Kanker Sarkoma

Pentingnya Mengetahui dan Mewaspadai Kanker Sarkoma

Apa itu kanker sarkoma? Mungkin masih banyak yang belum mengetahui apa itu kanker sarkoma, gejala awal yang ditimbulkannya, dan cara pengobatannya. Kanker sarkoma sendiri merupakan salah satu jenis kanker yang langka terjadi tetapi sangat berbahaya. Sarkoma umumnya tumbuh dan berkembang pada jaringan ikat dalam tubuh. Beberapa area yang menjadi tempat umum tumbuhnya sel kanker sarkoma di antaranya tulang rawan, saraf, lemak, tendon, otot, tulang, dan pembuluh darah yang ada pada kaki dan lengan.

Jenis dan Faktor Risiko Kanker Sarkoma

Kanker sarkoma sebenarnya memiliki banyak sekali jenis, sampai dengan lebih dari 50 jenis. Tetapi, umumnya kanker sarkoma bida dikelompokkan ke dalam dua jenis kanker utama yaitu kanker sarkoma tulang dan kanker sarkoma jaringan lunak. Kanker sarkoma secara fisik terlihat menimbulkan benjolan besar di area yang terserang, sehingga kanker sarkoma ini sering disebut juga dengan tumor sarkoma.

Selain mengenali jenis-jenis kanker sarkoma, Anda juga harus mengetahu faktor risiko penyakit kanker sarkoma. Memang, penyebab dari kanker sarkoma masih belum diketahui, tetapi terdapat beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan Anda bisa terserang kanker yang menyerang jaringan ikat pada manusia ini. Berikut beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terserang kanker sarkoma.

  1. Memiliki Riwayat Penyakit Paget. Salah satu faktor risiko yang bisa membuat Anda terserang kanker sarkoma adalah pernah memiliki riwayat penyakit Paget, yaitu penyakit gangguan pada tulang. Faktor ini bisa meningkatkan risiko Anda terserang kanker sarkoma.
  2. Pernah atau Memiliki Beberpa Jenis Gangguan Genetik. Beberapa jenis gangguan genetik yang bisa meningkakan risiko kanker sarkoma adalah retinoblastoma, sindrom Gardner, neurofibromatosis, dan sindrom Li-Fraumeni. Jika salah satu gangguan genetik ini pernah Anda rasakan, maka Anda berisiko terserang kanker sarkoma.
  3. Riwayat Keluarga. Jika dalam keluarga Anda ada yang pernah mengidap kanker sarkoma, maka kemungkinan untuk Anda terserang penyakit yang sama cukup besar.
  4. Efek Radiasi. Penyakit kanker sarkoma bisa saja terjadi karena efek radiasi yang pernah Anda lakukan sebelumnya. Misalnya Anda pernah menggunakan terapi radioterapi untuk salah satu penyakit Anda, efek radiasinya justru memicu munculnya kanker sarkoma pada tubuh Anda.

Gejala Kanker Sarkoma yang Perlu Diwaspadai

Tidak ada satu pun yang ingin sampai terserang kanker sarkoma. Akan tetapi, Anda tetap harus mewaspadai kemungkinan terserang jenis kanker ini dengan mengetahui dan memahami gejala yang ditimbulkan oleh kanker atau tumor sarkoma ini. Gejala yang ditimbulkan kanker sarkoma ada perbedaan antara sarkoma jaringan lunak dan sarkoma tulang. Berikut beberapa gejala kanker sarkoma jaringan lunak yang penting untuk Anda ketahui.

  1. Gejala kanker sarkoma jaringan luna baru muncul setelah kanker atau tumor mulai tumbuh besar.
  2. Adanya pembengkakkan atau benjolan di area yang terkena kanker.
  3. Akan muncul rasa sakit saat benjolan menekan otot atau saraf.
  4. Adanya tekanan pada otot dan saraf dapat menyebabkan penderita akan mengalami kesulitan dalam bernapas.

Sedangkan gejala yang timbul pada jenis kanker sarkoma tulang adalah sebagai berikut.

  1. Kanker sarkoma tulang memiliki gejala awal yang bisa terlihat dan terasa.
  2. Penderita akan mengalami sakit dan nyeri yang sangat parah pada area tulang yang terkena kanker sarkoma. Umumnya, rasa nyeri tersebut akan semakin menjadi pada malam hari.
  3. Penderita akan mengalami lemas terutama pada area yang terkena kanker sarkoma. Misalnya kanker sarkoma menyerang tulang pada tangan, maka tangan penderita akan merasakan lemas dan sulit untuk digerakkan.
  4. Penderita akan mengalami pembengkakkan pada area yang terserang kanker. Umumnya pembengkakkan terjadi dengan diiringi oleh rasa sakit.

Pengobatan Kanker Sarkoma

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, maka sebaiknya segerakan periksa agar Anda bisa mendapatkan penanganan dan pengobatan medis tepat waktu. Pengobatan sarkoma sendiri akan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan dari kanker sarkoma yang diidap oleh penderita. Berikut beberapa jenis pengobatan medis umum untuk kanker sarkoma.

  1. Pengobatan dengan Kemoterapi. Dokter bisa mengambil langkah pengobatan kemoterapi pada penderita dengan pilihan obat berupa pil atau cairan yang langsung disuntikkan melalui pembuluh darah. Atau biasa juga, penderita diberikan kedua jenis obat kemoterapi tersebut. Kemoterapi umum digunakan untuk pengobatan kanker walau terdapat beberapa efek samping yang mungkin timbul seperti rasa mual dan muntah, rasa sakit, rambut rontok, dan rasa lelah dan lemah.
  2. Pengobatan dengan Pembedahan. Pembedahan merupakan salah satu tindakan pengobatan untuk mengangkat sel-sel kanker beserta sebagian jaringan sehat di sekitarnya. Pengangkatan tersebut bertujuan agar sel kanker tidak sampai menyebar pada organ tubuh lainnya. Akan tetapi, bila sel kanker sudah menyebar bisa saja akan terjadi pengangkatan bagian lain atau mungkin amputasi jika terjadi pada area kaki dan tangan.
  3. Pengobatan dengan Terapi Radiasi X-Ray. Salah satu pengobatan kanker yang umum dilakukan adalah terapi radiasi. Terapi menggunakan sinar X-ray ini bertujuan untuk mengecilkan tumor dalam tubuh. Terapi radiasi ini bisa dilakukan secara terpisah dengan pengobatan medis lainnya atau bisa juga digabung dengan pengobatan kemoterapi. Beberapa efek samping yang muncul akibat terapi radiasi di antaranya kulit kering di area terapi serta kerontokan rambut juga di area terapi radiasi.
  4. Pengobatan dengan Terapi Target. Salah satu cara pengobatan medis lainnya untuk kanker sarkoma adalah terapi terget. Terapi ini menggunakan obat seperti imatinib, sunitinib, dan pazopanib. Obat-obat tersebut berfungsi untuk menghambat pertumbuhan dari sel-sel sarkoma yang sifatnya sudah tidak normal.

Selain pengobatan secara medis, pengobatan secara herbal juga bisa membantu mengobati kanker sarkoma. Ada banyak bahan-bahan herbal alami yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati kanker sarkoma tetapi tetap dengan tidak meninggalkan pengobatan medis yang tengah dijalani. Ada baiknya Anda tetap berkonsultasi aktif dengan dokter tentang penggunaan obat herbal. Salah satu obat herbal yang bisa digunakan untuk pengobatan kanker sarkoma adalah ekstrak dari kulit manggis dan daun sirsak.

Deteksi dini merupakan pilihan yang harus Anda ambil untuk mengantisipasi munculnya kanker sarkoma. Sedangkan untuk pencegahan, sebaiknya Anda selalu menjaga kesehatan tubuh dengan makan teratur sesuai kebutuhan gizi, rajin berolahraga, menghindari makanan-makanan cepat saji, rutin mengonsumsi buah dan sayur, dan selalu berpikiran positif. Jika memang ada gejala yang dirasa mirip dengan gejala kanker sarkoma, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Lebih awal penyakit diketahui akan lebih mudah dan ringan pengobatannya.

Semoga informasi mengenai kanker sarkoma dalam artikel ini bisa memberikan tambahan pengetahuan untuk Anda dan keluarga. Selalu berhati-hati dan pandai dalam menjaga kesehatan akan menghindarkan Anda dari risiko serangan penyakit kanker khususnya kanker sarkoma yang memang termasuk ke dalam jenis kanker langka yang sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh Anda.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Okra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + sixteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.