Gejala Kanker Kulit

Cara Mengenali Gejala Kanker Kulit Secara Mandiri

Dari tahun ke tahun, jumlah penderita kanker kulit terus mengalami peningkatan. Tetapi pada sisi yang lain, sebetulnya penyakit ini dapat dideteksi secara lebih dini. Bahkan pendektesian tersebut bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan dari orang lain atau dokter. Melalui deteksi dini pencegahan dapat dijalankan dengan lebih optimal.

Mengenal Ciri-Ciri Kanker Kulit

Setidaknya ada dua metode untuk melakukan identifikasi serangan sel kanker kulit di tubuh. Metode pertama adalah dengan mempelajari ciri atau tanda dari pemunculkan sel kanker kulit tersebut. Ciri ini sendiri terdiri dari beberapa macam, yakni:

  • Kanker sel basal merupakan kanker kulit yang paling sering ditemui di bagian tubuh yang sering kena pancaran sinar matahari seperti wajah, leher dan lengan. Kanker ini berbentuk datar dan keras serta berwarna pucat. Selain itu mudah berdarah karena sel kanker ini bisa membuat pembuluh darah menjadi tidak normal.
  • Kanker sel skuamosa, merupakan kanker kulit yang kasusnya lebih sering terjadi pada lengan, kepala dan leher. Bentuknya berbentuk benjolan dan bersisik kasar. Warnanya cenderung merah dan kadangnya menimbulkan pendarahan.
  • Kanker keratosis aktinik merupakan kanker kulit yang bentuknya seperti bintik-bintik namun bersifat kasar. Warnanya merah muda seperti daging dan lebih sering muncul di wajah, punggung tangan, lengan dan telinga.
  • Kanker melonoma, adalah kanker kulit yang bentuknya seperti tahi lalat tetapi dengan warna yang sangat bervariasi dan memiliki ukuran lebih besar dibandingkan tahi lalat biasa. Selain itu ukuran, bentuk dan warnanya tidak teratur.

Setelah mengenali ciri-ciri kanker kulit berdasarkan jenisnya, identifikasi selanjutnya adalah dengan cara memahami tanda-tandanya. Tanda pertama adalah saat terjadi pertumbuhan baru, benjolan serta bintik kanker yang memunculkan luka tidak dapat disembuhkan dalam dalam waktu singkat. Penyembuhannya paling sedikit butuh waktu sekitar 2 hingga bulan.

Tanda peringatan berikutnya yang harus selalu diperhatikan adalah, munculnya rasa gatal dan sakit atau nyeri pada tahi lalat yang kena serangan sel kanker kulit. Selain itu warna tahi lalat jadi berubah kemerahan dan ada pembengkakan di area sekitarnya. Gejala-gejala ini memang tidak selalu terjadi, namun adanya pigmentasi yang tidak merata tetap menjadi pertanda yang harus diwaspadai.

Pemeriksaan Diri Untuk Penyakit Kanker Kulit  

Pemeriksaan diri dari resiko serangan penyakit kanker kulit bisa dilaksanakan melalui empat jenis meteode. Adapun metode yang pertama adalah dengan menentukan jadwal pemeriksaan sendiri misalnya setiap bulan dengan tanggal yang selalu sama.

Setelah jadwal ditentukan, pada tanggal tersebut berdirilah di hadapan cermin besar yang bisa memperlihatkan semua bagian tubuh karena kanker sel kanker kulit bisa muncul di area mana saja. Teliti secermat mungkin untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda sel kanker kulit yang muncul.

Menulis daftar bagian tubuh mana saja yang harus dicek dan diperiksa sendiri adalah metode pemeriksaan diri yang ketiga. Bagian tubuh yang perlu diperiksa secara lebih teliti antara lain adalah bagian wajah, telinga, hidung, bibir, mata serta belakang telinga. Bagian dalam mulut juga perlu diperiksa dan gunakan lampu senter untuk melakukan tugas tersebut.

Bagian tubuh selanjutnya adalah bahu, leher, dada dan perut. Bagi kaum wanita, disarankan mengangkat payudaranya agar dada yang ada di bawahnya bisa terlihat dengan jelas. Ketiak, tangan, lengan, kuku dan sela-sela jari juga perlu diperiksa.

Demikian pula dengan pantat, area sekitar alat kelamin, punggung atas dan bawah, belakang leher, kaki, telapak kaki, kuku dan sela jari kaki, pergelangan dan tumit kaki. Termasuk juga betis. paha depan dan belakang serta bagian bawah kaki atau lutut. Selain itu yang tidak boleh dilupakan adalah bagian atas kepala yang harus dicek dengan cara membelah rambut satu per satu.

Selain melihat secara langsung baik melalui kaca dan dengan mata telanjang, pengecekan diri juga harus dilakukan dengan sistem rabaan. Rasakan secara seksama, apakah ada pembesaran atau benjolan aneh di semua bagian tubuh seperti yang sudah disebutkan di atas.

Melakukan pemeriksaan kanker kulit dengan rabaan tangan memang lebih sulit, karena tanda atau gejalanya lebih kecil hanya sebesar tahi lalat saja atau berbentuk bintik-bintik. Tetapi hal ini tetap harus dilakukan karena tidak semua tanda atau gejala tersebut bisa terlihat oleh mata apalagi dengan kaca.

Masuk metode keempat, segera berkunjung ke rumah sakit agar bisa lebih cepat mendapatkan bantuan medis ketika menjumpai hal-hal yang dirasakan janggal saat melakukan pemeriksaan diri. Jangan sekali-sekali menunda, sehingga serangkan kanker kulit dapat diantisipasi secara dini sehingga tidak masuk pada stadium yang berat.

Tips Mencegah Kanker Kulit

Selain yang disebutkan di atas masih ada beberapa tips lain untuk mencegah, menyembuhkan dan menanggulangi serangan kanker kulit. Salah satunya, saat harus menjalani operasi bedah karena penyakit lain dan lukanya tidak kunjung sembuh, jangan tunda untuk menemui dokter agar bisa diketahui penyebabnya secara pasti.

Bisa jadi luka operasi yang tidak sembuh-sembuh tersebut merupakan gejala awal adanya sel kanker kulit yang sebelumnya tidak terdeteksi. Meski kemungkinannya tergolong kecil, tetapi tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga dan melakukan antisipasi atas hal-hal yang sama sekali tidak diharapkan.

Selain itu harus diketahui, orang yang lebih sering terkena pancaran sinar matahari memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena serangan sel kanker kulit. Bahkan ada hasil penelitian yang menunjukan kemungkinan tersebut dua kali lebih besar dibandingkan yang jarang kena pancaran sinar matahari. Apalagi untuk mereka yang kulitnya cenderung putih dan terang.

Oleh karena itu, lakukan sistem perlindungan yang maksimal ketika berada di tempat dimana matahari sering memunculkan sinarnya dengan garang seperti pantai, lapangan olahraga dan sebagainya. Ketika berada di tempat-tempat semacam itu, gunakan baju lengan panjang, topi atau payung dan kacamata hitam.

Jika keadaan tidak memungkinkan untuk mengenakan semua alat pelindung tersebut, langkah terbaik yang perlu ditempuh yaitu menggunakan tabir surya atau sun block sesering mungkin. Terutama sekali pada jam-jam antara 10 pagi hingga 4 sore. Pada jam-jam tersebut matahari akan mengeluarkan sinar UV atau ultraviolet secara maksimal.

UV atau sinar ultraviolet merupakan salah satu penyebab utama dari kanker kulit. Tapi selain itu masih ada sinar ultraviolet lain yang asalnya bukan dari sinar matahari. Contohnya radiasi infra merah, gelombang radio, sinar X dan sebagainya.

Untuk itu gunakan ponsel seperlunya saja karena perangkat ini bisa memancarkan gelombang radio yang sangat tinggi saat sedang diaktifkan. Selain itu jika tidak dipakai, sebaiknya hand phone atau ponsel diletakan pada tempat yang agak jauh dari tubuh.

Selain sinar UV, faktor genetika atau keturunan juga sering disebut sebagai penyebab kanker termasuk kanker kulit. Banyak ahli kesehatan yang menyatakan bahwa orang yang memiliki garis keturunan kanker kulit punya resiko lebih besar mendapat serangan penyakit ini. Karena itu mereka harus lebih waspada dan tidak boleh melupakan pemeriksaan dini secara rutin.

Di luar yang disebutkan diatas, penerapan gaya hidup sehat tetap jadi tips paling utama untuk menghindari diri dari serangan kanker kulit. Rajin olahraga, menghindari rokok dan minuman keras, menghidari stres dan seterusnya akan membuat tubuh selalu dalam kondisi yang sehat. Jika kondisinya selalu sehat, maka resiko kena kanker kulit dapat berkurang.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Sarang Semut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × two =