Efek Samping Radioterapi

Life Experience 07 – Efek Samping Radioterapi Pada Tulang Belakang

Pengalaman saya berlanjut setelah radioterapi mama saya selesai dan terjadi masih ada efek samping yang belum hilang. Saya ingin membagikan pengalaman saya kepada blogger semoga pengalaman saya ini bisa berguna dan membantu anda yang mungkin juga mengalami hal yang sama.

Bagi pembaca yang belum membaca posting sebelumnya singkatnya mama saya mengalami kanker payudara yang sudah menyebar ke tulang belakang dan pengobatan yang cocok adalah dengan radioterapi pada tulang belakang. Bagian tulang belakang yang akan diradioterapi adalah T7 dan T12 (tulang belakang bagian tengah antara leher dan pinggang). Sebelum menjalani radioterapi mama harus melakukan suntik semen pada tulang belakang (T12) karena tulang sudah mengecil dan harus dikuatkan agar tidak rapuh. Dengan kondisi seperti mama saya menjalani pengobatan kanker dengan radioterapi setelah proses suntik semen selesai.

Pengobatan Kanker Dengan Radioterapi

Kenapa harus radioterapi? Karena dengan radioterapi pengobatan kanker lebih dapat berfokus pada suatu bagian dan lebih efektif untuk membunuh sel kanker. Hal yang terjadi pada mama saya adalah radioterapi tidak bisa bergabung dengan kemoterapi sehingga kita harus mengabaikan beberapa saat tidak melakukan pengobatan pada bagian payudara dan getah bening. Fokus pengobatan pada tulang belakang karena bagian tersebut sudah mulai sakit.

Dengan menjalani radioterapi efek samping yang hampir sama dengan yang dialami saat mama kemoterapi. Efek samping akan saya bahas lebih detail pada bagian di bawah ini. Radioterapi yang kami jalankan tidak begitu besar hanya pada bagian tulang belakang antara T7 dan T12 sebanyak 8x saja. Bagaimana rasanya menjalankan radioterapi? Untuk yang dijalankan oleh mama saya cukup mudah karena hanya berbaring 5-10 menit saja dan itupun mama tidak merasakan apa-apa setelah itu kami boleh pulang. Radioterapi yang dijalankan oleh setiap orang bisa berbeda tergantung dari bagian yang diradiasi.

Efek Samping Radioterapi

Efek samping radioterapi bisa berbeda-beda tergantung dari bagian yang harus diradiasi. Untuk kasus mama saya radioterapi dilakukan pada tulang belakang jadi efek samping radioterapi yang akan dialami adalah sebagai berikut menurut dokter:

  • Mual
  • Susah menelan pada bagian tenggorokan
  • Kulit yang terkena radioterapi menghitam atau memerah

Pengalaman kami efek samping yang paling menonjol adalah mual. Mulai pada radioterapi ke 5 mual sudah mulai bisa dirasakan. Hal ini karena tulang belakang yang diradiasi adalah dibagian belakang lambung sehingga saat radioterapi dilakukan lambung terkena efek samping radioterapi tersebut sehingga menjadi mual. Setelah 8x selesai rasa mual masih ada yang menyebabkan sudah makan. Bahkan bisa sampai muntah karena tidak kuat menahan mual. Selain rasa mual mama juga merasakan tenggorokannya susah menelan, hampir mirip dengan tenggorokan sakit tetapi rasanya tidak sakit hanya saja saat makanan ditelan seperti susah untuk masuk ke dalam lambung.

Susah menelan ini kami sudah diperingati oleh dokter, jika muncul maka disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang halus dulu agar tidak susah. Efek samping ini masih terus berkelanjutan hingga 2 minggu setelah radioterapi selesai. Saat ini rasa mual sudah mulai hilang dan susah menelan sudah hilang juga. Bagaimana mengatasi masa-masa 2 minggu saat efek samping muncul? Saya akan membahasnya pada bagian berikutnya.

Pada masa 2 minggu ini efek samping yang dialami mama saya tidak hanya itu, ceritanya saya curiga karena sudah 4 hari mama lemas, tidak seperti biasanya. Kemudian saya memutuskan untuk test darah dan ternyata saya menemukan bahwa darah putih drop sehingga lemas. Saat itu mama memang menjalani oral kemo setelah raditerapi selesai. Oral kemo yang dijalankan adalah menggunakan obat bernama Xeloda. Efek samping ini saya sendiri masih belum jelas apakah karena radioterapi atau bukan, karena dokter memang tidak ada instruksi untuk memberikan injeksi penambah darah putih. Dari sejarah kesehatan mama memang ada penyakit Lupus (SLE), jadi saya curiga antara efek samping radioterapi atau memang lupus mama sedang kambuh. Dari pengalaman ini mungkin anda yang akan menjalani radioterapi bisa lebih detail bertanya tentang efek samping radioterapi yang akan terjadi pada anda.

Mengatasi Efek Samping Radioterapi

Efek samping radioterapi muncul dengan sendirinya saat radioterapi atau setelah radioterapi. Untuk kasus mama saya efek samping masih tetap muncul hingga 2 minggu, baru hari ini (7 maret 2015) sudah mulai hilang dan mama kembali bisa makan seperti biasa. Bagaimama mengatasi mual dan susah menelan yang terjadi setelah radioterapi?

Tentunya dari dokter kami diberikan obat mual untuk mencegah agar tidak mual sehingga mama bisa makan. Tetapi terkadang obat mual tidak bekerja seperti yang kita harapkan dan mual masih muncul sehingga malas untuk makan. Untuk mengatasi rasa mual ini:

  • Rubah pola makan anda, yang biasanya anda makan banyak ubah menjadi makan sedikit tetapi lebih sering. Jadi nutrisi tetap bisa masuk. Jika tidak makan, pasien tidak punya tenaga untuk melawan sel kanker
  • Jangan makan makanan yang kecut. Mama saya punya lambung yang sensitif jadi terkena kecut sedikit rasa mual menjadi lebih parah, jadi hindari makan kecut.
  • Minum obat mual sebelum makan dengan jarak setengah jam atau 1 jam, jadi rasa mual biar hilang dahulu barulah anda makan.
  • Jika anda masih tidak bisa makan atau tidak ada nafsu makan. Pasien harus TETAP MAKAN, trik yang kami jalankan adalah minum susu agar nutrisi tetapi terpenuhi. Susu yang diminum adalah susu ensure dan susu kolostrum.

 Mengatasi efek samping radioterapi yang lain adalah susah menelan, untuk mengatasi ini dokter memberikan instruksi untuk meminum panadol jika memang belum hilang. Dokter mengatakan efek samping ini akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Dan memang setelah menjalani 2 minggu ini susah menelan sudah bisa hilang dan mama sudah bisa makan seperti biasanya. Jika anda mengalami hal yang sama pastikan konsultasi ke dokter radioterapi langkah apa yang harus diambil karena mengatasi efek samping untuk setiap orang tidak sama.

Efek samping radioterapi yang lain adalah kulit memerah atau menghitam. Kondisi seperti ini tidak terjadi pada mama saya mungkin karena radioterapi yang dijalankan oleh mama hanya 8x. Efek samping pada kulit mungkin terjadi pada pasien yang menjalankan radioterapi lebih banyak. Cara mengatasi efek samping ini yang saya dapat dari dokter adalah jangan terkena sabun dan bisa menggunakan lotion agar kulit tetap terjaga kelembabannya. Untuk informasi lebih detail anda bisa bertanya pada dokter sehingga efek samping radioterapi bisa lebih minimal. Saya tidak bisa cerita banyak untuk efek samping yang ini karena kami sendiri tidak mengalaminya.

Itulah cerita dari saya efek samping radioterapi yang dialami oleh mama saya dan cara kami mengatasi efek samping tersebut. Semoga posting ini bisa berguna bagi anda yang sedang mencari informasi bagaimana mengatasi efek samping radioterapi. Semoga pengalaman saya ini bisa membantu semua orang yang sedang mengalami hal yang sama dengan mama saya. Tetap berjuangan jangan patah semangat, berdoa dan kesembuhan pasti bisa tercapai.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Payudara

One thought on “Efek Samping Radioterapi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.