Imunoterapi

Terapi Imunoterapi, Terapi Kanker yang Layak Dicoba

Siapa saja pasti bergidik ngeri ketika mendengar penyakit kanker. Penyakit itu bisa mematikan penderitanya dalam jangka waktu yang tidak lama. Sebagian besar penderita terdiagnosa penyakit kanker ketika sudah memasuki stadium lanjut. Pengobatan kanker yang lazim dilakukan seperti kemoterapi, radioterapi, operasi, dan transplantasi sel memungkinkan penyakit tersebut muncul kembali. Sel kanker sangat mungkin menyebar dan tumbuh di organ tubuh lainnya.

Sampai sekarang belum ditemukan metode pengobatan untuk penyakit kanker yang ampuh dan minim risiko. Pengobatan tradisional yang memanfaatkan tanaman herbal memang minim risiko namun belum tentu aman bagi penderita. Satu penderita dengan penderita lainnya memiliki kondisi yang berbeda otomatis penanganannya pun berbeda. Itu mengapa pengobatan herbal belum tentu aman bagi penderita kanker.

Terapi sel, cell cure, dan Car T cell menjadi alternatif namun pengobatan tersebut masih tergolong mahal. Selain itu terapi Car T cell juga belum ada di Indonesia.  Ada metode pengobatan kanker lainnya yang bisa jadi alternatif. Pengobatan tersebut adalah imunoterapi yang bisa menstrerilkan benih kanker dalam tubuh manusia.  Metode pengobatan ini bisa diterapkan untuk pasien yang terdiagnosa kanker paru.

Terapi Kanker yang Bisa Jadi Alternatif

Kemoterapi adalah metode pengobatan kanker yang paling sering diberikan kepada pasien kanker.  Namun sayangnya metode tersebut memiliki kelemahan . Bukan hanya sel kanker yang ditumpas, sel lain yang masih sehat juga ikut mati karena efek dari kemoterapi.  Kemoterapi juga berefek pada terganggunya fungsi organ tubuh lain. Itu sebabnya penderita kanker juga harus menyeimbangkan diri dengan mengatur pola hidup sehat mereka.

Operasi juga banyak dilakukan dokter untuk menangani pasien kanker. Operasi biasa dilakukan ketika pasien baru pada tahap awal terkena kanker.  Tumor yang menjadi gejala awal kanker dapat langsung dibuang melalui jalan operasi ketika masih berada di stadium awal. Namun hal ini tidak dapat menyembuhkan jika kanker telanjur menyebar ke organ tubuh lainnya. Jika pasien sudah pada stadium lanjut, maka langkah operasi tidak disarankan.

Pengobatan kanker yang baru ditemukan adalah terapi sel. Ada tiga terapi sel yang bisa dilakukan yaitu Car T sel, cure cell, dan steam cel atau terapi sel punca. Ketiga terapi cell tersebut memiliki metode yang hampir sama yaitu mengambil darah , memisahkan sel, kemudian mensterilkan sel tersebut, kemudian memberikan beberapa  zat tambahan dan menyuntikkan kembali sel yang sudah dimurnikan tersebut ke dalam tubuh pasien.

Terapi Car T sel saat ini belum ada di Indonesia. Untuk terapi cure sel dan steam cell atau terapi sel punca sudah ada di Indonesia. Akan tetapi masih terdapat kontroversi dalam penggunaannya, khususnya untuk cure cell.  Ilmuwan dan dokter sampai saat ini masih memutakhirkan metode tersebut agar tepat digunakan oleh pasien kanker.

Apapun metode yang dipakai untuk pasien kanker,  dokter memang harus benar-benar teliti dalam menerapkannya. Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda, itu sebabnyas penanganannya pun berbeda. Termasuk reaksi pasien ketika pertama kali menggunakan metode terapi sel. Ada pasien yang mengalami demam dan pembengkakan organ tubuh ada pula yang tidak memberikan reaksi apapun. Pasien yang akan melakukan terapi pengobatan juga harus benar-benar dipastikan kondisinya.

Sebagian besar pasien kanker juga memilih melakukan pengobatan secara tradisional dengan mengkonsumsi pengobatan herbal.  Perlu diperhatikan jika pengobatan ini ditempuh, harus dikonsultasikan lebih dulu apakah bisa dikombinasikan dengan penggunaan obat kimia. Jika digunakan bersamaan pasien akan mengalami kesulitan atau tidak dapat dilihat jenis obat yang bereaksi terhadap tubuh pasien.

Apa Itu Imunoterapi?

Selain kemoterapi, operasi, transplantasi, terapi sel, dan obat herbal ada satu lagi pengobatan kanker yang bisa dicoba. Dunia medis menyebutnya imunoterapi.  Pengobatan kanker yang satu ini memanfaatkan sistem kekebalan tubuh atau imun manusia untuk melawan kanker. Pada dasarnya  dalam tubuh manusia memiliki imun yang otomatis akan melawan jika ada makhluk asing yang masuk.

Ada dua cara yang bisa digunakan untuk pengonatan imunoterapi.Pertama merangsang sistem kekebalan pasien untuk menghentikan pertumbuhan dan perkembang biakan sel kanker dalam tubuh. Kedua memberikan zat khusus yang memiliki fungsi dan sifat seperti imun, misalnya protein imun.

Sistem kekebalan yang ada pada tubuh manusia seharusnya bisa membantu menyerang virus, bakteri, dan kuman yang menjadi penyebab penyakit pada manusia.  Imun tubuh secara otomatis sudah mengetahui zat apa saja yang seharusnya ada pada tubuh manusia.   Jika ada makhluk asing yang tidak dikenalinya dan berbahaya bagi tubuh secara otomatis dia akan bekerja untuk mencegah timbulnya reaksi tubuh.

Akan tetapi hal ini tidak terjadi pada tubuh pasien yang terdiagnosa kanker. Pasalnya kanker diakibatkan oleh perkembangbiakan sel abnormal dalam jumlah banyak dan menyebar di luar kendali. Proses perkembangbiakan sel atau mutasi gen dalam tubuh adalah sesuatu yang lumrah terjadi dan ini yang tidak disadari oleh sistem imun. Di beberapa kasus sistem imun tubuh bisa mendeteksi adanya bahaya, namun ketika terdeteksi oleh imun tubuh, kanker sudah menyebar dan cukup ganas sehingga imun tidak dapat menyerangnya.

Ilmuwan dan ahli dalam bidang kesehatan kanker melihat bahwa imun tubuh berpotensi untuk mendeteksi pertumbuhan kanker. Imun tubuh memiliki kemampuan lebih efektif dan sistematis untuk mendeteksi pertumbuhan kanker.

Belum banyak negara yang menerapkan imunoterapi sebagai alternatif pengobatan kanker.  Negara yang sudah menerapkannya antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris.  Indonesia masih dalam tahap meneliti dan mengembangkan kemungkinan penerapan terapi ini.

Jenis-jenis Imunoterapi

Imunoterapi dibedakan menjadi tiga cara pengobatan. Pertama Antibodi monoklonal, yaitu salah satu imun bikinan manusia yang ditujukan untuk sel kanker tersebut. Antibodi tersebut akan disuntikkan ke tubuh manusia dan menempel pada sel abnormal. Kemudia antibodi tersebut akan melakukan perlawanan terhadap sel abnormal.

Kedua dengan cara vaksin. Vaksin adalah cara yang sering digunakan di dunia medis untuk membantu tubuh melawan penyakit. Vaksin yang diberikan akan menimbulkan reaksi pada sistem imun tubuh yang memicu produksi antibodi.  Kemudian dengan vaksin tersebut sistem imun akan bereaksi untuk mendeteksi dan mencegah sel kanker.

Ketiga, dengan cara terapi sel. Dokter atau ahli akan mengambil sel imun pada tubuh pasien. Sel imun tersebut disterilkan dan digandakan di laboratorium kemudian diinjeksikan kembali ke tubuh pasien. Tujuannya agar sel imun yang semula lemah dan tidak mampu melawan sel kanker memiliki tambahan kekuatan untuk melakukan perlawanan. Selain itu bisa juga dilakukan rekayasa sel agar bisa bekerja dan mendeteksi dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Pengobatan imunoterapi bukan berarti tanpa efek samping. Pasien akan mengalami efek seperti demam, mual,  muntah, sakit kepala, nyeri pada persendian, tekanan darah tinggi atau rendah, dan sesak nafas atau kesulitan bernafas. Namun efek samping tersebut hanya bersifat sementara.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Sirih Merah untuk Kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.