Manfaat Alkaline Water

Benarkah Manfaat Alkaline Water dapat Meminimalisir Efek Kemoterapi?

Kanker adalah penyakit yang menjadi momok bagi siapa saja. Bagaimana tidak, kanker ditengarai sebagai penyakit paling mematikan, setelah jantung.  Salah satu pengobatan kanker yang lazim dilakukan adalah kemoterapi atau pengobatan kanker melalui jalan penyinaran.

Sayangnya pengobatan tersebut menyebabkan banyak efek samping. Bahkan bisa mematikan sel-sel kanker yang masih sehat. Secara medis, ada pengobatan lain yang bisa dilakukan namun cukup menguras kantong dan dilakukan di luar negeri. Kendati mahal, kemoterapi menjadi pengobatan yang paling banyak dijalani oleh pasien kanker.

Banyaknya pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan merasakan efek sampingnya mengharuskan mereka menjaga kondisi.  Cara mereka menjaga kondisi adalah dengan mengubah pola hidup mereka menjadi lebih baik, olahraga rutin, mengonsumsi makanan sehat.

Pengobatan alternatifpun dilakukan untuk mengobati kanker atau mengatasi efek samping kemoterapi. Misal mengonsumsi herbal, minuman kesehatan tertentu, sampai suplemen tambahan. Salah satu pengobatan yang disarankan untuk mengobati kanker ataupun mengurangi dampak dari kemoterapi adalah rutin mengkonsumsi air alkali atau air dengan pH tinggi.

Ada beberapa jenis air alkali dengan pH tinggi yang dipasarkan dan mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Harganya bisa dibilang tidak murah, kendati masih terjangkau. Banyak yang sudah merasakan manfaatnya akan tetapi ada juga yang belum merasakan manfaat meski sudah mengkonsumsi.

Air Alkali Bekerja Untuk Tubuh

Air alkali dengan pH tinggi diyakini bisa menetralisir tingkat keasaman berlebih dalam tubuh. Makanan yang sering kita konsumsi lebih banyak mengandung asam yang kurang baik bagi tubuh. Air alkali diyakini mampu mentralisir keasaman berlebih dalam tubuh yang disebabkan oleh makanan.

Makanan seperti gorengan, bakaran, atau makanan berlemak lainnya banyak mengandung asam. Tentu saja makanan tersebut berbahaya bagi tubuh kita. Bahkan akibat fatalnya bisa menimbulkan penyakit. Itu sebabnya sebelum menjadi penyakit serius harus dicegah, salah satu caranya dengan rutin mengkonsumsi air alkali.

Air alkali juga mengandung antioksidan yang bisa melawan radikal bebas dalam tubuh.  Pada pasien kanker, sel kanker adalah radikal bebas yang menyebar luas pada tubuh penderita. Pasien kanker membutuhkan antioksidan untuk melawan radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan bisa didapat dari makanan dan aktivitas pasien sehari-hari.

Rupanya selain dari makanan dan sayuran, antioksidan juga bisa didapat dari air alkali. Biasanya jika menderita penyakit tertentu air alkali dapat diatur tingkat pH-nya. Agar sesuai dan tidak memberikan efek samping bagi pasien. Misal baru pertama kali mengkonsumsi air alkali, akan diberikan air dengan pH yang tidak terlalu tinggi agar tidak terjadi mual atau pusing. Untuk konsumen dengan penyakit atau kondisi tertentu disarankan mengkonsumsi air alkali dengan pH tertentu.

Apa Saja Yang Diperlukan Ketika Kemoterapi?

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang lazim dijalani oleh pasien kanker. Selama kemoterapi ada efek samping yang timbul pada tubuh, seperti pusing, mual dan muntah, sembelit, bibir kering, nfasu makan menurun, dan lain-lain. Itu sebabnya pasien kanker yang akan menjalani pengobatan kemoterapi harus benar-benar dalam kondisi fit. Agar  meminimalisir rentetan efek samping akibat kemoterapi.

Makanan yang dianjurkan saat  kemoterapi antara lain sayur dan buah-buahan yang mengandung antioksidan. Cara memasaknya pun harus sesuai dan tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi sayuran dalam keadaan mentah. Salah satu efek samping adalah bibir kering. Itu sebabnya pasien kanker dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi air putih sebelum dan sesudah menjalani kemoterapi untuk menghindari efek bibir kering.

Efek samping dari kemoterapi itu disebabkan oleh sel-sel yang masih sehat juga ikut terbasmi oleh obat kemoterapi. Efek yang paling sering dialami oleh survivor kanker antara lain rambut rontok, diare berkepanjangan, asam lambung meningkat, gigi sakit, dan lain-lain.

Itu sebabnya banyak pasien kanker yanng memilih pengobatan alternatif untuk mengobati kanker. Salah satu pengobatan alternatif adalah dengan mengonsumsi air alkali secara rutin. Bisa juga kemoterapi tetap dilakukan sembari mengonsumsi air alkali. Tujuannya agar sel-sel yang masih sehat tidak ikut terbasmi oleh obat kemoterapi.

Jika tubuh seimbang, antara gizi, antioksidan, dan pasokan oksigen maka efek kemoterapi akan mampu diminimalisir.  Akan tetapi, perlu digarisbawahi bukan berarti air alkali dapat menjadi pengobatan kanker alternatif yang bisa digunakan.

Benarkah Air Alkali Dapat Sembuhkan Kanker Dan Meminimalisir Efek Kemoterapi?

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang sudah sangat lazim dilakukan. Alasannya karena ada di hampir semua rumah sakit di Indonesia. Bahkan beberapa klinik dokter yang juga memiliki alat untuk kemoterapi.  Ada pengobatan kanker di luar negeri seperti di Amerika Serikat, China, Jepang, atau Jerman. Namun tentu saja membutuhkan biaya yang lebih besar.

Air alkali ada banyak jenisnya ada yang mengandung pH tinggi sehingga dapat menetralisirtubuh. Sel kanker tubuh dengan cepat pada tubuh dengan kondisi asam yang tinggi. Salah satu yang mempengaruhi tingginya asam dalam tubuh adalah konsumsi makanan seperti makanan berlemak,  gula, sabtan, makanan yang digoreng, makanan yang dibakar, daging merah, dan lain-lain. Sementara air alkali diyakini mampu menetralisir kondisi asam yang menjadi tempat tumbuh sel kanker.

Tentu saja air alkali tersebut diimbangi dengan makanan dan sayuran sehat yang mengandung antioksidan dan senyawa lain yang berkhasiat menghentikan laju pertumbuhan sel kanker.

Secara medis memang belum ada penelitian terkait air alkali dapat menyembuhkan penyakit kanker. Akan tetapi paling tidak kandungan yang terdapat dalam air alkali mampu menetralisir sel kanker yang tumbuh dalam kondisi tubuh.

Kandungan air alkali juga dipercaya mampu mengurangi efek dari kemoterapi. Salah satu efek yang ditimbulkan adalah asam lambung tinggi yang dapat menyebabkan mual dan muntah. Kandungan air alkali yang dapat menetralisir asam dapat meredakan asam lambung yang diderita pasien kanker pasca kemoterapi.

Air alkali mengandung antioksidan tinggi dapat menambah jumlah asupan atau pasokan oksigen dalam tubuh. Sel kanker tidak akan tumbuh dan dapat mati dalam keadaaan tubuh yang basa. Itu sebabnya selain dari makanan, pasokan oksigen juga bisa didapat dari air alkali.  Selain itu air alkali juga dapat meredakan sakit yang diakibatkan oleh penyakit kanker atau efek dari kemoterapi.

Memang belum ada penelitian secara medis. Akan tetapi melihat dari kandungannya dapat meredakan dan meminimalisir efek kemoterapi, konsumsi air alkali sepertinya bisa menjadi alternatif bagi survivor kanker yang menjalani kemoterapi. Akan tetapi perlu diketahui air alkali bukanlah obat. Akan tetapi membantu meredakan rasa sakit yang diakibatkan dari kemoterapi.

Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa air alkali dapat menjadi obat pengganti penyakit kanker. Rutin mengonsumsi air alkali bisa jadi meminimalisir efek kemoterapi dan mengurangi rasa sakit. Akan tetapi bukan berarti serta merta mengobati kanker atau menggantikan kemoterapi sebagai pengobatan kanker.  Pasien kanker harus tetap menjaga makan dan menerapkan pola hidup sehat.

Baca artikel lain mengenai Berobat ke Singapura atau Malaysia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − nine =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.