Manfaat Bawang Merah

8 Manfaat Bawang Merah Mentah Untuk Herbal Kanker

Manfaat bawang merah tidak hanya membuat rasa masakan kian lezat namun ternyata juga bersifat anti-kanker. Temuan ini bahkan dibuktikan dari sejumlah penelitian internasiol. Salah satunya penelitian yang diterbitkan oleh jurnal kesehatan Food Research International. Para peneliti menyatakan jika bawang merah ternyata lebih kuat membunuh sel kanker daripada bawang putih maupun bawang bombay.

Bawang merah dikenal dengan nama latin Allium ascalonium L. Merupakan tanaman umbi dari familia Alliaceae. Berbagai bukti ilmiah menunjukkan bahwa kekayaan senyawa antioksidan terkandung dalam brambang, sebutan bawang merah dalam bahasa jawa. Antioksidan merupakan lawan seimbang bagi radikal bebas dan zat karsinogen berbahaya.

Bawang merah tak hanya kaya akan antioksidan tetapi juga dilengkapi nutrisi yang jarang ada pada sayuran lain. Salah satu penguat manfaat bawang merah adalah kuersetin yang mampu perangi sel-sel abnormal pada gejala kanker. Untuk itu cara terbaik agar nutrisi bawang merah ini tetap terjaga adalah dengan memakan bawang merah yang mentah atau setengah matang saja. Bila dimasak dalam kondisi terlalu panas maka manfaat bawang merah mentah bisa berkurang terutama antioksidan di dalamnya.

Aroma bawang merah kerap timbulkan bau mulut yang cukup menyengat. Tetapi menambah irisan bawang ke dalam makanan punya citarasa tersendiri. Misalnya bumbu kecap dengan irisan bawang merah atau jadi taburan pada sepiring salad sayuran segar.  Kerenyahan yang aman, efektif, dan juga efisien membuat bawang merah untuk obat layak untuk dikonsumsi. Komposisinya seperti vitamin, minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, saponin, flavonglikosida, peptida, zat pati, dan beberapa zat aktif unik.

Senyawa dan Zat Bawang Merah Untuk Obat Kanker

1. Allyl Disulphide

Menurut US National Cancer Institute, senyawa ini dapat mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas, sehingga risiko kanker bisa diturunkan. Dari penelitian ditemukan pula jika kegunaan bawang merah untuk obat akan efektif dalam memerangi masifnya sel-sel kanker hati, kanker lambung, serta kanker kolorektal.

2. Quercetin

Temuan yang dipublikasikan pada jurnal Food Research International mengungkap bahwa bawang merah mengandung kadar quercetin yang paling tinggi.

Quercetin merupakan salah satu jenis flavanoid, bagian dari kelompok polifenol yang terdapat pada berbagai tumbuhan serta diketahui memiliki manfaat yang baik untuk menjaga kesehatan.

Satu setengah ons bawang merah segar mengandung querstin yang memproteksi diri dari kanker. Quercetin berperan aktif sebagai agen antioksidan sebagai penghambat aktifnya sel kanker payudara, kanker prostat, kanker usus besar, kanker ovarium, juga menurunkan risiko kanker paru-paru.

3. Anthocyanin

Pakar nutrisi kerap menyarankan agar kita memilih buah dan sayuran yang kaya warna. Pigmen tumbuhan ini berperan penting dalam memberi warna alami pada buah dan sayuran, di samping menangkal radikal bebas yang menimbulkan radang akibat gejala kanker. Selain itu zat anthocyanin dalam jumlah tinggi pun kian memperkaya sifat molekuel quercetin. Kedua senyawa unik ini sama bermanfaatnya dalam memburu dan menghancurkan radikal bebas. Itulah bukti bila bawang merah yang memiliki kekuatan lebih besar dalam hal melawan jaringan kanker dibandingkan bawang putih. Terutama pada jenis bawang merah yang warnanya paling merah pekat.

4. Flavanoid

Bawang merah dikenal sebagai sumber flavanoid yang efektif dalam melawan kanker usus besar dan kanker payudara. Salah satu peneliti dari Universitas Guelph di Kanada memiliki alasan kuat untuk risetnya terhadap manfaat bawang merah mentah. Abdulmonen Murayyan mengatakan bahwa bawang merah secara aktif mendorong kematian sel-sel berbahaya di dalam tubuh manusia. Flavanoid akan mendeaktifkan kasinogen dan pemicu tumor terutama pada sel kanker payudara.

5. Senyawa Onionin A atau ONA

Para peneliti dari Universitas Jepang telah menemukan efek senyawa alami yang terkandung di dalam bawang merah, yaitu disebut Onionin A atau disingkat ONA. Setelah uji linis menggunakan ONA ternyata pertumbuhan epitel kanker ovarium (EOC) melambat. ONA telah menghambat tumbuhnya pra-tumor myeloid yang diturunkan melalui sel penekan (MDSC), serta mengurangi proliferasi sel kanker ovarium. Dengan demikian senyawa Onion A dianggap bermanfaat untuk pengobatan pasien dengan masalah kanker ovarium.

6. Organosulphur dan Allysin

Bawang merah kaya akan organosulphur yaitu suatu senyawa sulfur yang mengatasi kanker prostat dan juga kanker lambung. Organosulphur dapat menciptakan pelindung pada saat tubuh berperang melawan kanker prostat dan kanker perut, menurut studi dari National Institute of Envirinment Health Science.

Tak jauh berbeda dengan hasil penelitian yang diterbitkan oleh Journal of National Cancer Institute meyakini hubungan antara asupan senyawa alisin dan kanker prostat. Peneliti menemukan bahwa pria dengan asupan senyawa allisin yang tinggi memiliki risiko lebih rendah terhadap kanker prostat.

7. Vitamin C

Bawang merah kaya akan vitamin C yang juga berfungsi sebagai antioksidan untuk melawan terbentuknya radikal bebas pemicu kanker. Vitamin C ini dapat mengurangi kemungkinan terjadi kanker perut dan kanker esophagus atau kanker tenggorokan. Makanan yang mengandung vitamin C dan juga vitamin E dapat mencegah kanker maupun membantu penyembuhan sata menjalani kemoterapi.

8. Mineral Selenium

Bahan pangan yang mengandung mineral Se dan Zn mempunyai kemampuan untuk menurunkan risiko kanker. Bawang merah salah satu yang paling kaya selenium dan zinc. Mineral ini mempunyai manfaat sebagai antioksidan dimana tubuh dapat membuat enzim detoksifikasi. Enzim ini berperan untuk mengeluarkan karsinogen dari dalam tubuh, serta membangun sistem imun dengan lebih baik lagi. Komponen bioaktif pada bawang merah dapat mencegah kerusakan sel-sel agar dapat bertahan dari serangan kanker.

Kegunaan Bawang Merah Untuk Jus Herbal

Supaya kegunaan bawang merah lebih efektif, baiknya mengkonsumsi bawang mentah atau yang setengah matang. Senyawa sulfurnya akan mampu mendetoksifikasi zat karsinogen. Selain dimakan mentah jus herbal bawang merah juga dianjurkan. Caranya dengan menghancurkan atau menggerus 2-3 siung bawang merah menggunakan blender. Buat seperti jus kental dengan air hangat serta ditambahkan 1 sdm madu alami supaya rasa pedasnya ternetralisir. Minum sebanyak satu atau dua gelas sehari.

Dari studi yang dilakukan Abdulmonem Murrayan dan Profesor Suresh Neethirajan, telah dipastikan bahwa kegunaan bawang merah adalah untuk melawan kanker:

  • Bawang membangun imunitas tubuh yang tidak menguntungkan bagi sel kanker.
  • Memutus jalur komunikasi antar sel sehingga jaringan sel berbahaya dapat dicegah pertumbuhannya.
  • Bawang merah menjaga aliran darah dan mengurangi peradangan pada pembuluh darah.
  • Quersetin yang ditemukan pada bawang merah lebih tepat dikonsumsi dibandingkan bahan kimia dalam obat-obatan dan juga suplemen tertentu.

Oleh karena itu, cara untuk melawan kanker tak hanya dengan mengandalkan obat kimia yang mahal harganya. Banyak sumber makanan sehari-hari yang bisa menjaga kesehatan dari risiko penyakit mematikan. Seperti juga bawang merah dan bawang putih yang tidak pernah absen dari aktivitas masak di dapur. Manfaatkan sedapnya bawang bersama makanan sehat berserat yang rendah kolesterol supaya dengan pola hidup sehat ini tentun kanker berjenis apapun dapat dicegah sedini mungkin.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Sirsak dan Kulit Manggis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − ten =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.