Keputihan Penyebab Kanker Serviks

Gejala dan Tanda Keputihan Penyebab Kanker Serviks

Setiap perempuan harus mewaspadai tanda keputihan penyebab kanker serviks. Keputihan yang tak biasa bisa jadi penyakit paling mematikan bagi kaum perempuan di seluruh dunia. Data WHO menunjukkan bahwa lebih dari 270 ribu wanita yang terjangkit virus HPV (Human Papillomavirus). Virus HPV membawa gejala-gejala kanker serviks sehingga berujung pada kematian. Kondisi ini telah dialami Julia Perez sampai wafatnya di pertengahan tahun 2017.

Virus HPV sangat mudah menyerang leher rahim perempuan. Leher rahim berfungsi sebagai pintu masuk dari vagina menuju rahim. Oleh karena itu, penyakit ini paling berisiko bagi wanita yang telah aktif secara seksual.

Sayangnya, seringkali perempuan tidak menyadari ada hal-hal janggal pada tubuhnya. Semisal, pendarahan pada vagina kerap disangka sebagai perubahan siklus menstruasi. Banyak pula wanita yang mengalami keputihan penyebab kanker serviks, namun masih menganggap tanda ini masalah biasa. Tanda-tanda kanker serviks di stadium awal memang kerap tersamarkan. Akan tetapi jika dibiarkan hingga stadium akhir, pertolongan medis seringkali sudah terlambat.

Perempuan yang mengalami keputihan penyebab kanker serviks perlu mengenali perbedaannya dengan keputihan biasa. Terlebih lagi jika diikuti masalah pendarahan, bau keputihan tidak sedap, terasa nyeri panggul, dan menjadi sulit buang air besar. Selain itu biasanya muncul rasa sakit setiap berhubungan seksual. Saat itu juga keluar darah padahal siklusnya masih di luar masa menstruasi.

Dalam pencegahan, hal terpenting adalah menghindari beberapa faktor risiko kanker serviks seperti berikut ini:

  1. Hindari berganti-ganti pasangan saat berhubungan intim.
  2. Kenali riwayat aktivitas seksual pasangan dan kesehatannya.
  3. Waspadai infeksi menular seksual akibat penyakit kelamin.
  4. Merokok akan memperburuk gejala awal kanker serviks.
  5. Kurangi penggunaan obat-obatan yang mempengaruhi sistem imunitas tubuh.

 

Berbagai Tanda Keputihan yang Berbahaya

Gejala paling dominan pada kanker serviks adalah pendarahan hebat namun sebelumnya curigai jika keputihan tampak tidak normal, seperti:

  • Banyak keluar tanpa henti dari vagina.
  • Bau cairan vagina kurang sedap atau berbeda dari biasanya.
  • Cairan yang keluar tidak hanya putih kental, tapi juga berwarna kemerahan, cokelat, dan ada darahnya.

Pada stadium akhir maka kanker serviks sudah menyebar dari leher rahim sampai ke jaringan dan organ di sekitarnya. Tanda-tanda keputihan yang berbahaya tadi akan menunjukkan sejumlah gejala spesifik di bagian-bagian tubuh tertentu. Penderita gejala kanker serviks akan mengalami siklus menstruasi tidak teratur. Selera makan akan hilang sehingga berat badan menurun, tubuh menjadi mudah lelah.

Gejala rasa sakit kemudian menjalar pada panggul, punggung, dan  perut bawah. Dari sini terjadi pembengkakan pada salah satu kaki, kemudian ginjal juga membengkak atau sering disebut hidronefrosis. Sumbatan pada ginjal akan jadi masalah saat buang air kecil yang terasa nyeri dan terdapat darah.

Maka sebelum gejalanya menjadi tanda yang dekat dengan stadium kanker serviks, kenali dengan baik apa saja tanda-tanda keputihan yang berbahaya. Problem ini kerap dianggap remeh karena kurangnya keperdulian pada kesehatan organ reproduksi.

Keputihan normal biasanya berwarna bening hingga pekat seperti susu sedangkan sebaliknya dengan keputihan tidak normal. Keputihan ini warnanya cenderung pekat, hijau, atau kuning disertai aroma tidak sedap dan juga pendarahan. Sebab itulah warna keputihan pada kanker serviks biasanya tampak cokelat atau kemerahan, disertai pendarahan terus-menerus, dan terasa sakit pada rahim. Jika dibandingkan, agak berbeda dengan keputihan akibat virus Gonorrhea atau infeksi, warna keputihan cenderung kuning atau kehitaman, namun aromanya juga tak sedap

Pastinya bila terdapat tanda-tanda keputihan yang berbahaya ini, seperti kental, bergumpal, berwarna hijau atau kuning, terasa gatal dan berbau amis, sebaiknya segera periksa ke dokter kandungan. Tidak semua keputihan aneh adalah tanda dari kanker serviks. Ada beberapa infeksi lain yang masih bisa disembuhkan melalui pengobatan medis. Misalnya warna kekuningan adalah tanda jamur dan bakteri jahat sedang menyerang vagina. Bakteri membuat Miss V terasa gatal serta berbau kurang sedap.

Jadi apabila warna keputihan masih cair dan bening serta tidak berbau, maka Anda tak perlu merasa cemas. Menurut dr. Boyke, keputihan fisiologis akan terjadi mendekati waktu menstruasi, di tengah masa subur, saat terangsang, atau saat melakukan hubungan seksual. Rutin membersihkan dan menjaga vagina tetap kering akan menurangi risiko keputihan akibat infeksi virus atau bakteri.

Masalah Keputihan karena Ada Kista

Hal lain yang juga dipertanyakan adalah ada tidaknya problem keputihan akibat kista atau mioma. Daging tumbuh atau miom kista tak selalu jadi pertanda kanker serviks, meskipun tetap harus dibersihkan melalui prosedur operasi.

Secara umum masalah keputihan karena ada kista tidak begitu signifikan. Keputihan bukan merupakan gejala atau menandakan adanya miom. Kista ovarium sendiri jarang sekali berhubungan dengan keputihan karena letak ovarium cukup jauh dari daerah mulut rahim maupun vagina.

Tanpa ditandai masalah keputihan karena ada kista, gejala pertumbuhan miom pada ovarium lebih sering ditandai pendarahan hebat saat menstruasi. Miom juga menyebabkan rasa tertekan dan nyeri hebat di bagian panggul. Miom juga menyebabkan masalah kandung kemih.Penderita akan lebih sering buang air kecil dengan sensasi panas dan sakit di area Miss-V.

Tips-tips Mengatasi Keputihan

  1. Jaga kebersihan vagina agar kemaluan selalu kering dan tidak lembab.
  2. Saat membilas, gunakan tangan yang bersih begitu juga dengan airnya.
  3. Bilas dari arah depan vagina ke belakang anus agar tidak terinfeksi kuman dari anus.
  4. Keringkan kemaluan setelah membilasnya.
  5. Gunakan celana dalam berbahan dingin dan menyerap keringat.
  6. Hindari pemakaian celana berbahan tebal seperti jeans dalam waktu yang lama.
  7. Rajinlah membilas vagina setiap ada tanda-tanda keputihan dan setiap selesai berhubungan seksual.

 

Mulai Kini Waspadailah Gejala-gejala Kanker Serviks!

Itulah tadi berbagai tanda bahaya dari warna keputihan pada kanker serviks, maupun juga keputihan akibat infeksi virus yang lainnya. Jangan anggap remeh masalah keputihan karena sangat mungkin merupakan gejala dari kanker mulut rahim. Meskipun begitu, tidak semua keputihan merupakan pertanda masalah pada kesehatan organ repoduksi. Keputihan fisiologis adalah hal yang norman dibanding patologis atau membahayakan.

Maka perlu diingat lagi bahwa cairan warna coklat yang muncul setelah masa menstruasi dan disertai nyeri pinggang bisa jadi pertanda kanker serviks. Wanita yang mengalami keputihan ini juga akan mencium baun anyir dan amis yang kemudian menimbulkan rasa gatal. Gejala warna keputihan pada kanker serviks tersebut kian berbahaya jika menimbulkan bercak-bercak darah.

Jika mengalami hal ini segera konsultasi pada dokter kandungan agar mendapat penanganan yang lebih cepat. Pemeriksaan lebih lanjut dapat bantu mendeteksi penyebab keputihan dan mencegah gangguan kesehatan kelamin. Harapan hidup dari penanganan kanker serviks sedini mungkin juga masih sangat tinggi. Oleh karena itu jangan abaikan kesehatan organ reproduksi seksual Anda demi terhindar dari segala bentuk penyakit mematikan.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Sirsak dan Kulit Manggis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 20 =