Efek Kemoterapi Bagi Orang Lain

Efek Kemoterapi Bagi Orang Lain yang Perlu Diketahui, Bahaya Loh!

Jumlah penderita kanker di Indonesia dan seluruh dunia banyak sekali. Per tahunnya selalu ada peningkatan jumlah penderitanya. Kanker memang penyakit yang nakal sehingga susah untuk diobati terutama jika sudah parah. Kemoterapi adalah pengobatan paling ampuh dari semua jenis pengobatan kanker.

Kemoterapi dilakukan dengan memberikan cairan khusus yang bisa menyebar ke seluruh tubuh. Obat berupa cairan tersebut akan menghancurkan sel-sel kanker yang ada dalam tubuh. Dosis pemberiannya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kankernya. Jika dosisnya banyak maka bisa memberikan efek samping.

Selain bisa memberikan efek untuk pasien yang melakukan kemoterapi juga ada efek kemoterapi bagi orang lain. Banyak orang mungkin tidak tahu akan hal ini. Supaya Anda tahu apa efek kemoterapi yang bisa terjadi pada orang lain bisa membaca pembahasannya di bawah ini.

Mengenal Kemoterapi dan Efek Samping Bagi Pasien

Sebelum membahas tentang efek kemoterapi bagi orang lain, akan dibahas dulu mengenai kemoterapi dan efek samping untuk pasiennya sendiri.

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker biasanya menggunakan obat berbentuk cairan yang dimasukkan ke dalam tubuh penderita kanker. Obat tersebut akan mengalir ke seluruh aliran darah dan menghancurkan semua sel kanker yang ada di dalam tubuh. Semakin parah kankernya maka semakin besar pemberian dosis obatnya.

Berikut ini daftar cara pemberian obat kemoterapi kepada pasien kanker.

  • Suntik. Ini adalah kemoterapi yang paling umum dilakukan. Suntikan akan diberikan pada bagian tubuh yang memiliki lapisan lemak atau otot seperti perut, paha, dan lengan.
  • Oral. Pemberian obatnya dengan memberikan cairan, kapsul, atau pil sehingga langsung diminum.
  • Topikal. Obat kemoterapinya berbentuk krim, cara menggunakannya langsung dioleskan pada kulit.
  • Intraarteri (IA). Obat kemoterapi akan dimasukkan langsung ke dalam bagian arteri. Jika di dalam tubuh ada sel kanker, arteri juga akan menyalurkan darah menuju kanker.
  • Intraperitoneal (IP). Dilakukan lewat cara operasi tapi bisa juga menggunakan selang khusus yang akan dimasukkan ke dalam rongga perut di mana lambung, hati, dan usus berada.
  • Intravena (IV). Obat langsung diberikan ke bagian pembuluh darah vena.

Cara pemberian obat ini disesuaikan dengan jenis kanker yang diderita.

Semua pengobatan ini bisa saja memberikan efek samping bagi penderitanya, seperti:

  • Nafsu makan kehilangan.
  • Nyeri tubuh.
  • Kerontokan rambut.
  • Muntah dan mual.
  • Pendarahan seperti gusi berdarah, mudah memar atau mimisan.
  • Sesak napas.
  • Mengalami kelainan detak jantung.
  • Kulit jadi kering.
  • Sulit tidur.
  • Tubuh sering infeksi.
  • Sariawan.
  • Kesuburan wanita terganggu.
  • Gairah seksual mengalami penurunan.
  • Diare dan konstipasi.

Efek samping bisa terjadi jika kondisi tubuh pasien kurang kuat menerima efek obat kemoterapi yang diberikan.

Efek Kemoterapi untuk Orang Lain

Untuk efek kemoterapi bagi pasien sudah banyak yang tahu, tapi bagaimana dengan efek kemoterapi untuk orang lain? Mungkin banyak yang belum tahu bahwa orang lain tidak boleh dekat-dekat dengan pasien yang sudah menjalani kemoterapi dalam waktu beberapa jam. Oleh karena bisa terkena efeknya dan mungkin membahayakan orang sehat.

Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?

Obat kemoterapi yang sudah masuk ke dalam tubuh penderita akan membuat semua cairan mereka mengandung obat kemo. Butuh waktu 2 sampai 7 hari untuk semua obat kemonya hilang dari tubuh. Anda jangan sampai terkena berbagai cairan yang keluar dari pasien, seperti:

  • Tinja.
  • Keringat.
  • Lendir atau cairan dari vafina.
  • Cairan sperma.
  • Air ludah.
  • Muntahan.
  • Air kencing.
  • Darah.

Apabila terkena orang sehat, walaupun sedikit tapi kandungan obat kemonya akan masuk ke tubuh orang lain yang menyentuhnya.

Menurut para dokter, kemoterapi juga justru bisa memberikan efek yang dapat menimbulkan penyakit kanker kepada orang lain. Jika terkena kontak dengan bahan kemoterapi. Bahkan bisa menyebabkan kanker lainnya kepada pasien. Kejadian paling sering adalah mengalami kanker darah atau leukimia.

Penderita penyakit kanker yang melakukan kemoterapi untuk kanker payudara juga harus berhati-hati selama 48 jam. Jika tidak maka risiko terkena kanker darah jadi lebih besar, begitu juga dengan orang lain yang ada di sekitarnya.

Supaya aman maka Anda harus lebih hati-hati dalam melakukan sesuatu, tapi bukan berarti Anda harus memisahkan diri atau menjauhi pasien. Jika akan menggunakan toilet yang sama maka semuanya harus sudah dibersihkan dan hilang seperti feses dan urinnya.

Jika pasien laki-laki akan buang air kecil juga harus berusaha menjaga urinnya supaya tidak muncrat ke bagian toilet yang bisa mengenai kulit orang lain. Lalu selalu cuci tangan dengan sabun dan air hangat ketika sudah menggunakan toilet.

Cara Menghindari Efek Kemoterapi untuk Orang Lain

Selain yang sudah disebutkan di atas, cara lain yang harus dilakukan untuk melindungi diri dari efek kemoterapi bagi orang lain ada banyak. Lihat infonya di bawah ini.

Jika Ada Tumpahan Cairan Tubuh Pasien Kemoterapi

Jika ada cairan dari pasien kemoterapi keluar dan mengenai berbagai benda atau tempat maka cara untuk membersihkannya seperti di bawah ini.

  • Segera bersihkan tumpahan cairan dari pasien kemoterapi menggunakan kain pembersih yang digunakan sekali pakai lalu buang, dan sarung tangan dari karet.
  • Lap yang sudah digunakan langsung buang dan masukkan dulu ke dalam kantong kresek. Sesudah itu ikat sampai benar-benar rapat. Masukkan kembali kresek tersebut ke kresek satu lagi kemudian baru bisa dibuang.
  • Jika cairannya tercecer di lantai atau meja bersihkan saja dengan sarung tangan karet. Kemudian bersihkan sarung tersebut menggunakan air deterjen.
  • Jika ada baju, sarung bantal, sprei, handuk, dan berbagai bahan dari kain yang terkena cairan maka cuci secara terpisah. Lalu cuci dalam waktu yang sangat lama dan keringkan di luar rumah.

Jika Melakukan Hubungan Sex

Jika Anda memang ingin melakukan hubungan suami istri meski pasangan Anda baru dikemoterapi maka bisa saja dilakukan. Namun harus menggunakan kondom supaya tidak terkena cairan yang keluar dari pasangan.

Namun, jika ingin lebih aman maka jangan dulu melakukan hal ini. Tunggu setidaknya sampai ingin lebih aman maka jangan dulu melakukan hal ini. Tunggu setidaknya sampai 7 hari setelah kemoterapi.

Jika Pasien Merasa Mual dan Muntah

  • Anda harus menyiapkan mangkok atau kantong plastik yang selalu tersedia untuk menadah muntahannya. Jika menggunakan mangkok plastik maka meski sudah dicuci jangan gunakan lagi. Oleh karena biasanya kotoran akan sulit dihilangkan dari benda dari plastik.
  • Buang mangkok plastiknya jika tidak dibutuhkan lagi untuk menadah muntahan karena kemoterapinya sudah selesai dilakukan.

Jika Anda ingin membantu menangani obat kemo dari pasien kanker maka harus selalu menggunakan sarung tangan agar tidak terkena cairannya. Kemudian ketika akan melepaskannya jangan langsung menggunakan tangan tanpa pelindung. Jika sarung tangan ini akan dipakai lagi maka simpan dalam kantong plastik dan pisahkan dari benda lainnya.

Selalu cuci tangan dengan sabun jika sudah merawat pasien yang selesai melakukan kemoterapi.

Selain keluarga, orang lain yang bisa terkena efek kemoterapi adalah perawat yang membantu proses kemoterapi. Jika mereka tidak pakai sarung tangan ketika menangani pasien maka 15 sampai 20 tahun kemudian bisa mengalami kanker. Jadi semua orang harus hati-hati!

Demikianlah pembahasan mengenai efek kemoterapi bagi orang lain yang harus diketahui. Jadi tidak hanya pasien yang harus diberikan pengertian ketika akan melakukan kemoterapi, tapi juga keluarga yang akan merawat dan memberi dukungan kepada pasien setelah ada di rumah.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Nasofaring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − thirteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.