Gizi Untuk Vegetarian

Bagaimana Mengatur Gizi Untuk Vegetarian

Penyakit kanker menjadi momok bagi penderitanya. Demi kesembuhan penderita menempuh berbagai cara, mulai dari tindakan untuk menekan pertumbuhan hingga mengangkat jaringannya. Tujuannya adalah agar sel-sel abnormal ini tidak lagi menjadi benalu dalam tubuh sehingga penderita bisa terbebas dari penyakit mematikan ini untuk selamanya.

Sebuah penelitian medis di Amerika Serikat memaparkan fakta bahwa sepertiga kasus yang terjadi pada tumbuhnya sel kanker adalah pola makan dan gaya hidup yang salah. Sel kanker tumbuh karena DNA sel manusia yang rusak terakumulasi dalam jumlah besar dan kurun waktu cukup lama. Pertumbuhan sel kanker dapat ditekan dengan cara menerapkan diet vegetarian.

Diet vegetarian adalah pola makan yang mengkhususkan untuk mengkonsumsi bahan makanan berbasis nabati. Menghindari daging merah dan protein hewani yang ditengarai menjadi sumber makanan yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker menjadi lebih ganas. Di sisi lain pembatasan makanan ini menimbulkan pertanyaan, apakah tidak menyebabkan penderita kekurangan zat-zat makanan yang dibutuhkan untuk kesehatan?

Asupan Gizi Yang Baik Untuk Tubuh

Agar keraguan tersebut terjawab maka ada baiknya mempelajari dan menelaah kembali zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Pada dasarnya tubuh memerlukan zat tertentu untuk menjaga kesehatan. Namun sebagian zat tersebut apabila berada dalam tubuh dengan kadar berlebih akan menimbulkan dampak negatif seperti obesitas dan memicu penyakit yang membahayakan tubuh.

Fungsi makanan bagi tubuh adalah:

1. Sebagai Sumber Energi

Energi yang tersimpan di dalam zat makanan berupa energi kimia. Ketika dikonsumsi dan zat-zatnya diserap oleh tubuh maka akan terjadi serangkaian reaksi metabolisme yang mengubah energi tersebut menjadi sumber tenaga yang berfungsi untuk menggerakkan tubuh dan mendorong organ-organ tubu bekerja sesuai fungsinya. Sumber energi utama tubuh terdapat pada makanan yang mengandung karbohidrat, lemak dan protein.

2. Sebagai Bahan Penyusun Komponen dan Sel Tubuh

Selain berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh zat makanan juga diperlukan untuk bahan penyusun komponen tubuh serta mengganti sel-sel yang telah aus.

3. Sebagai Asisten Sistem Imun Tubuh

Zat makanan juga berfungsi untuk membantu sistem imun tubuh terhadap serangan dari luar. Sehingga tubuh tidak mudah sakit dan terinfeksi oleh virus, bakteri dan mikroorganisme penyebab penyakit lainnya.

Agar tubuh berfungsi sebagaimana mestinya maka kebutuhan akan zat-zat makanan tersebut harus dipenuhi. Zat-zat makanan tersebut adalah:

1. Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber energi bagi tubuh. Sumber karbohidrat bisa berupa bahan-bahan yang mengandung amilum atau pati, yaitu beras, gandum, jagung, singkong, ketela rambat, kentang, dan biji-bijan.

2. Lemak

Lemak bagi tubuh berfungsi sebagai cadangan energi. Lemak juga berfungsi untuk melindungi tubuh dari hawa dingin, sebagai komponen penyusun membran sel dan organel sel, melindungi organ vital seperti jantung dan ginjal serta melarutkan vitamin A, D, E, dan K agar dapat diserap tubuh dan berfungsi mempertahankan fungsi vitalnya bagi kelangsungan metabolisme.

Sumber lemak dapat dibedakan menjadi lemak nabati yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan lemak hewani yang berupa lemak jenuh dan berasal dari hewan. Sumber lemak adalah makanan yang berminyak, misalnya kacang-kacangan, wijen, kemiri, kelapa, telur, mentega, susu, keju dan daging.

3. Protein

Protein bagi tubuh memegang peran penting. Protein berfungsi membangun sel tubuh. Pada periode tertentu sel-sel tubuh beregenerasi. Proses regenerasi sel ini membutuhkan protein untuk membantu membentuk sel-sel baru. Protein juga berfungsi sebagai biokatalisator, sebagai molekul pengangkut Oksigen (ketika protein dalam bentuk sebagai hemoglobin) dan membangun alat pertahanan tubuh ketika dalam bentuk antibodi.

Sumber protein bisa diperoleh dari hewan maupun tumbuhan. Sumber protein antara lain daging, ikan, telur, udang, kerang, susu dan kepiting. Sumber protein nabati terdapat pada kedelai, tempe, tahu, kacang tanah, jagung dan kelapa.

4. Vitamin

Vitamin adalah senyawa organik yang diperlukan tubuh untuk membantu metabolisme tubuh dan menopang sistem imun tubuh. Vitamin terbagi menjadi yang larut dalam air (vitamin C dan vitamin B) dan yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K). Sumber vitamin terbanyak diperoleh dari buah-buahan dan sayuran. Beberapa vitamin dapat diperoleh dari hati, kacang-kacangan dan biji-bijan.

5. Mineral

Mineral adalah senyawa anorganik yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil. Meski dibutuhkan dalam jumlah kecil berbagai organ tubuh sangat bergantung padanya agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Sumber mineral bisa diperoleh dari daging, hati, kacang-kacangan dan sayuran.

Benarkah Diet Vegetarian Menyebabkan Kurang Gizi?

Mengingat kebutuhan tubuh akan zat-zat makanan tersebut kekhawatiran pun muncul. Adakah tubuh akan kekurangan gizi tertentu terutama kekurangan zat-zat makanan yang sumbernya ada pada hewan? Tidak diragukan bahwa pola makan vegetarian yang seimbang dan direncanakan secara sistematis mampu membuat tubuh lebih sehat. Resiko menderita penyakit kanker, jantung dan diabetes semakin berkurang. Para pelaku vegetarian pun rata-rata memiliki berat badan lebih ringan.

Namun sebagian besar masyarakat meragukan kesehatan tubuh tetap terjaga jika menerapkan pola makan vegetarian. Khawatir lemas karena asupan karbohidrat yang kurang. Takut kurang cerdas karena tidak mengkonsumsi protein (hewani). Was-was lebih mudah terserang penyakit karena sistem imun tubuh kurang asupan gizi yang bersumber dari protein hewani.

Kekhawatiran masyarakat akan mengalami defisit nutrisi ini memang beralasan dan tidak bisa disalahkan. Tetapi perlu dipahami jika diet vegetarian dilakukan dengan prinsip yang tepat di bawah pengawasan ahli medis dan pakar nutrisi secara ketat, semua akan berjalan baik. Tidak perlu mengkhawatirkan kekurangan gizi asal semua kebutuhan tubuh tercukupi dan tetap menjalankan pola hidup sehat. Dalam buku Diet Enak ala Vegetarian yang disusun Helda Mailoa SST. Gizi, Drs, Susianto dan dr. Hendry Widjaja dikupas tuntas bahwa pada dasarnya pola makan vegetarian sangat mirip dengan pola makan pada umumnya hanya terdapat perbedaan pada jenis protein yang dikonsumsi.

Pada pola makan diet vegetarian protein hewani disubstitusi sebagian oleh protein nabati. Pada diet vegetarian yang fleksibel, yaitu lacto vegetarian dan lacto-ovo vegetarian sebagian protein hewani masih diperbolehkan untuk dikonsumsi. Sehingga tidak perlu timbul kekhawatiran kurang gizi jika menerapkan diet vegetarian. Jika dilakukan dengan benar vegetarian dapat diterapkan oleh remaja maupun manusia dewasa. Namun perlu diperhatikan masalah variasi makanan dan pengaturan nutrisi pada pola makan.

Agar tidak terjadi kekurangan gizi dan nutrisi maka pola diet vegetarian harus disesuaikan dengan usia, kondisi tubuh dan tingkat aktivitas. Misalnya untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan maka hendaknya harus mengutamakan kebutuhan protein. Maka perlu ditekankan kembali untuk mendapatkan pengganti zat-zat tersebut pada sumber-sumber nabati sebagai pengganti dari jenis makanan hewani. Misalnya zat besi tidak hanya diperoleh dari hati hewan tetapi juga pada sayuran hijau. Protein pada daging sapi bisa digantikan oleh tahu dan tempe. Dengan demikian diet sehat ala vegetarian bisa diterapkan tanpa khawatir tubuh kekurangan zat makanan.

Baca artikel lain mengenai Gejala Kanker Usus Pada Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 4 =