Gejala Kanker Tenggorokan

Gejala Kanker Tenggorokan dan Tips Mencegahnya

Gejala kanker tenggorokanKanker tenggorokan adalah keganasan yang dapat berkembang dalam setiap bagian dari laring. Laring yang terdiri dari campuran kompleks dari otot dan tulang rawan. Terletak di bagian atas trakea dan esofagus. Peran laring sangat besar, karena terlibat dalam proses vital seperti pernapasan, berbicara dan menelan.

Kanker tenggorokan dikenal sebagai tumor yang tumbuh dan berkembang di dalam tenggorokan, sekitar faring, laring, atau tonsil dan pada stadium awal kanker tenggorokan adalah penyakit benar-benar dapat disembuhkan, kanker ini sering mempengaruhi ketidaknyamanan di bagian tenggorokan, lidah, tonsil, faring, kerongkongan dan sinus.

Pemicu utama sebagian besar kanker tenggorokan, yakni merokok dan penyalahgunaan alkohol dan kekurangan vitamin.

Selain itu, kanker tenggorokan adalah salah satu dari dua puluh kanker dengan tingkat keganasan yang paling umum di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan morbiditas terkait dengan fakta bahwa semakin banyak orang berhenti merokok. Namun, banyak orang masih mendapatkan kanker tenggorokan di bukan cuma karena rokok tapi lingkungan luar dan polah gaya hidup yang buruk.

Pada tahap awal kanker tenggorokan sulit dideteksi. Salah satu gejala pertama adalah perubahan dalam suara dan sakit tenggorokan. Suara serak berhubungan terutama dengan lesi tumor pita suara. Hal ini karena ada benjolan menutupi pita suara, karena kanker adalah penghalang mekanik langsung.

Merokok Sebagai Salah Satu Penyebab Kanker Tenggorokan

Orang yang merokok selama 20 tahun 40 batang per hari, penyakit kanker tenggorokan dan paru-paru 40-50 kali lebih sering daripada mereka yang merokok sedikitnya 10 batang per hari termasuk perokok pasif.

Selain itu, diketahui bahwa sensitivitas wanita terhadap senyawa karsinogen nikotin adalah dua kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki sehingga mereka lebih mudah mengembangkan resiko kanker tenggorokan dan kanker jenis lainnya.

Tapi bukan berarti rokok sebagai satu-satunya penyebab kanker laring dan faring untuk terjadinya kanker di rongga mulut, faring dan laring ada kebiasaan buruk lain yang berkontribusi, yakni penyalahgunaan alkohol.

Namun, penyakit kanker tenggorokan tidak hanya menyerang perokok saja. Mereka dalam kategori ini juga dapat mengembangkan kanker tenggorokan, yakni mereka yang sangat sering mengkonsumsi daging asin dan mereka yang tinggal di kota-kota industri di mana udara jenuh (suatu kondisi di mana udara tidak lagi mampu menampung uap air) dengan batubara atau debu asbes serta polusi kendaraan.

Tanda-Tanda Pertama Yang Merupakan Gejala Kanker Tenggorokan

Penyakit berbahaya ini ada gejala awal tapi terlalu samar dan biasanya baru bisa terdiagnosis dengan benar pada stadium sudah lanjut.

Gejala pertama dari kanker tenggorokan menyerupai pilek atau alergi, sehingga jenis kanker ini sulit untuk mengenalinya pada tahap awal penyakit. Jika Anda memiliki masalah ini terus-menerus dengan alergi, sinusitis dan serak tenggorokan, segera hubungi dokter spesialis onkolog untuk check-up kesehatannya.

Adapun tanda-tanda umum dari gejala kanker tenggorokan:

  1. Sakit tenggorokan
  2. Batuk
  3. Rasa sakit atau kesulitan menelan
  4. Kehilangan suara
  5. Perubahan suara
  6. Penurunan berat badan
  7. Sakit telinga
  8. Ada benjolan di bagian belakang mulut, tenggorokan atau leher
  9. Suara serak dan kesulitan bernapas
  10. Perdarahan dari dahak.

Beberapa Penyebab Kanker Tenggorokan

Pada tahap awal dari penyakit di leher ini mungkin muncul sisik putih atau luka kecil. Namun 80% dalam kasus tahap pertama dari gejala penyakit tersebut.

Penyebab pasti dari kanker tenggorokan tidak diketahui, tetapi para ilmuwan mengidentifikasi beberapa faktor sebagai pemicu utama, sebaai berikut ini:

  1. Merokok
  2. Konsumsi alkohol secara berlebihan
  3. Terinfeksi Human papillomavirus
  4. Terinfeksi penyakit menular nasofaring
  5. Lingkungan tercemar
  6. Mengunyah tembakau
  7. Mengkonsumsi alkohol dengan cara berlebihan
  8. Kurang vitamin
  9. Malas menjaga kebersihan mulut

Sebelum didiagnosa menderita kanker tenggorokan, dokter akan menerapkan serangkaian tes diagnostik seperti endoskopi (tes ini dilakukan di ruang operasi dengan anestesi umum untuk menentukan sejauh mana perkembangan tumor tersebut).

Tahapan Kanker Tenggorokan

Tahap pertama – Tidak ada gangguan, tetapi kanker telah mempengaruhi seluruh tenggorokan atau nasofaring.

Tahap kedua – Tumor telah menyebar sebagian tenggorokan dan nasofaring

Tahap ketiga – Tumor telah terbentuk dan mempengaruhi jaringan menjadi ganas yang ditandai dengan bertambahnya ukuran sel disertai dengan penyebarannya ke organ tubuh lainnya

Tahap keempat – Kanker belum mencapai kelenjar getah bening dan pada organ yang berbeda lainnya.

Pengobatan Kanker Tenggorokan

Pilihan pengobatan untuk kanker tenggorokan tergantung pada tahapan penyakit. Ada tiga jenis pengobatannya, yakni operasi, kemoterapi dan radioterapi.

Dalam kebanyakan kasus, pengobatan kanker tenggorokan dimulai dengan kemoterapi atau terapi radiasi, atau kombinasi keduanya. Ketika waktu memulai pengobatan memiliki hasil yang baik. Pada tahap awal kanker tenggorokan tingkat kesembuhan bisa mencapai 85-95 persen setelah kemoterapi dan radioterapi.

Selanjutnya pengobatan tingkat keparahan kanker tenggorokan, yaitu hasil pengobatan tergantung pada kecepatan proses perkembangan kanker yang berada di area tertentu dari bagian tenggorokan. Semakin kecil tumor, semakin baik hasilnya. Pengobatan terbaik dari kanker ini, yakni radioterapi kanker dari pita suara, dan yang paling sulit adalah tumor di bagian atas. Praktis menghalangi neoplasma dampak paling konservatif di bagian bawah.

Selain itu, jika tumor dalam ukuran kecil dan hanya terlokalisasi, maka operasi adalah salah satunya yang dapat dilakukan sebagai pengobatan kanker tenggorokan.

Tetapi jika tumor terdeteksi pada stadium lanjut dan menyebar, atau berada di tempat yang salah sulit untuk menghapusnya, maka operasi tidak dianjurkan dan tidak ada jaminan hasil positif. Hal ini dapat mempengaruhi keadaan mulut, rahang atau pita suara.

Bila pasien menjalani operasi tumor stadium ini, mereka kemungkinan akan kehilangan suaranya atau tidak bisa mengunyah dan menelan makanan sama sekali. Dalam kasus yang lebih berat, mungkin perlu untuk menggunakan pipa untuk memungkinkan pasien untuk makan dan bernapas. Dan ahli Onkologi berusaha untuk sepenuhnya membantu pasien hidup normal.

Sebelum pasien yang akan menjalani kemoterapi hal yang paling penting untuk diperhatikan, yakni mempertahankan tingkat hemoglobin bila rendah, pasein harus mengambil langkah-langkah untuk memperbaikinya. Cara alami yang sangat efektif untuk meningkatkan hemoglobin adalah konsumsi jus dari chokeberry.

Pasein yang menjalani kemoterapi akan dihadapan dengan masalah mual, muntah, mulut kering, yang biasanya menyebabkan hilangnya nafsu makan dan vitalitas. Pasien dengan kanker tenggorokan, faring dan mulut sering mengeluh kesulitan dalam menelan makanan dan air dan kadang-kadang menelan hampir tidak mungkin.

Pasien yang terdeteksi dini dengan gejala kanker tenggorokan dalam lima tahun pertama ada kemungkinan mereka mencapai tingkat penyembuhan untuk tahap nol sekitar 96-100%, tahap pertama mencapai 70-80%, tahap kedua mencapai 60%, dan tahap keempat hingga 25%.

Cara Efektif Mencegah Kanker Tenggorokan

  1. Stop Merokok, Ini adalah salah satu kebiasaan paling buruk yang sudah diketahui sebagai penyebab utama kanker tenggorokan dengan resiko tinggi.
  2. Stop meminum alkohol, penyalahgunaan alkohol secara berlebihan di percaya oleh ilmuwan medis sebagai pemicu kanker, selain rokok.
  3. Rutin mengkonsumsi buah dan sayuran, vitamin dan antioksidan yang terkandung dalam buah-buahan dan sayuran memiliki peran penting untuk menguatkan kekebalan tubuh dalam melawan kanker, seperti kanker tenggorokan.
  4. Hindari konsumsi ikan asin secara berlebihan dan daging yang di panggang
  5. Menjaga kebersihan mulut.
  6. Memakai masker ketika berada di lingkungan kerja dengan polusi udara tercemar.
  7. Selain itu, jauhkan diri Anda dari infeksi HPV dengan tidak melakukan hubungan seksual dengan ganti-ganti pasangan seks, salah satu faktor yang turut memicu timbulnya kanker tenggorokan adalah infeksi menular seksual (HPV).
  8. Rajin minum air yang banyak
  9. Menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga.
  10. Tidur yang cukup dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dari infeksi penyakit seperti kanker tenggorokan.

Baca artikel lain mengenai Mengatasi Rasa Mual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 16 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.