Kemoterapi dan Imunoterapi

Penyembuhan Kanker dengan Perpaduan Kemoterapi dan Imunoterapi

Mengenal Kemoterapi dan Cara Kerjanya

Kemoterapi merupakan upaya perawatan bagi penderita kanker yang paling populer. Obat kemoterapi ini bisa berupa pil atau suntikan melalui infus. Umumnya pasien akan mendatangi klinik atau rumah sakit ketika akan menjalani kemoterapi. Obat kemo untuk kanker sangatlah beragam. Obat ditentukan dari jenis kanker dan kondisi tubuh pasien. Hal ini karena cara kerja obat juga sangat beragam. Ada yang benar – benar membunuh sel kanker atau sekedar menghentikan pertumbuhan kanker.

Dokter biasanya akan membuat resep obat kemo bahkan merekomendasikan jenis terapi lain. Salah satu terapi modern untuk mengatasi kanker yakni kombinasi kemo dan terapi radiasi. Selain itu, ada juga jenis kombinasi terapi kanker yang memadukan kemo dengan imunoterapi. Perpaduan jenis terapi ini dipercaya mempunyai hasil yang lebih maksimal.

Mengenal Imunoterapi dan Cara Kerjanya

Imunoterapi merupakan cabang ilmu biomedis yang secara luas mencangkup segala hal mengenai sistem imun. Penerapan dari imunoterapi ini sangatlah luas, mulai dari cara kerja, malfungsi, karakter serta peranan fisiologis sistem imun itu sendiri. Imunoterapi kini juga mengerucut pada metode penyembuhan penyakit tertentu dalam tubuh.

Imunoterapi merupakan terapan dari ilmu biomedis yang menggunakan imun sebagai upaya penyembuhan penyakit kanker. Cara kerja imunoterapi ini tentunya mempunyai perbedaan dibandingkan penanganan kanker menggunakan kemoterapi ataupun terapi radiasi. Imunoterapi tidak hanya fokus menghancurkan sel kanker dalam tubuh saja, tapi lebih fokus pada upaya menambah sistem kekebalan tubuh itu sendiri.

Penerapan Kemoterapi dan Imunoterapi untuk Atasi Kanker

Jika sebelumnya kita telah membahas bahwa kemoterapi adalah upaya menghancurkan atau menahan laju pertumbuhan sel kanker. Sedangkan imunoterapi adalah upaya penanganan kanker dengan menguatkan sistem kekebalan tubuh itu sendiri sehingga sel kanker bisa dibersihkan secara perlahan. Dua upaya penanganan kanker ini tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangannya tersendiri.

Ada jenis penyakit kanker yang lebih sesuai menggunakan penanganan kemoterapi. Namun ada pula yang lebih susuai menggunakan imunoterapi karena beragam alasan. Tentunya keputusan mengenai cara mana yang akan dipilih merupakan hasil rekomendasi dokter ahli. Umumnya dokter akan lebih mengetahui mana proses yang paling sesuai untuk pasien kanker. Selain jenis penyakit kanker yang diderita, pertimbangan lain seperti kondisi fisik maupun riwayat penyakit juga menjadi pertimbangan sebelum memilih penanganan penyembuhan kanker.

Penelitian menemukan metode baru, yakni menggabungkan kemoterapi dan imunoterapi. Di Providence Cancer Center bahkan telah melakukan riset. Hasilnya cukup memuaskan ketika menggabungkan kemoterapi dan imunoterapi. Pasien penderita kanker memperoleh hasil yang lebih maksimal dibandingkan jika melakukan salah satu terapi saja.

Perpaduan Perawatan Kanker dengan Inovasi Terbaru (Radiasi, Kemoterapi, dan Imunoterapi)

Untuk menangani kanker, anda tidak hanya bisa memilih satu satu dari jenis penanganan. Tidak hanya kemoterapi, imunoterapi dan penggabungan keduanya saja. Jenis terapi radiasi juga lumayan menjanjikan untuk membersihkan sel kanker. Yang perlu anda perhatikan yakni ketepatan terapi dengan hasil yang didapatkan nantinya. Berikut ini perpaduan perawatan kanker dengan beragam inovasi terbaru.

1. Perpaduan Imunoterapi dengan Radiasi

Seorang ilmuwan, Dr. Kristina Young melakukan riset terhadap penerapan dari perpaduan imunoterapi dengan terapi radiasi membuahkan hasil yang lebih maksimal. Penggabungan imunoterapi yang disebut sebagai inhibitor TGF-beta ini apabila disatukan dengan terapi radiasi dapat membuat perawatan semakin membaik. Cara kerja perpaduan imunoterapi dan radiasi yakni dengan hilangnya sel yang dapat mencegah radiasi aktif sehingga nantinya akan membuat sel kekebalan anti kanker semakin menguat. Pada riset ini, Dr Kritina Young melibatkan penderita kanker rektum stadium II hingga III yang memang membutuhkan terapi radiasi dan kemoterapi.

2. Perpaduan Kemoterapi dengan Imunoterapi

Dalam istilah imunoterapi, protein yang bertugas menghambat jaringan meradang ataupun sel kanker dikenali oleh sel T disebut sebagai PD-1. Dalam penerapan imunoterapi untuk penderita kanker, para ilmuwan menggunakan antibodi yang menghambat PD-1. Antibodi ini disebut sebagai anti PD-1.

Uji klinis yang dilakukan oleh pakar onkologi melakukan perpaduan kemoterapi dengan imunoterapi pada kanker payudara. Proses penyembuhan kanker dengan kemoterapi akan membunuh dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Sedangkan imunoterapi akan mengenali sisa peradangannya, sehingga sel – sel kanker yang masih tersisa bisa dibersihkan secara tuntas.

3. Perpaduan Imunoterapi dan Radiasi

Memadukan imunoterapi dengan radiasi sebagai upaya penanganan penyakit kanker diteliti tidak hanya berhadil mengecilkan tumor, namun berguna juga untuk memaksimalkan penanganan kanker. Terapi radiasi atau SBRT berfungsi membersihkan sel kanker, sedangkan imunoterapi berfungsi sebagai pemicu meningkatnya reaksi sistem imun tubuh dalam menghadapi sel – sel kanker dalam tubuh itu sendiri.

Cara Kerja Kemoterapi dan imunoterapi dalam Membasmi Sel Kanker

Kemoterapi menggunakan racikan obat – obatan tertentu yang mempunyai cara kerjanya masing – masing. Terdapat obat kemo yang membunuh sel kanker maupun sel sehat atau hanya membunuh sel kanker. Ada pula jenis obat kemo yang menghambat laju pertumbuhan sel kanker dengan cara menjauhkannya dari pembuluh darah yang tumbuh. Sedangkan imunoterapi lebih berfokus pada upaya peningkatan sistem imun dalam tubuh. Sehingga sel – sel kanker dapat terkikis perlahan. Tentu saja jenis perawatan ini membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan kemoterapi.

Meskipun kemoterapi bisa membersihkan sel kanker dalam tubuh, namun tidak bisa dipungkiri kesempatan sel kanker tumbuh kembali dikemudian hari tetap ada. Untuk mengatasi masalah ini, ilmuwan mulai menerapkan terapi kombinasi yang terdiri dari penggabungan kemoterapi dan imunoterapi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil perawatan yang lebih maksimal. Setelah sel – sel kanker dibersihkan melalui kemoterapi, pasien juga menjalani imonuterapi supaya sisa – sisa sel kanker tidak bisa tumbuh kembali dikemudian hari.

Kemoterapi dan imunoterapi Efektif Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker

Penggabungan kemoterapi dan imunoterapi sangat tepat dijalani oleh penderita kanker paru – paru. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pusat Kanker Perlmutter New York. Dalam uji klinis tersebut ditelaah mana jenis perawatan yang paling tepat untuk penderita kanker paru – paru. Hasilnya ialah kombinasi kemoterapi dan radiasi untuk membunuh sel – sel kanker.

Perawatan tambahan lainnya yakni dengan imunoterapi yang mampu meningkatkan harapan hidup pasien. Risiko kematian dapat berkurang sebanyak 51% jika pasien penderita kanker paru – paru menjalani pengobatan pembrolizumab, platinum dan pemetrexed. Dengan menurunnya kemungkinan perkembangan sel kanker, maka harapan hidup pasien dapat meningkat.

Mengapa Perpaduan Kemoterapi dan imunoterapi Bisa Dapatkan Hasil Lebih Maksimal?

Penyembuhan kanker dengan menggabungkan kemoterapi dan imunoterapi dinilai mempunyai dampak yang lebih maksimal. Melakukan pendekatan dengan keduanya secara tidak langsung akan membuahkan efek yang berlipat ganda. Terlebih setelah kemoterapi dinyatakan berhasil, tidak sedikit sel – sel yang ikut mati dan meninggalkan protein. Dalam kondisi ini, apabila pasien juga menjalani imunoterapi maka sistem imun tubuh akan kembali aktif.

Sistem kekebalan tubuh inilah yang akan membunuh sisa – sisa sel kanker pasca kemoterapi. Dengan begitu, kemungkinan sel kanker akan tumbuh kembali dikemudian hari bisa diminimalisasi. Meskipun kemoterapi dan imunoterapi sangat masif membunuh sel kanker, namun tidak semua pasien bisa menggunakan gabungan perawatan jenis ini karena beragam alasan medis. Penanganan penyakit kanker mempunyai perbedaan antar satu pasien dengan pasien lainnya.

Efek Samping Proses Penyembuhan Kanker dengan Kemoterapi dan imunoterapi

Jenis perawatan paling mutakhir pun pastinya akan memunculkan efek samping bukan? terlebih untuk penyakit yang tergolong berat seperti kanker. Umumnya pasien yang menjalani terapi kombinasi ini akan mengalami rasa mual, kurang darah atau anemia, tubuh lemah, hingga yang paling parah yakni berisiko mengalami cidera ginjal yang akut. Sedangkan ciri – ciri fisik yang nampak yakni rontoknya rambut pasien.

Sedangkan efek samping menjalani imunoterapi untuk meningkatkan sistem imun tubuh biasanya akan mengalami gejala yang mirip dengan flu yakni demam, lemas dan menggigil. Dampak yang lebih parah yakni pembengkakan tubuh akibat cairan ekstra, jantung berdebar, hingga diare.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker di Penang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + twenty =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.