. Selain itu, mengonsumsi air rebusan daun Beluntas juga mampu mencegah sekaligus mengatasi penyakit rematik.

2. Nyeri Pinggang

Sebagian orang mengalami masalah nyeri pinggang berulang dan harus bolak-balik mengonsumsi obat. Nyeri pinggang tidak dapat dikatakan penyakit sepele. Pada tingkat rasa sakit tertentu, penderita bahkan tidak sanggup bergerak. Cobalah mengonsumsi daun Beluntas. Caranya bisa dengan meminum air rebusannya ataupun menyatap daun Beluntas yang telah diolah menjadi masakan.

3. Bau Badan

Tidak selamanya bau badan mempan dilawan dengan deodorant, talcum powder atau parfum sekalipun. Kalaupun bisa, hasilnya hanya dalam beberapa jam saja. Selebihnya, bau badan akan kembali tercium lagi.

Masalah bau badan semestinya diatasi dari dalam. Rutin minum air rebusan daun beluntas, memperbanyak konsumsi sayur, berolahraga, dan menjaga kebersihan tubuh terbukti efektif melenyapkan bau badan tak sedap.

4. TBC Kelenjar Getah Bening di Leher

Penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis ini tak hanya berpusat di orga paru-paru saja. Penyakit TBC juga bisa menyerang kelenjar bening di leher, tulang, saluran kencing, payudara, bahkan otak.

Khusus untuk TBC kelenjar getah bening di leher dapat diatasi dengan ekstrak Daun Beluntas yang diramu bersama rumput laut dan gelatin dari kulit sapi. Ramuan herbal ini terbukti ampuh membasmi bakteri Mycobacterium Tuberculosis dan menciutkan benjolannya.

5. Keputihan

Keputihan adalah suatu hal sebenarnya normal dialami wanita, apalagi pra dan pasca menstruasi. Pasalnya, menstruasi menimbulkan rasa gatal dan “becek” di sekitar organ intim. Sehingga mengurangi kenyaman. Namun, kolaborasi antara daun Beluntas dan akar tanaman Tapak Liman ternyata dapat digunakan untuk mengatasi masalah keputihan ini sampai tuntas.

6. Kanker Sembuh dengan Beluntas

Penyakit kanker mengintai segala usia dan menduduki peringkat lima besar sebagai penyakit mematikan. Menurut sejumlah penelitian, setiap tahun sedikitnya ada 13.000 pasien kanker meninggal dunia. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari faktor genetik, kontaminasi bahan kimia berbahaya, radiasi ultraviolet berlebihan, infeksi virus, obesitas, hingga gaya hidup tak sehat.

Pengobatan kanker cukup rumit. Tata laksananya harus tepat, sebab sel kanker gampang berkembang. Pasien kanker bebas memilih jenis pengobatan yang diinginkan, baik itu berbasis medis maupun herbal.

Khusus pengobatan herbal, memang membutuhkan kesabaran ekstra dalam menjalankannya. Namun, efek sampingnya tidak separah yang ditimbulkan dari obat kemoterapi ataupun radioterapi. Salah satu bahan herbal jitu untuk melawan kanker adalah daun Beluntas.

Daun Beluntas sarat akan kandungan nutrisi kompleks yang dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan diri dari gempuran penyakit berbahaya. Beberapa senyawa yang paling ditakuti sel kanker pada daun beluntas antara lain Flavanoid, Fenol, dan Minyak Atsiri. Ketiganya bekerja sebagai antibakteri dan antiradikal bebas penyebab muncul dan berkembangnya sel kanker. Dalam praktiknya, ekstrak daun Beluntas paling banyak dimanfaatkan untuk penyembuhan kanker servik dan kanker kolon.

Cara Mengolah Daun Beluntas

Untuk memudahkan pengguna, saat ini ekstrak daun Beluntas sudah ada yang dikemas dalam bentuk kapsul dan teh siap seduh. Namun, pengolahan dari pabrik sedikit banyak tentu mendapat sentuhan bahan pengawet.

Agar khasiat yang didapat lebih maksimal, sangat disarankan meramu daun Beluntas secara alami. Berikut resep yang layak dicoba:

  • Siapkan 4 lembar daun Beluntas yang masih mudah dan tanpa tangkainya sama sekali. Cuci bersih. Tiriskan dalam wadah dari tanah liat atau kaca.
  • 7 butir cengkeh. Rebus bersama 5 gelas air sampai air menyusut menyisakan 3 gelas saja. Dalam keadaan masih panas, tuang air rebusan cengkeh ke dalam wadah berisi daun Beluntas tadi. Tutup dan diamkan selama 15-20 menit, baru kemudian diminum hingga habis. Lakukan rutin 2x sehari.

Penting diingat, dalam proses meramu hindari menggunakan alat-alat berbahan logam maupun plastik agar khasiat daun Beluntas dan Cengkeh tidak berkurang.

Efek Samping Daun Beluntas     

Mengonsumsi daun Beluntas dalam takaran yang wajar, sama sekali tidak menimbulkan efek samping berbahaya bagi tubuh. Akan tetapi dalam pemakaian berlebih daun Beluntas bisa menimbulkan beberapa masalah seperti:

  • Kerusakan hati.
  • Gangguan kehamilan berupa kerusakan embrio.
  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Ruam kulit.

Demikian informasi seputar daun Beluntas dan manfaat mengonsumsinya. Ternyata, khasiat tanaman semak ini patut diacungi jempol. Silakan mencoba jika Anda kebetulan mengalami masalah-masalah kesehatan seperti yang tertera di atas.

Baca artikel lain mengenai Kanker Payudara pada Pria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 10 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.