Gula untuk Penderita Kanker

Kenapa harus Kurangi Gula untuk Penderita Kanker?

Pernahkah mendengar bahwa konsumsi gula yang berlebihan bisa membahayakan kesehatan? Memang jika kita mengkonsumsi banyak gula dalam satu hari secara terus menerus maka akibatnya adalah diabetes. Akan tetapi, bukan cuma bisa sebabkan naiknya kadar gula darah, namun juga bisa menyebabkan munculnya kanker. Lantas apa hubungannya antara terlalu banyak makan makanan atau minuman dengan rasa yang manis dengan munculnya sel kanker di dalam tubuh kita?

Melalui berbagai studi ilmiah, para ilmuwan berhasil menemukan hubungan antara gula dengan sel tumor yang jadi lebih agresif. Contohnya saja melalui sebuah projek penelitian dari Vlaams Instituut voor Biotechnologie (VIB), Vrije Universiteit Brussel (VUB) dan Katholieke Universiteit Leuven (KU Leuven) yang ada di Belgia kemudian memaparkan dengan jelas mengenai efek Warburg yang merupakan sebuah kondisi dimana gula dipecah dengan cepat oleh sel kanker dan aktivitas itu kemudian merangsang terjadinya tumor yang terus bertumbuh.

Berkat penemuan ini kemudian didapatkan bukti bahwa korelasi positif antara kanker dan gula itu benar adanya. Yang menjadi fokus dari penelitian ini adalah efek warburg yang mengamati mengenai pengubahan kadar gula oleh tumor yang hasilkan laktat dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibanding jaringan tubuh yang sehat. Hasil dari penelitian ini adalah harus mengurangi gula untuk penderita kanker.

Gula yang Terlarang untuk Penderita Kanker

Beberapa waktu yang lalu Indonesia dibuat geger karena seorang selebriti yang terkena kanker payudara, ia mengatakan bahwa salah satu penyebab terjadinya kanker adalah karena ia yang gemar mengonsumsi soft drink berupa kola. Perlu diketahui kenapa kola menjadi sangat berbahaya bagi kita, tak lain adalah karena tingginya kandungan gula di dalamnya. Dalam satu botol kecil kola terdapat sebanyak 39 gram gula. Bayangkan jika kita mengonsumsi kola dalam ukuran yang lebih besar, apalagi hampir setiap hari. Tubuh yang hanya bisa mentoleransi sebanyak 6 sendok makan gula per harinya akan dibuat kewalahan.

Tubuh kita sudah tentu tak mampu untuk menerima asupan gula yang demikian banyak. Bahkan satu gelas kola saja sudah mampu untuk hentikan sistem imun tubuh kita dalam jangka waktu 5 jam ke depan. Lantas bagaimana jika mengonsumsi minuman ringan dengan tinggi gula seperti ini dalam beberapa hari terus menerus? Bayangkan bagaimana kacaunya sistem imun tubuh kita! Statement tersebut adalah pemaparan dari Dr. Tetyana Obukhanych, PH.D, seorang ahli imunologi.

Nyaris tak ada yang percaya jika ada yang katakan bahwa gula bisa sebabkan datangnya kanker, hal itu sangat wajar dan tak ada yang bisa disalahkan karena hal itu. WHO sendiri selaku badan kesehatan dunia tak sebutkan bahwa gula menjadi salah satu penyebab terjadinya kanker yang mengganas. Sebab menurut edaran WHO, yang menjadi penyebab terjadinya kanker yang utama tak lain adalah karena bakteri, parasit, bahan kimia, radiasi, dan infeksi virus.

Gula untuk penderita kanker tak sulit ditemukan di pasaran, dari yang paling mahal sampai yang paling murah. Hanya saja masyarakat masih bingung, berasal darimanakah teori yang katakan bahwa kanker disebabkan oleh gula? Ternyata para ahli yang lagi-lagi mengatakan bahwa penyakit kanker itu tidak berasal dari terjadinya kelainan genetik, namun ternyata merupakan penyakit metabolik yang berhubungan denga kebiasaan hidup kita sehari-hari. Dr. Gary Fettke pun menjelaskannya dengan rinci jika kita melihat bahwa kanker adalah penyakit yang berawal dari ketidakseimbangan metabolisme tubuh, maka tindakan pencegahan yang paling tepat untuk dilakukan adalah melakukan pengaturan nutrisi setiap harinya, termasuk gula untuk penderita kanker.

Segeralah membatasi asupan gula, semakin sedikit jumlahnya maka akan semakin bagus. perlu diketahui bahwa semakin banyak gula yang dimasukkan ke dalam tubuh tak memiliki efek baik apapun untuk diri kita.

Tak perlu berspekulasi jenis gula apa yang diperbolehkan dan mana yang tidak diperbolehkan, sebab gula pasir maupun gula merah adalah sama-sama olahan pabrikan yang konsumsi hariannya harus mulai kita kurangi.

Cara Mengurangi Gula untuk Penderita Kanker

Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membatasi asupan gula, antara lain:

  • Hindari konsumsi softdrink, apapun merknya. Tak cuma harus menghindari kola saja, namun juga kita harus menghindari berbagai minuman kemasan yang banyak ditemukan di pasaran. Kalaupun terpaksa mengonsumsi minuman instan, sebaiknya lebih teliti dalam melihat komposisi yang terkandungn di dalamnya. Jika kadar gula yang ada di dalam minuman tersebut lebih dari 10 gram, maka sebaiknya urungkan niat untuk meminumnya. Jauh lebih baik jika semakin ketat dalam memilih minuman dengan kandungan gula, lebih dari 3 gram pun harus jarang saja dikonsumsi.
  • Hindarilah minum jus buah. Banyak sekali yang mengira bahwa jus yang diolah menggunakan blender adalah makanan yang sangat sehat. Padahal jika blendernya tak tepat, maka itu hanya akan merusak adanya serat yang menjadi protektor dari gula (fruktosa) di dalam buah. Apalagi jika buah yang kita jus adalah buah yang sangat manis, maka saat kita mengonsumsi jus buah tersebut, sama saja kita sudah mengonsumsi gula murni, sekalipun tak masukan gula atau madu apapun. Lebih parah lagi apabila ditambah dengan kental manis dan gula seperti di kedai-kedai.
  • Jangan makan permen. Tak hanya permen dan semua jenisnya, kita juga harus mengurangi betul asupan kue kering kalengan, roti, kue-kue dan makanan ringan lainnya yang dibuat dari pabrik, sebab kandungan karbohidrat dan gulanya sangat banyak serta tak membawa kandungan gizi apapun.
  • Jangan minum sirup terlalu banyak. Dibandingkan dengan meminum sirup, lebih baik jika kita menyantap buahnya saja secara langsung.
  • Jauhi produk low fat. Ternyata walau lemaknya sudah dihilangkan, masalah baru justru muncul, yakni gula alam makanan yang lemaknya dihilangkan itu malah sangat tinggi.
  • Dried fruit jangan dimakan. Sobalah untuk sedikit demi sedikit mengurangi produk buah yang sudah dikeringkan, sebab proses alami tersebut membuat kadar gula yang ada di dalam buah kering menjadi jauh lebih tinggi lagi.
  • Minum air mineral dalam setiap kesempatan, ampuh untuk hilangkan haus, juga membatasi keinginan kita untuk minum minuman yang manis.
  • Say no to teh manis, kopi manis. Lebih baik mengurangi ngopi sebelum efek buruknya merusak kehidupan kita.

Akan tetapi, sekalipun harus mengurangi asupan gula, tidak berarti tak boleh menyantap gula sama sekali, sebab ada hitungan tersendiri supaya tubuh tetap bisa menolerirnya. Untuk pasien kanker yang mencari gula untuk penderita kanker, maka kita bisa mengonsumsi alternatif pemanis yang rendah kalorinya, misalnya stevia, gula merah yang 100% kelapa, madu mentah atau raw honey dan cobalah untuk sedikit-sedikit mengurangi standar rasa manis yang biasa kita konsumsi demi kesehatan.

Baca artikel lain mengenai Bawang Dayak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.