Imunoterapi pada Kanker

Imunoterapi pada Kanker Meningkatkan Harapan Hidup Penderita Kanker

Beberapa tahun terakhir, dunia kedokteran memperkanalkan metode pegobatan kanker melalui sebuah terapi yang diberi nama imunoterapi. Penamaan ini diambil dari dua gabungan kata yakni imun dan terapi. Jika didefenisikan, imunoterapi adalah sebuah cara atau metode pengobatan yang dilakukan dengan cara memperkuat sistem imun (kekebalan) tubuh untuk tujuan melawan suatu penyakit tertentu.

Imunoterapi pada kanker disebut juga dengan terapi biologi. Hal ini dikarenakan bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan terapi bergantung pada bahan-bahan sintetis atau alami. Tujuan utama dari imunoterapi itu sendiri tiada lain untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh penderita. Seperti yang kita ketahui, sel kanker dapat menghancurkan sistem kekebalan tubuh penderita.

Saat kekebalan tubuh penderita lemah, di saat itu pula sel kanker merajarela, menyebar ke segala orga yang ia tuju. Bila penyebaran sel kanker semakin meluas, upaya penyembuhannya pun semakin sulit. Upaya penyembuhan yang semakin sulit tak pelak membuat harapan hidup penderita semakin sempit.

Sejarah Munculnya Imunoterapi

Imunoterapi pada penyakit kanker sebenarnya bukan sesuatu yang baru di dunia kedokteran. Terapi ini sudah pernah diperkenalkan oleh seorang ahli bedah dari Amerika, William Coley, dan diterapkan pada pasien kanker pada abad ke-19. Oleh Coley, sel kanker yang bersarang dalam tubuh pasiennya dibasmi dengan cara menginfeksikan bakteri Colex Toxins dan berhasil. Sayangnya, keberhasilan metode ini terhenti sampai di situ karena tidak mendapat perhatian besar dari khalayak.

Imunoterapi pada kanker baru berjalan lagi di era 90-an. Rentang tahun 1992 hingga 1998, interleukin-2 dimanfaatkan sebagai obat untuk penyembuhan penyakit kanker melanoma dan kanker ginjal. Selang lima tahun kemudian, imunoterapi berdengung kembali dengan ditemukannya antibodi yang dapat dihubungkan dengan protein sel limfosit T atau dikenal dengan sebutan CTLA-4. Antibodi ini diketahui dapat menghambat penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lainnya. Sekaligus membantu proses penyembuhan bagi pasien yang sel kankernya telah terlanjur bermetastasis (menyebar).

Seiring berjalannya waktu, imunoterapi pada kanker semakin banyak diperkenalkan di berbagai negara maju. Mekasnisme kerjanya pun terus berkembang hingga semakin banyak jenis kanker yang dapat ditolong dengan metode pengobatan imunoterapi ini.

Mekanisme Kerja Imunoterapi untuk Penyakit Kanker

Setiap tubuh manusia dilengkapi dengan sistem pertahanan yang mampu bekerja secara kompleks, dalam merespon dan mengidentifikasi benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Ketika ada benda asing yang masuk dan terdeteksi ke dalam tubuh, maka secara otomatis imun akan merespon dengan cara menghancurkan benda asing tersebut.

Dengan kinerja sistem pertahanan tubuh yang begitu hebat itu, idealnya tidak ada benda-benda asing yang dapat bertahan lama dan membahayakan tubuh. Tetapi pada kenyataannya, sel kanker yang berperan sebagai benda asing, tidak mampu dikenali oleh sistem pertahanan tubuh itu sendiri. Sehingga dengan masuk dan berkembangnya sel kanker, memberi kesan bahwa pertahanan tubuh tengah kecolongan.

Mengapa bisa demikian?

Ternyata, hal ini disebabkan karena sel kanker bukanlah asli benda asing yang terdapat di luar tubuh manusia lalu masuk dan merusak. Sel kanker awalnya berasal sel baik yang berubah aktif menjadi sel jahat akibat kebiasaan buruk manusia. Perubahan ini yang kemudian tidak terbaca oleh sistem pertahanan tubuh. Sulit bagi sistem pertahanan tubuh membedakan antara sel jahat dengan sela baik karena keduanya berasal dari dalam tubuh, bukan dari luar.

Karena tidak terdeteksi sebagai sesuatu yang asing dan membahayakan, akibatnya sel kanker berkembang biak dan bertindak di luar batasan. Bahkan secara perlahan-lahan, sel kanker akan merobohkan sistem pertahanan tubuh itu sendiri. dengan sistem pertahanan tubuh yang kian lemah, maka sel kanker dapat menggerogoti organ apa saja yang dihinggapinya.

Oleh sebab itulah, imunoterapi pada kanker diterapkan. Melalui imunoterapi, sistem kekebalan tubuh yang melemah dibangkitkan kembali. Penarapan imunoterapi juga dimaksudkan untuk melatih sistem pertahanan tubuh aagar dapat mengenali dan menghancurkan sel-sel karsonogen secara spesifik.

Jenis-jenis Imunoterapi untuk Kanker

Berdasarkan penerapan imunoterapi yang pernah dilakukan, terdapat sekurang-kurangnya tiga jenis imunoterapi pada kanker, yakni:

  1. Imunoterapi antibodi monoclonal. Jenis ini biasa digunakan untuk membasmi sel kanker yang jenisnya telah diketahui secara spesifik melalui rangkaian pemeriksaan. Jadi, sistem pertahanan tubuh yang dibangun akan fokus menyerang bagian sel kanker tertentu itu saja.
  2. Imunoterapi non-spesifik. Jenis ini digunakan untuk membangkitkan sistem pertahanan secara umum guna melawan segala jenis kanker yang berkembang biak di dalam tubuh. Biasanya diaplikasikan pada penderita kanker stadium lanjut.
  3. Vaksin kanker. Jenis ini digunakan untuk memicu kinerja pertahanan tubuh dan menguatkannya. Sehingga tidak mudah terkalahkan oleh keganasan sel kanker.

Efek Samping Imunoterapi

Penerapan imunoterapi untuk kanker secara terpadu terbukti dapat menurunkan jumlah sel kanker di dalam tubuh penderita. Dengan demikian, kualitas dan harapan hidup penderita menjadi lebih besar.

Akan tetapi, sesuatu yang tidak dapat dipungkiri, penerapan imunoterapi pada penyakit kanker jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang cukup membahayakan. Meski tidak semua penderita kanker mengalaminya, namun sebagian kecil kasus kecil yang pernah terjadi seperti demam tinggi, detak jantung tidak beraturan, diare, penurunan berat badan, dan juga alergi kulit.

Demikian ulasan mengenai imunoterapi pada penyakit kanker. Semoga tulisan ini dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca sekalian.

Baca artikel lain mengenai Bahaya Makan Gorengan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + 18 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.