Kanker Payudara pada Pria

Kanker Payudara pada Pria bisa Terjadi, Bukan Hanya pada Wanita Lho!

kanker-payudara-pada-priaKanker adalah penyakit yang menjadi momok di dunia kesehatan. Pengobatan terhadap penyakit kanker tidak apat dipastikan 100 pesen keberhasilannya apalagi jika kanker telah memasuki stadium akhir. Beragam jenis kanker berpotensi membahayakan keselamatan penderitanya. Hampir setiap organ tubuh rawan terkena penyakit kanker termasuk payudara.

Kanker payudara identik dengan wanita. Namun tidak menutup terjadi kanker payudara pada pria. Meskipun jarang terjadi para lelaki harus waspada terhadap gejala-gejalanya. Kasus kanker payudara pada pria di Indonesia ditemukan dengan skala 100:1. Pada dasarnya, pria memiliki jaringan organ payudara yang sama dengan payudara wanita.

Bedanya payudara pada wanita terus berkembang hingga masa tertentu karena pengaruh hormon estrogen dalam kadar tinggi. Sedangkan payudara para pria tidak berkembang karena pria hanya memiliki kadar estrogen dalam jumlah kecil. Hormon estrogen inilah yang juga berperan dan menjadi pemicu dalan kasus terjadinya kanker pada payudara. Oleh karena itu, meski kecil kemungkinannya, tetapi pria tetap berpotensi menderita kanker payudara.

Bagaimana Gejala Kanker Payudara pada Pria?

Gejala kanker payudara terhadap pria yang patut diwaspadai di fase awal adalah munculnya benjolan di bagian dada. Dr Charles Shapiro MD, direktur Breast Medical Oncology dari Ohio State University Colombus mengemukakan bahwa gejala awal kanker payudara pada pria adalah munculnya tonjolan atau benjolan di sekitar puting baik disertai rasa sakit maupun tidak. Dr.Charles Shapiro, MD menyatakan bahwa benjolan sebagai gejala awal kanker payudara pada pria lebih mudah dideteksi dibandingkan pada wanita. Hal ini disebabkan karena jaringan lemak pada payudara pria lebih sedikit dibandingkan pada para wanita.

Gejala lain dari kanker payudara pada pria adalah muncul pembengkakan di bagian belakang puting tanpa rasa sakit, keluar cairan dari puting dan muncul pembengkakan atau benjolan pada ketiak. Sebagian besar pria didiagnosa menderita kanker payudara pada usia lanjut usia, yaitu lebih dari 65 tahun. Tetapi tidak menutup kemungkinan kanker payudara bisa terjadi para pria muda. Setiap benjolan, pembengkakan di bagian dada dan cairan yang keluar dari puting harus diperiksakan sesegera mungkin.

Pemicu dan Penyebab Kanker Payudara Pria

Penyebab kanker payudara pada pria tidak diketahui secara pasti. Namun menurut pengamatan para dokter dan ilmuwan yang terkait beberapa pria dengan bawaan genetis tertentu memiliki risiko lebih tinggi menderita kanker payudara daripada pria lainnya. Faktor utama yang meningkatkan risiko dan potensi terjadinya kanker payudara pada pria adalah adanya mutasi gen yang diwariskan pada gen BRCA1 dan BRCA2 serta adanya kelainan genetik yang mengakibatkan terdapatnya kromosom extra dan disebut sindrom Klinefleter.

Selain faktor utama tersebut kanker payudara pada pria bisa terjadi karena dipicu beberapa faktor. Adapun faktor tersebut antara lain adanya riwayat penyakit yang terjadi pada organ payudara, munculnya kelainan payudara membesar pada pria yang disebut gynecomastia serta gaya hidup kurang sehat seperti mengkonsumsi alkohol dan obesitas.

Ketika menemukan gejala awal kanker payudara pada pria maka hendaknya segera berupaya mendapatkan bantuan medis. Dokter mungkin akan menyarankan dilakukan biopsi, yaitu pengambilan sebagian cairan atua jaringan. Umumnya tidak ada pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kanket payudara sehingga kanker ini baru dideteksi ketika telah menyebar ke daerah dan organ tubuh yang lain.

Pengobatan Kanker Payudara yang Dialami Pria

Pengobatan kanker payudara pada pria dilakukan sama seperti pengobatan kanker pada wanita. Langkah medis yang dilakukan adalah dengan terapi hormon, terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi target. Kemoterapi biasanya dilakukan setelah tindakan operasi untuk menekan risiko kemungkinan munculnya kembali sel-sel kanker pada bagian tubuh yang lain.

Terapi hormon dapat dilakukan jika sel kanker tersebut bertype sel yang sensitif terhadap hormon tertentu. Hal tersebut ditandai dengan adanya reseptor estrogen atau progesteron. Maka dari itu, pengobatannya dilakukan dengan memberikan obat penghalang hormon, yaitu tamoxifen.

Kemoterapi dan terapi hormon biasanya memberikan hasil yang cukup signifikan pada pengobatan kanker payudara yang diderita pria. Seperti halnya pengobatan pada kanker payudara wanita. Pengobatan utama pada kanker payudara pria adalah tindakan operasi. Tindakan operasi ini disebut mastektomi total.

Operasi ini merupakan tindakan mengangkat seluruh jaringan payudara dan dilanjutkan dengan biopsi kelenjar getah bening sentinel. Dokter biasanya tidak menyarankan operasi konservasi payudara atau lumpektomi sebab pria mayoritas tidak memiliki jaringan payudara sebesar jaringan payudara pada wanita.

Jika wanita mengenal tindakan SADARI–Periksa Payudara Sendiri untuk mengantisipasi dan mendeteksi gejala kanker payudara sejak dini maka pria sebaiknya mewaspadai setiap perubahan yang terjadi pada organ tubuhnya. Kanker payudara akan lebih mudah diatasi jika dideteksi sejak dini. Bergaya hidup sehat, menghindari minuman beralkohol, mengurangi konsumsi junk food, memperbanyak makanan berserat, serta buah dan sayur membantu mengurangi risiko menderita kanker. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Pola Makan Sehat

One thought on “Kanker Payudara pada Pria”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × five =